
" kau ... " aini melirik ke arah tiara rajam lalu berhalan menghampirinya.
dia sudah mengangkat tangan untuk menampar tiara , namun ketika sudah dekat di pipi tangan seseorang mencekalnya.
semua mata nampak nampak tertuju padanya " jangan pernah berani menyentuh wanitaku" ucap aidan pelan namun sangat tegas dengan kedua matanya yang menatap tajam aini.
" siapa kau ? berani sekali menahanku ?" tanya aini.
aidan menghempaskan tangan aini kasar , lalu menarik tangan tiara hingga kini tiara berada dalam pelukannya. tiara tidak menyangka akan berakhir seperti ini tetapi dia tidak bicara lagi dia hanya diam.
" dia calon istriku " ungkap aidan.
" tidak mungkin" gumam galang.
" kenapa tidak mungkin ? tanyakan padanya sekarang. "
aidan membalikkan tubuh tiara hingga mereka saling berhadapan satu sama lain.
" sayang... siapa aku ?" tanya aidan, kedua bola mata mereka saling bertemu , mata aidan berharap jika tiara menjawabnya sesuai dengan apa yang dia katakan sebelumnya.
" calon suamiku" ucap tiara yang masih menatap aidan.
aidan tersenyum sekilas dan kembali menarik tiara hingga dia merangkul pinggang tiara.
" kau dengar ? kami akan menikah , kau pasti selalu menyiksa kekasihku kan ? kau harus tau setelah ini kau akan merasakan sakit yang sebesar-besarnya karena telah menyakiti kekasihku" ancam aidan.
" kau mengancamku" tunjuk aini.
" ups...sebaiknya tangan ini diturunkan saja , jangan terlalu bersemangat ketika sedang merah. kita tidak tau reaksi apa yang akan dikeluarkan oleh tubuh , mungkin saja terkena serangan jantung dadakan dan kau bisa mati muda " ujar aidan santai.
" ayo sayang ... oh ya hari ini tiara bukan lagi karyawan disini. dia karyawan hatiku sekarang"
aidan langsung menarik tangan tiara sedangkan tiara tidak menolak sedikitpun. terlihat dari kaca cafe aini sedang memarahi galang sang calon tunangan.
" lepaskan " ujar tiara ketika sudah berada di depan mobil mercedez milik aidan, aidan menurutinya.
" kenapa kau berkata aku bukan lagi karyawan disana. aku tidak punya pekerjaan lagi kau seenaknya membuatku berhenti bekerja" gerutu tiara.
" ck kau bisa bekerja di perusahaanku. kau juga kenapa diam saja untung aku sedang lewat"
" dia kakakku , aku memang salah jadi dia berhak memukulku "
" apa kau sudah kehilangan akal , dia menyakitimu mencaci makimu dihadapan orang banyak apa kau tidak punya malu"
" malu ? untuk apa aku malu . semenjak aku lahir aku sudah kehilangan rasa malu itu, aku yang membuatnya sakit hati "
" karena kau anak selingkuhan bukan ?" telak aidan
tiara tak lagi bicara dia menundukkan kepalanya ,
" dengarkan aku, kau tidak bersalah yang bersalah orang tuamu. apa kau minta di lahirkan didunia ini ? tidakkan. lalu kenapa kau harus merasa begitu" jelas aidan.
" aku...aku hanya.."
" sudahlah sekarang ikut denganku " aidan mengeret tangan tiara.
" mau kemana ? lepaskan , kenapa kau suka ikut campur urusan orang lain" tegas tiara.
aidan menoleh pada tiara , membuatnya terpukau karena tiara bisa berkata seperti itu.
" kau pikir aku terlalu ikut campur ? baiklah aku bukan siapa-siapamu. lagipula aku tidak punya hubunganmu. sekarang pergilah kemana kau mau aku tidak akan menghiraukanmu "
__ADS_1
setelah mengatakan itu aidan berlalu masuk kedalam mobilnya lalu menggas meninggalkan tiara seorang diri.
setelah mengatakan itu tiara juga pergi berjalan entah kemana jalan yang harus dia tuju.
***
beberapa bulan kemudian
setelah kejadian hari itu , aidan dan tiara sering kali bertemu namun mereka hanya bersikap seperti seseorang yang tidak saling kenal.
dan seperti sekarang, tiara sedang bekerja menjadi seorang kasir di minimarket. dan kebetulan aidan sedang membeli minuman. mereka tidak saling bicara.
" ini kembaliannya terima kasih " ucap tiara.
aidan segera meninggalkan tiara sendiri, dibalik itu tiara ingin meminta maaf karena perkataannya yang menyakiti hati aidan. tapi dia merasa sangat malu dia hanya mempu memandanginya dari jauh.
" apa aku menyukainya , aku sangat gugup ketika berada di dekatnya " gumam tiara.
***
hari mulai malam , hujan deras melanda diluar. tapi ricko belum pulang katanya dia sedang mengambil sesuatu di rumah sakit.
nita terus menungunya di ruang tamu , karena kedua anaknya sedang tidur. sesekali dia membuka gorden karena sangat mengkhawatirkan ricko.
melirik jam di tangannya dan mengecek handphonennya.
" ricko kau dimana" gumamnya pelan.
tin...tin...
dari luar ada sebuah mobil yang akan masuk lalu gerbang depan terbuka sendiri , mobil itu segera masuk. tapi itu bukan mobil ricko nita tau betul ricko mengendarai mobil berwarna hitam sedangkan itu berwarna putih.
