Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
kabar dari xiaoqi


__ADS_3

dimeja makan yang besar itu, bunda memperhatikan aidan yang nampak diam dan murung, tidak seperti biasanya dia melihat anak yang paling usil itu terus diam. untuk menghiburnya bunda mengupaskan buah apel untuk aidan karena ia tahu putranya sangat menyukai apel.


" aidan ini makanlah" ujar bunda yang menjulurkan apel yang sudah dipotong.


nathan pun melihat aidan yang hanya diam itu ia juga sudah lama tidak melihat adiknya seperti ini.


" aidan" panggil nathan.


" aidan" teriaknya


aidan baru tersedar dan menatap nathan.


" kenapa?" tanyanya.


" ck kau ini ... kenapa kau diam ada masalah? atau ada sesuatu dikantor ?" tanya nathan.


" tidak ada " jawabnya singkat.


" sayang bunda sudah lama tidak melihat wajahmu yang seperti ini " ucap bunda.


" aidan baik-baik saja bun, hanya tidak enak badan saja" balas aidan sambil memakan apel nya.


bunda masih tidak percaya dan terus menatapnya seperti mencari sesuatu yanh ditutupi oleh anaknya.


" kalau begitu tidak usah masuk kekantor bunda akan telpon delisa " ujar bunda.


" tidak bunda ... aidan sudah kenyang aidan pergi dulu" pamitnya.


ia langsung pergi tanpa menghiraukan yang lainnya , hal itu semakin memperkuat dugaan bunda kalau anaknya sedang dalam masalah.


sesampainya dikantor aidan masuk ke ruanganya. melepas jasnya dan menaruhnya di gantungan. ia mengendorkan ikatan dasinya seperti memang benar benar sedang rungsing.


" kenapa aku masih memikirkannya " ucapnya.


" maaf pak ini jadwal bapak hari ini" ujar delisa.


" hmm kau boleh pergi" jawab aidan.


" maaf pak tadi ibu hani menelpon kalau bapak sedang sakit jadi saya membatalkan meeting hari ini" ujar delisa.


" terima kasih... oh ya jika perempuan kemarin datang bilang aku tidak masuk" perintah aidan.


" baik pak " jawab delisa.


lalu segera ia keluar dari ruangan aidan menuju keruangannya.


......


dirumah bunda sedang duduk dikamar nya ia memikirkan aidan anaknya. naluri seorang ibu pasti tau jika anaknya sedang dalam masalah. ia ingin menelpon aidan tetapi teraa sangat berat.


tok...tok....tok


" bunda " ujar iren dengan perut yang sudah agak membesar karena usia kehamilannya sudah 6 bulan ia masuk menuju ke ranjang mertunya.


" ada apa sayang?" tanya bunda.


" dibawah ada amayra " jawab iren


" amayra?" gumam bunda.


" iya dia datang ingin bertemu dengan bunda " ucap iren lagi.


" jadi itu yang membuat aidan terus diam" ucap bunda dalam hatinya.


" ayo kita turun.. eh tapi jangan pakai tangga usia kehamilanmu kan sudah 6 bulan pakai lift saja dan juga jangan sering-sering naik turun tangga ya nanti tubuhmu sakit" ujar bunda.


" iya bunda " balas iren.


alhirnya mereka berdua turun menggunakan lift , karena rumah itu memiliki 4 lantai yang sangat tinggi jadi ada sebuah lift yang membuat nya tidak perlu menggunakan tangga jika sedang capek.


" ting"


pintu lift pun terbuka bunda dan iren segera keruangan tamu. " bunda" panggil amayra yang langsung berdiri saat melihat mantan mertuanya itu.


" amayra" ucap bunda.


" bunda apa kabar?" tanya amayra.

__ADS_1


" bunda baik , ayo duduk " jawab bunda.


merekapun duduk di sofa itu tak lama kemudian bi inah datang membawakan minuman dan juga camilan.


