
di dalam kamar mandi , nita memegang tespack itu yang hanya mengenakan mantel mandi saja. dia sudah memaruh urine di gelas plastik kecil dan akan siap untuk di tes .
namun ada keraguan dalam dirinya , ada rasa takut dan gelisah. beberapa saat dia diam lalu akhirnya memutuskan untuk mengeteskanya. dia masukkan tes itu kedalam urine sambil dia melamun.
" sayang.... sayang buka pintunya " gedor ricko dari luar pintu kamar mandi.
dia pun tersadar dan membuka pintu itu , " ada apa ?" tanyanya.
ricko menengok wajahnya ke dalam kamar mandi kemudian menatap nita " kotak tespack ini aku temukan di dalam tas " ujar ricko.
" oh itu .... ricko aku... " dia sangat ragu dan menghirup nafas dalam ketika ingin mengatakan.
" sayang apa kau hamil ?" tanya ricko.
" entahlah aku tidak yakin , mangkanya aku membeli tes itu " ujar nita sambil berjalan menuju ke arah tes urine itu.
ricko mengikutinya dari belakang, dan nita mengambil hasil tes yang belum keluar itu dia harus menunggu beberapa saat.
" kau tidak ingin hamil ?" tanya ricko yang bisa melihat raut wajah nita itu.
" ricko bukan begitu , aku ... aku belum siap sekarang aku hanya ingin fokus mengurus anak-anak kita yang masih kecil "
" lalu apa kau tidak meminum pil kontrasepsi?" tanya ricko.
" aku pernah meminumnya tapi rasanya tidak cocok setiap pagi kepalaku terus pusing , dan aku beralih ke suntik " jelas nita.
ricko menghembuskan nafas kasarnya, lalu memegang tespack itu. " apa yang membuatmu yakin kalau saat ini kau sedang hamil hmm " tanya ricko lembut dia menatap wajah nita dengan lembutnya.
" akhir - akhir ini aku sering mudah lelah dan juga suka mengantuk aku ingat yang kau katakan waktu pagi tadi jadi aku ingin mengetesnya " jawab nita.
" baiklah kita tunggu hasilnya sebentar lagi" jawab ricko.
dan ricko menggenggam tangan nita membawanya ke kamar lalu dia mendudukkanya di pinggiran ranjang. nita terus menunggu hasil sambil menundukkan kepalanya. sedang ricko dia memegang alat itu sambil sesekali melirik ke arah nita.
" sayang bagaimana jika hasilnya positif apa kau akan menerimanya ?"
" apalagi , tentu saja aku terima hanya saja aku takut tidak bisa mengurus mereka dengan baik nanti "
" jangan khawatir , kau punya seorang suami. jika nanti kita kesulitan aku bisa mengambil seorang pengasuh dari yayasan nanti " ujar ricko yang berusaha menenangkan nita dengan mengelus tangannya.
" sayang hasilnya akan keluar sudah ada tanda nya " kata ricko.
" astaga aku sangat gelisah " desis nita.
ricko sedikit melototkan matanya ketika melihat hasilnya , nita sangat penasaran dengan hasil dan raut wajah yang ditunjukkan oleh ricko itu .
" ricko katakan apa aku postitif ?"
" ricko ... sayang katakan " rengek nita.
" satu garis " jawab ricko.
" ha ? benarkah ?"
ricko menunjukkan itu dan diambil oleh nita , dia memandangi itu " berarti aku tidak hamil " gumamnya.
" ah syukurlah aku lega sekali , tadi aku sangat takut jika hamil"
" kenapa takut bukannya kau ada suami , soal mengurus anak kita bisa menyewa pengasuh "
__ADS_1
" aku tau kau akan membantu semuanya. tapi nanti saja kita sudah punya dua anak itu cukup kan ? "
" hmm memang cukup , tapi... jika mereka sedikti besar bolehkan aku minta satu lagi " ucap ricko dengan hati-hati seperti seorang anak kecil yang meminta sesuatu.
" melahirkan itu sangat sakit , tapi dia minta satu lagi " gumam nita.
" kau mengatakan sesuatu sayang ?" tanya ricko.
" tidak heheh tidak , kita bisa membicarakan itu nanti setelah anak - anak besar benarkan ? hoam .... ricko ini sudah sangat larut ayo kita tidur " dia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan itu tapi memang dia sudah mengantuk.
" baiklah tapi besok kita periksa kan , di dokter Andika aku takut ada sesuatu "
" aku juga dokter sayang , apa kau lupa ? " kata nita.
" iya aku tau , tapi kau akan bilang Ricko aku tidak apa hanya sedikit saja sebentar lagi sembuh ! itu kan yang akan kau katakan "
" hheheheh iya iya baiklah ayo kita tidur "
mereka berdua pun naik ke atas ranjang dan membenarkan posisi untuk saling memeluk dan ricko menyelimuti tubuh mereka.
***
" sudah berapa lama aku tidak kerumah ini ... rasanya sangat asing. apa didalam ada ibu ?" tiara berdiri di hadapan sebuah rumah yang cukup besar dan luas bergaya modern dan dipenuhi tanaman hijau di depannya.
" aini kapan kau akan bekerja , kita harus membayar listrik dan air . coba dulu masih ada tiara dia selalu yang membayarnya " kata perempuan yang kisaran berumur 45 tahun namun masih terlihat tampak muda.
mendengar ada suara ibunya dia pun menyembunyikan diri di sebuah pohon besar .
" lalu sekarang ibu ingin aku menjadi sepertinya ? aku lulusan Luar negeri bu mana mungkin bekerha ditempat biasa dan hanya menerima gaji yang kecil aku tidak mau " tolak aini.
