
" kau akan pulang kemana ? aku akan mengantarmu ?" tanya aidan kepada tiara ,
setelah selesai membayar biaya rumah sakit kini tiara dan aidan berada di halaman rumah sakit. tiara nampak diam seperti memikirkan sesuatu, tentu saja dia harus berpikir kemana dia harus pulang tidak mungkin kembali kerumahnya.
" tiara ...tiara " ucap aidan sedikit berteriak.
" ah ya " tiara terkejut dan membuyarkan lamunannya.
" aku akan mengantarmu tapi katakan dimana alamatmu?" tanya aidan.
" aku... hmm antar saja ke rusun dekat supermarket diperempatan sana " kata tiara.
" memangnya disana ada siapa?" tanya aidan.
" iya , aku akan tinggal ditempatnya sebelum dia kembali" jawab tiara .
" baiklah aku akan mengantarmu "
shitt
mobilnya berhenti tepat di depan pos penjaga rumah rusun, aidan memperhatikan kedepan melihat-lihat kondisi rusun itu.
" apa kau yakin akan tinggal disini?" tanya aidan.
" iya , kenapa? jelek ya. ini sudah lebih dari cukup lagipula tempatnya bersih tidak seperti rusun lainnya " kata tiara.
" terima kasih sudah mengantarku , kau tidak perlu masuk mengantarku"
tiara membuka pintu mobil, berbalik sekilas seraya tersenyum pada aidan. dan dia pun berjalan masuk menaiki tangga.
" dari pakaiannya dia terlihat orang yang mampu , tapi kenapa dia tinggal disini" pikir aidan.
" ck sudahlah kenapa juga aku pikirkan" lanjutkan hingga dia menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobilnya menuju kerumah nita.
dia sudah dipesan oleh bunda untuk sering-sering mengunjungi adiknya. takut jika ricko akan bekerja jadi nita hanya sendirian.
***
" cup...cup..cup jangan nangis ya sayang anak pintar " nita berusaha menenangkan anak laki-lakinya yang menangis itu .
" sayang sini berikan , kau pasti lelah kan . sekarang berikan susu untuk baby Ri saja " ujar ricko.
" ah iya baiklah, dia belum menyusu dari pagi " timpal nita.
dia memberikan baby Re pada ricko sedangkan dia mengambil baby Ri di dalam box bayi dan mulai menyusuinya .
memang baby Ri terlihat lebih tenang dan tidak mudah menangis dibandingkan dengan Baby Re.
dilain sisi ricko juga sedang berusaha menangkan nya , mengusap lembut pipinya dan menepuk-nepuk pelan baby Re.
" sayang bagaimana kalau kita sewa baby sister saja ? dengan begitu kau akan terbantu" ujar ricko.
" tidak perlu , aku ingin mengurusnya dengan tanganku sendiri. aku tidak mau masa bayinya terlewatkan begitu saja tanpa campur tangan diriku " tolak nita.
" baiklah aku tidak memaksa" saut ricko.
" aku tadi sudah memasak sayur bayam , setelah ini makan ya agar ASI nya lancar" ujar ricko.
" iya ricko" jawab nita.
" lihatlah mata nya sangat mengantuk sebentar lagi pasti dia akan tertidur " kata nita yang melihat baby Re itu.
" iya ... dia anak yang pintar " ujar ricko kemudian mencium anaknya.
" hoam" nita menguap merasakan mata kantuknya.
__ADS_1
karena semalam dia tidak bisa tidur nyenyak karena anaknya yang kadang-kadang buang air besar dan juga kecil.
melihat itu ricko menaruh baby Re ke dalam box karena sudah tidur. dia menghampiri nita dan duduk disebelahnya.
" senderkan kepalanya disini sayang" ricko menepuk dadanya agar nita merebahkan kepalanya disana.
nita pun menurut , lalu tangan ricko mengelus kepala nita.
" pasti lelah kan , aku tidak menyangka mengurus bayi kembar juga tidak mudah. aku akan terus membantumu agar tidak terlalu lelah " gumam ricko pelan.
" ini sudah jadi kodrat ku , menjadi seorang ibu dari anak kembar. anak-anak masih bayi jadi wajar kita kesulitan. tapi coba bayangkan kalau sudah besar , kita hanya mengawasi anak-anak yang bermain bebas dilapangan " ucap nita.
" lalu kita ... apa yang akan kita lakukan setelah anak-anak besar nanti?" tanya ricko
" hmm sudahlah aku tau pikiranmu " ujar nita
ricko tersenyum manis dan memeluk nita , nita merasa kalau bayi Ri sudah kenyang dan malah tertidur , dia berdiri dan menaruhnya di dalam box.
" ricko aku mengantuk , biarkan aku tidur disini ya " ucap nita yang menyenderkan kepalanya di bahu ricko.
" hmm tidurlah " gumam ricko.
setengah jam kemudian , nita masih tertidur di bahu ricko , sedangkan ricko memainkan ponselnya namun terdengar suara bel diluar rumah.
" ting "
ricko menoleh ke arah nita lalu hati-hati dia memindahkan kepalanya dan menidurkannya di sofa. dia segera turun ke bawah untuk membuka pintu.
ceklek
" hay " ujar aidan.
