
6 tahun kemudian ....
sorak tepuk tangan yang meriah di studio itu sangat gemuruh, studio yang bernuansa putih dengan berbagai poster kesehatan dan pemandu host yang cantik sedang melakukan syuting penutupnya hari ini.
" jadi pemirsa ... sudah 2 jam bersama dan tentunya ditemani oleh dokter cantik kita , dokter Nita "
Nita tersenyum cantik didepan kamera itu , menggunakan pakaian casul dan elegan dibalut dengan jas kebangaannya berwarna putih. tak lupa dengan make up flawles yang cocok sekali di wajahnya.
" hari ini kita bisa tahu kalau berbagai penyakit bisa menyerang kita tanpa mengenal usia , seperti saran dokter tadi ... harus menjaga kesehatan dan kebersihan ... " sambung host itu.
" saya dan dokter nita pamit undur diri , kita akan bertemu kembali di hari sabtu " katanya lagi.
semuanya bertepuk tangan dengan meriah sekali lagi, selama beberapa tahun belakangan karier nya dalam bidang dokter menjadi sangat cemerlang. Nita sudah menjadi Dokter yang dikenal banyak masyarakat karena sudah menjadi Dokter yang sering tampil di televisi.
" dokter Nita terima kasih banyak untuk hari ini , jangan lupa hari sabtu nanti kita bertemu lagi " ujar sang host saat kamera sudah di non-aktifkan.
" sama - sama , tidak lupa . saya lupa akan menjemput anak - anak saya " balas nita.
" oh iya sampai jumpa lagi dokter " ucap host itu.
" sampai jumpa " balas nita.
Nita meninggalkan ruangan itu sambil melepaskan jasnya , dia melirik ke jam tangan yang sudah jam 1 siang ini sudah waktunya menjemput anak - anak dari sekolah.
tiba - tiba senyum nya tambah mekar dan matanya berbinar tak kala melihat sesuatu didepannya.
" Mas Ricko...." panggilnya
ya ... dia ricko yang sekarang ada dihadapannya , memakai pakaian rapi seperti biasanya hari ini dia menggunakan kemeja abu - abu dengan setelan warna hitam. dia membalas senyuman nita dengan tulusnya.
Nita segera berjalan cepat untuk menghampiri Ricko , kepalanya mendongak untuk menggapai wajah ricko.
" aku pikir kau tidak akan menjemputku " kata nita.
" tidak mungkin , seperti biasanya aku harus menjemput istriku dan anak - anak " balas ricko.
" lihat , kita sudah terlambat atau anak - anak akan merajuk seperti waktu itu " ujar nita.
" ayo ..." ricko menggandeng tangan nita , semua pasang mata menatap keduanya yang sangat serasi berjalan di loby stasiun televisi itu. semua orang sudah tau mereka pasangan suami dan istri , atau yang sering disebut couple Doctor.
***
shitf..
suara decitan rem ketika ricko menghentikan mobilnya tepat di depan gedung sekolah dasar tempat anak - anak belajar , mereka berdua turun bersamaan.
" mama ..... papaaaa" teriak dua orang anak dari depan gedung.
mereka sudah besar usia nya yang menginjak 8 tahun , anak kembar itu berlarian menghampiri kedua orang tuanya. siapa lagi kalau bukan Revano dan Rivani.
vani tampak cantik dengan rambut panjang yang diurai sedangkan vano tampak tampan dengan rambut yang tertata rapi dan berbentuk seperti pria yang maskulin dia sangat menyukai segala sesuatu tentang papa nya jadi apapun itu dia harus mengikuti style ricko.
" sayang jangan berlarian atau kalian akan terjatuh " ucap nita.
" papa ... mama " mata vano mendelik tajam menatap kedua orang tuanya dengan bibir seperti kecurut.
" ups.. maaf sayang , papa tadi menjemput mama dulu jadi sedikit telat " ungkap ricko.
" baiklah vano maafkan tapi hari ini ... kita kerumah nenek " ujarnya.
