
" hoam " nita mengaup ketika sudah di ranjang , dia memejamkan matanya, namun dia merasa serba salah. ingin tidur sebelah kanan dia tidak nyaman sebelah kiri juga tidak nyaman padahal dia sudah sangat nengantuk.
" aku mau tidur" rengeknya.
" ada apa sayang?" tanya ricko baru tiba dari luar dan membawa sebotol air minum untuk nita jika malam-malam haus.
" aku mau tidur tapi aku merasa tidak nyaman , aku sudah mengantuk berat" gumam nita.
ricko taruh air botol itu disebelah nita dan dia naik keatas ranjang " sini aku akan mengelusnya " kata ricko
nita mendekati ricko kemudian memeluk ricko, ricko mengelus perut nita dengan lembut. nita merasa sangat nyaman dan langsung memejamkan matanya.
ricko menyibakkan rambut yang mentupi wajah cantik itu, 1 bulan lagi dia tidak akan mengalami hal seperti ini lagi dimana nita akan manja dengannya setiap malam.
" sayang jangan membuat mamamu kesulitan ya " ucapnya sambil terus mengelu perut itu.
dia pun memejamkan matanya ikut tertidur , hingga keesokan paginya nita merasa cahaya matahari menusuk kewajahnya dia merasa tidak nyaman dan membuka matanya.
" aetaga pasti ricko kesakita tidur seperti ini " ucapnya.
' ricko...ricko " dia menggoyangkan tubuh ricko pelan.
" hmm iya sayang" jawab ricko khas suara orang baru bangun.
" tidurlah dengan benar tubuhmu pasti sakit " ujar nita.
" iya bangunkan aku lagi ya "
" iya "
nita menyelimuti tubuh ricko dia berlalu kekamar mandi untuk bersiap-siap kerumah sakit. hari ini hari terakhri dia masuk karena keesokan harinya dia sudah cuti.
setelah mandi dia berpakaian , lalu melihat ricko sudah tidak ada di tempat tidur itu artinya ricko sedang mandi.
dia memakai make up tipis lalu turun kebawah dengan hati- hati dia tidak tega jika ricko terus yang selalu menyelesaikan pekerjaan rumah.
hari ini dia membuat sambal udang kesukaan ricko dan sayur lainnya sebagai pelengkap. ricko mendapat nita yang sedang memasak dia segera berlari keaerah nita.
" sayang apa yang kau lalukan duduklah biar aku yang mengerjakannya " ricko langsung merebut penggorengan itu.
" eh tidak biar aku saja kau duduklah". tolak nita.
" mana bisa begitu sayang, sudah ya jangan buat aku marah seperti yang kemarin duduklah aku tidak mau kau kelelahan"
" baiklah " nita melepaskan celemeknya dengan raut muka kesal. dia ingin menyiapkan makanan saja selalu dimarahi oleh ricko.
ricko tau nita tidak suka dicegah begitu tapi dia takut karena nita pernah mengalami sakit perut karena terlalu kelelahan banyaknya aktivitas yang dilakukan di rumah sakit maupun rumah. membuat ricko tidak mau mengalami kejadian serupa itu.
" ibu hamil mana boleh cemberut " ujar ricko.
" aku tidak dengar " saut nita.
" sayang kau marah?" tanya ricko.
" tidak "
" lalu apa?'" tanya ricko lembut.
__ADS_1
" kesal "
" hmm kesal baiklah silahkan kesal dulu tapi setelah makan harus tersenyum lagi" ujar ricko.
" ricko kenapa aku tidak boleh melakukan pekerjaan ku dirumah ? aku istrimu aku malu jika kau terus yang melakukannya , kau memasak, membersihkan rumah , mencuci biarkan aku bekerja itu tidak akan membuatku lelah "
" sayang ingat kejadian terakhir kali, nanti aku akan mengajakmu berjalan-jalan setiap pagi dan sore itu saja tugasnya selain itu aku tidak membolehkannya "
" kau juga lelah bekerja dirumah sakit , melakukan operasi berdiri hingga berjam-jam lamanya. aku tidak mau membuatmu sakit "
" aku tidak mau dianggap istri yang manja oleh orang "
" sekarang aku tanya mau jadi istri yang baik menurut suami apa menurut orang?" tanya ricko.
" eh ten...tentu saja suami "
" nah jadi mau apalagi jadilah istri yang baik dan penurut untuk suami bukan di cap orang lain baik. karena yang tau segalanya tentang dirimu hanya aku jangan dengarkan orang lain "
" orang lain sering kali membicarakan hal yang tidak pernah dia tau dia hanya mengatakan apa yang dia pikirkan dan apa yang dia lihat "
" hingga sekarang kau adalah istriku yang sangat baik bahkan aku tidak bisa menilai dengan angka"
" jangan membuatku terbang begitu , aku saja belum merasa jadi istri yang baik untukmu " kata nita.
