Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Rencana Kejutan


__ADS_3

hari ini nita bisa bersantai karena kemarin dirumah sakit sangat sibuk beda lagi dengan hari ini. beberapa dokter tambahan sudah direkrut baru oleh rumah sakit melalui dokter alex , namun dia tetap masuk seperti biasa yaitu pagi dengan 2 rekan dokter lainnya.


dia sedang membereskan tasnya sekarang , dia sudah izin untuk pulang lebih cepat. karena ricko masih ada pasien dia pun memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan di kota jakarta.


dia mengelilingi pusat perbelanjaan seorang diri, tidak ada yang ingin dia beli tapi jika ada yang dia suka dia akan membelinya pikirnya.


berjalan ke berbagai stand hingga dia merasa lapar dan membeli burger dan minuman dingin. dia duduk di kursi itu melihat pertunjukkan anak - anak yang sedang bernyanyi.


dia tersenyum membayangkan anak - anak nya nanti seusia itu pastilah sangat menyenangkan. dia sudah bosan lalu berdiri dan membuang sampah makanannya tadi di kotak sampah.


dia mengeluarkan ponsel dari tasnya namun tanpa sengaja dia menabrak seseorang " maaf... maafkan aku " ucapnya sambil membereskan isi tasnya.


" tidak apa , apa kau terluka ?" tanya pria itu yang ikut menolong.


" tidak aku baik - baik saja " jawab nita


lalu mereka berdua sama - sama berdiri wajah yang tadinya tersenyum berubah menjadi datar " nita " ucap wendy.


" kau "


" kau dengan ricko ya ?" tanyanya.


" dia masih dirumah sakit " jawab nita tanpa memandang wendy.


" kau mengingatku tidak ?" tanyanya.


" ha "


" baiklah mungkin kau tidak mengingatnya , aku wendy sepupunya ricko yang waktu dulu kau menangis ingin aku mengajak ricko ke lomba melukis "


nita mengernyitkan dahinya berusaha mengingat semuanya, entah kenapa hanya beberapa ingatan saja yang dia miliki tentang masa kecilnya dan itupun hanya dengan ricko.


" kau ingat ?" tanya wendy lagi.


" maaf aku tidak bisa mengingat hal itu , aku harus pergi ricko menungguku " ucap nita.


" bisa kita bicara sebentar ? ini tentang ricko " setelah mengucapkan itu nita pun berhenti berjalan dan segera menoleh ke belakang.


" apa katamu tadi ? apa yang terjadi pada ricko " ujar nita.


dan sekarang mereka sudah di restoran , duduk saling berhadapan dan dua minuman tersaji disana. nita memutuskan ikut karena penasaran apa yang akan wendy katakan bukankah dia bilang sepupunya.


" aku sedikit mengingat tentang nama wendy ini , tapi benarkah dia sepupu ricko. kenapa aku tidak ingat " pikir nita .


wendy dari tadi memandangi nita yang asik dengan lamunanya sendiri hingga dia memegang tangan nita " kau baik - baik saja ?" tanyanya lembut.


" tidak baik seperti ini aku istri sepupumu , katakan saja apa yang kau ingin katakan " ujar nita yang segera menjauhkan tangannya dari wendy.


" baik..baik aku akan mengatakannya , kau mungkin tidak mengingatku tapi coba lihat ini " dia memberikan ponselnya dan nita menerimanya disana ada gambar mereka bertiga.


" kau yang waktu itu mendorong ricko " ucap nita.


" hmm tapi itu dulu, kenakalanku sudah berubah" balas wendy.


" katakan maksudmu " tanya nita yang tak mau mengulur waktu lagi.


" sebenarnya aku kesini hanya untuk mencari mu"


" mencariku ? "


" ya ! aku merasa sudah sangat jahat pada kalian. setelah aku merusak hidup ricko semuanya. dulu saat ricko akan mengajakmu pergi sebenarnya aku lah yang menahannya agar dia tidak pergi menemuimu"

__ADS_1


" jadi kau lah orang yang membuatku salah paham padanya selama bertahun - tahun" ucap nita dalam hati.


