Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
khayalan itu memang indah


__ADS_3

" aku tidak percaya " ujar amayra yang masih tidak mau berdiri itu.


" amayra jangan seperti anak kecil, aku punya atau tidak itu bukan urusanmu lagi " balas aidan.


" tidak mau aidan aku mau kita rujuk hiks....hiks..." isaknya .


aidan merasa tidak tega melihat amayra yang begitu sedih itu .


" amayra bangunlah " aidan akhirnya jongkok lalu membangunkan amayra , amayra pun menurut dan aidan menatap wajahnya.


" amayra dengarkan aku... dulu aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak tau apa kau mencintaiku atau tidak atau hanya menganggap ku sebagai pelampiasan mu. tetapi itu dulu , aku ingin hidup dengan caraku sendiri dan sembuh dari masa laluku. ada keluarga ku yang membuatku sangat bahagia. aku tidak perlu siapapun lagi sekarang"


" percuma kau memohon seperti ini karena aku tidak akan pernah kembali padamu. aku beri satu nasehat untukmu sebagai teman , perbaikilah pernikahanmu... aku tau kalian belum bercerai kau masih ada kesempatan" jelas aidan dengan sabar dan lembut karena jika dilakukan dengan keras pasti amayra akan tetap bersikukuh.


" aidan " gumam amayra


" mari bertemu di cafe yang dulu sering kita kunjungin bersama gathan" ujar aidan lagi.


.....


" ada apa bunda?" tanya nita didalam ruang tamu rumahnya , saat ini bundanya datang mengunjunginya sendirian.


" ini tentang kakak aidan " jawab bunda.


" kakak?" gumam nita.


" hmm beberapa hari terakhir kakakmu itu terlihat sangat murung, tadi pagi mantan istrinya datang kerumah dan meminta rujuk"


" bunda pikir itu yg membuat kakakmu murung " jelas bunda.


" bukannya kakak bilang mantan istrinya sudah menikah?" tanya nita.


" bunda juga tidak mengerti apa yang terjadi pada mereka berdua , bunda tidak pernah melihatnya sediam itu" jawab bunda.


nita sedikit berpikir bagaimana caranya ia harus mengembalikan mood kakaknya, dia juga belum pernah sama sekali bertemu dengan mantan istri kakaknya.


karena saat pernikahan nathan dan aidan dulu dia tidak pernah datang.


" bunda jangan khawatir aku akan bicara dengan kakak " ucap nita dengan penuh keyakinan itu juga sebagai kekuatan untuk bundanya agar tidak sedih.


" bunda tau hanya kau yang bisa membuat nya kembali tertawa " ujar bunda.


" kalau begitu bunda pulang ya "


" kenapa buru-buru bunda , bunda tidak minum dulu atau makan?" tawar nita.


" terima kasih sayang tapi lain kali saja, kasihan kakak iparmu sendirian dirumah" ucap bunda.


" baiklah bunda ayo aku antar sampai kedepan" nita dan bunda pun keluar , tetapi sebelum keluar ricko sudah pulang dan melihat mertuanya.


" bunda kemari?" tanya ricko.


" kau sudah pulang nak? bunda datang mampir sebentar tadi habis ke rumah temen bunda " jawab bunda.


" tapi bunda mau pulang " ujar nita.


" eh kenapa cepat sekali ?" tanya ricko.


" kakak iparmu sendirian , dia sedang hamil besar nanti butuh sesuatu , dan nanti saat kau hamil seperti kakakmu bunda juga akan sering sering kesini untuk menjagamu" tengok bunda pada wajah putrinya itu.


ricko tersenyum mendengarnya begitupun nita dia hanya tersenyum kecil mendengarnya.

__ADS_1


" bunda jangan khawatir saat dia hamil anakku nanti, aku akan terus berada dirumah untuk menjaganya" timpal aidan.


bunda pun tersenyum " lihat nak , ayo segera buatkan anak untuk suamimu" goda bundanya.


" bunda ayo pulang cepat kakak ipar kan sedikit manja ayo ayo bunda" ujar nita yang tak tahan lagi itu.


mereka tertawa mendengarnya " baiklah bunda pulang ya " pamit bundanya.


" iya bunda" jawab nita.


" hati-hati bunda " jawab ricko.


bunda pun masuk kedalam mobil dan menyetir sendiri karena dari masa sma dia sudah bisa mengemudikan mobil dia juga tipe wanita yang mandiri tidak suka merepotkan siapapun.


" ayo masuk " ajak ricko.


" hmm"


mereka berdua kembali masuk kedalam rumah dan duduk di sofa. baru saja duduk dia ingat ricko belum ia tawarkan minum.


" kau mau minum apa?" tawar nita.


" air putih saja" jawab ricko.


" baik tunggulah disini" ujar nita lalu ia menuju kedapur , dia mengambil gelas lalu menuangkan kedalamnya dan kembali lagi keruang tamu.


" ini" nita memberikan gelas itu dan langsung diterima ricko hingga ia minum dengan habis.


" sayang duduk lah disebelahku" pinta ricko.


nita pun mengikuti perintah ricko dan duduk disebelahnya kemudian ricko menatap wajah nita dengan penghayatan, nita merasa salah tingkah saat ricko melihat nya.


" ricko kenapa... memandangku seperti itu" tanya nita


" empat? kembar? ricko kita saja ti..."


" apa mau kita buat sekarang? aku tidak masalah" ujar ricko yang memotong ucapan nita.


