
ricko menepikan mobilnya di mini market , dia membeli minuman dingin dan membayarnya. dia ingin menenangkan diri dulu , lalu dia berjalan di sekitar sungai yang dekat dengan kota , dari sana dia bisa melihat jembatan dan banyak lampu yang menghiasinya.
dia berdiri di batas pagar itu , melamun seorang diri mengingat kembali bagaimana bahagianya dia bersama nita dulu.
" Ricko "
ricko menoleh ke belakang dimana ada seseorang yang memanggilnya , mata ricko masih tidak bisa bohong dia habis menangis.
" apa yang kau lakukan disitu ?" tanyanya yang tak lain adalah nita yang berdiri di tengah-tengah jalan yang tak terlalu lebar itu.
" nita ? sayang apa itu benar dirimu?" tanya ricko meyakinkan.
" iya " jawab nita.
ricko berlari kemudian memeluk nita dengan erat , nita merasa aneh kenapa ricko begitu " ricko kau kenapa ? matamu sembab" ujar nita.
" aku tidak ingin benar-benar kau pergi aku ingin kau tetap disampingku" gumam ricko yang masih memeluknya.
" apa maksudmu ? " tanya nita.
" aku tidak bisa hidup tanpamu, aku hanya asal bicara saja pagi tadi" gumam ricko.
" ricko... ricko katakan " nita melepaskan pelukan ricko dan menatap wajah ricko, kedua mata mereka saling bertemu.
" sayang bukannya hari ini kau akan pergi ke jerman ?" tanya ricko.
" ha ? jerman ? " ucap nita.
" ricko...kau salah paham , aku belum sepenuhnya menjalskan denganmu tapi kau sudah pergi " sambung nita.
" ayo sini " nita menarik tangan nita ke dekat pagar pinggiran sungai , memegang kedua tangan ricko dan menatap wajahnya.
" maaf aku tidak mengatakan yang sebenarnya , aku punya alasan " kata nita.
" tapi sayang aku sungguh tidak mengerti apa yang ada dipikiranmu " ujar ricko.
" dengar kau mungkin sudah salah paham denganku, bahkan mungkin yang lainnya juga. memang benar ... aku yang mendapat kualifikasi itu , aku sangat senang ketika mendengarnya. namun, aku harus berpikir beribu kali untuk menerima nya "
ricko tetap fokus mendengarkan penjelasan nita
" aku tidak memberitahumu karena aku ingin mencari jawabannya pada diri ku sendiri dan meyakinkannya. dan aku sudah mendapatkan jawabannya , jawabannya adalah ... dirimu ricko "
" kau adalah jawaban nya "
" lalu kenapa hari ini kau tidak masuk kau membuatku sangat khawatir. dan jika bukan dirimu lalu siapa yang pergi itu ?" tanya ricko.
" kau ingat ketika aku izin untuk pergi hari itu ?" tanya nita yang segera dijawab anggukan oleh ricko
nita tersenyum lalu dia menjelaskannya.
Flashback on
*nita pergi kerumah sakit untuk menemui dokter idham, karena dokter idham belum tiba dia harus menunggunya terlebih dahulu. cukup lama dia menunggu hingga akhirnya dokter idham datang.
" dokter nita maaf aku ada urusan diluar " ucap dokter idham.
" iya dokter tidak masalah " jawab nita.
" jadi bagaimana ? aku pikir kau telah menemukan jawabannya ? " tanya dokter idham yang kemudian duduk dan memakai kacamatanya.
" hmm aku sudah memikirkannya "
" lalu apa jawabannya ?" tanya dokter idham.
__ADS_1
" dokter ... aku tidak akan pergi " ucap nita.
" apa dokter nita yakin ? aku tidak akan bertanya alasan karena mungkin aku sudah tau jawabannya aku hanya ingin memastikan apa dokter nita sudah berpikir dengan mata terbuka ?"
" sangat yakin dok"
" lalu siapa yang akan menggantikan dirimu ?"
" jika aku boleh rekomendasikan apa seorang perawat boleh mengikutinya ?" tanya nita.
" tentu saja tapi harus mempunyai penilaian yang bagus " jawab dokter idham.
" aku mengenal saalah satu perawat perempuan , namanya mia adelia dia perawat yang baik, kompeten , lincah dan teliti"
" dokter bisa memanggilnya dan melihatnya sendiri "
" baiklah kalau begitu aku percaya itu , semoga pilihan ini bisa lebih membuatmu bahagia " ucap dokter idham.
" terima kasih dok kalau begitu saya permisi dulu*"
flashback off
" sayang ... aku sudah salah padamu " lirih ricko.
" kau tau aku terus berpikir setiap hari , setiap malam aku selalu melihat wajahmu yang tertidur pulas. lalu aku berpikir apa jika aku pergi aku bisa melihat wajah itu ? tidak ... aku tidak bisa melihatnya "
" aku sangat bahagia hidup bersamamu, kau adalah kebahagiaanku . apa lagi yang harus aku cari ? aku sudah mendapatkan suami yang paling baik di dunia, orang yang paling mencintaiku. karier? aku sudah menjadi seorang dokter itu sudah cukup bagiku. aku tidak memerlukan gelar itu , aku hanya memerlukan dirimu "
" aku tidak akan pernah meninggalkanmu karena sebentar lagi ... aku akan menjadi seorang ibu dan kau menjadi seorang ayah "
" sayang apa maksudmu?" kata ricko yang tak percaya itu.
nita mengambil tangan ricko dan menaruhnya di atas perutnya " impianmu untuk menjadi seorang ayah akan tercapai beberapa bulan lagi " lirih nita seraya tersenyum dan menahan tangis yang sebenarnya adalah tangisan kebahagiaan .