" lalu bagaimana istri yang baik itu ?" tanya ricko.
" hmm entahlah aku pikir cukup dengan berada di sampingnya dan menguatkannya ketika dia sedang sedih dan melakukan apapun bersama"
ricko menghampiri nita yang duduk dimeja makan dan menghidangkan makananan lalu melepas celemeknya.
" kau sudah melakukan yang terbaik selama ini , sudah ayo makan kita harus berangkat " ujar ricko.
***
" bi nanti kalau irene kesulitan menjaga anaknya tolong dibantu ya aku kasihan semalaman dia tidak tidur arga sangat rewel" kata bunda yang sedang memasukkan barang-barangnya di dalam tas.
" iya nyonya , tenang saja saya akan membantu nona irene"
" oh ya nanti saya langsung kerumah nita , aku ingin lihat bagaimana keadaannya jadi bibi yang masak"
" iya nyonya "
" kalau begitu saya pamit ya bi " ucap bunda.
" iya nyonya hati-hati"
bunda pun berjalan seorang diri keluar lalu menekan kunci mobilnya hingga mobil nya mengeluarkan suara.
" apa yang kubawa ya , oh iya nita suka salad buah pulangnya saja aku beli" ucapnya ketika mengingat dia akan kerumah putri bungsunya.
dia pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya secara otomatis gerbang itu terbuka dan menutup kembali ketika sudah dilewati.
sesampainya di kantor dia memasuki kantor seluruh pegawai menyapanya dengan ramah dan dibalas dengan senyuman olehnya.
di dalam ruangnya dia duduk dan membuka laptopnya. pertama kali yang dia lihat adalah gambar putrinya doa tersenyum memandangnya.
" apa bunda selalu melihatmu seperti anak kecil , maka bunda belum mempercayai kalau sebentar lagi putri bunda akan melahirkan dua orang anak " ucapnya.
__ADS_1
tok...tok...tok
" ya masuk "
" maaf bu rapat segera dimulai " kata sekretarisnya.
" oh ya baiklah saya segera kesana "
" saya permisi bu "
" hmm " hani menutup laptopnya dan beridri tapi dia lupa membawa handphonenya.
***
dirumah sakit
saat nita sedang berjalan menyusuri lorong dia dihadapakkan dengan dokter fahri , dia berhenti ketika dokter fahri berada di hadapannya.
" nita apa kandunganmu baik?" tanya fahri.
" iya dokter "
" eh ngomong-ngomong selamat ya untuk pernikahan dokter fahri aku turut berbahagia" ucap nita.
" apa kau akan datang ? " tanya fahri.
" maaf sekali dokter aku ingin datang tapi dengan kondisiku yang seperti ini tidak memungkinkan. tapi ricko akan datang kepernikahan nanti " jawab nita.
" iya tidak apa. kau harus menjaga dirimu saat usia kandungan sudah mendekati kelahiran. aku berdoa supaya nanti semuanya lancar"
" hmm terima kasih dokter "
" oh ya kau mau kemana ? bukannya ini sudah jam makan siang ? " tanya fahri.
" aku baru saja mau turun , ricko sudah menungguku dibawah "
" yasudah hati-hati aku duluan ya "
" iya dokter "
fahri pun pergi meninggalkan nita , dia terus berjalan dengan mata yang berkaca-kaca dia tidak pernah menyangka akan seperti ini. wanita yang dia cintai tidak ditakdirkan untuknya.
dia berusaha menerima apa yang telah digariskan takdir untuknya namun ketika melihat wanita itu hatinya merasa sesak.
dia meneteskan air matanya sebagai ungkapan rasa sedih nya. dia berhenti lalu berbalik untuk menengok kebelakang namun orang yang ingin dia lihat sudah tidak ada ditempat itu lagi.
" aku tidak akan pernah berhenti untuk mencintaimu, karena wanita yang pertama kali membuat hatiku bergetar hanya dirimu , nita..." ucapnya dalam hati.
nita melihat ricko yang sudah duduk dan menyediakan makanannya , dia tersenyum kemudian mendekati ricko.
" lama ya ?" tanya nita.
" oh sayang hmm tidak baru saja ambil nasi ayo makan " kata ricko.
" sayang .. selama 2 hari kedepan aku mau kesurabaya untuk seminar tidak apa kan?" tanya ricko.
" iya tidak apa itukan menyangkut pekerjaan " jawab nita.
__ADS_1
" besok sebelum berangkat aku antar kerumah bunda ya , aku akan merasa tenang jika ada yang menjagamu "
" iya "