Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
keceplosan


__ADS_3

" ini sangat enak coba saja kita tinggal disini pasti setiap hari aku akan makan banyak" ujar nathan.


" kalau begitu nanti bunda akan memasak seperti ini nanti dirumah" jawab bunda.


entah kenapa nita tiba-tiba merasa kepalanya sangat pusing juga perutnya mual, ia seperti ingin muntah tetapi terus menahannya. apa dia salah makan pikirnya?


" aku kenapa? aku hanya makan sate saja" pikirnya.


iapun sudah tidak tahan lagi lalu bangun dari kursi dan mencari tempat sepi, ricko dan semua orang bingung melihat nita yang begitu berbeda dari biasanya.


" uwekk" ia muntah berkali-kali.


" ricko istrimu kenapa ? dia terlihat aneh?" tanya iren.


ricko segera menghampiri istrinya itu


" uwekk" lagi-lagi ia memuntahkan isi perutnya.


" sayang kenapa ?"tanya ricko.


" jangen mendekat" teriak nita.


" tapi kenapa?" tanya ricko lagi.


" uwekk"


" ricko menjauhlah" teriak nita lagi.


" sayang kau muntah muntah" ujar ricko dengan pelan.


" kau akan jijik melihatnya menjauhlah" ujar nita.


ricko tidak mendengarkan ucapan nita ia malah mendekat untuk mengecek tubuh istrinya.


" kau istriku aku tidak akan jijik tidak apa-apa keluarkan saja semuanya" ujar ricko.


" ricko tapi in.. uwekk" ricko memijat leher istrinya mengelus punggungnya agar sedikit membaik.


" ayo kita masuk saja " ujar ricko.


nita merasa lega setelah mengeluarkan semua isi perutnya , kepalanya juga sudah tidak terlalu pusing. ia mengelus kepalanya yang berkeringat itu.


" ayo kita masuk saja" ujar ricko.


" hmm" ricko pun akhirnya membantu nita berjalan dan masuk kedalal karena hawa diluar sangat dingin, dia mendudukkan istrinya di sofa.


" aku akan membuatkan teh ya tunggu disini" ujar ricko yang kemudian berlalu kearah dapur.


" sayang ada apa?" tanya bunda yang baru datang itu dengan penuh khawatir.


" bunda" gumam nita dengen lemas karena semua energi nya terkuras saat ia muntah tadi.


" dek kenapa apa ada yang sakit?" tanya aidan juga.


ricko pun datang membawa nampan berisi teh , ia memberinya pada nita untuk segera diminum, nita pun menerimanya dan segera meminumnya.


setelah meminumnya ia merasa hangat ia taruh gelas itu dimeja.


" ricko ada apa?" tanya bunda.


" tadi dia terus muntah-muntah bunda " jawab ricko.


" muntah?" ujar nathan.


" jangan-jangan adik sedang hamil" saut iren.


" hamil?" ucap semua orang dengan kompak.


" iya biasanya itu tanda-tanda hamil" ujar iren lagi


ricko dan nita saling menatap satu sama lain,


" wah ricko kau hebat juga ya baru beberapa bulan sudah membuat adikku mengandung" goda aidan.

__ADS_1


" bagaimana mungkin aku hamil" ucap nita dalam hati.


" ini bukan hamil, aku mungkin salah makan " tegas nita.


" iya bunda , ini hanya gejala demam saja. berbeda jika dengan orang hamil" timpal ricko.


" bagaimana mungkin kau tau bukannya kalian berdua bukan dokter kandungan" ujar aidan.


" kakak aku tidak mungkin hamil karena kami tidak pernah be...."


nifa segera menghentikan ucapannya setelah sadar apa yang ia katakan .


" apa? kau bilang apa tadi jangan bilang kalian belum pernah?" tanya nathan.


" aish kakak sudahlah kenapa malah membahas itu" tegas nita.


" ricko apa kau normal? dia istrimu kau bisa sesuka hati melakukannya" ujar nathan.


