Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
persiapan menyambut baby nathan


__ADS_3

jakarta


sekarang mereka sudah sampai dijakarta, mereka semua baru tiba di bandara hingga beberapa saat kemudian 3 mobil datang menjemput mereka.


" bunda kami langsung pulang saja" ucap nita.


" iya nak kalian pulanglah dan istirahat , biarkan sopir yang mengantar kalian. nanti mobil ricko akan diantar oleh sopir lainnya" jawab bunda.


" iya bunda kalau begitu kami pamit dulu bunda , kakak." ucap ricko.


" hmm hati-hati" ujar nathan.


ricko dan nita pun masuk ke dalam mobil karena sopir yang menjemput ricko dan nita pun duduk bersama di kursi belakang.


" ayo jalan pak" ujar ricko.


" baik tuan" jawab sopir.


dan sopir pun melajukan mobilnya meninggalkan bandara dengan kecepatan sedang.


nita menguap dalam mobil ricko melihatnya wajah istrinya terlihat sangat kelelahan.


" sayang tidurlah disini" ricko menepuk paha nya agar istrinya bisa tidur.


" kau akan pegal nanti karena kepalaku berat, aku tidak mengantuk kok" jawab nita.


" sudahlah ayo sini" ricko langsung menarik nita hingga tertidur di pahanya , ia menatap istrinya dan mengelus pelan wajah istrinya.


" tidurlah " ujar ricko dengan lembut.


" baiklah kalau pegal bangunkan aku ya" balas nita.


"hmm"


nitapun langsung memejamkan matanya lalu ricko mengelus rambut nya agar tidurnya tambah nyenyak karena semalam sehabis ia melamar istrinya mereka semua tidur beberapa jam saja dan langsung kembali ke bandara karena pekerjaan yang datang tiba-tiba membuat mereka tidak bisa berlibur lama.


.....


setelah 1 jam setengah akhirnya mereka sampai di rumah, ricko mengangkat tubuh istrinya untuk masuk kedalam karena ia tidak tega untuk mambangunkannya.


" tuan kopernya taruh dimana?" tanya sopir.


" bawa masuk saja pak" jawab ricko.


" baik tuan" pak sopir pun membawa koper mereka kedalam rumah , lalu ia segera pamit pulang.


sedangkan ricko ia sudah membaringkan tubuh istrinya dan menyelimutinya, ia mengecup keningnya lalu segera turun ke bawah.


diliriknya jam yang ternyata baru jam 12 siang , ia sangat lapar dan mengecek bahan makanan apa yang ada di dapur.


ia buka kulkas hanya ada telur dan beberapa sayuran saja.karena sudah lapar ia hanya membuat 2 omlet dan sayur yang hanya ditumis.


setelah selesai ia hidangkan masakannya dan kembali kekamar untuk membangunkan nita ternyata nita sudah bangun dan sedang dikamar mandi.


" ceklek" pintu itu terbuka dan nita keluar menggunakan mantel mandinya.


" aku sudah masak ayo segera turun" ujar ricko.


" duluan saja aku akan turun setelah berganti pakaian" balas nita yang langsung masuk kedalam walk in closet. tetapi ricko tidak mendengarkannya dan menunggu nita di ranjang.


setelah menunggu 5 menit nita pun keluar " kau masih disini?" tanyanya saat melihat ricko masih duduk di pinggiran kasur.


" hmm ayo bantu aku berdiri" ujar ricko yang menjulurkan tangannya.


" manja sekali" ujar nita lalu ia menjulurkan tangannya .


" satu...dua....tig..." ricko menarik tangan nita hingga ia duduk diatas pangkuannya.


" ricko... lepaskan kau kan ingin berdiri aku membantumu" gerutu nita.


" tapi itu hanya jebakan " goda ricko.


" ricko ayo berdiri lepaskan aku" ujar nita.


" aku akan lepaskan tapi aku punya permintaan" ucap ricko.


" permintaan? apa itu?" tanya nita.

__ADS_1


" panggil aku sayang dan juga cium aku" jawab ricko.


" ck kau ini aku tidak bisa" tolak nita.


