
dengan hati-hati mereka ber-9 menyeberangi sungai itu. kecuali kapten dirga dan dokter fahri yang berjalan sendiri dan juga felix .
" aww" nita merasa kakinya tertusuk sesuatu hingga hampir kehilangan keseimbangan dengan sigap kapten dirga , fahri dan ricko disebelahnya langsung memegangnya.
ketiga pria itu menyentuh tangan nita untuk menyangganya , mereka bertiga saling bertatap satu sama lain.
" kau baik-baik saja?" tanya fahri dan dirga bersamaan.
" sayang kenapa?" tanya ricko.
" apa ini ? bukan cinta segitiga tapi segi empat " kata felix.
nita meringis kesakitan namun dia masih menahannya " entahlah aku rasa kakiku tertusuk" desis nita.
" apa kalian tidak akan melepaskan nya?" tanya ricko pada dua orang itu.
mereka berdua melepaskan tangannya , ricko pun menggendong tubuh nita benar saja kakinya berdarah karena dia hanya memakai flat shoes saja.
" ya ampun dokter kakimu berdarah" kata dian.
" iya banyak sekali" timpal dian.
setelah menyeberangi sungai itu ada sebuah batu besar disana, ricko mendudukkan istrinya disana lalu dia melihat luka istrinya.
suster dian dan loli pun juga melihat keadaan itu .
" ricko kakiku tertusuk apa?" desis nita.
" sayang ini kaca ini cukup dalam" kata ricko.
" dokter biasanya memakai sepatu kets kenapa hari ini tidak pakai?" tanya loli.
" sepatu ku robek " jawab nita.
" sayang aku akan menarik ini , ini akan sakit sebentar " kata ricko.
nita memejamkan matanya , fahri dan dirga seperti tidak tega melihatnya. nita menutup mulutnya ia menarik nafas lalu membuangnya pelan-pelan
" ahh" dia mendesah kesakitan ketika kaca itu telah dicabut.
darah nya begitu banyak ricko membersihkan darah itu dan memberinya betadine , lalu dia membalutnya dengan perban.
" bagaimana ini perjalanan kita masih ada sekitar 20 menit lagi" kata ibram.
" aku tidak apa-apa jangan berhenti aku akan tetap kedesa " kata nita.
" sayang apa kau yakin?" tanya ricko.
" hmm aku yakin lagipula lukanya ada ditengah telapak aku masih bisa berjalan" kata nita.
" baiklah ayo kita lanjutkan " kata dirga.
semuanya pun berjalan , ricko membantu nita berdiri dan berjalan berdamping. sejujurnya dia masih sakit menahan itu tapi dia tidak boleh berhenti luka yang lain lebih sakit daripada kakinya.
" jika sakit katakan jangan dipaksa" kata ricko.
" hmm "
" lama juga sakit sekali" ucap nita dalam hati, ricko melihat raut muka istrinya itu dia tau betul watak istrinya kemudian tanpa bicara lagi dia menggendong nita.
__ADS_1
" ricko aku baik-baik saja" kata nita.
" diamlah atau aku akan marah" suara ricko kecil namun sangat tegas.
nita tidak berani lagi bicara ketika ricko telah berkata seperti itu.
" sini aku yang bawa tas medisnya" kata fahri.
" ricko turunkan saja aku " kata nita.
" tidak usah ini tidak berat, sayang diam" tegas ricko.
setelah 20 menit mereka sampai di desa Bawah banyak sekali rumah yang hanya tinggal atap saja, lebih parah dari desa sebelumnya.
" ricko turunkan sakitnya sudah reda " pinta nita.
akhirnya ricko pun menurunkannya " hati-hati" ucap ricko.
" semuanya memiliki 1 walkie talkie, kita akan terhubung satu sama lain ketika kalian menekan tombol 01 " kata dirga.
diapun membagikan walkie talkie itu , dia mengetes nya dan benar walkie talkie itu bersuara.
" kita akan mencar disana sudah ada tenda medis namun hanya para dokter magang sebaiknya kalian cek dulu keadaan para pasien disana " kata dirga.
" baik" jawab mereka.
" diko, ibram , felix kita harus mencari korban yang masih tertimbun didalaam" jelas dirga.
merekapun bergegas menuju ke pekerjaan masing-masing di dalam tenda medis nita, ricko dan fahri memeriksa keadaan pasien dibantu oleh dua suster itu.