" terima kasih bi" ujar bunda.


" iya nyonya" jawab bi inah.


" boleh bunda bertanya ada apa amayra?" tanya bunda.


" aku tidak akan berbasa-basi lagi bunda. aku ingin rujuk dengan aidan. aku tau aku bersalah sudah mengkhianatinya tapi aku ingin tetap kembali dengannya bunda bisa menolongkukan?" ujar amayra langsung saja.


" menghianati?" tanya iren .


" nak ... aidan tidak pernah menceritakan kenapa kalian bisa sampai bercerai. yang bunda tau aidan tidak pernah bilang apa-apa. sebenarnya apa masalah kalian?" tanya bunda dengan lembut.


" bunda sebenarnya aku...aku yang bersalah. aku lah yang meminta bercerai darinya. karena aku ingin menikah dengan temannya. waktu itu aidan hanya bekerja saja aku pikir dia tidak punya waktu untukku jadi aku selalu bersama temannya hingga akhirnya aku jatuh cinta dan berselingkuh denganya " jawah amayra dengan jujur.


" aidan" gumam bundanya , ia baru tau soal kebenaran ini karena aidan sendiri tidak pernah cerita.


" bunda maafkan aku hiks...hiks.. aku dibutakan oleh nafsuku, hanya aidan lakilaki yang sangat mencintaiku, dia bekerja juga untukku tetapi aku tidak pernah melihatnya" isaknya .


" nak ... jika menyangkut hal itu , bunda tau rasanya dikhianati. jadi bunda tidak bisa menolongmu. jika kau benar-benar ingin kembali maka kau bujuklah sendiri " jelas bunda.


" aku tau aidan seperti apa bunda, dia masih mencintaiku" isaknya lagi.


" maka perjuangkanlah itu jika memang kalian berjodoh maka akan kembali lagi" jawab bunda.


.......


rumah sakit


dikantin ricko sedang mengambil makan siangnya, lalu ia duduk sendirian sebelum itu ia mengambil handphonenya dan memotret makanannya.


lalu ia kirimkan foto makanan itu ke istrinya.


" sepertinya aku tidak akan habis karena tidak memakan masakan istriku yang cantik" tulis ricko dalam pesannya.


ting


nita langsung membalas pesan ricko , ricko pun tersenyum dan membacanya


my wife❤


*📱 " mau kemana? nanti saja aku akan akan pulang cepat tidak ada jadwal operasi " pesan ricko.


my wife❤*


" baiklah , aku menunggumu dirumah" balas nita.


ricko kembali tersenyum lalu ia masukkan ponselnya kedalam saku dan melanjutkan makannya.


" senyum teruss pengantin baru eh belum ya " ujar dr.chandra yang sudah duduk didepannya.


" urusan mu apa?" tanya ricko sambil makan.


" tentu saja jadi urusanku , kau kan temanku" jawab dr. chandra.


" sejak kapan?" tanya ricko.


" he dasar pedofil " ejek dr. chandra.


" kau iri? bulan depan aku akan mengundangmu bawalah kado yang besar" ujar ricko saat menyelesaikan makannnya yang terakhir lalu ia pergi meninggalkan dr. chandra sendirian


" undang apa?" pikirnya " ah sudahlah" ujarnya.


......


dirumah nita sendirian menonton televisi , sebenarnya ia tidak terlalu suka menonton tetapi karena bosan apalagi.


ia menonton televisi hingga merasa bosan dan mematikannya.


" drtttt.....drrttt.....drtttt" ponselnya bergetar


" eh ini bukan nomor sini" pikirnya.


tanpa pikir panjang ia segera mengangkatnya.

__ADS_1


" halo ? siapa ini?" tanyanya.


📱 " nitaaa" ujar yang ditelpon dengan semangat.


" xiaoqi?" tanya nita.


