Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
jangan tinggalkan aku


__ADS_3

" xiaoqi kami pulang dulu ya " pamit nita pada xiaoqi yang berdiri di meja kasir itu.


" hmm hati-hati ya " balas xiaoqi.


" sampaikan salamku pada ibumu ya " ujar nita.


" oke " jawab xiaoqi.


" kami pulang dulu ini sudah malam" kata ricko yang menggandeng tangan nita itu, xiaoqi hanya melihat nya dengan senyuman.


***


keesokan paginya nita dan edisa berpapasan saat akan berjalan ke ruangan masing-masing, nita tersenyum pada edisa namun edisa hanya melihatnya saja tanpa ingin membalas itu.


" nita" panggil edisa.


" iya dok" kata nita.


" bisa kita bicara sebentar?" tanya edisa.


dan sekarang mereka berdua telah berada di atap rumah sakit, dimana mereka dapat melihat pemandangan kota jakarta dan gedung-gedung yang menjulang tinggi itu.


mereka saling berhadapan satu sama lain.


" dokter apa ada sesuatu?" tanya nita.


" aku dan ricko teman yang sangat dekat. kami kuliah ditempat yang sama dengan dr. chandra juga. aku sudah mengenalnya sebelum dia mengenalmu. banyak orang yang beranggapan kalau kami berdua sangat cocok"


nita hanya mendengarkan kata edisa itu tanpa berniat untuk memotongnya.


" kalian baru menikah beberapa bulan kan?" tanya edisa


" iya " jawab nya.


" aku mencintai ricko dari dulu, jauh sebelum dia mengenalmu. aku yang lebih dulu mencintainya. bisakah kau lepaskan dia untukku?"


" maksudmu?" tanya nita.


" tolong berikan dia untukku, aku sudah lama mendambakannya. lagian kalian baru saling mengenalkan. kau tidak sebanding denganku. lagipula pernikahan kalian baru , juga belum punya anak. itu akan memudahkan mu untuk pergi. jika kau mau melepaskannya aku akan mencarikanmu pria yang cocok untukmu kau mau kan ?" tanya edisa yang memegang kedua tangan nita seperi anak kecil yang sedang memohon untuk dibelikan mainan.


" aku..aku., aku juga mencintainya. aku tidak bisa hidup tanpanya. aku mau melepaskannya jika ricko sendiri yang memilihmu dihadapanku. tapi aku tidak yakin apa ricko akan pergi dariku" ujar nita.


" benarkah ? itu berarti kau mau kan ? aku akan mengatakan perasaanku pada ricko secepat mungkin terima kasih " ucap edisa yang kegirangan itu lalu pergi begitu saja.


nita berbalik , dia sangat sakit hati mendengar wanita lain mengatakan cinta untuk suaminya.


dia menghapus air matanya yang jatuh dari pelupuk matanya


" kenapa aku mengatakan itu aku saja tidak bisa hidup tanpa kenapa sok sokan mau melepaskannya apa kau sudah kehilangan akal" ucapnya sendiri yang menahan tangis itu.


" dia tidak akan memilihnya kan " gumamnya.

__ADS_1


" dia akan tetap bersamamu" kata fahri dari belakang.


dia memang sedari tadi berada di balik tumpukan ban karet itu , dia sedang duduk untuk membaca buku karena dia suka tempat terbuka seperti ini.


" dokter fahri" nita berbalik dan melihat fahri yang akan mendekatinya.


" jangan menangis . ricko sangat mencintaimu jangan khawatir " ujar fahri .


" aku bisa melihat itu dimata ricko dia tidak akan pernah melihat wanita lain selain dirimu" sambung fahri.


nita pun menatap wajah fahri dengan mata yang berkaca-kaca.


...


nita sudah pulang kerumah sendirian tanpa ricko , dia pulang dengan wajah lesu , melihat sofa yang tak berpenghuni itu dia menjatuhkan dirinya disana lalu memejamkan matanya karena kepalanya yang pusing itu.


dia pulang sendirian karena tidak melihat ricko diparkiran jadilah dia pulang menggunakan taksi. mungkin hanya terlewat sedikit atau memang ricko sedang bersama edisa sekarang. memikirkan itu membuat kepalanya tambah pusing .


saat ricko kembali dia melihat nita yang tertidur pulas di sofa dia segera mendekatinya dan duduk di sebelah sofa itu.


" kenapa tidak menunguku?" guman ricko yang tengah menyibakkan rambut kecil yang berada di wajah nita.


" aku merindukanmu hari ini " gumam ricko yang mengelus wajah cantik istrinya.


melihat wajah lelah istrinya dia merasa bersalah seharusnya dia juga merasakan lelahnya bekerja namun karena dia sedang dihiatus untuk sementara dia hanya bisa melihat istrinya yang setiap hari kelelahan karena bekerja itu berbanding terbalik dengan nya sekarang.


