Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
sama-sama tidak punya ayah


__ADS_3

dipemakaman yang telah usai itu , anak itu terduduk di samping pusara ayahnya. walaupun mungkin usianya sudah bukan anak-anak lagi dia terus bersimpuh disana menangisis kepergian sang ayah. melihat semua itu nita langsung terpikir pada ayahnya, dia tidak bisa membayangkalan bagaimana kalau dia yang berada di posisi itu. walaupun semarah dirinya pada adi dia tetap seorang anak yang akan terus menyayangi ayahnya.


" alia ayo pulang, hari akan gelap" bujuk nita.


" ayah sendirian nanti, bahkan sedetik saja ayah tidak mau berpisah dengaku" gumam alia.


" alia... apa ayahmu akan membenarkan tindakanmu yang terus seperti ini? percayalah ayahmu sudah tenang sekarang kau harus melanjutkan hidupmu" timpal ricko.


" iya alia , kami akan mengantarmu" ujar nita.


" ayah... aku pamit, aku akan menjaga diriku sendiri. setelah ini aku berjanji untuk menjadi anak yang dewasa tidak manja lagi " kata alia lalu dia mencium papan nama itu.


" ayo" nita membantu alia berdiri lalu ricko dan nita mengantarkan alia kerumahnya. dirumah nya yang sederhana itu alia tinggal sendirian saat ini. melihat alia yang tertidur di sofa, nita berinisatif untuk membuatkan makan malam buat alia.


beberapa masakan tersaji di meja makan, alia terbangun dan menatap meja makan itu. dia mendapati ricko dan nita yang sedang membereskan dapur.


" dokter belum pulang?" gumamnya.


" hmm aku memasak untukmu , makanlah kami akan pulang sekarang" jawab nita.


" apa aku bisa meminta satu hal ?" tanya alia .


" apa?" tanya nita dengan suara lembut.


" bisakah malam ini dokter menginap disini? aku ...aku ing.."


" hmm kami akan menginap disini iya kan ricko?" dia memotong ucapan alia karena mengerti betapa kesepiannya alia.


" eh iya kami berdua akan menginap disini" timpal ricko.


" ayo makan nanti kau sakit" ujar nita.


setelah makan selesai, ricko mencuci piring nya sedangkan nita dia menemani alia di kamarnya. didalam kamar itu alia menyenderkan kelapanya didada nita , dia seperti sudah sangat nyaman dengannya.


" alia kau boleh memanggilku kakak" ucap nita.


" kakak terima kasih telah membantuku" ucap alia.


" kau anak yang baik, ayahmu bangga memiliki putri sepertimu" kata nita.


" apa kakak tau ... ayah selalu menyanyikan lagu tidur aku selalu menolak karena aku pikir aku sudah besar. kata ayah jika aku sudah menikah maka dia tidak bisa memanjakan anaknya lagi"


nita mengelus rambut alia yang pendek hanya sebahu itu.


" tapi sekarang aku baru mengerti aku akan merindukan nyanyian itu, suara ayah yang lembut dan merdu" sambung alia.


" kau beruntung sekali alia, andai ayahku sama seperti ayah mu" gumam nita dalam hati.


" hmm dia sangat menyayangimu" gumam nita.


" alia... dimana keluargamu yang lain?" tanya nita.


" tidak punya . aku hanya punya ayah, bahkan ibu saja tidak punya , apa kakak masih punya ayah dan ibu?" tanya alia.


" hmm kakak punya ayah dan bunda" jawab nita.


" kakak pasti bahagia sekali karena hidup bersama kedua orangtua" timpal alia


" ayah dan bunda kakak sudah berpisah , mereka bercerai" ujar nita.


" kenapa?" tanya alia yang ingin tahu itu.


" ada sesuatu hal jadi mereka berpisah"

__ADS_1


" kakak pasti sedih , tapi apa kakak sering menemui keduanya?" tanya alia lagi.


" kakak sering bertemu bunda tapi ayah kakak sudah lama tidak bertemu"


dibalik pintu kamar yang sedikit terbuka itu ricko berdiri dibelakangnya dia mendengarkan apa yang dibicarakan istrinya dan alia.


" kenapa? kakak bertengkar ya ? kakak tidak boleh bertengkar dengan ayah kakak itu tidak baik" ujar alia.


" hmm kau memang anak yang pintar, kakak tidak bertengkar alia. dari kecil kakak sudah tinggal sendirian tanpa sosok ayah jadi sudah terbiasa " jawab nita.


" kenapa?" tanyanya lagi.


" kau ingin tahu sekali ya ?" ujar nita seraya tersenyum.


" hmm aku ingin tau tentang kakak" kata alia..