" ayahku ingin merebut perusahaan yang diberikan eyang untuk ayahnya ricko. dan sampai sekarang tetap tidak berhasil karena perbuatan jahat ayah dia di penjara sekarang. dan hanya tinggal aku , tadinya aku ingin mengambil lagi tapi ... aku tau sudah sangat membuat ricko menderita, dia selalu menolongku dari kemarahan ayahku sekarang aku ingin menebusnya "


" tapi kenapa ricko tidak pernah memberitahuku ?" tanya nita yang penasaran.


" karena dia pikir aku masih sama seperti dulu, yang jahat dan selalu merebut apa yang dia punya. dia takut aku akan melukaimu dan mengambil dirimu dari hidupnya. sepertinya dia sangat membenciku "


" jadi maksudmu kau bertemu denganku ingin meminta bantuanku agar ricko memaafkanmu ?"


" tadinya memang begitu, tapi sudahlah jika dia tidak ingin. 2 hari lagi aku akan kembali ke Amerika , apa yang aku katakan sebelumnya pada ricko itu semua hanya omong kosong karena aku ingin melihat apa dia masih membenciku atau tidak "


***


ricko sudah menunggu nita di dalam mobil dekat halte bus yang dijanjikan, kini sudah jam 6 sore namun nita tak kunjung terlihat. lalu dia berniat untuk masuk ke pusat perbejaan.


dia melajukan mobilnya lagi hingga 3 menit saja dia sudah memarkirkan mobilnya di antara mobil pengunjung lainnya. saat di keluar dari mobil dia bisa melihat nita yang baru saja keluar seorang diri disana.


dia segera berlari untuk menemuinya " sayang " panggilnya sambil berlari.


" ricko kau disini ?" nita menoleh kepadanya dan tersenyum padanya.


" kau menungguku lama ya , maaf tadi ada urusan sebentar " ucap nita.


" urusan apa ? kau tidak bertemu seseorang kan ?" selidik ricko.


" ayo kita jemput anak - anak nanti aku ceritakan semuanya" ajak nita yang sudah menggandeng tangan ricko .


***


setelah sampai dirumah mereka , nita mengurus anak - anak terlebih dahulu karena sudah mandi dan wangi dari rumah bunda mereka pun langsung tertidur dijalan dan dibawa ke dalam kamar.


" sekarang katakan apa yang terjadi tadi , ingat aku ingin semua yang detail jangan segengah - setengah " kata ricko yang sudah berdiri di depan pintu kamar.


" kau cemburu padaku ?" tanya nita.


" ya ... jika itu laki - laki aku sangat cemburu , jika itu perempuan aku juga akan cemburu "


nita terkekeh menahan tawanya lalu dia terduduk di pinggiran kasur , ricko membalikkan tubuhnya mendapati bagaimana santainya nita menjawabnya.


" duduklah aku ingin menceritakan semuanya " akhirnya ricko pun menurut dan duduk di sebelah nita.hingga akhirnya nita menceritakan semuanya , ricko terus menatap mata dan bibir yang bergerak itu dihadapannya.


" hanya itu saja tidak ada yang lain. ricko ..." nita mengambil tangan ricko untuk digenggam.


" aku bisa melihat dimatanya jika dia sangat tulus ingin meminta maaf padamu , sudahi saja semuanya sampai disini. kita akan hidup dengan tenang dan tidak ada lagi yang harus kau takuti. semua yang dia katakan tentangku dan tentang perusahaan itu semua bohong"


" bukankah kau sendiri yang bilang padaku , jangan menyimpan dendam. kau tau kan aku sudah mengalaminya sendiri bagaimana rasa benciku menjadi kesedihan untukku "


ricko menarik nita kedalam pelukannya dia dengarkan segala hal yang keluar dari mulut nita. dia cernanya dengan dalam.


" kau ingin aku memaafkannya sayang?" tanya ricko.


" tidak , bukan aku. tapi dirimulah " jawab nita cepat.


" eyang sudah tua , ayah butuh orang untuk membantunya mengurus perusahaan , kau sudah punya rumah sakit besar ini tidak mungkin untukmu mengurus dua - duanya. coba saja dulu beri kesempatan lagi , kita bisa melihat bagaimana hasilnya nanti" jelas nita lagi.


" sayang ... terima kasih kau sudah mengerti dan tidak marah padaku karena menutupinya , maaf maafkan aku " ucap pelan ricko.