" aku mencintaimu" gumam nita dalam tidur.


" aku mencintainya.. jangan ambil dia dariku " gumamnya hingga dalam tidur pun dia menangis , begitu besar rasa cintanya untuk ricko.


" sayang ada apa?" ucap ricko yang menepuk pelan pipi nita.


' aku mencintainya , aku tidak bisa hidup tanpa ricko" isaknya.


" sayang " mendengar suara ricko yang sedikit kuat itu membuat nita terbangun dan segera memeluk kepala ricko itu.


" jangan tinggalkan aku . aku benar-benar mencintaimu jangan pergi hiks..hiks..hikss" isak nita yang memeluk ricko kedua matanya terpejam.


" sayang kenapa menangis ?" tanya ricko


" aku tidak mau kau pergi " isak nita yang maaih memeluk ricko.


" sayang" ricko memanggil nita suaranya yang lembut membuat nita melepaskan pelukannya dan menatapnya.


mata keduanya saling bertemu satu sama lain, dengan keberanian penuh nita mencium bibir ricko. ricko yang tadinya hanya diam kini membalas ciuman itu dan **********. dia memegang kepala nita untuk memperdalam ciuman mereka.


ricko menggendong tubuh nita untuk naik kekamar mereka dan keduanya masih menempelkan bibir satu sama lain, nita mengalungkan tangannya ke leher ricko.


brakk


pintu kamar itu terbuka begitu saja tak kala ricko menendangnya lalu dia menidurkan tubuh nita di ranjang itu dan menciuminya .

__ADS_1


" aku mencintaimu " ucap nita.


" aku juga mencintaimu sayang " balas ricko.


" berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkan aku " pinta nita dengan mata yang sendu.


" aku janji sayang" balas ricko lalu ia mencium bibir nita lagi dan **********. tangan keduanya berpautan satu sama lain, hingga terjadilah pergulatan panas diantara keduanya.


malam itu nita menyerahkan dirinya sendiri untuk seorang laki-laki yang sangat amat dia cintai. dia tidak mau kehilangan ricko apapun yang terjadi hanya dirinya yang akan menjadi istri ricko.


keesokan paginya ini sudah jam 6.30 tetapi nita belum bangun sedangkan ricko sedang mengulet dan mengucek matanya. pertama kali yang ia lihat saat membuka mata adalah wajah polos istrinya tanpa make up itu sedang tertidur pulas karena kekelahan.


" aku tidak menyangka semalam kau bisa seperti itu " gumam ricko yang mengelus bahu nita yang tak berpakaij itu.


" aku mencintaimu" dia mengecup singkat bibir nita sebelum dia bangun untuk mandi.


setelah mandi dia masih melihat nita yang tertidur pulas itu dirinya baru selesai mandi dan hanya memakai handuk saja membuat tubuh mulus dan sexy nya itu terpancar.


biasanya nita sudah rapi dan siap untuk pergi namun kali ini dia benar-benar kagum pada nita.


" sayang ayo bangun" katanya yang menyenggol pipi istrinya.


" hmm 5 menit lagi" ujar nita dengan suara yang serak dan matanya masih tertutup.


" nanti telat bagaimana?" ujar ricko.


" tubuhku rasanya sakit semua sebentar lagi aku lelah" rengek nita.


ricko tersenyum lebar mendengarnya , bagaimana tidak dia memang sudah keterlaluan semalam menghabisi istrinya selama 4 jam di ranjang ini.


" yasudah aku buat sarapan dulu ya " ujar ricko.


" hmm "


makanan sudah tersaji rapi dimeja , ricko membuat bubur ayam untuk 2 porsi dan jus buah untuk dirinya dan susu untuk nita. dia melihat jam ditangannya yang sudah hampir setengah 8 dia pun naik kekamar dan melihat nita yang terburu-buru menyisir rambutnya.


" sayang pelan-pelan " kata ricko.


" ricko kenapa tidak membangun kan aku , aku sudah sangat telat" ujarnya.


" yakin ? bukannya tadi ada orang yang bilang kalau tubuhnya sangat remuk karena kelelahan akibat semalam kita bermain selama emp..."


" husttt ricko jangan diteruskan ya aku tau kelajanjutannya " kata nita yang menutup mulut ricko itu.


" aku sudah terlambat ayo antar aku" ujar nita.


" sarapan dulu, tadi aku sudah menghubungi kepala rumah sakit kalau kau agak terlambat " kata ricko.


" ha ? apa bisa ?" tanya nita


" tentu saja apa kau tidak ingat siapa suami mu hmm?" ricko memeluk tubuh nita

__ADS_1


__ADS_2