" aini walaupun selama ini ibu tidak menyukainya. tapi harus ibu akui dia yang selalu menjagaku dan membiayai dirimu berkuliah , kita tidak pernah kekurangan jika ada dia "
" jadi ibu berubah pikiran tentang anak selingkuhan itu , apa ibu sudah lupa apa yang ibunya lakukan pada kita ? sampai kapanpun aku tidak mau dibandingkan dengannya , dan untuk pekerjaan ibu saja yang bekerja aku tidak mau bekerja dengan gaji yang kecil " ketus aini dengan sombong nya.
" putriku , setidaknya kita harus makan besok "
" kalau begitu jual saja perhiasan ibu itu kan ada banyak jangan terus menyuruhku. sudahlah lebih baik aku pergi " aini menyelonong berjalan ke samping rumah.
perempuan yang menjadi ibunya itu hanya bisa mengelus dada atas perbuatan putrinya itu. tiara melihatnya dengan rasa iba , dia ingin sekali menemuinya tapi dia yakin dia pasti akan diusir.
" ini semua karena laki laki itu , meninggalkan anak dan istri tanpa uang sepeserpun " ketusnya dan dia juga masuk kedalam rumah.
setelah melihat itu dia pun memberanikan diri untuk masuk kedalam rumah dengan hati - hati. ada beberapa barang yang harus dia ambil disana miliknya dan milik ibunya dulu.
dia berjalan menuju kekamarnya, kamar bernuansa putih itu dia sangat menyukainya dulu tapi sekarang itu sudah bukan lagi miliknya.
dia membuka ke dalam lemari lalu mengambil foto ibunya dan juga mengambil sebuah cincin. setelah selesai dia menutup pintu dengan hati -hati lalu berjalan perlahan menuju keluar.
" ada penyelinap yang mencuri dirumah nya sendiri " kata aini dari lantai atas.
" aini " gumamnya lalu dia menengok keatas.
aini tersenyum miring padanya lalu turun perlahan dari tangga " aku bukan pencuri" kata tiara.
" apa yang kau ambil dari rumah ku , kau sudah tidak punya malu kan " tuduh aini.
" putriku ada ap.... kau " teriak ibunya.
" ibu " kata tiara.
__ADS_1
" kenapa kau kembali , pergilah " usir ibunya.
" jangan khawatir aku akan pergi sekarang sebelum kalian mengusirku "
" kau mulai berani melawan ternyata. owh lihat pakaianmu kau melacur sekarang ?" tuduh aini sebelah mata dia mengelilingi sekitaran tiara. karena yang dia tahu baju tiara itu mahal.
kenapa tidak dia bisa membeli karena dia bekerja.
" aini " teriak tiara.
plak
" aku tidak suka ada orang rendahan yang berteriak padaku " tegas aini.
tiara hanya mengeram menahan rasa sakit di pipinya lalu dia pun membalas tamparan aini.
" jaga ucapanmu , aku memang rendahan tapi aku masih punya harga diri "
" kau sini ikut aku " aini menarik tangan tiara hingga kedepan pintu.
" aini... aini kau mau apakan dia" ibunya ikut berjalan di belakang mereka.
" lihat aku ... kau itu rendahan sekelas dengan pelacur juga ibumu. jadi jangan pernah menyentuh tubuhku yang suci ini aku pintar aku lulusan luar negeri tidak sepertimu kuliah saja tidak tamat jadi jangan berani - berani melawanku" aini terus menggoyangkan tubuh tiara .
sedangkan ibunya hanya melihat apa yang sedang dilakukan aini pada putri angkatnya itu . dia tidak berani melawan.
" lebih baik rendahan tapi punya adab daripada punya ilmu tapi tidak punya adab sepertimu. percuma ilmu yang kau dapat diluar negeri tapi tidak kau gunakan untuk mencari biaya hidup. siapa yang bodoh aku atau dirimu ? merendahkan orang sesukamu apa orang pintar selalu begitu ? jika begitu lebih baik aku menjadi orang bodoh " ungkap tiara yang melawan aini.
" pergi dari sini... jangan injakkan kakimu disini " dia mendorong tiara hingga kejalanan.
tinn
tiara menengok ke sebelah kanan ada sebuah mobil yang akan lewat. dia ingin berdiri tapi kakinya terkilir lalu terjatuh lagi.
" tiara kau baik-baik saja ?" aidan keluar dari dalam mobil nya.
" aidan " gumam tiara.
" apa kau gila ? mendorong orang sesukamu " aidan berdiri dan menatap aini tajam.
" apa dia pelacurmu ? hati - hati dia akan mengambil semua hartamu " kata aini yang sepertinya dia lupa dengan aidan.
" dia bukan seperti itu , tapi dia istriku " lantang aidan.
" istri " gumam ibunya.
" istri"
" ya , dia istriku berani sekali kau memukulnya hingga seperti ini "
tiara membantu tiara untuk berdiri dan dia merangkul pinggang tiara.
" apa kau menggodanya juga ? dasar ibu sama anak sama saja " umpat tiara.
" aini kau boleh mengatakan apapun tentangku tapi jangan pernah membawa ibuku. aku tidak pernah menyenggolmu sedikitpun " kata tiara.
" kalian dengar , ini hal terkahir yang aku lihat. jika kalian memperlakukan istriku seperti tadi aku akan mengambil jalur hukum " ancam aidan.
" ayo kita pergi " aidan menggendong tiara ala bridal style , tiara tidak menolak dan malah menggelantungkan tanganya di leher aidan.
__ADS_1
dia memasukkan tiara ke dalam mobil dan memasakan selt beltnya. " aku akan mengobatimu " gumam aidan.
" apa kau mencintaiku ?" tanya tiara.