Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Hukuman Untuk Anak Simpanan


__ADS_3

dirumah nya ricko dan nita sedang menonton sebuah film , nita sangat manja hari ini dia tidak pernah menjauh sedikit pun dari ricko. dia merebahkan kepalanya di dada bidang ricko .


mengunyah keripik menjadi kesukaannya ketika sedang menonton, sedangkan ricko dia mengelus manja tangan istrinya.


" drttt....drttt "


ricko mengambil ponselnya yang berada di sampingnya tanpa melihat nama itu, dia langsung mengangkat saja


" ***halo ricko, jangan katakan apapun jika ada nita disana kau dengarkan aku saja. bisakah kau datang kerumah sakit mu ? aku menabrak seorang perempuan tolong bantu aku memeriksanya ricko aku mohon" titah aidan di dalam telpon.


" hmm baiklah*** "


ricko segera mematikan ponselnya, dia memperhatikan nita yang begitu tenang. dia tidak tega meninggalkan nita tapi dia khawatir jika memberitahu hal tentang aidan maka nita akan cemas.


" sayang aku boleh tidak kerumah sakit sebentar ? aku hanya ingin memeriksa pasien ku yang beberapa hari lalu habis operasi ?" tanya ricko pelan.


nita mengangkat kepalanya dan menatap ricko " apa tidak ada dokter lagi disana ?" tanya balik nita.


" ada , tapi yang bertanggung jawab aku , sebentar saja ya" pinta ricko.


" hmm baiklah jangan lama - lama "


ricko menganggukkan kepalanya , dia berangkat dan tak lupa mengecup bibir nita sekilas. " aku pergi ya jangan mengerjakan apapun " ujar ricko.


nita tidak membalas perkataan ricko, dia hanya diam tak ingin bersuara.


***


" kakak apa yang terjadi ?" tanya ricko yang baru datang.


" ricko kau datang syukurlah , tolong bantu lihat korban itu aku tidak mau terjadi sesuatu padanya "


" dimana ?"


" di ruang operasi "


ricko segera berlari meninggalkan aidan , dia mengganti pakaiannya dan akhirnya dia ikut membantu kegiatan operasi tersebut.


selang 1 jam pintu operasi terbuka , aidan mendapati wanita itu yang keluar dan langsung dibawa keruang perawatan.


" ricko bagaimana keadaannya ?" tanya aidan.


" sudah tidak apa , dia baik-baik saja. tapi kenapa kakak bisa menabrak wanita itu ?" tanya ricko.


" aku tidak tau , dia datang begitu saja aku juga sedang tidak fokus tadi" ucapnya yang gelisah itu.


ricko tau aidan sedang gelisah dan ketakutan dia menepuk bahu aidan memberinya kekuatan " jangan khawatir beberapa hari lagi sudah sembuh "


" tolong jangan katakan pada yang lain , aku tidak mau membuat mereka cemas "


" tidak akan "


ricko dan aidan berjalan beriringan untuk menuju keruangan si wanita , aidan benar-benar merasa bersalah sekarang.


" kak aku akan menyuruh seseorang untuk membawa perlengkapan didalam kamar apa ada yang kau butuhkan?" tanya ricko


" tidak " jawab aidan lemah.


sesampainya di depan kamar , aidan menghadap ke ricko " terima kasih ricko kau sudah membantuku. pulanglah dan jaga nita dia pasti menunggumu , maafkan aku sudah merepotkanmu "


" tidak sama sekali. jika ada sesuatu telpon aku , baiklah kalau begitu aku pulang dulu " pamit ricko.


sepulangnya ricko, aidan masuk kedalam ruangan dia berdiri menatap gadis yang berwajah putih pucat , dia memperhatikan sekujur tubuh wanit itu dimana tangan dan lehernya terlihat ada lebam.


" apa tabrakan ku tadi sangat kuat ? tapi tidak mungkin kena di lehernya aku mengemudi tidak terlalu ngebut" pikir aidan.


ceklek


dokter pria masuk kedalam ruangan dan membawa hasil MRI dan juga CT-Scan.


" dokter bagaimana hasilnya ?" tanya aidan.

__ADS_1


" aku sudah melihatnya , selain dia ditabrak tubuhnya banyak lebam. ini seperti hasil pukulan , apa kau mengenalnya?" tanya dokter.


" tidak dokter "


" tolong nanti ke resepsionis dan isi data pasien , dia meninggalkan identitas nya bukan ?"


" iya dokter segera saya akan datang "


" baiklah saya permisi "


aidan menganggukkan kepalanya ,dia terus memperhatikan lebam di leher itu bagaimana mungkin itu bisa terjadi . apa seseorang melukainya atau dia terjatuh tak sengaja ? itulah hal yang dia terus pikirkan.


***


sesampainya di rumah , ricko tidak melihat nita lagi , dia mengelilingi dalam rumah dan kamar mereka tapi tidak ada. dia pun membuka pintu belakang dan melihat nita yang sedang menyirami tanaman .


" sayang "


" kenapa diluar hmm ? disini dingin ayo masuk nanti masuk angin" kata ricko yang melingkarkan tangannya di perut nita.


" aku ingin memberinya air agar bunganya tumbuh " kata nita


" sini biar aku saja , duduk saja ya jangan lakukan apapun "


nita tidak mendengarkan ricko dia tetap menyiram tanaman itu , ricko tau nita sedang marah padanya , dia tersenyum kecil melihatnya.


" sayang kau marah ?" tanya ricko.


" tidak" jawab nita.


