
" nak alia apa kami boleh mengetahui apa keinginanmu ? jujur saja jika nak alia tidak keberatan kalau kami anggap seperti anak di keluarga ini, nak alia boleh tinggal disini sesukanya" ujar bunda.
nita yang berada di sebelah alia itu mengelus tangan alia agar dapat tenang. alia menatap nita , nita hanya tersenyum.
" jujur saja aku merasa seperti ada keluarga disini, tidak seperti orang lain. aku sangat suka disini. aku sangat senang ada orang yang menganggapku sebagai keluarga " jelas alia.
" lalu jika bunda boleh tau apa yang nak alia rencanakan setelah ini?" tanya bunda.
" aku ingin melanjutkan hidupuku, ayah ku bermimpi agar aku menjadi seorang jurnalistik yang terkenal. aku akan belajar untuk mendapatkan beasiswa. impianku adalah berkuliah di universitas singapore " jawab alia.
" maka capailah itu, namun jika tidak keberatan selama kau belum mendapatkan beasiswa itu bunda sarankan lebih baik tinggal disini karena kami khawatir alia seorang perempuan. tidak baik tinggal seorang diri " kata bunda.
" iya alia ... kau bisa tinggal disini untuk sementara sampai kau belum berkuliah " timpal nita.
" tapi aku akan merepotkan semua orang"
" tidak ada yang merepotkan nak , bunda senang karena rumah ini ada begitu banyak anak-anak" balas bunda.
" iya lagian kau bisa bermain dengan arga , kau tadi sangat suka kan denganny" timpal iren.
" baiklah aku mau ... terima kasih tante, kakak" ucapnya.
" hmm sama-sama" ucap nita.
....
" kalian tidak menginap disini ? " tanya bunda yang mengatar nita dan ricko di halaman.
" tidak bunda , besok kami harus masuk kerumah sakit. rumah akan kosong nanti" jawab nita.
" yasudah hati-hati ya" ujar bunda.
"kalau begitu kami pamit bunda" pamit ricko.
" hmm"
keduanya pun masuk mobil lalu ricko melajukan mobilnya di perjalanan nita terus saja menguap , dia sangat mengantuk sekali perjalanan kerumahnya membutuhkan waktu 1, 5 jam dia pun memutuskan untuk tidur.
ricko membiarkannya , dia tau istrinya kelelahan.
...
sementara itu di rumah adi dia sedang membereskan pakaiannya kedalam koper , dibantu oleh sekretarisnya.
" pak pesawat nya akan berangkat pukul 10 malam , kita harus cepat " ujar nya.
" iya ini hampir selesai , nanti setelah di sampai di sulswesi kita harus mengecek tanah untuk proyek " ujar adi.
" baik pak " ujar sekretarisnya.
" pak mobil sudah siap" ujar sopirnya yang datang begitu saja.
" oh iya ini tolong bawa kopernya aku akan mengambil tas" perintah adi.
sekretarisnya dan juga sopir itu keluar , dia membereskan file yang ada dikasur dan memasukkannya ke dalam tas. namun sebelum dia memutuskan pergi, dia melihati foto-foto anak nya dan mantan istrinya.
" sampai jumpa" gumamnya.
....
" sayang mau mandi atau tidak?" tanya ricko yang sudah keluar dari kamar mandi itu hanya menggunakan handuk saja.
__ADS_1
" iya " jawab nita
namun tiba-tiba dari belakang ricko sudah memeluknya dan menggerayangi lehernya " ricko tubuhku lengket aku mandi dulu ya" gumam nita.
" tapi ini masih wangi " lirih ricko yang terus menciumi leher jenjang nita.rambut nita yang terurai itu seakan mengganggunya lalu dia mengibaskannya kesebelah kiri.
" sebentar saja" gumam nita.
" baiklah 5 menit " tegas ricko.
" 5 menit ? ricko it..."
cup
dia menempelkan bibirnya di bibir nita. " tidak ada penolakan malam ini" lirih ricko.
" iya iya baiklah" gumam nita yang pasrah itu.
ricko tersenyum smirk mendengarnya , nita langsung saja masuk kedalam kamar mandi.
setelah menunggu 10 menit akhirnya nita keluar, dia telat 5 menit ricko tidak akan membiarkan itu pikir nita dia keluar hati-hati dari kamar mandi.
ricko memandanginya sedari dia keluar dari pintu itu dia merasakan hawa yang panas sekali padahal dia habis mandi.
" kau tidak ganti baju?" tanya nita.
" untuk apa ? buang-buang waktu saja. bahkan aku sudah menunggu lama " ricko segera menarik tubuh nita hingga kini tubuh nita berada di atasnya.
" sayang" lirih ricko.
" ada apa?" tanya nita.
ricko tidak menjawab dia memainkan tangannya diwajah nita lalu membalikkan tubuh mereka hingga sekarang nita berada di bawahnya.
***
" ricko sepertinya aku akan pulang sedikit terlambat, dokter obi sedang sakit jadi aku lembur "
mereka saat ini sudah berada di parkiran rumah sakit
" hmm baiklah aku juga akan pulang malam ada jadwal operasi" gumam ricko.