" apa hidungku berubah jadi panjang ?"
" sayang terima kasih " ricko lagi-lagi memeluk nita dengan erat dan mencium puncak kepala nita.
" aku juga berterima kasih padamu dan maaf karena terus membuatmu terluka " ujar nita.
" tidak sayang aku hanya khawatir jangan merasa bersalah , aku akan selalu membuatmu bahagia dan calon anak kita nanti "
" aku sangat bahagia sekali... akhirnya aku akan menjadi seorang ayah dari anak-anak kita " sambungnya yang seperti mimpi menurutnya.
" ricko aku lapar aku belum makan dari siang" rengek nita.
" apa ? kenapa begitu nanti anak kita lapar , ayo kita makan malam ini aku akan membelikanmu apapun itu" ujar ricko.
" hmm aku ingin makan bakso goreng yang disana , sangat enak " tunjuk nita di ujung trotoar.
" baiklah ayo kita kesana " ricko menggandeng tangan nita , dia tidak pernah berhenti untuk tersenyum dan menatap wajah istrinya terus.
" sayang bagaimana besok kita beritahu bunda dan yang lainnya ?" ujar ricko.
" hmm aku juga sudah rindu dengan bunda " balas nita.
" duduklah " ricko membukakan kursi dan menyuruh nita untuk duduk. dia juga duduk di hadapan nita dan mereka memesan bakso goreng dan yang lainnya .
tak butuh waktu lama makanan pun siap dan telah dihidangkan . ricko sangat jatuh nita pada istrinya hingga tak pernah berhenti untuk tersenyum dan menatap wajah nya.
" aaa aku ingin menyuapimu" ujar nita.
__ADS_1
ricko tersenyum lalu membuka mulutnya dan menerima suapan itu.
" apa bayiku itu sangat menja hmm hingga membuat ibunya sangat romantis " ujar ricko.
" hmm kata bayinya dia ingin menyuapi ayahnya " ujar nita.
" baiklah ayahnya akan menerima suapannya lagi" ricko kembali menerima suapan dari tangan nita.
mereka sangat bahagia makan berdua dan ditambah calon bayi mereka malam itu , dan berharap akan terus bahagia seperti itu untuk selamanya.
***
sesampainya dirumah , saat nita akan naik tangga ricko melarangnya " ada apa ?" tanya nita.
tanpa aba-aba ricko segera menggendong nita " ricko aku bisa berjalan sendiri" ujar nita.
" aku tidak mau membuatmu lelah karena hells dan bayi kita , mulai sekarang aku akan melayani semua kebutuhanmu dengan baik dan saaaangat baik " ucap ricko sambil kakinya terus melangkah naik.
" apa kau mau menjadi suami yang siaga seperti di film-film?" ujar nita.
" hmm bahkan sangat siaga , mendengar suara sedikit saja darimu aku akan siap menghampirimu dimanapun aku berada " balas ricko.
" dan ya ada beberapa pertanyaan lagi yang harus istriku jawab setelah dikamar nanti " sambung ricko.
" aku seperti seorang guru yang terus diberi pertanyaan oleh muridnya "
" tapi bagiku kau kehidupanku jadi untuk melanjutkannya aku harus terus bertanya "
" baiklah...baiklah suamiku , aku akan menjawabnya "
ceklek
ricko merebahkan tubuh nita diranjang " apa kau tidak mandi ?" tanya nita.
" sebentar lagi " jawab ricko yang ikut tidur disebelahnya.
" mandilah lalu kita akan berbicara dengan sangat banyak malam ini. aku ingin memberitahu semuanya "
" baiklah aku mandi tidak lama jangan bangun dari ranjang ini " ujar ricko.
" iya iya aku tidak akan bangun bahkan bergerak sekalipun " balas nita.
" cup" ricko mengecup sekilas bibir istrinya.
" tunggu aku " gumam ricko.
" hmm " nita memperhatikan ricko yang akan masuk kekamar mandi, lalu dia melentangkan badannya dan menatap langit-langit kamar.
" sykurlah aku sudah memilih keputusan yang paling benar " gumamnya dalam hati.
dia menyentuh perut yang masih rata itu " ayahmu sangat mencintaimu cepatlah besar dan kita akan main berlarian bersama-sama nanti" lirihnya.
tak lama ricko sudah mandi dan hanya memakai handuk di pinggangnya, tubuhnya yang kotak-kotak membuat siapa saja yang melihatnya pastu tergoda. nita tersenyum memandangi pemandangan yang indah itu.
" sayang apa kau ingin memakanku hingga menatapku seperti itu ?" tanya ricko yang sedang berkaca di meja rias dia sedang menyisir rambutnya.
" kau sangat tampan, aku pikir jika anak kita laki-laki dia akan setampan dirimu" jawab nita.
" tidak hanya laki-laki akan ada bayi perempuan juga " kata ricko.
" kenapa kau yakin sekali?" ujar nita.
" aku yakin anak ku akan terlahir kembar kakaknya laki-laki yang tampan seperti ayahnya dan adik nya perempuan yang cantik seperti ibunya "
__ADS_1
" hmm apapun itu asal kau selalu bahagia aku juga sangat bahagia " timpal nita.