
keesokan harinya
matahari sudah terbit di arah timur memancarkan cahaya terang yang indah. angin sepoi-sepoi juga burung berterbangan berkicau kesana kemari.
di rumah sakit kota jakarta yang besar itu , tampak semua dokter beraktifitas untuk meninjau keadaan pasiennya satu persatu.
diantaranya pagi ini akhirnya nita sudah diperbolehkan pulang, namun ia tetap harus menjaga kesehatan dan minum obat teratur. ricko pun sedang berkemas semua barang yang akan dibawa pulang, ia sudah memberi makan istrinya itu lalu mulai memberesi semuanya.
" ricko apa kakak akan menjemput kita?" tanya nita yang sedang duduk dibrankarnya.
" iya sayang kak aidan akan menjemput kita tapi bunda sudah ada di rumah kita " jawab ricko yang masih memasukkan baju bajunya ke tas itu.
" oh begitu . oh iya kau mengizinkanku cuti berapa lama?" tanya nita lagi.
" kenapa ? apa kau sudah bosan?" tanya ricko.
" hmm seperti itulah. satu minggu membiatku pusing disini. apa besok aku boleh masuk?" tanya nita.
mendengar itu ricko langsung memicingkan matanya dan menatap nita dengan tajam. nita pun tersenyum kikuk melihat wajah ricko lalu tetawa kecil.
" kau mengizinkanku kan?" tanya nita dengan hati-hati.
" apa aku menjawabnya? " ricko menghembuskan nafas kasarnya lalu ia duduk di kursi sebelah ranjang istrinya dan memegang tangan istrinya.
" kau pusing karena kecelakaan bukan karena terus tidur disini. aku tidak suka kau tidak menjaga kesehatanmu aku ingin benar-benar sembuh baru boleh bekerja lagi. dan ingat! hanya aku yang akan menentukan kapan kau boleh masuk " jelas ricko matanya tak henti terus menatP nita.
" tap....."
cup
ricko pun mengecup bibir istrinya itu membuat nita berhenti berbicara dan ia terpaku karena ricko menciumnya seperti itu, ricko kembali mengecup bibis istrinya lalu ia beralih ke telinga istrinya.
" jika kau terus menjawabku, aku akan marah dan kau tau selanjutnya kan" bisik ricko.
" selanjutnya? " gumam nita.
" hmm turutilah perintah suamimu , jika tidak aku akan memakanmu" bisik ricko lagi.
nita hanya bengong mendengar , apa maksud ricko dari memakan dan juga selanjutnya itu, apa dia sudah tidak waras pikirnya.
" ricko apa kau bisa sedikit menjauh" gumam nita.
" kenapa apa kau takut?" bisik ricko lagi.
nita merasa sedikit geli karena ulah ricko itu.
" aku... itu geli ricko" jawab nita terbata-bata.
" cium aku" titah ricko lagi.
" ha?" nita hanya melongo mendengarnya.
" ayo cepat , disini" ricko menujuk tangannya ke arah bibirnya . nita yang mengerti itu langsung memundurkan wajahnya.
" aish ricko ini masih pagi" gerutu nita .
"kalau begitu jika malam hari... kita bisa melakukan hal yang lebih dari ciuman?" tanya ricko.
" dasar mesum ayo cepatlah aku ingin pulang sekarang" ujar nita.
__ADS_1
" baiklah aku simpan untuk nanti malam ya " ucap ricko.
" apa dia sudah gila? aku tidak menjawab iya untuk itu" ucap nita dalam hati.
akhirnya yang ditunggu-tunggu nita pun datang, aidan menjemput mereka berdua. ricko membukakan pintu belakang untuk istrinya lalu nenutup pintu itu. sedangkan ia dan aidan duduk di depan.
mereka pun bergegas segera meninggalkan rumah sakit, diperjalanan pulang itu nita merasa sedikit pusing ia lebih memilih untuk tidur.
dari kaca depan ricko lihat istrinya tertidur dan ia tersenyum kecil, aidan tau ricko sedang mengamati adiknya itu dan ikut tersenyum.
" adikku beruntung karena jodohnya adalah dirimu , aku tidak tau bagaimana jika orang lain yang menjadi suaminya" ujar aidan.
" jika dia bersama orang lain maka aku akan mengambilnya dari orang itu dan membawanya bersamaku" balas ricko.
" aku tau adikku belum sepenuhnya mencintaimu , tapi dari wajahnya aku bisa lihat dia mulai menyukaimu " ujar aidan lagi.
" hmm aku tau " gumam ricko lalu kembali ia menatap istrinya itu.
beberapa saat kemudian mereka pun sampai di rumah ricko dan segera turun , nita masih juga tertidur. lalu ricko menggendongnya dan membawanya masuk sedangkan aidan ia membawa barang barang dari rumah sakit.
