Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
penyesalan ricko


__ADS_3

kini ricko berada di atap rumah sakit ia berusaha mencerna semua ucapan dr.chandra memang sebelumnya nya ia sudah memberi tahu jika dokter magang itu istrinya. sejenak ia merenungi atas sikapnya itu.


" aku seharusnya mengerti posisi dirinya selama ini kenapa aku begitu kasar terhadapnya" pikirnya.


" dia berniatan baik membelikanku sebuah hadiah atas rasa ucapan terima kasihnya tapi diriku sama sekali tidak menghargainya"


" kenapa aku begitu buta, seharusnya aku senang karena dia mulai menerimaku" pikirnya lagi.


sementara itu jam sudah menunjukkan pukul 5 sore itu berarti tugas nita sudah selesai, sebelum pulang ia menyusun laporan pasien terlebih dahulu setelahnya ia membuka jas dokternya dan mengambil tasnya di lokernya.


" sudah mau pulang?" tanya dokter fahri yang baru datang dari arah pintu.


" iya dokter" nita menoleh dan tersenyum padanya.


" kebetulan aku mau pulang, apa kau ingin ikut?" tanya dr.fahri.


" terima kasih dokter tapi itu tidak perlu aku ingin berjalan sore dulu" tolak nita dengan sopan.


" hmm baiklah tidak masalah" ujar dokter fahri.


" kita keluarnya bersama ya " pinta dr.fahri.


" boleh" jawab nita dengan cepat.


mereka pun saling tersenyum dan kemudian berjalan berdampingan, semua orang tersenyum melihat kedekatan antar keduanya. begitu serasi yang satu cantik dan satu nya tampan begitulah kira kira pendapat semua orang yang melihatnya.


" beruntungnya dokter magang itu bisa selalu dekat dengan dr.fahri" ujar salah satu perawat itu.


" ehem ehem apa tugas kalian hanya bergosip" ucap dr.chandra.


" tidak dokter tapi lihat itu, dokter fahri dan dokter magang itu sangat cocok ya. bagaimana jika nanti mereka berjodoh pasti anaknya wah " ucap perawat itu.


" mereka tidak mungkin berjodoh" teriak ricko yang mendengar ucapan perawat.


" astaga dokter itu marah, ayo ayo kita pergi" 3 perawat itupun pergi ketakutan.


" hei kau ini tapi yang mereka katakan 2 orang itu sangat cocok sama-sama masih muda . sedangkan kan hampir berkepala 3 hahahha" ledek dr.chandra.


" tapi dia sudah jadi istriku itu berarti aku yang paling cocok untuknya" telak ricko.


" jangan merasa senang dulu, kalian belum melakukan nya bisa saja hati istrimu berpaling hahah " ledek dr. chandra lagi.


setelah mengucapkan itu dr.chandra pergi kabur karena ia tahu setelah nya ricko akan membuatnya lembur bekerja sebagai hukumannya.


di perjalanan dr. fahri mengawasi nita dari belakang sungguh kali ini ia benar-benar terpesona terhadap seorang wanita yang baru ia temui 1 minggu yang lalu.


padahal sebelumnya ia tidak pernah berhubungan atau pun mau meliriknya.tapi kali ini ia merasa berbeda rasa nyaman dan juga cinta mulai tumbuh dihatinya.


hari ini nita merasa sangat kesal terhadap ricko ia ingin pulang terlambat agar ia tidak bertemu dengen ricko untuk itu ia memutuskan pergi ke mall hanya untuk berjalan-jalan dan melihat lihat saja.


mengelilingi mall seorang diri mengingatkan dia waktu di shenzhen dulu, dimana sahabatnya akan datang dari belakang dan memeluknya. ia tersenyum saat mengingatnya.


untuk itu ia memutuskan untuk menelpon xiaoqi. ia sangat merindukannya. ia pun duduk di kursi kosong dan mencari kontak "xixi" yang tak lain adalah nama xiaoqi.


" kenapa tidak diangkat" pikirnya.


" apa dia sibuk? yasudahlah aku akan menghubunginya nanti" sambungnya.

__ADS_1


dari kejauhan ia melihat sekumpulan orang sedang berteriak ia sangat penasaran apa yang terjadi ia akhirnya berjalan menuju tempat itu.


" anak kecil kau ini baru umur seperti ini saja sudah pandai mencuri kembalikan dompetku sekrang ha" teriak ibu ibu itu lalu menghempaskan anak laki-laki dan perempuan itu.


" cepat lah atau aku akan melaporkan polisi" teriak ibu itu lagi.


tapi anak itu hanya menangis.


" kami tidak mencuri uang mu kami berjualan kantong tapi tidak mencuri" jawab anak kecil perempuan itu sambil menangis.


" pencuri mana ada yang mengaku" ibu itu langsung mendorong anak perempuan itu hingga kepala anak itu terbentur lantai dan berdarah.


ibu itu mengangkat tangannya dan akan segera menampar anak laki-laki itu tetapi tanganya tercegat oleh seseorang.


yang tak lain adalah nita ia mencengkram tangan ibu itu.


" apa tanganmu ini gunanya hanya untuk memukul anak kecil?" tanya nita.


" siapa kau ? jangan berani-berani menentang ku ya mereka ini pencuri dompetku dicurinya" tegas ibu itu.


" beruntung aku hanya mendorong anak itu seharusnya aku patah kan kaki dan juga tangan anak-anak miskin ini" ejek ibu itu.


" apa kau punya buktinya? " tanya nita dengan kesal.


