Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
kau kebahagiaan terbesarku


__ADS_3

ricko menepikan mobilnya di mini market , dia membeli minuman dingin dan membayarnya. dia ingin menenangkan diri dulu , lalu dia berjalan di sekitar sungai yang dekat dengan kota , dari sana dia bisa melihat jembatan dan banyak lampu yang menghiasinya.


dia berdiri di batas pagar itu , melamun seorang diri mengingat kembali bagaimana bahagianya dia bersama nita dulu.


" Ricko "


ricko menoleh ke belakang dimana ada seseorang yang memanggilnya , mata ricko masih tidak bisa bohong dia habis menangis.


" apa yang kau lakukan disitu ?" tanyanya yang tak lain adalah nita yang berdiri di tengah-tengah jalan yang tak terlalu lebar itu.


" nita ? sayang apa itu benar dirimu?" tanya ricko meyakinkan.


" iya " jawab nita.


ricko berlari kemudian memeluk nita dengan erat , nita merasa aneh kenapa ricko begitu " ricko kau kenapa ? matamu sembab" ujar nita.


" aku tidak ingin benar-benar kau pergi aku ingin kau tetap disampingku" gumam ricko yang masih memeluknya.


" apa maksudmu ? " tanya nita.


" aku tidak bisa hidup tanpamu, aku hanya asal bicara saja pagi tadi" gumam ricko.


" ricko... ricko katakan " nita melepaskan pelukan ricko dan menatap wajah ricko, kedua mata mereka saling bertemu.


" sayang bukannya hari ini kau akan pergi ke jerman ?" tanya ricko.


" ha ? jerman ? " ucap nita.


" ricko...kau salah paham , aku belum sepenuhnya menjalskan denganmu tapi kau sudah pergi " sambung nita.


" ayo sini " nita menarik tangan nita ke dekat pagar pinggiran sungai , memegang kedua tangan ricko dan menatap wajahnya.


" maaf aku tidak mengatakan yang sebenarnya , aku punya alasan " kata nita.


" tapi sayang aku sungguh tidak mengerti apa yang ada dipikiranmu " ujar ricko.


" dengar kau mungkin sudah salah paham denganku, bahkan mungkin yang lainnya juga. memang benar ... aku yang mendapat kualifikasi itu , aku sangat senang ketika mendengarnya. namun, aku harus berpikir beribu kali untuk menerima nya "


ricko tetap fokus mendengarkan penjelasan nita


" aku tidak memberitahumu karena aku ingin mencari jawabannya pada diri ku sendiri dan meyakinkannya. dan aku sudah mendapatkan jawabannya , jawabannya adalah ... dirimu ricko "


" kau adalah jawaban nya "


" lalu kenapa hari ini kau tidak masuk kau membuatku sangat khawatir. dan jika bukan dirimu lalu siapa yang pergi itu ?" tanya ricko.


" kau ingat ketika aku izin untuk pergi hari itu ?" tanya nita yang segera dijawab anggukan oleh ricko


nita tersenyum lalu dia menjelaskannya.


Flashback on


*nita pergi kerumah sakit untuk menemui dokter idham, karena dokter idham belum tiba dia harus menunggunya terlebih dahulu. cukup lama dia menunggu hingga akhirnya dokter idham datang.


" dokter nita maaf aku ada urusan diluar " ucap dokter idham.


" iya dokter tidak masalah " jawab nita.


" jadi bagaimana ? aku pikir kau telah menemukan jawabannya ? " tanya dokter idham yang kemudian duduk dan memakai kacamatanya.


" hmm aku sudah memikirkannya "


" lalu apa jawabannya ?" tanya dokter idham.

__ADS_1


" dokter ... aku tidak akan pergi " ucap nita.


" apa dokter nita yakin ? aku tidak akan bertanya alasan karena mungkin aku sudah tau jawabannya aku hanya ingin memastikan apa dokter nita sudah berpikir dengan mata terbuka ?"


" sangat yakin dok"


" lalu siapa yang akan menggantikan dirimu ?"


" jika aku boleh rekomendasikan apa seorang perawat boleh mengikutinya ?" tanya nita.


" tentu saja tapi harus mempunyai penilaian yang bagus " jawab dokter idham.


" aku mengenal saalah satu perawat perempuan , namanya mia adelia dia perawat yang baik, kompeten , lincah dan teliti"


" dokter bisa memanggilnya dan melihatnya sendiri "


" baiklah kalau begitu aku percaya itu , semoga pilihan ini bisa lebih membuatmu bahagia " ucap dokter idham.


" terima kasih dok kalau begitu saya permisi dulu*"


flashback off


" sayang ... aku sudah salah padamu " lirih ricko.


" kau tau aku terus berpikir setiap hari , setiap malam aku selalu melihat wajahmu yang tertidur pulas. lalu aku berpikir apa jika aku pergi aku bisa melihat wajah itu ? tidak ... aku tidak bisa melihatnya "


" aku sangat bahagia hidup bersamamu, kau adalah kebahagiaanku . apa lagi yang harus aku cari ? aku sudah mendapatkan suami yang paling baik di dunia, orang yang paling mencintaiku. karier? aku sudah menjadi seorang dokter itu sudah cukup bagiku. aku tidak memerlukan gelar itu , aku hanya memerlukan dirimu "


" aku tidak akan pernah meninggalkanmu karena sebentar lagi ... aku akan menjadi seorang ibu dan kau menjadi seorang ayah "


" sayang apa maksudmu?" kata ricko yang tak percaya itu.


nita mengambil tangan ricko dan menaruhnya di atas perutnya " impianmu untuk menjadi seorang ayah akan tercapai beberapa bulan lagi " lirih nita seraya tersenyum dan menahan tangis yang sebenarnya adalah tangisan kebahagiaan .


