Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
hanya ingin ayahku


__ADS_3

nita sudah berapa di ruangan departemen UGD dia tengah duduk di kursinya, diajuga sedang mengamati hasil laporan pemeriksaan berjalan untuk setiap pasien.


" dr. nita akan ada pasien yang datang dokter tolong tangani pasien itu " ujar dr. hariyadi.


" baik aku akan segera datang" kata nita dan segera berlari menuju ke depan rumah sakit.


didepan rumah sakit sudah ada satu orang korban kecelakaan yang tubuhnya sudah dipenuhi darah, dia dan juga para suster segera mendorongnya ke ruangan untuk ditangani.


sesampainya didalam ruangan ia merobek baju si pasien dan mulai menyutikkan infus pada pasien.


" kita harus segera lakukam CT scan agar kita tau apa efeknya " kata nita.


" baik dokter " kata suster.


" lakukam sekarang aku akan memeriksanya " perintah nita.


beberapa saat kemudian dia sudah memegang hasil CT scan pasien itu dia menerawangnya untuk dilihat.


" ada gumpalan darah didalam otak nya , apa dokter ricko sedang melakukan operasi?" tanya nita.


" iya dok baru saja" jawab suster.


" dimana dokter chandra?" tanya nita.


" dokter chandra juga sedang ada operasi, hari ini ada begitu banyak orang yang operasi jadi kita juga kekurangan ruangan" kata suster.


" dokter detak jantung pasien melemah" kata suster yang dilihatnya alat pendeteksi jantung itu sedang lemah dan berbunyi.


" ambil defilbrator" kata nita.


suster langsung memberikannya " 150 joule" kata nita.


" sudah dok"


nita segera menempelkan benda sepertu gosokan itu ke tubuh pasien ,namun detak jantung pasien masih lemah.


" 200 joule" kata nita.


suster segera menaikkan alat itu hingga ke angka 200


hingga beberapa kali dia melakukan itu pada tubuh pasian dan akhirnya tubuh pasien sudah kembali normal.


" tubuhnya kembali normal tapi harus segera dioperasi " kata nita.


setelah seharian ini dia memeriksa dan menangani pasien nita begitu merasa lelah, ini sudah jam 6 sudah saat nya ia pulang. tetapi ricko sudah pulang terlebih dahulu.


ia ganti baju dokternya dengan pakaian biasa lalu mengambil tasnya. diluar sedang hujan deras dia tidak membawa jaket.


didepan rumah sakit ada halte bus ia seperti mengenal lelaki yang sedang memegang payung disana.

__ADS_1


" ricko" gumamnya.


saat hujan mereda hanya rintik-rintik saja dia pun berlari untuk menghampiri ricko. ricko melihatnya sedang berlari kecil lalu ia menyusul nita dan segera menggandeng tanngnya.


" ricko kau pakai saja payungnya nanti sakit aku juga sudah sedikit basah tidak apa-apa" kata nita.


" mana bisa sayang. ini aku akan memberikan payung ini " kata ricko.


" hujannya deras lagi" ucap nita.


" kau tidak membawa mobil?" tanya nita.


" mobilnya sedang di bengkel , jadi aku ingin menjemputmu pakai taksi " jawab ricko.


" seharusnya tidak perlu. bukankah kau sudah lelah karena hari ini ada begitu banyak orang yang operasi" kata nita.


" bukankah istriku juga lelah karena seharian ini terus menangani pasien yang sedang diambang kematian" saut ricko.


" baiklah kita impas" ujar nita seraya tersenyum.


" eh disana ada soto daging ayo kita makan disana" tunjuk nita pada sebuah tempat makan pingir jalan.


" ayo " kata ricko.


mereka kemudian menerobos hujan itu ricko melepaskan jaketnya dan meneruhnya di pundak istrinya, mereka tertawa bersama dibawah payung yang tidak sepenuhnya melindungi mereka dari guyuran hujan.


" baik non silahkan duduk" jawab bapak itu.


" bajumu basah , didepan situ ada toko pakaian nanti kita kesana ya aku takut kau sakit nanti" ujar nita yang mengelap wajah ricko menggunakan tisu.