" iya mama , papa kita sudah 3 hari tidak kesana kami rindu semuanya. mama dan papa sudah tidak ada pekerjaan lagi kan ?" tanya vani.
nita melirik kearah ricko seperti menahan tawanya , ricko pun melirik kearah nita kemudian dia menatap anak - anak dan mengangukkan kepalanya.
" baiklah mari kita kerumah nenek dan kakek " ujar ricko.
" terima kasih mama , terima kasih papa " ucap keduanya bersamaan.
__ADS_1
vano dan vani amat senang sehingga mereka langsung masuk mobil sendirian , kemudian ricko membukakan pintu untuk nita dan dia pun segera kembali menuju kursinya untuk membawa anak - anak kerumah neneknya.
****
" mama ..... mama , lihat adik Tissa mengangguku membuat PR " adu seorang anak laki - laki yang diganggu oleh seorang anak kecil.
" arga kemarilah , tissa sayang ... jangan ganggu kakakmu ya " ucap irene yang datang melihat kedua anaknya itu , irena dan nathan memang memiliki seorang anak lagi , seorang anak perempuan yang diberi mama Tissa Nathania Nugraha , umurnya baru 3 tahun.
" iya mama " jawab arga yang kini berusia 10 tahun , dia tampak tampan seperti nathan ayahnya.
" irene ... kemarilah dan bawa anak - anak untuk makan " teriak bunda dari bawah.
" dengar , nenek sudah memanggil ayo turun makan , arga kita makan dulu baru PR nya nanti dilanjutkan " kata irene.
arga menutup bukunya dan berlari meninggal irene di kamar mereka , irene membereskan terlebih dahulu mainan Tissa.
" nenek kita makan apa hari ini ?" tanya arga.
bunda membalikkan badannya setelah selesai menuangkan lauk dari wajan kedalam wadah , dia tersenyum menatap arga dan memperlihat masakannya.
" Tumis Udang " ucap arga.
" ya ... arga menyukainya bukan ?" tanya bunda.
" tentu saja , nenek ... kapan kakek pulang , papa dan juga paman aidan " tanya arga.
ting
" nah mereka semua sudah pulang , arga buka pintu nya ya" suruh bunda.
" siap nenek " jawabnya semangat lalu berlarian menuju ke pintu utama untuk membukakan pintu.
perlahan - lahan tangannya menggapai gagang pintu yang besar itu dan kemudian membukanya.
" kakek ... papa ... paman " ucapnya semangat.
" eh dimana papa " kata arga yang tidak melihat nathan itu.
" bah... papa disini " nathan keluar dari belakang badan aidan.
" papamu tidak hilang arga kalaupun hilang papamu suka kembali sendiri seperti jailangkung" ujar aidan.
Nathan dan Aidan masih sama , sifatnya masih seperti dulu yang sering adu mulut tetapi Nathan suka mengalah dibanding Aidan berbeda pada saat dia Beradu Argumen dengan Nita.
" papa " arga memeluk nathan dan dari dalam terlihat irene menuruni tangga yang tangannya menuntun anak perempuannya tissa.
" papa ...papa " tunjuk tissa pada nathan.
" semuanya ayo duduk dan makan siang , hari ini kalian terlambat cepatlah atau makanan akan dingin " kata bunda yang datang dari belakang.
" ayo ... ayo kita masuk " ajak nathan.
semua nya pun masuk kedalam rumah , dan langsung menuju ke meja makan. semua duduk di meja makan di kursi masing - masing ada bangku kosong yang tersisa yaitu kursi yang biasa tiara duduki.
" bunda istriku belum kembali ?" tanya aidan.
" sebentar lagi , tiara juga menjemput alan dari sekolahnya " jawab bunda.
" ngomong - ngomong nita tidak kemari sudah 3 hari apa dia sakit atau pergi keluar kota ?" tanya edward.
" dia sangat sibuk karena pekerjaannya " jawab bunda.
" ayah , ayah jangan khawatir anak itu akan datang sebentar lagi aku mencium bau - bau kalau vano dan vani akan merajuk padanya jika terlalu lama tidak kemari " saut aidan.
" tapi tadi Nita habis siaran langsung di televisi pasti lelah kalau mau langsung kemari " timpal irene.