" kalau begitu aku tidak mau lepas" ujar ricko.


" baiklah baiklah... hmm sayang tolong lepaskan aku ." ujar nita.


ricko pun tersenyum lalu sengaja memajukan bibirnya , nita paham betul apa maksudnya itu lalu secepatnya ia mengecup bibir ricko ..sebelum ia melepaskan ciumamnya ricko sudah menekan kepalanya agar terus mencium bibirnya hingga ricko ******* bibir istrinya itu.


setelah dirasa cukup lama ricko pun melepaskan ciumannya karena ia tahu istrinya sedang kehabisan nafas , nita terus mengambil pasokan oksigen karena perilaku ricko kalau sudah melakukannya ia sangat cepat seperti vacum cleaner yang selalu menyedot apapun yang ada dihadapannya.


ricko tersenyum melihat wajah istrinya yang memerah itu " mau lagi?" tanya ricko.


" tidak sudah cukup aku sudah lapar ayolah " ajak nita .


.....


keesokan harinya


nita tengah menyiapakan sarapan pagi lalh handphone nya berdering , ia segera mengangkat telponnya


" halo?" ucapnya.


📱" dek mau tidak menemani kakak belanja ?" tanya iren dari telpon.


" jam berapa kak?" tanya nita.


📱" sekitar jam 1 saja nanti kakak jemput , kakak mau belanja keperluan baby nanti. karena bunda sedang ada pekerjaan juga kakakmu ada meeting" jawab iren.


" jemput saja kak aku juga bosa sendirian dirumah" ujar nita.


📱"baik kakak tutup ya nanti kakak jemput" iren segera mematikan handphone nya.


iapun kembali membuat roti isi untuk ricko karena bahan makanan sudah habis terpaksa ia harus membuatkan roti saja.


" sayang jam tangannya bagus kan?" tanya ricko sambil menunjukkan jam tangan yang pernah dibelikan nita.


" hmm bagus sekali" jawab nita seraya tersenyum.


ricko pun duduk dan memakan roti yang dibuatkan istrinya untuk dirinya, apapun makanan yang dibuat nita dia tidak pernah berkomentar karena dia paham dan menghargai di setiap apapun yang nita lakukan untuknya.


" maaf ya aku tidak memperhatikan dapur beberapa hari terakhir jadi tidak tau kalau semua bahan sudah habis" ujar nita.


" tidak perlu minta maaf , aku mengerti nanti kita beli saja bagaimana setelah aku pulang nanti kita belanja" ujar ricko.


" hmm sebenarnya kakak ipar ingin aku menemaninya membeli perlengkapan bayi nya kelak, jadi aku pikir nanti sekalian belanja saja" ucap nita.


" oh ya sudah berapa bulan usia kandungan kakak?" tanya ricko.


" tidak tau, tapi... seingat ku sudah 7 mau masuk 8 " jawab nita.


" kalau begitu hati-hati nanti usia kandungan kakak sudah tua jadi mudah lelah bawa saja pelayan untuk membantu " ujar ricko.


" aku bingung usia 8 bulan tapi perutnya masih terlihat kecil tetapi saat disentuh sangat besar ... kau tau saat aku menyentuh perut kakak terasa sangat penuh dan tibatiba aku merasa merinding . itu pertama kali aku menyentuh tubuh orang yang sedang hamil" jelas nita.


" itu karena tubuh kak iren yang kurus , jadi tidak terlalu terlihat. apa yang kau pikirkan saat itu?" tanya ricko.


" perasaanku? ehmm seperti takjub dan juga seakan tak percaya di dalam sana ada seorang bayi yang hidup, pasti mereka sangat lucu" ucap nita.


" tenang saja nanti kita buat ya" ujar ricko.


" kau pikir seperti membuat kue begitu ? hey ini sudah jam 7 kau akan telat nanti" balas nita.


" baiklah aku pergi dulu ya, jam berapa nanti?" tanya ricko sambil berdiri.


" jam 1 " jawab nita.


" baiklah hati-hati ya " ujar ricko dan ia mendekatkan dirinya ke tubuh nita lalu mencium kening istrinya.