" kalian sudah pulang? astaga anakku ayo nak bunda sudah merapikan tempat tidur kalian" ujar bunda.
ricko pun segera menaiki tangga dan menuju kekamarnya , bunda membukakan pintu kamar lalu ricko meletakkan istrinya di kasur. ia pun menyelimuti istrinya itu.
" apa kalian sudah makan?" tanya bunda.
" nita sudah makan , aku akan makan nanti saja" jawab ricko.
" bunda sudah memasak ayo kita turun aidan juga belum makan" ujar bunda.
" tidak apa--apa nita sedang tidur kau bisa makan dulu " sambung bunda lagi ia tau ricko tidak mau makan dan juga menantunya itu tidak istirahat dengan benar.
" baik bunda" ricko menganggukkan kepalanya lalu.
" ayo nak dimakan " ujar bunda.
" terima kasih bunda" ujar ricko.
bunda hanya tersenyum lalu mengambil nasi dan lauk pauk.
" bunda kapan kak nathan pulang?" tanya aidan.
" oh iya bunda lupa sebentar lagi sampai " jawab bunda.
" apa mertua kak nathan baikbaik saja bun?" tanya ricko.
" katanya sudah membaik karena itulah kakak mu pulang" jawab bunda.
" ricko apa bunda bisa bertanya padamu?" tanya bunda lagi.
" ada apa bunda?" tanya ricko.
" apa nita pernah mengatakan sesuatu tentang ayahnya?" tanya bunda.
" apa bunda tidak lihat bagaimana dia jika dengan ayah" ujar aidan.
" tidak pernah bun, aku pernah bertanya tentang ayah dia selalu menghindar" jawab nathan.
" aku akan melaporkan hal ini pada polisi karena ini sudah jelas anak ayah itu yang mendorong adikku" ucap aidan.
__ADS_1
" apa kau punya bukti nak?" tanya bunda.
ricko menjatuhkan sendoknya begitu saja saat mendengar aidan mengatakn itu, hati sangat panas ia ingin sekali marah pada wanita itu.
" ricko tenang lah , aku tau kau pasti marah. tapi bunda aku punya rekaman malam itu" ungkap aidan.
" rekaman ? " ucap seseorang lakilaki .
semua orang pun menoleh dan berdirilah di ujung sana nathan dan istrinya.
" nathan" gumam bunda.
bunda segera bangun dan menghampiri nathan dan istrinya.
" apa maksudmu punya rekaman aidan?" tanya nathan.
aidan pun menghampiri nathan, begitupun dengan ricko yang ikut menyusul mereka.
" kemarilah " pungkas aidan ia duduk di sofa tamu dan ia nyalakan laptop.
semuanya menghampirinya dan melihat rekaman itu.
mulai dari suara dan apa yang terjadi malam itu semuanya terekam dengan jelas. nita yang menangis di luar pintu hingga insiden jatuhnya itu.
" putriku" teriaknya.
semua orang kesal dan marah melihat itu , apalagi ricko ia mengeratkan kepalan tangannya hingga memerah wanita yang ia sayangi dan cintai itu didorong oleh saudaranya sendiri di atas tangga yang begitu tinggi itu.
" aku akan menuntut nya sekarang juga" teriak nathan.
" wanita itu akan mendekam dipenjara" sambungnya lagi.
" bunda jangan menangis" gumam aidan yang duduk disampingya.
" ini semua salah bunda jika saja bunda memahami adikmu mungkin ini tidak akan terjadi" isak bunda.
" bunda jangan salahkan diri sendiri, ini salah ayah" ujar nathan.
" iya bunda. bunda tidak salah karena mencintai ayah tetapi ayahlah yang salah" timpal iren.
" kenapa bunda menangis" ucap nita dari atas , semua orang pun beralih menatap nita.
segera ricko berlari menghampiri istrinya, ia sangat khawatir jika ia turun sendiri nantinya.
" sayang" ujar ricko.
" aku ingin turun" ucap nita.
ricko pun memapah nita ia membantunya agar nita bisa berjalan.
" hati-hati sayang" ujar ricko.
sesampainya dibawah ia menatap bundanya itu , semua orang menatapnya dengan wajah khawatir.
" kenapa kalian menatapku seperti itu" ujar nita.
" ricko?" ujar nita iya tak mengerti semua orang menatapnya seperti itu, ricko yang paham pun ia menyuruh duduk terlebih dahulu istrinya itu.
" tenanglah tidak ada apa-apa" jawab ricko.
__ADS_1
" maaf apa saudari nita berada disini?" tanya seseorang dari luar.
" polisi?" guman aidan.