Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
kau istriku yang paling baik


__ADS_3

pukullah aku sesukamu , aku sudah bahagia karena akhirnya bisa memiliki nita " ucap fahri.


" dia istriku, sampai kapanpun aku tidak akan melepaskannya bahkan untuk pria yang lebih baik dariku "


" dasar pria bajingan " berulang kali lagi ricko memukuk fahri hingga fahri merasa lemah.


" ricko stop" teriak nita


" dia bisa mati ricko , pikirkan anak-anakmu " sambung nita.


" satu pukulan terakhir mendarat di bibir fahri , bibir ini yang mencium istriku kan aaku akan memberikan pelajaraan "


ketika tangan ricko sudah melayang untuk memukul fahri, nita mencegatnya, dia menggelengkan kepalanya " apa kau tidak mencintaiku lagi ? " tanya nita


ricko menghempaskan fahri begitu saja , dia melihat nita yang matanya bengkak dan leher yang kemerah-merahan.


" ini perbuatannya kan ?" tanya ricko yang menyentuh bibir nya .


nita tidak mampu menjawabnya dia merasa sudah menjadi wanita yang kotor.


" ini juga ?" tanya ricko yang beralih mengelus keleher nya.


lagi-lagi nita tidak mampu menjawabnya.


" jawab" teriak ricko.


nita menganggukkan kepalanya dan menundukkkan kepalanya , ricko menggeret tangan nita naik keatas dan masuk kekamar mereka. lalu dia membuka kamar mandi menghidupkan shower.


ricko membersihkan area yang telah disentuh fahri tadi dengan kasar , membuat nita merasa sedikit sakit.


" ahh ricko sakit " desis nita.


" aku tidak akan menyisakan bekas sedikitpun" ucap ricko.


lalu ricko membuka pakaian nita satu persatu hingga menyisakan bra dan CD , dia menggosok tubuh itu menggunakan sabun . dan dia juga ikut basah akhirnya mandi bersama.


setelah keluar dari kamar mandi , ricko menutup pintu kamar. dan mendorong nita hingga terbaring ke kasur mereka.


dia segera menindih dan mencium penuh nafsu bibir nita.sambil tangannya menggerayangi tubuh yang lain.


" aku akan menghapus bekasnya " gumam ricko.


nita hanya mampu menatap wajah ricko tanpa menjawab lagi , dia membiarkan ricko melakukan apa yang ricko mau.


hingga suara desahan itu keluar berulang kali dari mulut ricko membuat dia makin semangat dan mengebu-gebu.


" ricko aku sampai " gumam nita.


" sebentar lagi sayang " jawab ricko.


" ahh" akhirnnya mereka melakukan pelepasan bersama , nita sudah merasa lelah dan mengantuk dia tertidur tanpa menghiraukan ricko lagi.


sedangkan ricko memandangi tubuh belakang nita yang sedikit terekspos walaupun berselimut , dia mengelus punggung itu.

__ADS_1


" maaf aku sangat kasar tadi ...cup" dia mengecup bahu itu.


lalu turun dan memakai celananya tanpa memakai baju.


baru keluar dia melihat fahri yang masih berdiri disana dengan mengepalkan kedua tangannya.


" kau masih belum pergi lagi ? apa kau masih ingin melihatnya ?" tegas ricko.


" kau lihat saja aku akan merebutnya darimu tidak peduli ada apa diantara kalian berdua " ancam fahri.


" kau tidak dengar suara kami tadi ? aku bisa melakukan apapun padanya sesukaku dan dia membiarkannya karena dia tau semua yang ada pada dirinya itu milikku da n begitu juga sebaliknya dia bisa melakukan apapun pada tubuhku dan juga diriku sepenuhnya "


" kau juga harus lihat kamar yang ada disebelah kami, hasil buah cinta kami sedang tertidur nyenyak disana. anakku dan anak nita istriku dia melahirkan anakku " tekan ricko.


" jadi jangan berharap apapun lagi padanya , pergilah dan jangan ucapkan terima kasih karena aku tidak melaporkan ini pada polisi. aku masih menghargai ayah mu yang menjadi donatur di rumah sakit "


" ini peringatan ku yang terkahir kalinya , jangan berani mendekatinya bahkan menatapnya sedetikpun " ancam ricko.


fahri menatap tajam ricko sesaat kemudian dia pergi kelua dengan amarah yang masih dia pendam. walaupun masih hujan rintik-rintik diluar dia pergi meninggalkan rumah itu.


ricko kemudian menatap kamar dia lalu berjalan menuju ke arah kamar. dia membuka pintu kamar dengan hati-hati agar tidak menggangu tidur nita.


" ricko aku takut " isak nita dalam tidur.


" pergi... aku mohon pergilah hiks..hiks " dia masih tidur tapi matanya mengluarkan air matanya.


" sayang" ricko berlari dan mengelus rambut nita.


" aku disini.. semua baik-baik saja " ucap ricko pelan.


