
ricko dan nita sudah selesai membawa bayi kembar mereka untuk imunisasi rutin bulanan. keduanya mendorong kereta bayi itu berdua.
" aku antar pulang ya " kata ricko.
" bagaimana dengan pasienmu. aku baik-baik saja pulang sendirian aku akan memesan taksi" balas nita.
" tidak sayang aku tidak mau membahayakan kalian bertiga" ungkap ricko.
" baiklah "
akhirnya ricko pun mengantar nita dan anak-anaknya pulang bersamanya. sesampainya dirumah dia langsung pamit karena ada jadwal operasi.
nita mengantar ricko sampai kedepan rumah dan memeluknya.
" hati-hati ya " gumam nita
ricko membalas pelukan itu dan mencium puncak kepala nita " iya , jaga diri baik-baik dan anak-anak ya. kunci semua pintu setelah aku pergi, telpon aku jika terjadi sesuatu"
" hmm aku tau "
" dah " ricko melambaikan tangannya begitupun juga dengan nita.
setelah ricko pergi dia masuk kedalam dan mengunci pintu utama lalu masuk kedalam kamarnya untuk menjaga anak-anak.
ketika dia masuk dia mendapati revano tengah menangis, dia segera berlari dan langsung menggendong.
" cup..cup ...cup sayang mama disini" gumamnya.
" oek...oek...oek" baby revano terus menangis.
" ini efek suntikan apa terlalu sakit ?" ujarnya yang khawatir.
" cup...cup sayang , jangan nangis ya " ujar nya dengan menepuk nepuk pelan pantat anaknya.
beruntung baby rivani tampak tenang, matanya berbinar menatap langit-langit kamar.
" husttt.... jangan menangis ya lihat adik sangat pintar dia sedang menatap atas " gumam nita.
***
tok...tok...tok
" selamat siang pak , ini Laporan keuangan yang bapak pinta " ujar delisa .
" baik terima kasih " ucap aidan.
" oh ya apa kau sudah memesankan aku makan siang?" tanya aidan.
" ehmm belum pak. apa mau kupesan sekarang?" tanya delisa.
" oh tidak usah , aku akan keluar sekalian makan diluar saja" jawab aidan.
" baiklah kalau begitu saya permisi dulu pak " ucap delisa sopan.
dia segera keluar dari ruangan aidan , sedangkan aidan mulai menutup berkas yang dia pegang dan laptopnya.
dia berjalan keluar seorang diri, ketika sudah di depan kantor dia melihat tiara yang sedang makan seorang diri di cafe depan perusahaannya.
diwaktu yang bersamaan tiara menoleh kearahnya , lalu dia tersenyum pada aidan yang dibalas aidan.
" dia tampan ketika tersenyum" gumam tiara tanpa tersadar dia mengatakan itu.
***
sore harinya , hujan deras mengguyur ibukota ditengah-tengah hujan deras itu banyak orang yang berlalu lalang berjalan menggunakan payung.
sedangkan tiara dia hanya mampu menunggu didepan perusahaan sambil menunggu hujan reda karena dia tidak membawa payung.
disaat yang bersamaan pula aidan keluar dari perusahaan dan tidak menyadari jika berdiri di sebelah tiang tiara.
sesekali dia melirik kearah jam tangan yang sudah pukul 17.45 itu.
" pak apa mobilnya mau saya bawa kesini ?" tanya satpam yang bertugas yang menghampirinya.
" hmm mobil saya sedang di service saya akan pulang dengan taksi. tidak apa kembalilah ketempatmu terima kasih" ucap aidan.
mendengar suara aidan membuat tiara menoleh kesebelahnya dan ternyata benar itu adalah aidan.
__ADS_1
" pak aidan" panggil tiara.
" eh tiara kau belum pulang ?" tanya aidan.
" iya tadi ada pekerjaan yang harus diselesaikan jadi pulang terlambat" jawab tiara.
" kau pulang pakai apa?" tanya aidan.
" aku pakai bus saja " jawab tiara.
" bus ? aku belum pernah mengunakan bus apa aku boleh ikut?" tanya aidan.
tiara tersenyum mendengarnya " kenapa kau bertanya padaku , baiklah aku akan mengajakmu pulang menggunakan bus " ujar tiara.
" baiklah ayo " aidan melepaskan jas hitamnya lalu dia menarik tangan tiara dan menutupi kepala mereka.
tiara membantu memegamg ujung jas sedangkan aidan tanpa sadar dia menggenggam tangan tiara dan berlarian menyeberangi jalan.
tiara meliriknya dan menatapnya lalu dia tersenyum memandangi wajah aidan " kau seperti dicerita drama yang kutonton " ucapnya dalam hati.
tak terasa kini keduanya sudah ada di halte bus , aidan melepaskan jasnya dan menggbraknya. membuat tiara sadar akan terus memperhatikan aidan dari tadi lalu dia memalingkan wajahnya.
" bajumu basah tidak?" tanya aidan.
" hanya sedikit tidak apa kok" jawab tiara.
" ayo masuk bus sudah datang " kata tiara.
akhirnya keduanya pun masuk kedalam bus transjakarta , lalu memilih kursi untuk dua orang. AC di dalam mobil membuat tiara tambah kedinginan.
aidan melirik sekilas lalu dia berdiri menghampiri sopir.
" maaf apa kau bisa mematikan AC nya temanku kedinginan " kata aidan.
" benarkah ? baiklah saya lupa mematikan AC nya " jawab pak sopir itu.
" terima kasih " ucap aidan.
sopir itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya , kembali aidan duduk di sebelah tiara.
" AC nya sudah mati " kata tiara.