" he ricko itu bukan dirimu seperti macan " ujar iren.


" oh ayolah kakak , kak iren benar ricko itu laki baik-baik " saut nita.


" mau bagaimana lagi aku harus menunggu sampai 3 minggu lagi " jawab ricko.


" apa? menunggu apa hingga 3 minggu lagi" tanya aidan.


" rahasia" tegas nita.


" sudah sudah jangan terus menggoda mereka nathan aidan. sayang istirahat saja di kamar ya ini juga sudah malam " ujar bunda.


akhirnya mereka semua pun masuk kekamar masing-masing , dan saat ini nita sedang berbaring di ranjang memunggungi ricko sambil memeluk guling.


ricko juga nampak belum tidur ia terlentang di kasur dab sesekali melirik ke arah nita. ia belum mengantuk tetapi tidak tau harus melakukan apa, dia pun mendekati nita lalu memeluknya dari belakang.


nita membiarkannya begitu saja, karena dia tahu ini sudah jadi kebiasaan ricko setiap malam.


" aku mencintaimu " ujar ricko sambil mencium rambut istrinya itu.


" maaf karena tadi aku ...."


ricko pun membalikkan badan istrinya lalu kembali memeluknya, ia menatap nita yang menunduk itu tangannya mengelus wajah lembut istrinya itu.


" jangan sedih... aku baik-baik saja" ujar ricko.


" tapi sama saja aku mempermalukanmu" balas nita.


" tetapi aku tidak merasa begitu. mereka keluarga kita kan, kenapa pula aku harus khawatir karena sebentar lagi kita akan memulai kehidupan kita yang baru. jadi jangan sedih ya " ujar ricko dengan lembut.


akhirnya nita memberanikan diri untuk menatap ricko, mata mereka bertemu tanpa aba-aba nita segera memeluk erat ricko dengan kuat. dengan bahagia ricko pun membalas pelukan nita dan memejamkan matanya.


keesokann harinya pagi di vila yang belakangnya adalah hamparan luas lautan yang sangat indah yang membuat siapapun betah tinggal disana.


pagi ini nita memutuskan untuk berlari pagi di dekat pantai karena sangat sepi hanya ada dia sendirian disana, kebiasaannya tidak pernah bisa hilang ia sangat suka berolahraga pagi. rambutnya ia kuncir dan berlari kecil dipinggiran pantai.


dari kejauhan ricko melihat istri nya yang sedang berlari itu begitu sangat cantik, tubuh putih mengkilat karena keringat dan juga wajah yang natural tanpa polesan itu.


" aku beruntung memilikimu sebagai istriku" gumamnya seraya tersenyum.


" aku akan membuat malam ini begitu istimewa dan tidak pernah terlupakan" sambung nya lagi.


disisi lain saat nita sedang berlari ia melihat aidan yang duduk dibawah pohon kelapa sedang menatap ombak, ia pun mendekatinya lalu duduk disebelahnya.


" kau suka sekali berlari pagi" ujar aidan.


" sudah biasa" balas nita.


" ini minumlah" aidan memberikan sebotol air mineral dan membukakannya.


nita segera menghabiskan air mineral itu.


" pelan-pelan" ujar aidan.


" kenapa kakak sendirian?" tanya nita.

__ADS_1


" kau tau kan aku suka melihat matahari terbit" jawab aidan.


" hmm aku lupa... aku berpikir hanya kakak lah yang menyukai matahari terbit dan yang lainnya lebih suka melihat matahari tenggelam" ujar nita.


" kakak lebih suka menyambut daripada melambaikan tangan " balas aidan.


" puitis sekali" ujar nita.


" kau sendiri kenapa kau tidak pernah melihat ricko ? diakan suamimu walau bagaimanapun kalian sudah menikah" tanya aidan.


" aku tau kami sudah menikah...aku juga mungkin sudah mencintainya. tetapi aku masih ingin memahami arti pernikahan terlebih dahulu sebelum aku melangkah jauh" jawab nita.