" ingat perjanjian" balas nita.


" iya...iya aku hanya bercanda sayang" ujar ricko lalu tangannya memindahkan anak rambut yang hingga di wajah cantik istrinya.


" saat kita punya anak nanti , kita akan hidup bahagia untuk selamanya kakaknya laki-laki dan adiknya perempuan dia akan menjaga adik nya nanti " ujar ricko dengan lembut.


" dan juga nanti perutmu ini membesar disini akan ada anakku( tangannya mengelus perut datar nita) saat aku dirumah sakit tadi, aku melihat seorang laki-laki menggendong seorang bayi yang baru dilahirkan istrinya. dia terlihat sangat bahagia dan selalu menciumi anaknya. aku ingin nanti aku juga seperti itu , menyambut anakku dan memberimu kekuatan saat kau melahirkan nanti" ujar ricko dengan khayalannya sendiri.


" suatu saat nanti itu akan terjadi padamu " ucap nita dalam hati.


dia seperti wanita yang paling beruntung saat ini , memiliki laki-laki yang sangat mencintainya dan menjadikannya pusat kebahagiaan.


" kau mau punya anak berapa?" tanya nita.


" aku ingin kembar 4 . 2 lakilaki dan 2 perempuan " jawab ricko.


" banyak sekali... aku tidak bisa mengeluarkan semuanya " balas nita.


" hmm aku ingin 4 anak agar rumah ini sangat ramai dipenuhi tangisan dan juga rumah yang berantakan karena mainan anak-anak nanti" titah ricko.


" kau tidak marah rumah berantakan?" tanya nita.


" kenapa aku harus marah? bukankah itu karena anakku? tidak masalah rumah seberantakan apapun nanti aku akan menyewa pengurus rumah tangga nanti , dan pekerjaanmu hanya duduk menemani anak-anak" jawab ricko.

__ADS_1


" ricko" panggil nita.


" hmm " ricko yang sedari tadi memandangi istrinya kini berpindah haluan dan tidur di pangkuan nita dia menatap wajah istrinya dengan leluasa sekarang.


" bagaimana jika aku ingin tetap menjadi seorang dokter?" tanya nita.


" hal itu... aku tidak melarangnya, jika kau mau bekerja aku tidak masalah tetapi kau harus membagi waktu antara pekerjaan dan mengurus anak nantinya. aku tidak ingin anak-anak tidak mendapatkan perhatian dari ibunya sendiri" jawab ricko.


nita pun terdiam mendengarnya , kenapa ia merasa sekarang semua impiannya kini telah layu bersamaan dengan kehidupan pernikahannya. dia sangat menyukai sosok dokter , tetapi jika dia terus memperdulikan impiannya maka nanti ....


nita segera membuyarkan segala pikirannya itu " tidak nita yang harus kau lakukan sekarang hanyalah fokus pada pekerjaanmu dan keluargamu hal itu bisa dipikirkan nanti" pikirnya.


" kenapa sayang?" tanya ricko melihat keanehean pada istrinya.


" eh tidak kok " jawab nita.


ini masih jam 7 ricko ingin bermanja dan bermalas-malasan hari ini lalu ia menghadapkan kepalanya ke perut istrinya dan mencium kemeja yang dipakai nita terasa sangat wangi.


" ricko jika ingin tidur naiklah ke atas " ujar nita.


" aku ingin seperti ini , pesan saja makanan jangan memasak. biarkan aku bermalas-malasan hari ini" ujar ricko yang terus menggesekkan hidungnya di perut nita.


nita pun segera mengambil handphonenya dan ia memesan satu kotak pizza , 2 hamburger dan 2 paket ayam chicken beserta minumannya.


" pakai uang siapa?"tanya nita.


ricko yang masih tertidur itu mengambil dompet yang ada dicelana dan memberikan nya pada nita.


" apa masih ada yang menyimpan uang kertas ?" gumam nita.


" hanya untuk cadangan sayang" ucap ricko dalam tidurnya.


" kau mau pesan apa?" tanya nita.


" terserah " jawab ricko.


" sayang elus kepalaku!" pinta ricko.


" manja sekali" gumam nita namun ia mau untuk mengelus kepala ricko.


" yang ikhlas sayang, aku kan minta pada istri sendiri " ucap ricko.


" masih dengar saja" gumam nita.


hingga setengah jam kemudian akhirnya makanan pun datang , nita menyuruh orang itu untuk masuk kedalam karena ricko tidak mau melepaskan pelukannya terpaksa dia harus menyuruh kurir untuk masuk dan melihat kemesraan mereka.


" ini uangnya pak terima kasih " ujarnya yang memberikan beberapa lembar uang.


" sama-sama saya permisi nona" jawab tukang kurir itu lalu segera keluar.


" ricko ayo bangun makanan sudah datang" ujarnya .


ricko masih tetap tidak ingin bangun , padahal dia tidak tidur . nita yang tau kalau ricko hanya pura-pura sakit ia ingin memberikan sedikit pelajaran pada ricko.


" ahh sakit perutku" rintihnya.


" ricko sakit" rintihnya lagi.


" eh sayang kenapa? apa sangat sakit?" ujar ricko .


" aduh.. hahaha kau tertipu " nita tertawa puas melihatnya.

__ADS_1


tetapi ricko ia wajahnya sangat masam , dia sudah dikerjai oleh istrinya sendiri " awas ya nanti " ancam ricko.


__ADS_2