
cafe coffe
ditaman cafe itu, amayra sudah tiba terlebih menunggu aidan dan juga gathan. ia duduk di kursi sendirian lalu memesan americano.
" amayra " ujar aidan yang sudah ada didepannya sekarang.
amayra pun berdiri dan menatap aidan " kau datang" ucapnya.
" hmm " aidan pun duduk dan begitupun amayra.
" kau mau pesan sesuatu?" tanya amayra.
" tidak usah" jawab aidan.
" aidan, amayra" panggil seseorang dan mereka berdua pun sama-sama menoleh kearah sumber suara itu.
" gathan" gumam amayra.
laki-laki yang tampan itu memakai setelan kemeja dan berjalan menuju akarah dua orang itu.
" apa kabarmu?" tanya gathan yang menatap wajah amayra.
" aku baik" jawab amayra tanpa menoleh ke arah gathan.
" duduklah" ujar aidan.
mereka bertiga duduk.
" aidan kenapa kau memanggilku?" tanya gathan.
" tentang kalian dan juga diriku" jawab aidan.
" aku tidak akan berbasa-basi lagi sekarang, apa yang terjadi pada kalian berdua?" tanya aidan dengan serius.
gathan menoleh ke arah amayra yang tidak pernah sedikit pun menoleh ke arah gathan.
" itu hanya kesalahpahaman saja , amayra kenapa kau memberi tahu pada aidan? " tanya gathan.
" apa kalian akan bercerai? " tanya aidan.
" tidak aku tidak akan bercerai"jawab gathan.
" tapi kau berselingkuh" ujar amayra.
" amayra kau salah paham. wanita itu terjatuh aku menolongnya kenapa kau selalu saja menyalahkan aku?" tanya gathan .
" karena aku sangat mencintaimu... aku tidak mau kau bersama wanita lain selain diriku" tegas amayra.
aidan pun menoleh kearah amayra tidak ia sangka amayra akan mengatakan itu dihapadannya itu sangat membuatnya sangat sakit hati.
" ra mengertilah ... " ujar gathan dengan nada yang lembut.
tetapi amayra tetap bersikukuh dengan keras kepalanya.
" amayra .... gathan tidak seperti itu, kita teman kau mengenalnya kan. jika kau mencintainya kau juga harus percaya padanya, kau tidak boleh egois untuk dirimu sendiri" ucap aidan.
" kau masih mencintainya? " tanya aidan yang menatap wajah amayra.
" jawab aku ra kau mencintainya kan? " tanya aidan lagi.
amayra yang menunduk itu pun menganggukkan kepalanya, aidan memejamkan matanya agar rasa sedihnya sedikit berkurang.
" kalau begitu kembalilah padanya. jangan seperti anak kecil lagi, aku ingin kalian kembali seperti dulu. dan kau (aidan menoleh kearah gathan) tolong jaga dia aku percayakan dia padamu karena kau suaminya sekarang " ungkapnya.
" aidan aku sudah bersalah padamu" ujar gathan.
__ADS_1
" aku tidak peduli itu tetapi sekarang kalian selamatkan pernikahan ini, aku akan senang jika kalian bersama lagi" balas aidan.
" aku percaya kalian masih sangat mencintai ....seperti dulu"
" aku kesini untuk mengatakan pada mu ra, jangan mengambil keputusan hanya karena kau marah dan merasa tersakiti, pikirkan bahwa ada orang yang lebih sakit darimu. jadi gunakan akal sehatmu."
gathan pun berdiri dan berjongkok dihadapan amayra yang terus menunduk itu.
" ra ... maafkan aku " ucap gathan dengan lembut.
" aku salah karena sudah marah padamu, seharusnya aku mengerti padamu , tolong maafkan aku" pinta gathan.
amayra yang sedang menangis itu menatap wajah suaminya.
" aku mencintamu... aku mencintaimu" ucap amayra.
gathan pun segera memeluk amayra dengan erat.
" aku juga mencintamu ra ... tolong jangan pergi lagi dariku" gumam gathan.
aidan merasa hancur seharusnya dia yang berada di posisi itu tetapi cinta tidak berpihak padanya. jika saja ia perempuan mungkin akan menangis tetapi tidak dia tidak boleh mempermalukan diri sendiri dihadapan cintanya.
dia kemudian memutuskan untuk pergi dari sana , dia tidak mau merusaka kebahagiaan sepasang suami istri itu, rasanya ia ingin marah dan menangis.
ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang , hingga beberapa saat kemudian ia sudah sampai di sebuah pantai yang sepi. karena hari mulai gelap ia ingin menenangkan diri dulu.
dia duduk dihamparan pasir putih menatap gelombang ombak yang sangat tenang itu serta matahari yang akan tenggelam.
ia kembali mengingat momen kebahagiaanya dulu bersama amayra. amayra sangat suka dengan pantai hingga ia selalu membawa amayra ke pantai dan bermain seharian disana.
" aku mencintaimu ... tetapi cintamu lebih besar untuk gathan. kita dulu bertiga sahabat, aku mencintai segala yang ada pada dirimu. manja, kau selalu menangis saat merasa tidak bisa melakukan sesuatu, aku sangat mencintai semua itu, kenapa kau tidak bisa melihat cintaku ra..." gumamnya dengan tatapan kosong.