" jangan membuat ricko menunggu terlalu lama, kakak beritahu padamu. kami laki-laki jika sudah mencintai wanita maka bisa menunggu tetapi wanita juga harus paham jangan menganggap cinta pria itu sebagai kemenangan karena terlalu dicintai hingga besar kepala" ucap aidan.


" iya aku tau. lagipula aku tidak punya maksud untuk meragukan cinta ricko untukku. aku beruntung karena memiliki seseorang yang sangat mencintaiku selain ibu, kak nathan dan juga kakak. aku sangat bersyukur memiliki kalian semua dalam hidupku" ujar nita dengan mata yang berkaca-kaca.


aidan melirik adiknya yang mengatakan hal yany sangat menghangatkan hati itu, dia pun tersenyum lalu mengusap kepala adiknya.


" aku percaya pada dirimu " ujar aidan penuh keyakinan.


" aku juga percaya jika suatu saat nanti akan ada seorang wanita yang sanggggat mencintai kakak hingga tidak mau berpisah" balas nita.


aidan hanya tersenyum mendengarnya.


" aidan....nita kemarilah" teriak bunda dari jauh.


" eh ayo bunda sudah memanggil" ajak aidan yang berdiri dan menjulurkan tanggannya agar nita bangun.


mereka berjalan bersama untuk kembali kedalam rumah, sama dengan semalam mereka memutuskan untuk makan dihalaman rumah, melihat makanan sudah tertata rapi juga semua orang sudah berkumpul.


aidan dan nita ikut duduk disana , nita duduk disebelah ricko dan disebelahnya aidan.


" sayang minumlah susunya" ujar ricko.


" masih saja minum susu, seperti anak kecil" ejek nathan.


" aku perempuan jadi wajar saja sarapan ini lagipula ini menyehatkan" jawab nita.


" dek kulitmu bagus sekali kau pakai bedak apa?" tanya iren .


" aku?" nita melihat kulit tubuhnya yang memang putih bersih dan lembut itu terawar dengan baik.


" ini aku jarang memakai make up hanya make up tipis saja kalau mau kerumah sakit atau keluar kalau dirumah aku tidak pernah pakai" jawab nita.


" benarkah? tapi terlihat sangat licin dan sangat putih " ucap iren.


" iyakan sayang?" tanya iren pada nathan.


" sayang tidak bagus wanita terlalu putih , kamu sudah cantik juga sudah putih" jawab nathan.


" iya aku tau tapi kan tidak sebagus kulitnya adik" balas iren.


" jadi maksud kakak aku tidak bagus begitu ? dengan kulitku seperti ini? " gerutu nita.


" sayang kakak hanya bercanda" ujar ricko.


" kalau begitu aku yang tidak bagus ?" selidik iren pada nathan.


" astaga nathan kenapa kau menjawab itu" ucap nya dalam hati.


" tidak sayangku... kamu cantik kok apalagi sedang mengandung begini jadi tambah cantik" puji nathan.


iren tsrsenyum malu-malu mendengarnya " astaga begini rasanya kalau sudah terlibat adu mulut sama perempuan" guman nathan dengan pelan.


" nona iren dan nona nita cantik kok, selain parasnya hatinya juga baik. tetapi benar yang dikatakan nona iren kulit nona nita terlihat lebih fresh apa merk skincare nya kalau boleh aku tau?" tanya pelayan vila yang memang sudah dekat dengan keluarga itu.


" iya dek kakak ingin tau" saut iren.


" sungguh kak aku tidak memakai hal aneh-aneh, ini faktor cuaca saja kak , kalau disana kan cuacanya tidak panas sering mendung dan juga turun salju jadi tidak mungkin kulit terlihat kering atau kusam" jawab nita.


" iya juga ya , tapi kan mungkin pakai masker atau apa begitu?" tanya iren.


" oh itu saat masih di china aku memakai nya aku akan mengirimkan gambarnya nanti" jawab nita.

__ADS_1


" hmm oke jangan lupa ya" ujar iren dengan senang.


__ADS_2