Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
permintamaafan ayah


__ADS_3

menyadari pergerakan istrinya itu, ia segera memeriksa keadaannya. setelah memeriksanya ia tersenyum bahagia lalu menciumnya lagi kening istrinya.


" akhirnya kau sadar sayang" gumamnya.


" ricko" panggil bunda.


" eh bunda aada apa? oh ya bunda istriku sudah sadar " ujar ricko dengan bahagia.


" benarkah? putriku sudah sadar?" tanya bunda lalu ia segera menghampiri putrinya dan memeluknya.


" sayang bunda ada disini" ucap bunda.


" bunda dia memang sudah sadar, tapi dia masih tertidur karena obat yang dicerna , tunggulah dan sebentar lagi akan bangun" jelas ricko.


" terima kasih nak, terima kasih karena telah menyelamatkan nyawa putriku" ucap bunda.


" aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada istriku" ujar ricko.


didalam kantor nya adi nugraha merasa khawatir dan cemas, sudah beberapa hari semenjak kejadian itu dia tidak pulang kerumah.


dia tidak tau bagaimana keadaan putrinya itu, ia merasa sangat bersalah karena menyebabkan putrinya sendiri hampir tewas karena anak lainnya.


" maafkan ayah nak" gumamnya.


" ayah sangat durhaka padamu" sambungnya lagi.


" jika aku tidak menerima minuman itu mungkin anak ku tidak seperti ini" ucapnya.


.....


keesokan paginya


nita terbangun ia membuka matanya perlahan-lahan, kepalanya masih pusing. ia tidak melihat siapapun di kamar itu, ia melihat jam ternyata ini pukul 9 itu berarti ricko sedang bekerja dan yang lainnya memiliki banyak pekerjaan.


ia menatap langit-langit kamarnya , bayang-bayang malam itu masih ia ingat jelas. saat ayahnya mengatakan jika dirinya tidak pernah menganggapnya sebagai seorang anak.


bohong jika ia tidak sedih , ia sangat sedih. kenapa ayahnya tidak mau menganggapnya anak. padahal dia sangat menyayangi ayahnya jauh dalam lubuk hatinya. dia pikir hanya ada di film-film tapi nyatanya ia sendiri mengalami itu.


air matanya keluar begitu saja tanpa meminta izin.


cklek


pintu nya terbuka , itu berarti seseorang masuk tapi dia tidak mau menatapnya ia masih ingin melihat langit-langit kamar itu.


" kau sudah bangun?" tanya pria itu.


tunggu, ia kenal suara itu. suara yang tidak asing lagi. ya, itu suara ayahnya. apa dia bermimpi atau hanya khayalannya saja.


ia masih tetap tidak ingin melihatnya , lalu orang itu menaruh bunga di samping nakasnya.


" maaf" gumam orang itu.


" maafkan ayah" sambung orang itu.

__ADS_1


" ayah?" gumamnya.


ia pun segera melirik kearah orang itu, benar. ayah nya datang sendirian tapi ia tidak mau melihatnya terlalu lama ia tidak suka itu.


" kau sudah makan?" tanya ayahnya.


" maaf pak , anda siapa? anda bukan keluarganya" tanya suster itu.


.


" aku ayahnya" jawab adi.


" tapi dalam daftar keluarga tamu disini tidak ada ayahnya" ujar suster itu.


sebelumnya aidan sengaja membuat peraturan di kamar itu, ia membuat daftar orang yang boleh hadir. selain nama itu tidak ada yang boleh masuk.


" tapi aku ayahnya" tegas adi.


" nona sudah sadar? bunda nona bilang sedang pulang untuk membawa pakaian. sebentar lagi kakak anda akan datang" ujar suster itu.


" kau sendiri yang bilang tidak pernah menganggapku sebagai seorang anak, aku pikir aku tidak punya ayah" ungkap nita tanpa melihat wajah ayahnya.


" ayah salah. tolong maafkan ayah, itu karena anak ayah....."


" anak...anak dan anak ayah. aku tidak peduli siapa anak itu. jika kau memang ayahnya maka bawa dia pergi bersamamu dan jangan pernah temui diriku lagi. aku sangat membencimu " tegas nita.


" ayah melakukan semuanya karena dibutakan oleh keinginan ayah. ayah menyayangimu sama seperti menyayangi kak nathan dan kak aidan nak" ucap ayah.


" nak? baru sekarang kau memanggilku nama nak , sebelum itu kau bahkan tidak pernah memanggil namaku. selalu kau, kau dan kau , tetapi dengan anak perempuan yang lain kau memanggilnya dengan kata sayang"


" dia juga seorang anak , aku paham betapa dia ingin memiliki kelurga yang utuh, penuhilah keinginannya " sambungnya lagi.


" ayah hanya ingin minta maaf sayang karena malam itu..."


" hentikan " teriak nita.


' tolong pergilah dari sini , aku mohon hiks...hiks..hiiks" teriak nita lagi ia menutup kedua telinganya, sepertinya ia sangat trauma karena kejadian malam itu.


" sayang" adi ingin menyentuh nita tapi nita menjauh ia semakin mengeratkan tangannya di kepalanya seakan ia tidak mau mendengar apapun yang ayahnya katakan.