" hmm "


" ini non silahkan dinikmati" bapak itu menghidangkan 2 mangkuk nasi dan soto.


setelah selesai makan mereka sudah ada di dalam toko pakaian, nita memilihkan sweeter yang hangat untuk ricko agar tidak merasakan kedinginan.


dia memilihkan sweeter berwarna hijau lalu ricko segera memakainya.


diperjalanan pulang mereka menggunakan taksi karena sudah kelelahan nita tidur di bahu ricko. sesampainya dirumah ricko segera merebahkan tubuh istrinya di ranjang mereka lalu ia menyelimuti tubuhnya.


" selamat malam sayang" ucap ricko setelah mencium bibir istrinya sekilas.


ia segera mengganti pakaian dengan baju tidur lalu ikut tidur disebelah nita.


ia memeluknya dan mengelus rambutnya tanda kalau dia sangat menyayangi wanita itu. sesekali juga dia mengecup rambut istrinya.


" hatiku begitu resah saat melihatmu tersenyum entah kenapa saat kau tersenyum itu hanya seperti kau sedang menutupi lukamu padaku" gumam ricko.


" kau mungkin tidak pernah memberitahuku seberapa sakit dan hancurnya hatimu tapi sebagai seorang suami aku memahami dirimu lebih dari diriku sendiri"

__ADS_1


cup


dia mencium bibir istrinya lalu ikut terlelap dalam posisi memeluk nita.


***


" iren bagaimana keadaanmu nak? apa sudah membaik?" tanya bunda yang datang kekamar nya.


" iya bunda. bahkan sudah sangat sehat" jawab iren.


" bayimu tidur lagi?" tanya bunda.


" iya bun setelah menyusu dia kembali tidur jadi aku tidak repot" jelas iren.


" dia seperti adik mu saat bayi. selalu saja tidur jarang menangis bahkan orang bilang dia itu bisu. tapi coba lihat sekarang dia sangat aktif sekali" ujar bunda.


" bunda " panggil iren.


" iya nak" jawab bunda yang terus mengelus pipi baby arga.


" jujur bun aku merasa ada sesuatu yang salah dengan celine. insting ku mengatakan kalau dia sudah tidak waras" kata iren.


" nak jangan bicara seperti itu , mungkin sifatnya memang begitu jadi dia mudah terpancing emosi" kata bunda.


" aku dapat melihatnya saat dia kerumah juga waktu dirumah sakit kemarin" timpal iren lagi.


" sudahlah nak jangan bahas dia lagi" balas bunda.


....


semua dokter yang shift pagi akan sudah mau pukang sore , namun nita pulang sendiran karena ricko sedang ke luar kota dia ada pekerjaan di perusahan jadilah dia sendirian.


dia menyusuri kota jakarta , banyak sekali toko dan mall disana. nampaklah ia pada boneka teddy yang amat besar. dirinya langsung mengingat masa lalu


" *ayah aku mau boneka itu belikan untukku ya ayah" pinta nita kecil yang merengek di kaki ayahnya.


" boneka itu sangat besar tidak cocok untukmu yang masih kecil" tolak adi.


" tapi aku mau ayah. sekali ini saja aku mau beli kemarin kan ayah belikan kakak mobilan baru aku juga mau dibelikan boneka" rengek nita kecil.


" kau tidak boleh selalu meminta, kalau ingin sesuatu harus bekerja dulu. ayah belikan kakakmu mobil karena mereka membantu ayah bersih-bersih taman" bohong adi.


nita kecil itu langsung diam tak bergeming lagi ia menatap boneka besar itu dengan harapan lain sekarang*.


mengingat masa lalunya itu serasa seperti baru kemarin dia kecil selalu merengek. setiap kali dia minta dibelikan mainan ayahnya selalu menolak.


" aku tidak lagi menginginkan boneka bertubuh besar dan gemuk , aku hanya ingin ayahku" gumamnya tanpa ia sadar apa yang ia ucapkan.


dia segera menatap kedepan untuk lanjut tapi ternyata ayahnya sudah berdiri di hadapannya ia juga melihat nita yang terus memandangi boneka itu.

__ADS_1


__ADS_2