" bunda menyuruhku datang melihat keadaan nita apa dia baik-baik saja?" tanya aidan yang sudah menyelonong masuk begitu saja.
" baru saja tidur dikamar atas" ujar ricko .
ricko pergi ke arah dapur untuk membawakan minuman, karena dirumah ada minuman botol jadi dia mengeluarkannya.
" jika kau bekerja bagaimana dengan nita apa dia akan mengurus anak-anak sendirian?" tanya aidan.
" 3 hari lagi aku baru kerumah sakit. dan nita cuti nya 3 bulan lagi, katanya kak irene akan kerumah setiap hari membawa arga juga " jawab ricko.
" oh begitu , bagus juga kakak ipar dirumah tidak ada teman jadi dengan begini setidaknya ada orang yang diajak berinteraksi "
***
keesokan harinya.
tiara sudah mendapatkan pekerjaan menjadi pelayan disebuah cafe biasa. dia sedang mencuci gelas gelas , namun bunyi pesanan membuatnya menghentikan aktivutas itu.
dia segera mengkonfirmasi pesanan itu kepada koki dan mengambil pesanan lainnya untuk dibawa ke meja pemesan.
dengan senang hati dan penuh syukur dia jalani kehidupan ini, tidak mengeluh dan tetap bekerja keras demi kebutuhannya sendiri.
" selamat menikmati" ucapnya setelah menyajikan makanan di meja.
" terima kasih" ucap mereka.
tiara segera meninggalkan meja itu tak lupa dengan senyuman manisnya , dia kembali ke dapur dan berdiri menatap para konsumen yang sedang menikmati makanan itu.
" tiara kau sudah makan ? ini sudah siang makanlah " ujar seorang pria yang tak lagi muda.
" oh iya bos , sebentar lagi " jawab tiara.
" baiklah saya keluar dulu nanti handle cafe dengan kak tian ya "
__ADS_1
" iya bos "
" dia mirip dengan ayahku " ucapnya seraya tersenyum.
" pelayan" pangil seseorang yang berada di meja nomor 7.
dia segera berlari untuk menemuinya " bisa saya bantu ?" tanyanya sopan.
" iya saya pesan espresso , dan red velvet juga tolong tambahkan es krim vanila" pintanya.
" baik pesanan akan tiba " ucapnya.
" kenapa aku seperti mengenal suara itu " kata pria tersebut.
tak butuh waktu lama pesanan pun datang, tiara menyajikannya. karena dia memakai topi hingga matanya tidak terlalu terlihat.
" tiara" panggil orang itu.
tiara segera mendongak hingga mereka saling menatap satu sama lain " kak Galang " ujar tiara.
" tiara kenapa kau bekerja disini ? ini tidak pantas untukmu" kata galang yang berdiri sambil memegang tangan tiara.
" lepaskan kak jika ada yang lihat semuanya akan salah paham lagi" cegah tiara.
" tiara dengarkan aku dulu... aku tidak mencintai aini aku hanya mencintaimu " tegas galang.
" kek lepaskan " desis tiara.
byurrr
espresso dingin yang dipesan oleh galang tumpah begitu saja wajah tiara. dia menutup mata , hingga semua tertuju pada seorang perempuan yang sangat high class terlihat sangat marah.
" masih berani kau menyentuh calon suamiku ? dasar perempuan tidak tau diri" aini menjambak rambut tiara dengan kasar.
" kakak sakit lepaskan kak" rintih tiara.
" diam ya tiara .. aku sudah lelah dengan sikapmu ini , aku bukan kakakmu ingat statusmu kau anak dari selingkuhan ayahku. aku membencimu dan sekarang kau mau merebut kekasihku" bentak aini yang masih terus menjambak rambut tiara.
" aini hentikan...kenapa kau menyakitinya " bentak galang.
" kau berani berteriak padaku ? kau tau aku calon istrimu kalian berdua sama-sama bejad " teriak aini.
" kakak aku tidak ada hubungan apapun dengan kak gilang tolong lepaskann" rintih tiara.
" jangan sekali kali menyebut nama gilang dari mulut kotormu , aku akan memberimu pelajaran tiara "
plakk (tamparan di pipi kanan)
plak ( tamparan di pipi kiri)
" wah perempuan itu kejam sekali" gumam orang yang ada disana.
" tiara hentikan " tetiak galang , sedangkan tiara dia hanya menangis saja.
" kalian semua rekam perempuan ini, perempuan tidak tau diri. ibunya menjadi simpanan ayahku hingga melahirkan putri kotor seperti dia dan sekarang dia berusaha merebut calon suamiku " teriak aini.
" aini" teriak galang yang kemudian menorong aini hingga terjatuh , perlakuan galang itu membuatnya sangar murka.
" galang ! apa kau sudah tidak waras ha ? aku calon istrimu aku yang akan kau nikahi aku juga mencintaimu kenapa kau membelanya ha ? :" aini menarik kerah baju galang.
" aku tidak mencintaimu ... aku hanya mencintai tiara " teriak galang.
" apa ?" suara aini sangat lemah berbanding terbalik dengan tadi.
" kau ... " aini melirik ke arah tiara rajam lalu berhalan menghampirinya.
__ADS_1
dia sudah mengangkat tangan untuk menampar tiara , namun ketika sudah dekat di pipi tangan seseorang mencekalnya.