" iya "
20 menit bus itu melaju sampailah tiara di halte bus dekat rusun dia tinggal , dia berdiri dan tak lupa berterima kasih pada aidan.
" terima kasih sudah memperhatikanku , aku yang akan membayar ongkos mu " ujar tiara.
" baiklah " jawab aidan.
tiara pun bergegas keluar setelah membayar biaya ongkos dirinya dan aidan, sedangkan aidan masih harus melanjutkan perjalanannya.
***
" Ricko kau kehujanan ? ini handuk mu aku sudah menyiapkan air hangat " nita menyodorkan handuk itu.
" hmm aku ke atas ya " ujar ricko.
" iya "
melihat ricko yang seperti kedinginan itu , dia berinisiatif membuatkan makanan untuk ricko juga susu hangat agar dapat menghangatkan tubuh ricko.
akhir-akhir ini memang sering kali hujan turun karena sedang musim hujan.
sebelum dia memasak dia membuatkan susu coklat untuk ricko dan mengantarkannya ke kamar mereka.
nampak ricko masih mandi dia menaruh itu di atas meja lalu segera kembali untuk menyiapkan makan malam.
dia berencana memasak soto daging dan capcay kesukaan ricko. walaupun dia sudah letih karena hari ini revano sangat rewel terus menangis ingin terus digendong pinggangnya terasa sedikit pegal tapi tidak menghentikan niatnya untuk membuatkan makanan ricko.
dari belakang ricko melihat sesekali nita yang menepuk-nepuk pinggang nya lalu dia menghampirinya dan memijat pinggang nita.
" astaga ricko kau mengejutkanku" ujar nita.
" pasti lelahkan menjaga anak-anak sendirian" gumam ricko.
" tidak... aku bahkan menyukainya hari ini aku bisa memiliki waktu yang banyak untuk anak-anak" ujar nita.
__ADS_1
" aku tau urat pinggang ini menunjukkannyab" ujar ricko.
" lepaskan dulu aku mau menyajikannya di meja makan" kata nita.
" duduklah biar aku saja" ujar ricko.
" tidak ricko ini tanggung kau duduklah , apa susu yang kubuat sudah diminum?" tanya nita.
" sudah "
ricko pun duduk di meja makan sambil memperhatikan Nita.
" sayang ada apa dengan tanganmu kenapa merah seperti ini ?" ricko berdiri dan segera menyentuh tangan nita yang merah itu.
nita teringat saat siang tadi ketika dia menuangkan air panas untuk membuat susu rivani tiba-tiba kedua anaknya menangis membuat dia terkejut dan kesusahan.
" hmm itu .... sudahlah tidak apa ini hanya terkena air panas sedikit " kata nita yang melepaskan tangannya dari cekatan ricko.
" sudahlah apanya ini harus diobati , duduklah " tegas ricko.
" tapi ricko tidak apa , aku tadi langsung membasuhnya dengan air dingin" bela nita.
" bisakah menurut denganku sekali saja ? tidak ada perdebatan " mata ricko menatap nita dengan tajam.
" kenapa kau marah padaku ? " tanya nita yang merasa disalahkan itu.
" sudahlah kau makan saja , aku akan mengobatinya nanti aku ingin melihat anak-anak sebentar " nita segera pergi meninggalkan ricko. entah kenapa ricko merasa sangat takut dalam dirinya tentang Nita hari ini.
dia hanya diam dan kemudian duduk untuk makan , dia harus menghargai upaya Nita yang memasak untuknya.
setelah selesai dia naik keatas dan mengintip dari luar kamar anak-anaknya. nita sedang mengganti popok rivani dengan telaten.
" sudah selesai sekarang tidur ya , mau susu ya anak mama tunggu ya " nita berdiri seperti mengambil sesuatu dari dalam laci.
ternyata mengambil obat dan meminumkannya di rivani.
" pintarnya anak mama , sekarang baru minum susu ya " nita pun memberikan ASI nya dan dengan lembut dia mengelus kepala anaknya.
ceklek
pintu terbukan dan ricko berjalan pelan kearahnya dia melihat revano sedang tertidur nyenyak dan duduk disebelah nita.
" apa mereka sangat rewel hari ini?" tanya ricko.
" sedikit " jawab nita.
" aku menunggu dikamar " kata ricko
nita membiarkan ricko keluar dan dia kembali menimang anaknya agar segera tertidur.
setelah setengah jam akhirnya rivani tertidur lalu dia kembali ke dalam kamar, dia masuk kedalam walk in closet dan mengganti menjadi pakaian tidur.
" kemarilah " pinta ricko agar nita mendekat ke ranjang. tidak banyak bicara lagi nita pun menurutinya.
ricko mengambil tangan kanan nita lalu dia memberikan penanganan pada tangan itu.
" apa sakit?" tanya ricko.
" sedikit" jawab nita.
" marah padaku" kata ricko.
" tidak " jawab nita pelan.
" lalu kenapa diam saja hmm "
" kau yang marah padaku" ucap nita pelan.
" maaf ... aku sudah emosi tadi, entah kenapa aku sangat takut tentang dirimu hari ini aku terus memikirkanmu " gumam ricko.
" aku mengerti kau lelah sudah lah ini akan sembuh sendirinya. ayo kita tidur saja "
nita berdiri dan berjalan ke arah tempat tidurnya , dia menarik selimut dan tidur membelakangi ricko. tetapi ricko langsung menarik nita hingga kini berada di hadapannya dan memeluknya erat.
" cup" dia mengecup singkat bibir nita.
" jangan membelakangiku " ujar ricko laku dia semakin memeluk erat nita.
__ADS_1