" Nita sudah sukses sekarang , impiannya sudah lebih dari apa yang dia inginkan selama ini. kalian juga nathan dan aidan kalian berdua hebat sekali , perusahaan kalian sudah memiliki banyak anak perusahaan ayah sangat bangga pada kalian semua " ungkap edward lagi.
__ADS_1
" terima kasih ayah , ini juga berkat doa dan dukungan dari kalian semua " balas nathan.
" iya ayah kak nathan benar " timpal aidan.
" kakekkkkk ..... nenekkkkk " teriak vano dan vani bersamaan.
" astaga cucuk nenek ... sayang apa kabar kalian ?" tanya bunda yang sudah berdiri karena mendengar teriakan heboh dari kedua cucunya itu.
" baik nek ... nenek juga apa kabar ?" tanya vani.
" nenek baik sayang , dimana mama dan papa kalian ?" tanya bunda balik.
" nah itu dia nek " vani berbalik dan menunjuk kebelakang , ricko dan nita masuk bersamaan.
" hay cucu kakek apa baru pulang sekolah ?" tanya edward.
" iya kak , papa menjemput kami dan memaksa mama untuk kemari " jawab vano.
" mama mu sudah jadi Artis vano jadi dia banyak job sampai lupa dengan kami " ejek aidan.
" bilang saja mau masuk tv iya kan " saut nita.
" sembarangan " kata aidan.
" vano , vani ayo kita main. aku punya mainan baru " ajak arga dengan semangat.
" sayang kalian berdua belum makan , makan lah dulu baru mama izinkan bermain. arga juga makannya dihabiskan baru boleh main " jelas nita.
" baiklah ayo vano , vani " ajak arga.
ricko membantu vani melepaskan tas sekolahnya , begitu juga dengan vano yang meminta bantuan nita. mereka bertiga kalau sudah bertemu pasti lupa istirahat dan akan terus bermain.
" sayang duduk lah , ricko ayo makan " ajak bunda.
" iya bunda " jawab ricko.
mereka berdua duduk bersama di kursi masing - masing melihat anak - anak yang makan sambil bercerita apa yang dia sendiri tidak tau.
" Nita apa kau banyak jadwal bulan ini ?" tanya nathan.
" jadwalku sampai minggu nanti penuh kak , tidak tau selanjutnya . kenapa memang ?" tanyanya.
" dek kau sudah jadi dokter populer sekarang, wajahmu ada dimana - mana bahkan saat kakak ke pusat perbelanjaan kemarin semua orang banyak membicarakanmu ketika ada tayangan acaramu " kata irene.
" aku juga tidak tau kak bagaimana ini semua terjadi , semuanya terjadi begitu saja. tetapi ini semua berkat dukungan ricko , jika waktu itu ricko tidak mengizinkan aku maka aku tidak bisa diposisi ini " jelas nita sambil melirik ke arah ricko. ricko juga menatapnya dengan ukiran senyuman dibibirnya.
" ricko kau punya sumbangsih yang banyak padanya " kata aidan.
" aku akan mendukung apapun itu jika dia tetap bersamaku. aku mengizinkannya karena aku pikir anak - anak juga sudah besar " jawab ricko.
" jadi ... apa sekarang kalian ingin menambah momongan lagi , biar vano dan vani punya adik " goda irene.
" adik ? " kata vano.
" kakak " ujar nita
semuanya tersenyum dan terkekeh saja mendengarnya raut muka nita berubah menjadi kemerahan.
" ricko buatkan mereka adik lihat sepertinya vano sangat senang jika punya adik lagi " goda irene lagi.
" aku akan membuatnya jika istriku menginginkannya " ujar ricko sambil melirik nita.
mendengar itu nita mencubit kecil perut ricko.
" shhh sakit sayang " desis ricko
semuanya tertawa mendengar itu , inilah kebahagiaan kecil keluarga ini yang menjadi dambaaan bagi setiap keluarga lainnya . saling mendukung dan saling menyayangi .
__ADS_1
" kak vano , kak vani " kata seorang anak laki - laki yang sekitaran usianya 5 tahunan.