" sampai jumpa" ujar ricko.


" hmm sampai jumpa" balas nita.


.....


iren dan nita sedang melihat-lihat perlengkapan bayi , karena nanti bayi iren dan nathan berjenis kelamin laki-laki ia pun memutuskan untuk membeli semua perlengkapan berwarna biru karena iren menyukai warna biru.

__ADS_1


" wah lucu lucu nya" ujar nita yang memegang tempat tidur.


" iya kakak jadi bingung mau beli yang mana" saut iren.


" eh lihat itu kak(tunjuk nita pada sebuah keranjang tidur berwarna biru yang sangat cantik itu) ini sangat bagus dan juga imut sekali" ujar nita.


" ini bagus ya?" tanya iren.


" iya kak , aku sangat suka ini cocok sekali untuk bayi tampan kakak nanti" jawab nita


" baiklah kita pilih ini" ujar iren.


lalu mereka kembali memilih barang barang seperti baju bayi, celana, popok, hingga selimut dan lain-lainnya semua yang memilh adalah nita karena iren tau nita sangat bisa dipercaya kalau sedang memilih hal yang seperti ini.


" keranjang nya sudah penuh kak , kita beli apa lagi?" tanya nita.


" hmm kita lihat mainan " ujar iren.


" baik ayo kita kesana. tunggu dulu kak" ujar nita.


" kenapa?" tanya iren.


" kakak tidak lelah kan?" tanya nita.


" tenang saja kakak kuat " jawab iren.


mereka pun menitipkan semua belanjaan di kasir dan kembali menyusuri area mainan bayi dan anak-anak.


" nanti pulang mau kakak antar ya" ujar iren.


" eh tidak usah kak, ricko akan menyusul kesini kebetulan stok makanan sudah habis jadi mau sekalian belanja" jawab nita.


" oke" ujar iren


hingga jam 6 ricko baru datang menyusul dan membantu kedua wanita itu berbelanja, begitu banyak barang belanjaan yang dibeli iren hingga puluhan juta hanya untuk perlengkapan baby nya nanti.


sedangkan iren ia langsung pulang karena hari sudah malam , meninggalkan ricko dan nita yang masih berbelanja bahan makanan.


setelah keranjang penuh mereka membayar nya dan menyuruh pelayan untuk memasukkan barang belanjaan ke dalam mobil.


sedangkan mereka ingin makan dulu di dalam restoran , ricko sedang memesan sesuatu dikasir sedangkan nita ia tengah duduk sendirian di meja itu .


" lihat wanita berambut panjang itu sangat cantik " ujar sekumpulan laki-laki yang terus melirik ke arah nita itu .


" aku ingin berkenalan dengannya" gumam salah satu dari mereka.


" bukannya dia datang bersama pria itu ya? apa dia pacarnya ?" tanya mereka.


" mana mungkin, itu kakaknya" jawab salah satu dari mereka.


" kau tau dari mana?" tanya mereka.


" tidak cocok " jawab nya.


" aku akan berkanalan dengannya " bisik mereka.


setelah memesan selesai ricko kembali duduk bersama nita , nita yang sedang memainkan ponselnya itu ia tidak tau jika dari tadi semua pria meliriknya.


ricko merasa curiga pada sekumpulan laki-laki yang tengah kumpul itu yang terus menatap istrinya dan seperti sedang membicarakannya.


" maaf tuan nyonya ... minumannya" pelayan datang dan menyuguhkan minuman.


" terima kasih" ujar nita seraya tersenyum.


" oh astaga senyumannya sangat cantik" ucap mereka.


" aku ingin jadi pacarnya " ujar nya.


" aku tidak ingin jadi pacarnya aku ingin jadi suaminya " ujar temannya yang lain.


ricko mendengar itu ia tidak suka mendengarnya , terus melirik istrinya,


" nona ini ada pesan" pelayan itu memberikan gumpalan kertas dan segera pergi.


" apa itu?" tanya ricko.


" aku kan belum buka bagaimana bisa tau" jawab nita.

__ADS_1


__ADS_2