" kakak" panggil nita dari belakang , ia telah mengikuti kakaknya sedari cafe ia ingin membantu kakaknya agar tidak sedih. biasanya ia yang selalu di hibur tapi kali ini semuanya terbalik.
" nita " gumam aidan.
" kenapa kakak disini?" tanyanya.
" ingin liburan saja" jawab aidan.
" hey! bukannya ini sudah petang kenapa disini nanti ricko mencarimu?" tanya aidan.
" aku sudah mengurusnya dia tidak akan cemas " jawab nita.
aidan pun tidak bicara lagi, ia menatap hamparan air yang luas dihadapannya begitu juga dengan nita, padahal ia sudah merasa kedinginan karena angin laut itu,
" kak ayo kita ajak semua orang ke bali, kita liburan mumpung aku masih libur" ujar nita.
" kakak banyak pekerjaan lain kali saja" balas aidan.
" ish bukannya kemarin kakak yang sibuk liburan...liburan" gerutu nita.
aidan pun tersenyum dan mengetuk kepala adiknya.
" awww" ringis nita sambil tangannya menyentuh kepala yang terasa sedikit sakit itu.
" kakak aku tau kenapa kakak seperti ini" ujar nita dengan jujur.
" kakak bisa cerita denganku, aku janji tidak akan memberi tahu orang lain termasuk bunda" sambungnya lagi.
" apa yang harus kakak beritahu ha ? kepo ya kamu " ujar aidan.
" kakak berhak untuk bahagia walau tanpa orang yang kakak cintai. karena diri kakak sendiri lah yang bisa menentukan semuanya." ucap nita.
" dari kisah kak amayra dan temannya itu kakak bisa memetik sesuatu disana. apapun rintangannya... sejauh apapun dia melangkah kalau memang dia ditakdirkan untuk kita maka dia akan tetap kembali. kakak jangan khawatir... akan ada seorang wanita yang sedang menunggu mu entah siapa dia" sambungnya lagi.
__ADS_1
" kau benar... seperti kau dan ricko bukan?" ujar aidan.
" ini bagian kakak bukan kisahku dan ricko" balas nita.
aidan pun terkekeh mendengarnya , ia lepaskan jaket nya dan memakaikannya di adiknya. karena adiknya hanya memakai dress pendek selutut .
" kakak baru peka sekarang" gerutu nita.
" apa kakak masih mencintainya?" tanyanya dengan hati-hati.
" entah... kakak juga tidak tau sudah 2 tahun lebih kakak berpisah darinya, kadang kakak memikirkannya tetapi itu tidak pernah seperti dulu pas waktu menikah" jawB aidan.
" aku mengerti perasaan kakak, kalau boleh aku beri saran. lebih baik kakak melupakannya karena dengan mengingatnya kakak tidak akan pernah sembuh. dia juga sudah bahagia sekarang." ujar nita.
" hmm... terima kasih karena telah bersama kakak disini , tadinya jika tidak yang menghibur kakak berpikir akan berjalan hingga ketengah sana" tunjuk aidan pada laut.
" kalau begitu aku merasa lebih baik aku tidak datang "
ujar nita.
lalu mereka berdua pun tertawa disana
hingga pukul 9 nita diantar oleh aidan sampai depan rumah , nita pun turun dari mobil dan melambaikan tangann pada aidan.
" hati-hati dijalan kak" ucapnya.
" hmm masuklah kakak akan pergi setelah kau masuk" balas aidan.
nita pun tersenyum lalu ia masuk kedalam gerbang dan ia pun menguncinya.
setelah memastikan nita sudah masuk kedalam rumah ia mengemudikan mobilnya hingga kecepatan tinggi karena jalanan juga sangat sepi.
disisi lain nita sudah didalam rumah tetapi ia tidak melihat ricko dibawah , ia celingak-celinguk dari tadi tapi tidak menemukan sosok suaminya itu.
ia haus dan memutuskan untuk pergi kedapur mengambil sebotol air di dalam kulkas , " dimana dia?" pikirnya sambil membuka tutup botol air itu.
" ha...cuh" ia bersin hingga berkali-kali , dipantai tadi sempat hujan jadi ia kehujanan saat akan berteduh tapi tidak sempat.
" apa aku demam?" dia menaruh tangannya di keningnya untuk mengecek badannya.
" tapi tidak panas" jawabnya sendiri.
" sayang sudah pulang?" tanya ricko yang baru turun dari atas , ia hanya mengenakan celana panjang tanpa berpakaian. nita pun membelakanginya karena masih tidak terbiasa pada tubuh ricko yang sangat bagus itu.
" ayolah sayang bukannya kita pernah saling membuka tubuh masing masing ayo berbalik" ujar ricko.
nita pun sedikit demi sedikit berbalik dan menutup kedua matanya.
" baiklah aku memakai baju" ujarnya dan ricko langsung memakai baju yang ada di tangannya.
" sudah?" tanya nita.
" hmm" jawab ricko , nita pun langsung membuka matanya.
" ha...cuh" bersinnya lagi.
" sayang apa demam?" tanya ricko dengan cepat.
" tidak mungkin flu saja " jawab nita.
" ayo kita kerumah sakit sekarang" ajak ricko.
" ricko aku menyimpan obat flu tenang saja, aku juga sudah lelah ayo tidur " ajak nita.
" tapi tunggu dulu harus cek suhu tubuh dan minum obatnya baru tidur!" perintah ricko.
__ADS_1
" iya ricko....iya " jawab nita.