" eh tidak ada" ucap ibu itu sambil sedikit berpikir.


" lalu kenapa kau menuduh anak anak ini?" tanya nita.


" saat aku memilih pakaian ini mereka ada dibelakangku dan dompetku tidak ada itu berarti mereka lah yang mencurinya" jawab ibu itu .


nita pun membantingkan tangan ibu itu melepaskan cegatan ditangannya segera ia dekati anak-anak itu. ia berjongkok melihat rauh muka anak itu .


" kakak" ucap kedua anak itu sambil menangis.


" kalian ... ya ampun kau berdarah" ucap nita ia pun marah lalu berdiri menatap ibu itu dengan amarah.


" berapa uangmu? " tanya nita.


" aku akan menghitung semuanya, uangku itu didalam dompet 300 ribu haga dompetnya 200 ribu" jawab ibu itu dengan malu.


" apa? hanya segitu tapi dari penampilannya seperti orang kaya dasar orang zaman sekrang" bisik-bisik orang yang melihatnya.


nita pun segera mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberap uang lembar ratusan ribu rupiah.


" ini aku yang akan menggantinya " nita memberikan jumlah yang ia sebutkan itu.


" he sombong sekali " jawab ibu itu sambil menerima uang itu.


" huuuu" ucap pengunjung disana.


" dan biaya untuk pengobatan ini tadi kau harus menanggungnya, aku sudah mengembalikan uangmu itu artinya kau tidak kehilangan uang. dan kau memukul hingga membuat anak kecil ini berdarah kau harus menggantinya" tegas nita.


" suruh siapa mencuri he aku tidak mau tanggung jawab"keras ibu itu.


" maaf bu tapi anak-anak ini tidak bersalah kami sudah mengecek cctv pelakunya seorang pria mamakai jaket berwarna coklat dan sudah melarikan diri" jelas satpam yang baru datang.


" kau dengar? mereka tidak mencuri kau mau aku laporkan ? atas kasus kekerasan terhadap seorang anak juga pencemaran anak baik dan tuduhan palsu?" tanya nita .

__ADS_1


dengan cepat ibu itu mendorong nita hingga kepalanya pun terbentur pot yang terbuat dari semen juga tangannya terkena goresan nya.


" astaga satpam tekap tangkap ibu ini dia sangat jahat " ucap pengunjung itu.


" dasar wanita sombong sok kaya kau itu miskin tapi belagu" teriak ibu itu pada nita.


nita merasa nyeri pada kepalanya juga tangannya anak anak itu menghampirinya dan menolong nita.


" kakak" ucap mereka.


" kakak berdarah" ujar anak perempuan itu.


" tidak apa apa kau juga berdarah sayang ayo obati dulu" ucap nita


satpam itu membawa ketiganya ke pos mereka dan memberikan kotak p3k setelah lukanya di bersihkan nita membawa anak-anak itu ke taman.


" kenapa kalian ada disini? bukankah kakak bilang kalian ke rumah panti bunda ku saja kalian akan hidup dengan baik disana" tanya nita.


" kak kami sudah hidup bertahun tahun dijalanan bersama sama kami lewati lapar bersama haus juga bersama aku tidak mau jika nanti kami masuk panti kami akan terpisah" jawab anak lakilaki itu.


" kenapa ?" tanya nita.


" aku dengar jika seseorang akan mengadopsi seorang anak dari panti maka dari itu kami tidak mau" jawab anak itu.


" jika kalian tidak mau berpisah tidak apa-apa kalian akan tetap bersama kakak akan menjaminnya" jelas nita.


" benarkah kak?" tanya anak perempuan itu.


" hmm" nita mengangukkan kepalanya seraya tersenyum.


" apa kalian mau?" tanya nita.


" mau kak" jawab mereka dengan antusias.


sementara itu jam sudah menunjukkan pukul 9 malam tapi nita belum ada dirumah ricko sangat khawatir, dari tadi ia telpon juga sms istrinya tapi tidak ada jawaban sama sekali.


" ini karena diriku" pikirnya.


sebuah mobil taksi berhenti tepat di depan gerbang rumahnya nita segera turun lalu membayarnya dengan lambat ia masuk kerumah, lampunya masih menyala itu berarti ricko belum tidur.


ia berdiri di pintu utama membetulkan rambutnya kedepan agar ricko tidak melihat wajahnya yang terluka itu, ia tidak mengolesnya dengan benar karena ia tidak bisa melakukan sendiri dia hanya asal saja.


dengan segera ia buka pintu itu tapi ternyata ricko sudah ada dibelakang pintu itu.


melihat ricko seperti itu ia langsung menundukkan kepalanya takut jika ricko akan melihatnya seperti itu.


" darimana saja? bukannya pulang jam 5 sore " tanya ricko.


" a...aku keluar sebentar" jawabnya masih dengen menunduk dan membelakangkan tangan kanannya.


ricko merasa heran atas perilaku istrinya itu ia menatapnya dengan penuh tanda tannya.


" apa dia sangat marah hingga tidak mau menatapku " pikirnya


" aku mau mandi " segera nita meninggalkan ricko sendiri dan berlari kekamarnya.


tapi sebelum itu ricko melihat sesuatu benda berwarna putih jatuh dari tubuh istrinya segera ia hampiri dan ambil itu.

__ADS_1


" ini kan perban" ucapnya.


" apa yang ter.... sayang" teriaknya dengan khawatir ia baru mengerti sekatang kenapa istrinya menghindar bertatapan dengannya.


__ADS_2