" lalu kenapa tidak senyum padaku ?"


nita memperlihatkan senyuman paksanya kepada ricko.


" itu tidak ikhlas sayang "


nita memberikan senyumannya lagi pada ricko.


" jangan marah sayang , aku tidak bisa didiamkan oleh mu " ujar ricko dengan manja dia menaruh kepalanya di leher nita dan mengedusnya.


" sebelum memaafkan aku " ujar ricko.


" aku tidak marah ricko sudahlah jangan mencium leherku " gerutu nita.


" kenapa ? bukankah kau menyukainya bukan ?" goda ricko.


" dasar cabul sudah lah ayo masuk aku kedinginan "


" baiklah sayang ayo masuk"


***


keesokan paginya


perempuan itu membuka matanya perlahan karena sinar matahari masuk menyeruak kedalam kamar dan menembus matanya.


tidak ada siapapun disana hanya dia seorang, dia mengerang sedikit menahan sakit nya . pintu terbuka aidan baru masuk dia menghampiri wanita itu.


" kau sudah bangun?" tanya aidan antusias.


" kau siapa ?" tanyanya.


" aku... aku orang yang menabrakmu " jawab aidan pelan.


perempuan itu diam , aidan merasa bersalah melihatnya karena wanita itu seperti sedang marah " maafkan aku , aku tidak sengaja " ucap aidan .


" oh ya aku membawakan sarapan aku bantu kau makan ya"


" hmm maaf baiklah aku tidak akan melakukannya " ucap aidan yang melihat wanita itu hanya diam.


" kau tidak salah , aku yang salah " ujar wanita itu.

__ADS_1


" tapi tetap saja aku yang salah aku harus minta maaf dan bertanggung jawab padamu" kata aidan.


" ini sudah cukup terima kasih untuk pengobatannya " ucap wanita itu.


" apa aku boleh tau kenapa ada banyak lebam ditubuhmu?" tanya aidan hati-hati.


wanita itu memandangi tubuhnya yang memang benar, banyak lebam.


" ini hukumanku " jawabnya.


" hukuman apa ? itu tidak manusiawi " ujar aidan.


" inilah hukumannya jika kau terlahir dari seorang anak simpanan " kata wanita itu yang menatap kosong depannya.


" ha ? hmm maaf aku terlalu ingin tau " ucap aidan.


" tidak masalah , terima kasih kau sudah membawa ku kerumah sakit "


" iya "


" kau makanlah dulu, aku sudah membelikan bubur ini aku bantu buka kau makan sendiri atau mau aku bantu?" tanya aidan.


" makan sendiri saja"


aidan membukakan mangkuk itu menaruhnya di nampan dan membuka meja kecil brankar untuk menaruh nampan makanan.


wanita itu dengan pelan memakan buburnya , aidan terus melihatinya , wanita itu peka kalau dia terus dilihati.


" apa ada yang ingin kau tanyakan padaku ?" tanya wanita itu.


" oh tidak nanti saja makanlah dulu " jawab aidan , dia pun duduk di kursi sambil memainkan handphonenya.


mangkuk bubur itu habis tak tersisa , wanita itu membereskan mangkuk itu dan menaruhnya di samping nakas dekat dia tidur .


" siapa namamu ?" tanya aidan.


" panggil aku tiara "


" tiara . kenalkan namaku aidan nugraha kau bisa memanggilku aidan "


" iya "


dari luar ricko melihat aidan yang membantu wanita itu dengan tulus , namun dia lihat aidan akan mengarahkan kakinya keluar kamar.


" eh ricko "


" bagaimana keadaanya apa dia sudah membaik?" tanya ricko.


" sepertinya begitu , tapi aku curiga kenapa di tubuhnya banyak lebam katanya itu hukumannya "


" hukuman ?"


" iya katanya itu hukuman karena menjadi anak simpanan"


ricko memperhatikan wanita itu dari balik jendela , dia memang terlihat sangat ketakutan wajahnya.


" sepertinya ada sesuatu hal yang terjadi padanya , apa yang akan kakak lakukan ?" tanya ricko.


" entahlah ... aku tidak tau tapi selama dia ada dirumah sakit aku yang bertanggung jawab setelah dia keluar rumah sakit aku tidak punya urusan lagi dengannya "


" nanti jika aku pulang sebentar tolong suruh suster untuk menjaganya , aku akan ganti baju dan kembali lagi " sambungnya .


" iya kakak tenang saja "


....


selama aidan pergi wanita itu tak hentinya untuk meneteskan air matanya , entah apa yang dia alami tapi sepertinya kisahnya sangat pilu.


" *kau hanya anak haram , jangan harap kan belas kasihku aku tau kau menginginkan pacarku bukan ? dasar perempuan tidak tau diri " kata perempuan yang menjambaknya dan menghempaskannya kelantai.


" kakak aku tidak pernah berpikir begitu , aku hanya mengkhawatirkanmu tolong dengarkan aku" jawab tiara.

__ADS_1


" kau memang lugu , tapi hanya dihadapan ayah kau menjerat semua laki-laki dengan wajah ini ha ? wajah apa ini kau tau ? ini wajah keturunan pelacur ! kau sama seperti ibumu tidak tau diri merebut kebahagiaan orang lain" dia memukul leher tiara dengan membantingkan gelas ke leher tiara*.


" hey kenapa kau menangis ?" tidak disadari oleh tiara kalau aidan sudah kembali ke kamarnya , dia baru sadar setelah ada suara itu.


__ADS_2