
dirumah nya ricko dan nita sedang menonton sebuah film , nita sangat manja hari ini dia tidak pernah menjauh sedikit pun dari ricko. dia merebahkan kepalanya di dada bidang ricko .
mengunyah keripik menjadi kesukaannya ketika sedang menonton, sedangkan ricko dia mengelus manja tangan istrinya.
" drttt....drttt "
ricko mengambil ponselnya yang berada di sampingnya tanpa melihat nama itu, dia langsung mengangkat saja
" ***halo ricko, jangan katakan apapun jika ada nita disana kau dengarkan aku saja. bisakah kau datang kerumah sakit mu ? aku menabrak seorang perempuan tolong bantu aku memeriksanya ricko aku mohon" titah aidan di dalam telpon.
" hmm baiklah*** "
ricko segera mematikan ponselnya, dia memperhatikan nita yang begitu tenang. dia tidak tega meninggalkan nita tapi dia khawatir jika memberitahu hal tentang aidan maka nita akan cemas.
" sayang aku boleh tidak kerumah sakit sebentar ? aku hanya ingin memeriksa pasien ku yang beberapa hari lalu habis operasi ?" tanya ricko pelan.
nita mengangkat kepalanya dan menatap ricko " apa tidak ada dokter lagi disana ?" tanya balik nita.
" ada , tapi yang bertanggung jawab aku , sebentar saja ya" pinta ricko.
" hmm baiklah jangan lama - lama "
ricko menganggukkan kepalanya , dia berangkat dan tak lupa mengecup bibir nita sekilas. " aku pergi ya jangan mengerjakan apapun " ujar ricko.
nita tidak membalas perkataan ricko, dia hanya diam tak ingin bersuara.
***
" kakak apa yang terjadi ?" tanya ricko yang baru datang.
" ricko kau datang syukurlah , tolong bantu lihat korban itu aku tidak mau terjadi sesuatu padanya "
" dimana ?"
" di ruang operasi "
ricko segera berlari meninggalkan aidan , dia mengganti pakaiannya dan akhirnya dia ikut membantu kegiatan operasi tersebut.
selang 1 jam pintu operasi terbuka , aidan mendapati wanita itu yang keluar dan langsung dibawa keruang perawatan.
" ricko bagaimana keadaannya ?" tanya aidan.
" sudah tidak apa , dia baik-baik saja. tapi kenapa kakak bisa menabrak wanita itu ?" tanya ricko.
" aku tidak tau , dia datang begitu saja aku juga sedang tidak fokus tadi" ucapnya yang gelisah itu.
ricko tau aidan sedang gelisah dan ketakutan dia menepuk bahu aidan memberinya kekuatan " jangan khawatir beberapa hari lagi sudah sembuh "
" tolong jangan katakan pada yang lain , aku tidak mau membuat mereka cemas "
" tidak akan "
ricko dan aidan berjalan beriringan untuk menuju keruangan si wanita , aidan benar-benar merasa bersalah sekarang.
" kak aku akan menyuruh seseorang untuk membawa perlengkapan didalam kamar apa ada yang kau butuhkan?" tanya ricko
" tidak " jawab aidan lemah.
sesampainya di depan kamar , aidan menghadap ke ricko " terima kasih ricko kau sudah membantuku. pulanglah dan jaga nita dia pasti menunggumu , maafkan aku sudah merepotkanmu "
" tidak sama sekali. jika ada sesuatu telpon aku , baiklah kalau begitu aku pulang dulu " pamit ricko.
sepulangnya ricko, aidan masuk kedalam ruangan dia berdiri menatap gadis yang berwajah putih pucat , dia memperhatikan sekujur tubuh wanit itu dimana tangan dan lehernya terlihat ada lebam.
" apa tabrakan ku tadi sangat kuat ? tapi tidak mungkin kena di lehernya aku mengemudi tidak terlalu ngebut" pikir aidan.
ceklek
dokter pria masuk kedalam ruangan dan membawa hasil MRI dan juga CT-Scan.
" dokter bagaimana hasilnya ?" tanya aidan.
__ADS_1
" aku sudah melihatnya , selain dia ditabrak tubuhnya banyak lebam. ini seperti hasil pukulan , apa kau mengenalnya?" tanya dokter.
" tidak dokter "
" tolong nanti ke resepsionis dan isi data pasien , dia meninggalkan identitas nya bukan ?"
" iya dokter segera saya akan datang "
" baiklah saya permisi "
aidan menganggukkan kepalanya ,dia terus memperhatikan lebam di leher itu bagaimana mungkin itu bisa terjadi . apa seseorang melukainya atau dia terjatuh tak sengaja ? itulah hal yang dia terus pikirkan.
***
sesampainya di rumah , ricko tidak melihat nita lagi , dia mengelilingi dalam rumah dan kamar mereka tapi tidak ada. dia pun membuka pintu belakang dan melihat nita yang sedang menyirami tanaman .
" sayang "
" kenapa diluar hmm ? disini dingin ayo masuk nanti masuk angin" kata ricko yang melingkarkan tangannya di perut nita.
" aku ingin memberinya air agar bunganya tumbuh " kata nita
" sini biar aku saja , duduk saja ya jangan lakukan apapun "
nita tidak mendengarkan ricko dia tetap menyiram tanaman itu , ricko tau nita sedang marah padanya , dia tersenyum kecil melihatnya.
" sayang kau marah ?" tanya ricko.
" tidak" jawab nita.