" dokter...dokterrrr " para 3 tentara itu membawa tandu korban seorang wanita yang tak sadarkan diri , ada begitu banyak luka ditangan dan dikakinya.
" bawa dia masuk kedalam" kata fahri.
" nita apa kau bisa bantu aku?" tanya nya .
nita pun menoleh " apa ada pasien lagi?" tanya nita.
" hmm " fahri menganggukkan kepalanya.
" baiklah aku datang" nita tersenyum kepada pasien yang sedang berbicara dengannya tadi lalu masuk kedalam untuk menangani pasien tadi.
...
" dokter ricko bagaimana keadannya?" tanya kapten dirga , saat ini mereka ber 5 dengan tentara ibram, felix dan diko tengah berada di sebuah rumah yang sudah hancur dibagian dinding dan atap yang mulai rapuh.
" kakinya tetanus , aku sudah memberi obatnya. namun aku harus melakukan CT Scan usia anak ini sekitar 10 tahun tulangnya masih rentan" jelas ricko.
anak itu meringis kesakitan , karena tertimpa batu dinding rumah.
" nak apa kakimu ada rasa?" tanya ricko .
" sakit" rengek anak itu.
dia pun menyenggol pelan area kaki itu, tapi anak itu tidak kesakitan " kita angkat runtuhan ini berada di tumpukan ini selama 3 hari membuat kakinya kehilangan rasa" jelas ricko.
" baiklah ayo angkat" kata dirga.
mereka ber 5 pun bergotong-royong memindahkan anak itu. setelah bisa dia langsung diangkat menggunakan brankar.
__ADS_1
....
" bagaimana aidan nathan apa kalian sudah ada kabar tentang ayahmu?" tanya bunda.
" belum bunda... tidak ada yang tahu ayah kemana, aku sedang mengkooridinirnya dengan para pasukan khusus dan dokter disana yang membuat data para korban" jawab aidan.
" nita dan ricko juga disana , jika telah menemukan ayah pasti mereka akan mengabari kita " kata iren.
" ada begitu banyak korban jiwa , mereka membantunya tetapi kecil kemungkinan kalau mereka yang menemukan ayah" timpal nathan.
" ya allah selamatkan dia dimana pun dia berada" ucap bunda dalam hati.
...
" huft kakiku sakit nya kambuh lagi ... aku terus berlari kesana kemari " desis nita yang baru saja duduk disebuah kursi itu.
" kakimu sakit?" tanya fahri.
" eh iya dokter " jawab nita yang mendongak ke atas itu.
" perbannya sudah kotor , aku akan menggantinya" fahri berjongkok dihadapan nita lalu mengambil kakinya.
" tidak dokter tidak apa-apa biar aku saja" tolak nya.
" diamlah ini akan tetanus jika tidak diganti, lagipula ingat kata dokter andika sebelum menyelamatkan orang selamatkan diri dulu agar bisa membantu yang lain" katanya yang tengah melepaskan perban itu.
nita hanya diam saja mendengarnya , kaki putihnya itu berubah jadi merah ketika darah perbannya terkena area kaki.
fahri berdiri mengambil sebotol aqua lalu membuka dan mencuci kaki nita " dokter yang ini biar aku saja aku tidak enak " kata nita.
" sudahlah tidak apa" imbuh fahri.
" dokter fahri belum makan kan dari siang ? ini sudah jam 6 makanlah dulu " ujar nita dengan suara lembut.
" setelah ini aku akan makan" balas fahri.
" ini" nita memberikan sebungkus biskuit dari dalam saku bajunya.
" aku selalu membawa biskuit di dalam sakuku. ambilah ini anggap saja untuk rasa terima kasihku" ujar nita.
fahri menerima bungkusan biskuit berwarna merah itu " terima kasih" ucapnya lembut.
" aww " ringis nya.
" oh maaf aku menekan lukanya " kata fahri.
" selesai "
fahri memakaikan flat shoes itu lagi pada nita, dan menghadap kedepan dalam keadaan masih berjongkok.
" kau harus hati-hati aku tidak suka kau terluka" katanya.
" terima kasih dokter , aku akan hati-hati" jawab nita.
" sayang" panggil ricko
mereka berdua menoleh mendapati ricko yang tengah berdiri di hadapan mereka.
" ricko " gumam nita.
__ADS_1
" bukannya kau sedang bersama dengan kapten itu" kata nita.
" apa istriku suka diperlakukan begitu lembut oleh pria lain?" ujar ricko.