Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
mencari bukti baru


__ADS_3

dimeja makam itu nita makan bubur itu buru-buru sekali , sepertinya dia memakan tanpa menelan lagi, lalu menghabiskan segelas air putih dan berdiri. karena ricko sedang memakai sepatu dia tidak melihat istrinya yang makan seperti bebek itu, kalau lihat dia pasti akan melarangnya.


" selesai" kata nita lalu tersenyum kearah ricko dengan bubur yang masih ada di area bibir.


ricko melongo melihat itu , bagaimana tidak istrinya sudah besar tapi tetap saja menyisakan makanan di bibir.


" apa istriku ini masih bayi hmm " dia memajukan tubuhnya dan nita memundurkan tubuhnya kebelakang lalu ricko mengelap pelan bibir itu dengan tangannya.


nita memejamkan matanya , ricko tersenyum lebar melihatnya. " kenapa menutup mata ? apa istriku sedang mengharapkan sesuatu?" goda ricko.


" aih sudah lah ini masih pagi jangan terus menggoda ku " ujar nita. lalu ia menggandeng tangan ricko untuk mengantarnya kerumah sakit.


setelah sampai dirumah sakit ricko mengantar nita sampai ke depan resepsionis rumah sakit, lalu mengecup kening nya " sampai jumpa " ucap ricko.


" hmm sampai jumpa " balas nita.


" astaga dokter kalian berdua membuatku iri , seandainya aku sudah menikah" desis suster mia.


" mau aku carikan ?" goda nita.


" mau mau tapi yang seperti dokter ricko , yang romantis" saut mia.


nita pun membisikkan sesuatu pada mia , membuat mia melotot ricko curiga apa yang sedang istrinya katakan pada mia dia berusaha mendengarkan itu namun nita segera melotot.


" tidak baik dokter ricko kalau mendengar percakapan orang lain " ujar nita.


" sudah ya aku bekerja dulu" pamit nita.


lalu dia pergi bersama suster mia , sedangkan ricko masih berdiri melihat kepergian istrinya bersama mia yang sedang bersenda gurau itu.


matanya menatap sekitaran rumah sakit itu, sudah seminggu rasanya tangannya gatal untuk membedah dia menatap tangannya yang seperti kaku itu. sampai kapan dia harus menunggu keputusan sidang.


drtt...drttt


"handi message"


" bisakah datang ke perusahaan ? kita harus membicarakan hal terkait perubahan saham kita "


***


di kantornya setelah rapat selesai ricko duduk sofa ruangannya seorang diri, dia terus memikirkan bagaimana caranya untuk mengembalikan nama baiknya dirumah sakit.


sebenarnya dia bisa memberikan uang ganti kepada keluarga pasien itu , namun hal itu tidak termasuk dalam prinsipnya. yang benar akan menang dan yang salah akan kalah.


" kenapa kau seperti pria patah hati" tanya handi yang masuk membawa camilan itu.


" kau memikirkan masalah rumah sakit ya ?" tanya handi.


" hmm"


" beritamu viral di media saat memukuli keluarga pasien itu , apa di rumah sakit tidak ada cctv ?" tanya handi.


" ada banyak tapi, waktu itu cctv di bagian parkiran sedang rusak jadi tidak ada bukti " jawab ricko.


" lalu ? disanakan banyak mobil yang terparkir pasti punya kamera dashbore " kata handi.


mendengar kamera dashbore ricko punya jalan , dia harus menemukan salah satu mobil yang terparkir untuk mengambil bukti.


" ada begitu banyak mobil disana plat nya juga aku tidak lihat" jelas ricko.


" tunggu ... waktu aku lihat video dia mendorong nita dia memarkirkan mobilnya di dekat mobil para dokter , mungkin salah satu dokter yang bertugas waktu itu punya rekamannyam . aku pergi dulu" ricko langsung keluar tanpa mendengarkan apapun lagi dari handi.


" dasar keponakan kutuuuuub tidak terima kasih " umpat handi lalu memakan keripik itu.

__ADS_1


***


ricko kembali kerumah sakit , dirinya ingin melihat absen para dokter waktu kejadian itu , dia masuk keruang administrasi para dokter dan melihat komputer siapa saja yang masuk waktu itu.


setelah melihat absen dikomputer dia membaca kesuluran daftar hadir para dokter ada 120 dokter yang masuk waktu kejadian itu, namun dia harus meminta 120 rekaman itu.


dia mencetak daftar hadir itu lalu segera mengirimnya ke grup rumah sakit untuk semua para dokter mengumpulkan kaset rekaman.


" aku harap ini bisa membantu" gumam ricko.


ini sudah sore sekalian dia menunggu nita, di dalam mobil , dari dalam dia melihat keluarga pasien yang berseteru itu dengannya sedang mengambil mobilnya yang diparkirkan dekat mobil dokter.


" hanya sedikit lagi"


sedangkan didalam nita sedang mengganti jubah dokternya menjadi baju biasa saja , dia melihat kaca dan menguncir rambutnya yang panjang itu dia lihat jam sudah pukul 6 lalu mengambil tasnya dan keluar.


dia berjalan sendirian namun di saat yang sama edisa juga akan pulang , jadi mereka berjalan bersama tanpa ada yang berbicara sedikitpun.


" kau dijemput ricko?" tanya edisa.