" lalu kenapa tidak senyum padaku ?"
nita memperlihatkan senyuman paksanya kepada ricko.
" itu tidak ikhlas sayang "
nita memberikan senyumannya lagi pada ricko.
" jangan marah sayang , aku tidak bisa didiamkan oleh mu " ujar ricko dengan manja dia menaruh kepalanya di leher nita dan mengedusnya.
" sebelum memaafkan aku " ujar ricko.
" aku tidak marah ricko sudahlah jangan mencium leherku " gerutu nita.
" kenapa ? bukankah kau menyukainya bukan ?" goda ricko.
" dasar cabul sudah lah ayo masuk aku kedinginan "
" baiklah sayang ayo masuk"
***
keesokan paginya
perempuan itu membuka matanya perlahan karena sinar matahari masuk menyeruak kedalam kamar dan menembus matanya.
tidak ada siapapun disana hanya dia seorang, dia mengerang sedikit menahan sakit nya . pintu terbuka aidan baru masuk dia menghampiri wanita itu.
" kau sudah bangun?" tanya aidan antusias.
" kau siapa ?" tanyanya.
" aku... aku orang yang menabrakmu " jawab aidan pelan.
perempuan itu diam , aidan merasa bersalah melihatnya karena wanita itu seperti sedang marah " maafkan aku , aku tidak sengaja " ucap aidan .
" oh ya aku membawakan sarapan aku bantu kau makan ya"
" hmm maaf baiklah aku tidak akan melakukannya " ucap aidan yang melihat wanita itu hanya diam.
" kau tidak salah , aku yang salah " ujar wanita itu.
__ADS_1
" tapi tetap saja aku yang salah aku harus minta maaf dan bertanggung jawab padamu" kata aidan.
" ini sudah cukup terima kasih untuk pengobatannya " ucap wanita itu.
" apa aku boleh tau kenapa ada banyak lebam ditubuhmu?" tanya aidan hati-hati.
wanita itu memandangi tubuhnya yang memang benar, banyak lebam.
" ini hukumanku " jawabnya.
" hukuman apa ? itu tidak manusiawi " ujar aidan.
" inilah hukumannya jika kau terlahir dari seorang anak simpanan " kata wanita itu yang menatap kosong depannya.
" ha ? hmm maaf aku terlalu ingin tau " ucap aidan.
" tidak masalah , terima kasih kau sudah membawa ku kerumah sakit "
" iya "
" kau makanlah dulu, aku sudah membelikan bubur ini aku bantu buka kau makan sendiri atau mau aku bantu?" tanya aidan.
" makan sendiri saja"
aidan membukakan mangkuk itu menaruhnya di nampan dan membuka meja kecil brankar untuk menaruh nampan makanan.
wanita itu dengan pelan memakan buburnya , aidan terus melihatinya , wanita itu peka kalau dia terus dilihati.
" apa ada yang ingin kau tanyakan padaku ?" tanya wanita itu.
" oh tidak nanti saja makanlah dulu " jawab aidan , dia pun duduk di kursi sambil memainkan handphonenya.
mangkuk bubur itu habis tak tersisa , wanita itu membereskan mangkuk itu dan menaruhnya di samping nakas dekat dia tidur .
" siapa namamu ?" tanya aidan.
" panggil aku tiara "
" tiara . kenalkan namaku aidan nugraha kau bisa memanggilku aidan "
" iya "
dari luar ricko melihat aidan yang membantu wanita itu dengan tulus , namun dia lihat aidan akan mengarahkan kakinya keluar kamar.
" eh ricko "
" bagaimana keadaanya apa dia sudah membaik?" tanya ricko.
" sepertinya begitu , tapi aku curiga kenapa di tubuhnya banyak lebam katanya itu hukumannya "
" hukuman ?"
" iya katanya itu hukuman karena menjadi anak simpanan"
ricko memperhatikan wanita itu dari balik jendela , dia memang terlihat sangat ketakutan wajahnya.
" sepertinya ada sesuatu hal yang terjadi padanya , apa yang akan kakak lakukan ?" tanya ricko.
" entahlah ... aku tidak tau tapi selama dia ada dirumah sakit aku yang bertanggung jawab setelah dia keluar rumah sakit aku tidak punya urusan lagi dengannya "
" nanti jika aku pulang sebentar tolong suruh suster untuk menjaganya , aku akan ganti baju dan kembali lagi " sambungnya .
" iya kakak tenang saja "
....
selama aidan pergi wanita itu tak hentinya untuk meneteskan air matanya , entah apa yang dia alami tapi sepertinya kisahnya sangat pilu.
" *kau hanya anak haram , jangan harap kan belas kasihku aku tau kau menginginkan pacarku bukan ? dasar perempuan tidak tau diri " kata perempuan yang menjambaknya dan menghempaskannya kelantai.
" kakak aku tidak pernah berpikir begitu , aku hanya mengkhawatirkanmu tolong dengarkan aku" jawab tiara.
__ADS_1
" kau memang lugu , tapi hanya dihadapan ayah kau menjerat semua laki-laki dengan wajah ini ha ? wajah apa ini kau tau ? ini wajah keturunan pelacur ! kau sama seperti ibumu tidak tau diri merebut kebahagiaan orang lain" dia memukul leher tiara dengan membantingkan gelas ke leher tiara*.
" hey kenapa kau menangis ?" tidak disadari oleh tiara kalau aidan sudah kembali ke kamarnya , dia baru sadar setelah ada suara itu.