" aku tidak marah , aku malahan senang bisa tau semuanya. tau apa alasan waktu itu terlambat menemuiku dan juga.. maaf sudah berpikiran buruk tentangmu " nita mengadahkan wajahnya menatap wajah ricko dan ricko menundukkan wajahnya untuk menatap nita.


" tidak apa sayang "

__ADS_1


***


keesokan harinya , ricko sengaja tidak membangunkan nita pagi - pagi sekali juga dia tidak ingin berniat memakan sarapan. besok hari ulang tahun nita dia sengaja ingin membyat kejutan dengan marah - marah dan kesal terlebih dahulu.


dia sudah memakai kemeja nya dan hanya tinggal mengancingkannya saja. diliriknya nita yang masih pulas tertidur karena semalaman dia tidak nyenyak tidur karena sering kali anak - anak menangis.


dia sangat kasihan tapi bagaimana lagi dia ingin membuat kejutan , dia sudah meminta bantuan suster dian dan suster loli nantinya.


kring....kringgg


jam weker itu berbunyi dengan keras di sebelah nakas dekat nita tertidur , dia mengeliat dan mengambil jam weeker dan mematikannya tapi matanya masih tertutup.


" ricko bangun ini sudah jam 7 " lirihnya.


ricko tertawa kecil mendengarnya padahal ini sudah jam 8 pagi .


" hoam " dia menguap kecil


" hmm kau sudah mandi ? tumben sekali " gumam nita.


ricko tidak menjawabnya tetapi dia berjalan menuju ke meja rias dan mengancingkan kemejanya disana , sambil sesekali dia mengusap usap rambutnya yang belum disisir itu.


" aku buat sarapan dulu ya " sambil berdiri dan mencari sandalnya.


" tidak usah kita sudah terlambat sekarang " ujar ricko datar.


" terlambat apanya kan baru jam tu..." matanya membelalak setelah melihat jam sudah pukul 8.


" ricko bagaimana bisa" gerutunya.


" semalam kau sendiri kan sayang yang mengatur weker nya , sekarang mandilah kita sudah sangat terlambat aku ada rapat dulu pagi ini "


segera nita bergegas masuk kekamar mandi, ricko tersenyum melihat bagaimana reaksi nita.


sekarang sudah pukul 9 lewat , ricko agak mengebut oleh itulah dia cepat sampai hingga dia sengaja mendiamkan nita agar nita merasa sudah sangat bersalah padanya jadi dia bisa memainkan aktingnya.


" ricko kau sarapan apa ? nanti aku suruh pegawai kantin mengantarnya ?" tanya nita.


" tidak perlu ini sudah terlalu siang , aku harus rapat lagipula kau sangat ceroboh kenapa bangun sedikit siang biasanya saat bekerja kau bangun lebih awal. turunlah " ucapnya dingin tanpa menatap nita.


nita merasa sedih karena tidak biasanya ricko mengatakan itu tetapi ricko benar pikirnya seharusnya dia harus teliti. jadi dia diam saja dan segera turun dari mobil ricko.


muka nita sangat terlihat jelas sedang sedih sehingga ketika dua suster itu berjalan berdampingan bersama menghampiri nya " dokter kau kenapa apa ada masalah ?" tanya suster loli.


" sudahlah loli, aku tidak ingin membahasnya " ucap nita yang menundukkan kepalanya.


" dokter kenapa ? habis bertengkar dengan dokter ricko ?" timpal suster dian.


" tidak . oh ya kalian mau keluar kemana ? " tanya nita.


" oh itu kebetulan kami mau rumah makan depan situ , ingin membeli sesuatu karena belum sarapan" jawab loli..


" pas sekali , boleh aku nitip ? dari pagi aku belum membuat sarapa aku takut perutnya lapar nanti "


" iya tentu" jawab mereka bersamaan. lalu nita mengeluarkan dompetnya memberikan uang seratus ribuan pada dian .


" ini belikan apa saja , nanti suruh seseorang antarkan ke ruangan ricko ya "


" oke dokter "


dian dan loli meninggalkan nita keduanya tersenyum dan merencanakan rencana selanjuutnya sesuai intruksi ricko.

__ADS_1


__ADS_2