" aku mencintai ricko bukan dirimu "


" sebegitu takutkah dirimu hingga kau seperti ini" pikir ricko .


keesokan harinya


karena hujan semalam , cuaca pagi ini terlihat sangat cerah dan bau dedaunan yang segar dan udara yang asri.


pagi ini ricko baru terbangun dari tidur nya , dia meraba kasur di sebelahnya tetapi tidak ada siapapun disana. dia segera bangun lalu mandi.


setelah selesai dia segera memakai baju kemeja namun masih belum rapi , rambut yang basah dan berantakan.


dia ingin mencari nita ingin melihat bagaimana keadaannya, pintu kamar anaknya terlihat terbuka dia pun masuk kesana.


dari pintu dia bisa melihat nita yang sudah rapi mengenakan pakaian formal karena akan kerumah sakit sedang menatap kedua anak mereka yang tengah tertidur dengan mata yang berkaca-kaca dan sepertinya dia habis menangis.


sesekali dia menyeka air matanya. ricko berjalan pelan hingga tak terdengar suara langkah kakinya dan duduk di sebelah nita.


" anak-anak sedang tertidur apa mereka sudah mandi ?" tanya ricko lembut.


" hmm " nita hanya menjawab sesingkat itu, dia sedikit menggeser tubuhnya , ricko yang paham nita sedikit menghindar itu dia duduk lebih dekat lagi dengan nita.


ketika nita ingin berdiri tangan ricko mencegahnya dan memegangnya. dari belakang dia memeluk tubuh nita dan mencium bahu nita.

__ADS_1


" kau menghindariku ?" tanya ricko namun nita segera mengelengkan kepalanya.


" lalu kenapa kau menjauh ? percayalah aku tidak marah padamu. aku sangat marah pada fahri bukan padamu sayang kau mengerti hmm " gumam fahri.


" apa kau marah padaku ?" tanya ricko.


" aku tidak marah padamu " jawab nita pelan.


" aku marah pada diriku sendiri. kenapa aku tidak bisa melawannya ketika dia melakukan itu padaku. aku wanita yang tidak bisa menjaga diriku sendiri , bagaimana aku bisa menjagamu dan anak-anak " bibirnya bergetar dengan penuh penyesalan dia mengatakan itu, setetes demi setetes air matanya tumpah.


" dengarkan aku ,dengarkan aku sebagai suami sekarang. setelah kita punya anak kau selalu bangun lebih pagi , menyiapkan sarapanku , memandikan anak-anak hingga menidurkannya lalu pergi bekerja menyelamatkan orang-orang dan malam harinya langsung menggendong anak-anak memberinya ASI bergantian hingga terlelap tidur dan larutnya lagi memompa ASI untuk anak-anak, kau wanita yang hebat dan sangat hebat, kau istriku yang paling baik. mengurusku dan anak-anakku"


" kau sudah menjaga diri dengan baik agar bisa menjaga kami. hari ini aku bisa melihatmu sebagai orang tua yang tulus dan istri yang baik. lupakan kejadian semalam aku tau aku sangat marah hingga mungkin aku melakukan itu dengan kasar dan membuatmu sakit aku minta maaf , tapi sebelum kejadian itu maka lupakan hal lainnya anggap itu hanya mimpi" ujar ricko yang telah membalikkan tubuh nita dan dia memengan kedua bahu nita , matanya terus menatap nita yang masih mendundukkan kepala itu.


" sudah ya ... jangan takut , hari ini dan seterusnya aku akan selalu berada di dekatmu dan menjagamu " kata ricko yang sudah menarik tubuh nita untuk dia peluk.


" berjanjilah" gumam niita.


" hmm aku berjanji sayang" ucap ricko.


" sekarang ayo kita siap-siap mengantarkan anak-anak kerumah bunda " ujar ricko.


nita menganggukkan kepalanya tanpa senyuman .


" senyum dulu" ujar ricko.


" ricko aku sedang tidak ingin" tolak nita."


" hmm menolak suami itu dosa besar , ini bukan ajakan ke kasur tapi senyuman sayang" ucap ricko lembut.


nita tersenyum kepada ricko lalu segera membereskan keperluan anak-anak untuk mereka bawa nanti.


memang selama dia bekerja , anak-anak dititipkan dirumah bunda untuk diasuh oleh bi inah dan kakak irene karena memang kak irene lah yang meminta.


***


dirumah itu edward baru turun dari mobilnya dia akan menjemput bunda hani untuk melihat proyek pembangunan perusahaan real estet milik mereka.


memang selama beberapa bulan terkahir hubungan mereka sudah kembali seperti semula, dekat sebagai seorang teman tapi itu sudah cukup bagi edward untuk sekarang. dia percaya suatu saat nanti hani pasti akan menerimanya.


" paman mau jemput bunda ya ?" tanya nathan yang akan berangkat kerja.


" iya nat , kau juga pasti mau kerja kan ?" tanya edward.


" iya paman , di kantor sedang ada perluasan kantor jadi aku ingin melihatnya dulu" jawab nathan.


" apa si kembar belum datang ? terlihat sangat sepi " ujar edward.


" belum paman mungkin sebentar lagi" jawab nathan.


tin...tin..


dari belakang mobil ricko mengklasksom membuat dua orang yang tengah mengobrol itu memandanginya.

__ADS_1


" baru saja ditanya sudah datang" ujar nathan.


__ADS_2