" pergiiiii aku mohon pergilah hiks...hiks...hikss" teriaknya sambil menangis.


" sayang" ujar ricko , ia datang karena suster yang menjaga istrinya memberitahunya jika nita sudah siuman ia pun berlari untuk menemui istrinya. tapi dari luar ia mendengar suara teriakan istrinya ia pun segera masuk.


ia berlari memeluk istrinya itu.


" sayang tenanglah ada aku disini" peluk ricko.


" hiks...hikss aku tidak mau melihatmu tolong keluarlah" isak nita lagi.


ricko menoleh ke arah ayah mertuanya sambil memeluk istrinya.


" sebaiknya ayah keluar dulu, dia baru siuman aku tidak mau membuat tubuhnya semakin lemah" ujar ricko.

__ADS_1


" hiks...hiks " isak nita .


" aku akan datang nanti" ujar ayah ia pun segera keluar dari kamar itu.


ricko terus memeluk istrinya yang masih shock itu, melihat istrinya ketakutan dan menangis itu. ia sangat terpukul ia tidak pernah melihat istrinya seperti ini.


" sayang tenang ada aku disini, jangan menangis" ucap ricko lalu ia mencium pucuk rambut istrinya itu.


tapi nita tidak mendengarkannya, ia terus menangis. mungkin ingin meluapkan semua rasa sedihnya yang selama ini ia pendam sendirian.


" sayang jangan menangis, aku tidak bisa melihatmu seperti ini, aku menunggu mu sadar selama berhari-hari, aku merindukanmu sayang" ucap ricko dengan lembut .


" sayang kau sudah bangun?" bunda baru saja tiba dikamar putrinya bersama aidan.


ia segera memeluk putrinya itu, ricko lepaskan pelukannya pada istrinya. membiarkan bunda memeluk nita.


" ricko kenapa dia menangis?" tanya aidan.


" tadi ayah datang " jawab ricko.


" apa? berani sekali dia datang kesini" ucap aidan dengan kesal.


" sayang kau baik-baik saja hmm? apa ada yang sakit? bunda sangat mengkhawatirkanmu nak. bunda tidak bisa hidup tanpamu" ucap bunda dengan sedih, air matanya pun menetes tak kala ia memeluk putrinya yang sedang menangis itu.


" kenapa dia datang ?" tanya bunda.


" aku tidak tahu tapi saat aku datang , istriku berteriak dia ingin ayah segera pergi" jawab ricko.


" bunda" nita meraih tangan bundanya lalu menatapnya.


" kenapa ? apa ada yang sakit?" tanya bunda.


" apa bunda baik-baik saja?" tanya nita matanya berkaca-kaca menatap bundanya.


" bahkan ia masih memikirkan perasaan bundanya" pikir ricko..


" yang seharusnya bertanya itu bunda, apa putriku ini baik-baik saja? " tanya bunda.


" maafkan aku bunda. selama bertahun-tahun aku tidak pernah memenuhi keinginan bunda, aku anak yang buruk hiks...hiks maaf bunda" isaknya lagi lalu memeluk bundanya.


bunda pun ikut menangis mendengarnya, kenapa anaknya ini berpikir seperti itu, putrinya sangat dewasa walaupun umurnya masih tidak terlalu matang tapi dia hanya memikirkan kebahagiannya.


" kenapa ayah tidak pernah melihatmu seperti ini dek, kau anak yang paling baik diantara kami " ucap aidan dalam hati.


" jangan berkata seperti itu sayang. kau putri bunda yang paling baik, asal kau tau bunda sangat beruntung memilikimu sebagai putri bunda. bunda dan kakakmu , kami sangat bahagia karena memiliki putri sepertimu" jawab bunda.


" tapi aku sudah berbohong pada kalian semua. aku meninggalkan bunda sendirian, aku merasa aku anak yang buruk. saat bunda ingin melihatku walau hanya di telpon tapi aku tidak pernah membalasnya, juga saat bunda memohon menyuruhku datang aku tidak pernah datang . aku hanya..."


" hussst " bunda menutup mulut nita dengan jarinya, membuat nita diam dan menatap bundanya dengan berlinang air mata.


" jangan menyalahkan diri sendiri, putriku melakukan itu demi bundanya itu sudah cukup bagi bunda. jangan katakan apapun lagi sayang bunda hanya ingin kau bahagia" ungkap bundanya.


" tolong cepatlah sehat , hingga kita bisa kembali seperti dulu. apa putriku mau kita semua akan memulai kehidupan awal lagi bersama kakak dan juga suamimu ?" tanya bunda.

__ADS_1


nita mendengarnya semua ucapan bundanya itu, ia menatap mata bundanya , mencari apapun yang dapat ia temukan. ia tahu jauh didalamnya hati bundanya itu sangat hancur, begitu besar rasa sedih yang ia sembunyikan.


( aku melihat mata itu dimana bundaku menjadi panutanku, menjadi wanita yang paling menghargai hubungan, wanita yang sabar, teguh dan baik hati. semoga aku selalu dapat melihatmu terus tersenyum , aku mencintaimu bunda)


__ADS_2