" aku masuk dulu " kata nita.
sebelum nita melangkah, ricko menarik tubuhnya lalu memeluknya.
" ricko ada apa? "tanya nita.
" rasanya aku tidak ingin bekerja hari ini , aku mau terus bersamamu" gumam ricko.
" hmm kita akan bertemu setelah pulang nanti, aku tidak akan pergi jauh" kekeh nita.
" tetap saja aku selalu merindukanmu" lirih ricko
" lepaskan dulu aku mau mengatakan sesuatu" kata nita
" apa?" ricko melepaskan pelukan itu.
cup
nita mengecup bibir ricko singkat " aku mencintai mu dah" nita berlari setelah mengatakan itu. ricko tersenyum kecil saat itu , tapi kenapa dia merasa seperti peraasaannya tidak enak.
__ADS_1
...
" ayo ricko pasien sudah siap" ajak chandra mereka telah memakai pakaian operasi lengkap dengan sarung tangan dan masker.
" hmm"
keduanya berjalan berdampingan dengan gagahnya menuju keruangan operasi, pintu operasi tertutup rapat secara otomatis setelah ada yang masuk. lampu operaei dinyalakan tanda operasi telah dimulai.
" gunting " perintah ricko.
chandra langsung memberikannya , ricko memotong sebagain rambut dikepala tempat yang akan dioperasi.
mereka pun berganti posisi kini ricko akan mengamati operasi yang dilakukan chandra sedangkan dia akan memantau apa yang akan terjadi pada pasien
chandra mulai membedah kepalanya " hati-hati tumornya tidak boleh pecah"
" apa denyut jantung pasien normal?" tanya chandra.
" iya " jawab ricko.
sedangkan nita dia juga sedang menangani pasien dia sedang membuka perban seorang wanita yang beberapa hari lalu mengalami kecelakaan.
setelah selesai dia menaruhnya di nampan medis , lalu membantu wanita itu kembali tertidur.
" anda sudah membaik, 2 hari lagi sudah boleh pulang aku akan mengabari lagi nanti" jelas nita.
" terima kasih dokter" ucap pasien itu.
" sama-sama" jawab nita.
" dokter nita... dokter ayo ikut " kata suster dian yang berlarian itu
" kenapa suster apa ada yang salah?" tanya nita.
" itu kita harus berkumpul di aula dokter" ucap dian nafasnya ngos-ngosan.
" baiklah" balas nita.
keduanya pun berjalan bersama hingga sampai di aula dokter , banyak suster dan para dokter yang berkumpul. layar televisi sedang menayangkan berita gempa berkekuatan cukup tinggi di sulawesi selatan. banyak rumah yang roboh dan desa-desa yang hampir setengahnya terkena longsor.
dokter alex mematikan layar televisi itu " seperti yang sudah kalian lihat, telah terjadi bencana alam di sulawesi , kita sebagai rumah sakit terbesar di jakarta akan mengirimkan tenaga bantuan medis. beberapa dokter dan suster akan ikut dalam bantuan itu, dan nama yang telah ditentukan ada didaftar ini "
" dokter apa dalam daftar nama itu ada namaku?" tanya salah satu seorang dokter muda.
" kami hanya memasukkan nama dokter muda dan belum memiliki tannggungan yang banyak dirumah. untuk dokter dan suster yang tengah hamil dan mempunyai anak bayi aku tidak memasukkan namanya" jawab dokter alex.
" baiklah aku sebutkan sekarang" kata dokter alex.
dokter alex menyebutkan nama-nama itu , nita mendengarkan dengan saksama. dia harus ikut sebagai tenaga medis di sana. namun tidak ada nama ricko , hanya ada suster dian , dokter obi, dokter fahri , dokter haryadi, dokter rania. dan suster mia, dian, loli dan beberapa suster lainnya.
" kita akan berangkat pukul 12 malam, kalian boleh pulang untuk membereskan barang-barang" ujar dokter alex.
" kita berkumpul di halaman rumah sakit sebelum kebandara" sambungnya lagi.
semua dokter dan suster yang disebutkan tadi pun bubar untuk mempersiapkan kepergian mereka, nita juga akan pulang dulu, ini sudah jam 8 malam tapi ricko belum mengabarinya.
" mungkinkah diruangan operasi" pikirnya.
dia tidak akan sempat jika harus menunggu ricko, dia pun pulanh sendirian menggunakan taksi.sesampainya dirumah dia membuka tas ransel yang dia perlukan saja. dia membawa pakaian, dan barang-barang yang dia perlukan.
dia kembali turun karena taksi menungunya dibawah. dia melihat jam sudah pukul 9 lewat, dia baru sampai dirumah sakit pukul 10.
__ADS_1
dia mencari ricko diruangannya namun masih belum ketemu , dia ingat ricko pernah bilang kalau dokter bedah bisa diruangan operasi selama 24 jam. dia pikir ricko mungkin sedang melakukannya sekarang.
" kita harus bertemu ricko" gumamnya.