" apa hidungku berubah jadi panjang ?"


" sayang terima kasih " ricko lagi-lagi memeluk nita dengan erat dan mencium puncak kepala nita.


" aku juga berterima kasih padamu dan maaf karena terus membuatmu terluka " ujar nita.


" tidak sayang aku hanya khawatir jangan merasa bersalah , aku akan selalu membuatmu bahagia dan calon anak kita nanti "


" aku sangat bahagia sekali... akhirnya aku akan menjadi seorang ayah dari anak-anak kita " sambungnya yang seperti mimpi menurutnya.


" ricko aku lapar aku belum makan dari siang" rengek nita.


" apa ? kenapa begitu nanti anak kita lapar , ayo kita makan malam ini aku akan membelikanmu apapun itu" ujar ricko.


" hmm aku ingin makan bakso goreng yang disana , sangat enak " tunjuk nita di ujung trotoar.


" baiklah ayo kita kesana " ricko menggandeng tangan nita , dia tidak pernah berhenti untuk tersenyum dan menatap wajah istrinya terus.


" sayang bagaimana besok kita beritahu bunda dan yang lainnya ?" ujar ricko.


" hmm aku juga sudah rindu dengan bunda " balas nita.


" duduklah " ricko membukakan kursi dan menyuruh nita untuk duduk. dia juga duduk di hadapan nita dan mereka memesan bakso goreng dan yang lainnya .


tak butuh waktu lama makanan pun siap dan telah dihidangkan . ricko sangat jatuh nita pada istrinya hingga tak pernah berhenti untuk tersenyum dan menatap wajah nya.



" aaa aku ingin menyuapimu" ujar nita.

__ADS_1


ricko tersenyum lalu membuka mulutnya dan menerima suapan itu.


" apa bayiku itu sangat menja hmm hingga membuat ibunya sangat romantis " ujar ricko.


" hmm kata bayinya dia ingin menyuapi ayahnya " ujar nita.


" baiklah ayahnya akan menerima suapannya lagi" ricko kembali menerima suapan dari tangan nita.


mereka sangat bahagia makan berdua dan ditambah calon bayi mereka malam itu , dan berharap akan terus bahagia seperti itu untuk selamanya.


***


sesampainya dirumah , saat nita akan naik tangga ricko melarangnya " ada apa ?" tanya nita.


tanpa aba-aba ricko segera menggendong nita " ricko aku bisa berjalan sendiri" ujar nita.


" aku tidak mau membuatmu lelah karena hells dan bayi kita , mulai sekarang aku akan melayani semua kebutuhanmu dengan baik dan saaaangat baik " ucap ricko sambil kakinya terus melangkah naik.


" apa kau mau menjadi suami yang siaga seperti di film-film?" ujar nita.


" hmm bahkan sangat siaga , mendengar suara sedikit saja darimu aku akan siap menghampirimu dimanapun aku berada " balas ricko.


" dan ya ada beberapa pertanyaan lagi yang harus istriku jawab setelah dikamar nanti " sambung ricko.


" aku seperti seorang guru yang terus diberi pertanyaan oleh muridnya "


" tapi bagiku kau kehidupanku jadi untuk melanjutkannya aku harus terus bertanya "


" baiklah...baiklah suamiku , aku akan menjawabnya "


ceklek


ricko merebahkan tubuh nita diranjang " apa kau tidak mandi ?" tanya nita.


" sebentar lagi " jawab ricko yang ikut tidur disebelahnya.


" mandilah lalu kita akan berbicara dengan sangat banyak malam ini. aku ingin memberitahu semuanya "


" baiklah aku mandi tidak lama jangan bangun dari ranjang ini " ujar ricko.


" iya iya aku tidak akan bangun bahkan bergerak sekalipun " balas nita.


" cup" ricko mengecup sekilas bibir istrinya.


" tunggu aku " gumam ricko.


" hmm " nita memperhatikan ricko yang akan masuk kekamar mandi, lalu dia melentangkan badannya dan menatap langit-langit kamar.


" sykurlah aku sudah memilih keputusan yang paling benar " gumamnya dalam hati.


dia menyentuh perut yang masih rata itu " ayahmu sangat mencintaimu cepatlah besar dan kita akan main berlarian bersama-sama nanti" lirihnya.


tak lama ricko sudah mandi dan hanya memakai handuk di pinggangnya, tubuhnya yang kotak-kotak membuat siapa saja yang melihatnya pastu tergoda. nita tersenyum memandangi pemandangan yang indah itu.


" sayang apa kau ingin memakanku hingga menatapku seperti itu ?" tanya ricko yang sedang berkaca di meja rias dia sedang menyisir rambutnya.


" kau sangat tampan, aku pikir jika anak kita laki-laki dia akan setampan dirimu" jawab nita.


" tidak hanya laki-laki akan ada bayi perempuan juga " kata ricko.


" kenapa kau yakin sekali?" ujar nita.


" aku yakin anak ku akan terlahir kembar kakaknya laki-laki yang tampan seperti ayahnya dan adik nya perempuan yang cantik seperti ibunya "

__ADS_1


" hmm apapun itu asal kau selalu bahagia aku juga sangat bahagia " timpal nita.


__ADS_2