" hmm" kata nita yang terus berjalan dan tidak menghiraukann edisa.


" kenapa aku merasa ini seperti persaingan mendapatkan hati seseorang" ujar edisa.


" kita tidak bersaing dokter , aku sudah memilikinya " jawab nita.


" aku belum mengatakan perasaanku padanya, tapi jika dia memilihku maafkan aku kau harus melepaskannya" kata edisa.


nita berhenti lalu dia menatap mata edisa.


" aku memang mengatakan itu kemarin, tetapi aku yakin siapa yang akan dia pilih karena semalam aku sudah tau jawabannya " kata nita.


" semalam? apa kau memberitahunya ? ini tidak adil aku saja belum memberitahunya ?" tegas edisa.


" aku mengungkapkan perasanku kepadanya dan dia mengatakan kalau dia tidak akan pernah meninggalkanku , mungkin dokter edisa tidak tahu bagaimana hubungan kami yang sebenarnya " kata nita.


" maaf sekali dokter edisa , aku adalah istri ricko aku akan menjadikan dia sebagai pemilik hati dan tubuhku untuk selamanya " ucap nita dalam hati.


dari kejauhan dia melihat mobil ricko yang sudah terparkir rapi itu, dia berjalan lalu dari samping dokter chandra ikut dengan nita.


" eh dokter chandra " ujar nita.


" apa kabar ? bagaiamana ricko?" tanya chandra.


" baik dok , dia juga baik" jawab nita.


" kau tenang saja masalah ini akan selesai, kau terus nasehati saja dia. dia memang seperti itu tenang diluar namun didalamnya kadang gusar juga " kekeh dokter chandra.


" terima kasih dokter atas nasehatnya aku aken mendengarkannya " ucap nita.


" sayang" panggil ricko


kedua orang itu pun menoleh dan nita tersenyum lebar.


" apa istrimu tidak menungumu ? cepat pulang jangan nyangkut ke mana-mana" sindir ricko untuk chandra.


" hey apa mukaku ini muka playboy ? orang tampan begini" ucap dokter chandra dengan rasa percaya diri penuh.


" narsis" ejek ricko.


nita terkekeh melihat kedua teman itu saling mengejek satu sama lain ,dari jauh edisa melihat itu dalam hatinya dia iri melihat ricko bisa tersenyum dan tertawa seperti itu. karena dengannya ricko selalu bersikap serius.


" aku akan mengatakannya malam ini" desis edisa.

__ADS_1


***


" sayang besok mungkin para dokter akan mengumpulkan rekaman kamera dashbord nya , nanti dokter alex akan menitipkannya dengan mu " jelas ricko yang masih menyetir itu.


" hmm ada berapa banyak?" tanya nita.


" 120"


" 120? " nita membelalakkan matanya.


" kenapa ?" tanya ricko.


" jadi 120 rekaman itu akan diputar satu-satu, itu berarti semalaman kita harus bergadang" jawab nita.


ricko tersenyum lalu menaikkan kecepatan mobilnya karena jalan raya yang sepi memudahkan dia untuk menyetir dengan kecepatan sedikit tinggi.


***


" duduklah aku akan ambilkan air untukmu" kata nita yang menaruh tas nya di meja.


" sayang aku mau mie " ujar ricko.


" mie buatanku akan segera datang" ujar nita lalu mengedipkan satu matanya.


" jangan memulai duluaan" teriak ricko.


" begitu saja sudah kalah " saut nita.


nita membuka kertas penutup mie itu dan menuangkan air hangat kedalamnya. karena dia membuka mie goreng dia harus menunggu mie matang dan membuang bekas airnya.


sembari menunggu dia menyiapkan telur goreng untuknya , dia sudah lama tidak memakan nya , dia mencium aroma telur itu dengan seksama.


" enak sekali" gumamnya.


setelah selesai ia taruh 2 mie dan 2 telur dinampan lalu pergi duduk bersama ricko.


" mie sudah siap" kata nita.


" wah baunya sangat enak" ujar ricko.


" siapa dulu yang merebusnya heheh . tunggu sebentar aku bawa airnya " nita kembali mengambil air minum didapur .


" ini minumlah " dia menjulurkan air itu pada ricko.


setelah meminumnya kedua makan mie itu tanpa ada yang bersuara sedikitpun hanya suara tarikan mie yang masuk kedalam mulut.


drrttt...drttt


" Edisa Message"


📱" aku butuh pertolonganmu kau bisa datang ke dekat pantai"


nita melirik ke arah sms itu dia tau pasti edisa akan menyatakan perasaannya, seketika hatinya merasa buruk. dia tidak berselera lagi untuk makan. namun ricko belum membuka pesan itu hanya fokus menyantap mie saja.


" sayang kenapa tidak dihabiskan ini sayang loh" ujar ricko.


" aku sudah kenyang" ujar nita.


" ah masa bukannya baru beberapa sendok , sini aku suapi" tawar ricko.


" aku sudah kenyang nanti saja kalau lapar aku makan lagi" tolak nita.


" yasudah aku saja yang habiskan " ricko menuangkan bekas mie itu di wadahnya.nita menuangkan air mineral itu lalu meminumnya sekali tegukan.

__ADS_1


" ricko dokter edisa memberi pesan" ujar nita.


ricko pun menoleh kearah handphone nya yang sedari tadi tidak dia mainkan itu.


__ADS_2