📱" hmm aku benar-benar merindukanmu sayang .... aku ingin memelukmu"


" kau darimana saja kenapa baru menelpon sekarang aku marah sudahlah"


📱 " hehehe maaf ya ... aku sibuk dengan pekerjaanku disini... oh iya ada kejutan untukmu"


" kejutan?" tanya nita.


📱" aku dan ibuku memutuskan untuk menetap di negaramu"


" benarkah?" tanya nita dengan antusias.


📱" ya ... aku dan ibuku kesepian disini , aku pikir ini kesempatanku jadi aku memanfaatkan situasi ini ibuku setuju "


" ah aku benar-benar bahagia " sorak nita.


📱" aku mengurus visa ku dulu disini nanti kita bertemu ya , lau tidak masalah kan sebelum kami menemukan rumah aku tinggal dirumahmu?" tanya xiaoqi.


" hey seumur hidup pun tidak masalah"


📱 " baiklah...baiklah aku tutup ya nanti aku telpon"


xiaoqi menutup telponnya , sedangkan nita ia tersenyum bahagia karena akhirnya ia bisa bersama sahabatnya lagi. ia benar-benar rindu akan kejahilan dan mulut petasannya itu.


" jam berapa ini?" pikirnya dan ia segera melihat jam dinding yang besa itu.


" jam 5? ricko pulang sebentar lagi" ucapnya.


......


" aidan" panggil amayra dari depan kantornya saat itu aidan akan pulang menuju ke parkiran ditempat mobilnya terparkir.


aidan kenal betul itu suara amayra ia segera menoleh dan menatap wanita yang ada didepannya sekitar berjarak 10 meter.


" tinnnn" suara motor yang akan melintas ke arah amayra.


" amayra awasss" teriak nathan


amayra menoleh lalu tanpa aba-aba aidan membawa amayra kedalam pelukannya, " amayra " gumam aidan.


" aidan" gumam amayra dalam pelukan aidan.


keduanya saling menatap satu sama lain , beberapa sast kemudian aidan tersadar lalu melepaskan pelukannya.


" aku tau kau masih memperdulikanku" ucap amayra.


" aku menolong karena rasa kemanusiaan " ujar aidan.


" aku kerumahmu tadi pagi " ujar amayra.


" apa? " aidan terkejut mendengarnya.


" aku ingin meminta maaf pada bunda hani , juga memohon agar dia mau menerimaku kembali sebagai menantunya" jelas amayra.


" menantu? apa kau tidak merasa bersalah sedikitpun? " tanya aidan yang nada suaranya agak cukup tinggi.


" aidan aku mengerti tapi itu dulu aku sudah berubah" bela amayra pada dirinya sendiri.


" amayra" teriak aidan , untung disekitar tempatnya berdiri itu sangat sepi hingga tidak ada orang yang melihat maupun mendengar mereka.


" kau tidak pernah mencintaku amayra itu yang sebenarnya. karena jika kau mencintaiku kau tidak akan pernah melakukan itu pada hatiku, aku juga manusia kau pikir dengan aku yang selalu mengalah dan tidak pernah marah kau melakukan apapun sesuai keinginanmu? ingatlah amayra aku ini laki-laki aku bisa marah lebih dari yang kau bayangkan" tegas aidan.


" kau datang kerumah menemui bundaku, memberitahunya aku menutupi itu agar bunda tidak merasa sedih untuk anaknya, aku yakin kau mengatakan yang sebenarnya kan pada bunda ? kau ini apa? kenapa kau berubah seperti ini?" tegas aidan lagi .


dari kejauhan delisa melihat aidan yang sedang marah dengan amayra .


" aidan aku mohon beri aku kesempatan" amayra terduduk dijalan ia memohon pada aidan.


" amayra bangunlah" ujar aidan.


" tidak sebelum kau menerimaku" tegas amayra.

__ADS_1


" aku sudah punya pacar" tegas aidan


__ADS_2