Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
kau harus sembuh


__ADS_3

nita dan fahri menoleh kesumber suara " ricko" ucap nita.


fahri berdiri dari hapapan nita dan menaruh bekas perban nita di di wadah kaleng " kakinya kesakitan jadi aku membantunya menghanti perban" jelas fahri.


" terima kasih untuk itu . bisakah kau tinggalkan kami berdua?" tanya fahri.


fahri pun menoleh ke arah nita , ricko melihatnya sepertinya dia sedang kesal lalu fahri keluar .


" ricko ... kau..kau jangan salah paham aku .."


" duduklah aku ingin memeriksanya" tegas ricko.


" tapi tadi dokter fahri sud..."


ricko menatap nita dengan dingin nita pun diam tak lagi bicara dia duduk di kursi itu, ricko pun mendekati istrinya berjongkok dihadapannya. dia mengangkat kaki kanan nita itu lalu melepaskan flat shoesnya.


" ricko apa yang kau lakukan?" tanya nita ketika ricko membuka perban itu.


" ricko ... ini sudah diganti kau tidak perlu menggantinya" gumam nita.


ricko tetap tidak mendengarkan nita dia pun berganti mengobati kaki nita dan memasangkan perban.setelah selesai dia mendongakkan kepalanya lalu menatap wajah istrinya.


nita menelan ludahnya kasar , wajah ricko benar-benar tidak bisa dipahami sekarang.


" lain kali panggil aku , ini tugasku bukan dokter fahri. tidak boleh ada pria lain yang menyentuhmu selain diriku" tekan ricko diujung kalimatnya.


" ricko dokter fahri hanya membantuku" ujar nya.


" lalu apa kau menyukainya? " tanya ricko.


" ricko ada apa denganmu ! kau berbeda sekali hari ini. aku tidak bisa menolak kebaikan dokter fahri " jawab nita yang agak meninggikan suaranya.


" kenapa ? kau bisa menolaknya banyak cara untuk menolaknya" tegas ricko.


" dia sudah menolong ku , kau tau beberapa hari yang lalu jika tidak ada dia aku tidak tau apa yang terjadi padaku sekarang. kayu berukuran besar akan jatuh tepat di kepalaku. tapi dia segera menolongku dan mengenai tubuhnya. aku merasa sangat berterima kasih padanya dan tidak bisa menolak kebaikannya" jelas nita .


" kenapa sore ini kau seperti orang yang berbeda. apa kau tidak mempercayai aku?" lirih nita.


" kalau begitu aku akan mengucapkan terima kasih padanya karena telah menyelamatkan istriku. tapi kau tau aku juga tidak bisa melihat istriku disentuh dan dilirik oleh pria lain. hatiku sangat panas ketika pria lain tidak bisa melupakan cintanya untuk istriku , dia masih mencintamu sayang" kata ricko yang tak mau kalah itu juga.


" lalu aku harus apa ? aku tidak bisa menghentikan cinta itu untukku pada dirinya. aku juga tau dia masih memiliki perasaan padaku, tapi aku tidak mau menyakiti hatinya lebih dalam karena itu akan membuat ku seperti perempuan yang paling sempurna yang marah dan tidak suka jika didekati seseorang"


" kita sudah menikah semua orang tau itu, aku mencintaimu kau juga mencintaiku tidakkah cukup untuk kehidupan pernikahan kita ? " tanya nita .


" aku tau kau mencintaiku, tapi tetap hatiku merasa gelisah ketika dia berdekatan denganmu. aku ingin kau tetap menjadi istriku aku tidak mau orang lain menatapmu " tegas ricko.


" itu berarti ... kau meragukan cintaku" lirih nita, dia menghapus air matanya yang jatuh ke pipi lalu berdiri dan meninggalkan ricko sendirian di dalam tenda.


ricko hanya bisa menatap nita yang pergi itu, dia pun terduduk di kursi itu lalu menghembuskan nafas kasarnya.


karena hari mulai gelap nita yang sedang marah itu ingin sekali pergi menenangkan diri ke tempat sunyi namun tempat itu sangat sunyi dan gelap jadi dia tidak bisa pergi kemana yang menurutnya nyaman.


dia berjalan menyusuri jalan desa seorang diri, namun ketika itu ada suara rintihan di sebuah rumah yanh sedang dia lewati itu.


dia berhenti untuk mendengarkan lebih jelas .


" tolonggg" lirih suara itu.


" apa itu ? tidak mungkin hantu kan" gumamnya yang mulai ketakutan itu.


" ah nita bodoh sekali mana ada hantu " ucapnya.

__ADS_1


" tolong akuu" lirih nya lagi.


" oh ya ampun sepi sekali " dia melirik kesana kemari namun tidak ada orang .


dia pun memberanikan diri mendekati rumah batu yang setengah dindingnya telah hancur " tolongg"


" suara nya seperti aku mengenalnya " pikirnya.


dia membuka pintu lalu memasuki semua kamar dengan hati-hati dan senter handphone yang dia bawa.


" ada orang?" teriaknya.


" disini" ucap orang itu dengan suara yang lemah.


" kau dimana ?" teriaknya lagi.


dia melihat kaki yang berada di bawah tumpukan reruntuhan dinding dan melihat ada begitu banyak darah yang keluar.