" siapa itu " gumam nya
" dokter fahri" gumamnya.
fahri sepertinya sedang menangis , dibawah guyuran hujan dia berjalan menuju ke arah nita. nita merasa aneh dan memundurkan tubuhnya.
" dokter apa yang kau lakukan disini" ucap nita pelan.
" nita " ucapnya dengan suara serak.
" dokter apa kau mabuk?" tanya nita.
fahri menggelengkan kepalanya " kau tau aku tidak suka minuman itu" ucapnya.
hingga nita terpojok di dinding dalam rumah , dia merasa sangat takut tidak biasanya fahri seperti.
" dokter kau membuatku takut" ucap nita.
" jangan takut , aku tidak akan menyakitimu" gumam fahri.
" diatas ada ricko " ucap nita bohong.
" aku tau kau bohong , karena jika ada dialah orang yang pertama kali membuka pintunya untukku"
nita menelan ludahnya sendiri, dia meremas ujumg bajunya dan tak berani menatap fahri. " aku tidak bisa melupakanmu. aku terus mencintaimu " ucap fahri yang bicara di dekat telinga nita.
" dokter menjauhlah. kita tidak boleh seperti ini " ujar nita yang memejamkan matanya karena takut.
" ricko kau dimana " ucap nita dalam hati.
__ADS_1
" ceraikan ricko dan hiduplah denganku. aku akan mencintaimu dan kedua anakmu " bisik fahri lagi.
nita mendorong fahri hingga fahri terdorong kebelakang sedikit jauh " dokter pergilah kau mabuk " tegas nita.
" kau sudah menikah kau seharusnya bersama istrimu" sambung nita.
" tapi aku tidak mencintainya, dia juga berbohong padaku. dia punca pacar dan dia sudah menyerahkan tubuhnya ke pria itu. aku tidak pernah menyentuhnya tapi dia lah yang mengatakannya sendiri. aku sudah menceraikannya kau harus bercerai agar kita bisa hidup bersama "
fahri menarik nita kedalam pelukannya , nita berusaha mengeluarkan diri tapi tidak bisa karena tangan fahri sangat kuat " dokter fahri aku mohon lepaskan aku hiks .hikss..." isak nita
fahri mendorong nita hingga ke dinding dan menempelkan ke tubuh nita , nita merasa sesak ketika tubuh nya terhimpit dengan fahri.
" fahri menjauhlah aku istri rickoo" teriak nita.
" ricko....ricko...dan ricko apa kelebihannya , kau selalu menyebut namanya.. selalu mencintainya , aku juga mencintaimu tapi kau tidak pernah menyebutku " fahri sudah sangat marah.
" aku mohon lepaskan dan menjauhlah dariku " rengek nita.
" hiks..hiks.. ricko pulanglah" gumamnya pelan.
fahri bisa mendengar itu lalu dia mencium bibir nita , tapi nita menutup rapat mulutnya , fahri merasa kesal lalu dia menekan tubuhnya hingga nita merasa sesuatu sedang ereksi dibawah sana.
" aku mohon tuhan aku sangat takut" ucapnya dalam hati.
" buka mulutmu " nita menggelengkan kepalanya.
pikiran fahri mulai gelap dia menjalarkan tangannya menuju ke dua buah gundukan itu " fahri kau sudah gi..."
sebelum nita menyelesaikan perkatannya fahri sudah ******* bibir nita dengan penuh nafsu hingga nita tidak bisa menghentikannya , tapi tangannya terus memukul dada bidang fahri.
" hmm " desisnya di sela ciuman itu.
nita sudah menangis tersedu-sedu dalam ciuman itu. fahri terus menciumnya dengan penuh gairah tangannya menekan kepala nita agar memperdalam ciuman itu.
dia tidak menghiraukan nita yang menangis itu , dia berhenti ketika dirasa nita sudah kehilangan nafas . dia menatapnya sendu .
" cup" mengecup sekilas bibir itu.
" sangat manis " ucapnya seraya tersenyum.
" jangan menangis aku tidak akan menyakitimu sayang " kata fahri yang menyeka air mata nita.
" pergilah aku membencimu hiks..hiks" usir nita.
" aku tidak akan pergi sebelum mendapatkan dirimu " tegas fahri.
fahri kembali menghimpit tubuh nita dan menciumi leher nita , nita menggelengkan kepalanya dan menekan dada fahri , tapi fahri merasa kesal dia mengkat tangan itu keatas menggunakan tangannya.
" diam atau aku akan melakukannya sekarang" ancam fahri.
" kau pria jahat , aku pikir kau pria yang baik ternyata aku salah kau brengsek " umpat nita.
" aku jahat karena aku ingin mendapatkan dirimu" gumam fahri pelan yang terus menciumi leher itu.
" hiks...hikss lepaskan aku , ricko tidak akan mengampunimu . dia sangat mencintaiku dia tidak akan diam melihatku menangis "
" aku sangat mencintai ricko aku tidak mencintamu fahri" teriak nita.
bukk
dari belakang ricko memukul pinggang fahri , hingga terjatuh. nita menangis karena ricko datang sangat lama.
__ADS_1
" minggirlah aku akan memberi pelajaran padanya " tegas ricko.
nita tidak mendengarkan ricko , ricko tau mungkin nita masih shock dia pun membuat fahri berdiri. lalu berulang kali dia memukul badan fahri.