" dulu saat kecil kakak disekolahkan diluar negeri hinggaa hampir 10 tahun barulah kakak pulang. tadinya kakak tidak mau pulang tapi bunda menangis menyuruh kakak untuk pulang. jadilah kakak sekarang ada di indonesia, kakak sangat dekat dengan bunda tapi tidak dengan ayah. karena ayah marah denganku dia jadi jarang bicara dengan kakak"


" marah karena apa?" tanya alia.


" marah karena dulu saat kecil kakak sangat nakal, ada sesuatu hal yang tidak boleh kakak lihat namun kakak melihatnya " jawab nita.


" tapi kakak menyayangi ayahmu kan?"


" tentu saja aku sangat menyayanginya. kalau saja kakak punya jam yang bisa memutar waktu kakak ingin mengubah hari dimana kakak tidak akan pernah melihat semua kejadia itu maka kakak akan terus bersama ayah"


" jangan sedih kak , kakak harus bersyukur walaupun begitu kakak masih bisa melihatnya beda dengan ku yang tidak bisa melihat nya "


" apa kau tidak mengantuk ?" tanya nita.


" maaf kak aku sudah merepotkanmu"


" hmm tidak masalah tidurlah"


" kau belum tidur?" tanya nita.


" sayang apa alia sudah tidur?" tanya ricko.


" hmm dia menceritakan banyak hal denganku" ujar nita lalu duduk disebelah ricko.


" besok dia akan mengambil surat kelulusan, aku ingin meminta izin untuk mewakili orang tuanya boleh kan?" tanya nita.


" hmm tapi sayang besok aku tidak bisa mengantarmu ada jadwal operasi" ujar ricko.


" tidak masalah aku bisa pakai taksi " kata nita.


" yasudah sekarang tidur ini sudah larut" ujar ricko.


" sini" ricko menepuk pahanya memberi kode kalau nita harus tertidur disana. nita pun mengerti lalu merebahkan kepalanya di paha ricko, dia langsung memejamkan matanya.


....


keesokan paginya ricko akan berangkat duluan kerumah sakit , nita sudah membuatkannya sarapan tadi. dia mengantar ricko sampai kehalaman.


" hati-hati saat dijalan" ujar ricko.


" iya" nita menganggukkan kepalanya , ricko menarik kepala nita dan mencium keningnya.


" aku pamit ya " ucap ricko.


" sampai jumpa" nita melambaikan tangannya.


ricko membunyikan klaksonnya lalu pergi kerumah sakit.nita masuk kedalam dan melihat alia yang telah berpakaian rapi. dia tersenyum melihat alia.

__ADS_1


" kau sudah siap?" tanya nita.


" iya kak" jawab alia.


" ayo. masih ada waktu kan? kita pulang kerumah kakak dulu ya " ujar nita.


setelah sampai dirumah nita segera membersihkan diri dan dia telah rapi mengenakan blouse berwarna biru dan jeans berwarna hitam.


dia turun kebawah mendapat alia yang tengah memegang foto ayahnya " alia" pangil nita.


" iya kak" alia segera menepis air matanya lalu memasukkan foto itu lagi kedalam tasnya.


" ayo " ajak nita.


disekolahan alia , nita seperti primadona karena banhak mata tertuju padanya. begitu juga dengan alia yang paham kalau teman-temannya yang lain sedang mengintimidasinya. dia memang bukan dari golongan yang kaya.


tetapi dari sekolah yang begitu bagus ini , dia mendapatkannya karena beasiswa. dia termasuk anak yang pintar. " aliaaa" panggil temannya.


" Rio" gumamnnya.


" alia turut berduka cita ya " ucap temannya.


" ah iya terima kasih rio" balas alia.


" dia siapa?" tanya rio.


" oh ini dia seorang dokter yang membantuku " jawab alia.


nita tersenyum pada rio begitu juga sebaliknya.


" ayo masuk guru akan memberikan suratnya" kata rio


" ayo kak" ajak aiia.


...


" alia selamat ya kini kau sudah lulus " ucap nita di parkiran.


" terima kasih kak" ucap alia


" ayo ikut kakak kerumah bunda kakak ada sesuatu disana" ajak nita.


" benarkah?" guman alia.


" hmm "


nita pun membawa alia kerumahnya , dia akan memberikan kejutan untuk hadiah kelulusannya.


sementara itu dirumah sakit ricko baru selesai mengoperasi pasien, pinggangnya terasa sakit karena berdiri terlalu lama.


" kau seperti orang tua sekarang apa pinggangmu tidak bisa menopangmu" ejek chandra.


" apa kau mau aku pijit ?" tawar ricko.


" ah benarkah boleh juga dibagian ini sakit sekali" chandra menunjukkan ke pinggang kirinya.


lalu ricko menepuk bagian itu dengan kuat hingga chandra memekik.


" aahhhh"


" kau mau membunuhku ya " gerutu chandra.


" kau belum tumbangkan ? aku tau dimana pukulan yang dapat mematikan" ujar ricko.

__ADS_1


" dasar manusia tak punya hati" umpat nya.


__ADS_2