" kau masih hidup?" tanyanya yang kemudian berusaha mengangkat bebatuan itu seorang diri. dia keberatan namun dia harus berusaha menyelamatkan orang itu " aku butuh bantuan" ucapnya.


" tolonggggg" teriak nita sekuat mungkin .


" tolongggg ada korban disiniiii" teriaknya lagi.


" bertahanlah aku akan memanggil yang lainnya" katanya dan bergegas berlari menuju ke tendanya.


dia berusaha secepatnya berlari hingga tak memperdulikan kakinya yang berdarah lagi itu, dia menahan rasa sakit itu untuk orang lain.


" tolongggg" teriaknya.


semuanya pun keluar dari dalam tenda dan juga ricko yang sebenarnya baru pulang mencarinya " ada apa dokter? " tanya kapten dirga.


" sayang ada apa?" tanya ricko khawatir.


" apa ? diko , felix , ibram ayo kita kesana" tegas kapten dirga.


" ayo dokter tunjukkan jalannya" kata dirga.


" hhm ayo"


dia pun berlarian lagi semuanya berlarian ricko juga berlari namun ketika melihat kaki istrinya berdarah dia membulatkan mayanya.


" sayang kau harus berhenti kakimu berdarah" teriak ricko.


" maaf ricko itu tidak lebih penting dari orang itu" ucapnya dalam hati.


" dokter benar kakimu berdarah" kata ibram.


" biarkan saja cepat orang itu kesakitan" kata nita.


" dia memang benar-benar dokter sejati" ucap dirga dalam hati.


setelah sampai disana nita menunjukkan keadaan orang itu benar saja darah yang kental berlamburan di lantaii yang putih itu.


keempat kapten itu dan ricko membantunya mengangjat reruntuhan. hingga dapat dilihat seorang pria yang memakai pakaian bagus namun kepalanya tidak bisa dilihat karena darah yang bercucuran.


" kita harus membawanya ke tenda medis" kata ricko.


" kenapa aku merasa dekat dengannya" pikir nita.


nita memperhatikan keseluruhan tubuh pria itu namun matanya berhenti ketika melihat cincin di jari pria itu.

__ADS_1


" cincin itu . itu cincin yang sama dengan bunda" pikir nita.


dia pun menghampirinya dan menyentuh tangan pria yang berlumuran darah itu.


" sayang apa yang kau lakukan?" tanya ricko.


nita memegang tangan pria itu dan menyentuh jari manis yang ada di tangan pria itu. dia mengelap cincin yang ada darahnya itu dengan tangannya. ada sebuah nama dibalik itu "H&A" .


" ayah" ucapnya dalam hati.


dia pun memberanikan mengusap kepala pria itu menggunakan tangannya. " sayang apa yang kau lakukan ?" tanya ricko yang kemudian tangannya mencegah tangan nita.


" lepaskan aku" teriak nita, dia mengusap lembut pipi orang itu.


" ayah" lirihnya nanar , matanya berkaca-kaca saat melihat itu, rickopun menoleh betapa terkejutnya itu adalah mertuanya.


" ayahhhh" teriak nita lagi.


" ayah" gumam ricko.


" hiks...ayah kenapa kau ada disini " isaknya yang kemudian memeluk ayahnya membuat bajunya terkena darah itu.


" itu ayahnya dokter" ucap tentara yang lain. mereka juga terkejut karena itu.


" ayah... katakan sesuatu ayah hiks...hikss " isaknya.


" anakkku" lirihnya.


" ricko cepat bawa ayah sekarang tolong selamatkan dia hiks...hiks..hikss" dia mencengkram kuat bahu ricko.


" sayang tenanglah ... ayah akan baik-baik saja " kata ricko.


" tolong bantu aku membawanya" kata ricko pada tentara.


" ayo...ayo " kata mereka.


nita tak henti-hentinya menangis ketika melihat bekas darah ayahnya itu , ada baju dan tangannya. dia masih meratapi itu, ricko menggandeng tangannya " ayo " ajak ricko.


sesampainya di tenda medis , ayahnya sudah ditaruh di brankar , nita terus memegangi tangan ayahnya.


" nita" lirih ayah ketika dia akan memasuki ruang operasi.


" jangan katakan sesuatu kau harus sembuh hiks..hiks" isak nita.


" maafkan ayah, ma..maafkan segala kesalahan ayah" lirih ayahnya.


" ayah bukan ayah yang baik untukmu" nita terus menangis menggengam tangan ayahnyanya.


" diamlah atau aku tidak akan pernah memaafkanmu. kau harus operasi kau harus sembuh" isak nita.


adi menggelengkan kepalanya " ayah munkin tidak bisa menatapmu lagi setelah ini"


" apa yang kau katakan kau tidak boleh berkata seperti itu"


" ricko" lirih adi.


ricko segera mendekat dan adi berusaha meraih tangannya " tolong jaga putriku...aku sangat mempercayaimu , buat dia bahagia tolong jangan sakiti dia . aku sudah cukup menyakitinya selama ini"


" sebelum ayah mengatakan itu, aku sudah melakukannya " balas ricko.


" hiks...hikss ayah" isak nita .

__ADS_1


" kasihan sekali dokter nita" ucap suster loli dalam hati.


__ADS_2