Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
rahasiakan ini kak


__ADS_3

" sayang tidak boleh berbicara seperti itu , tidak sopan" ucap bunda.


" maaf bunda " jawab nita.


" ayolah ini sudah malam, ayo kita pulang bu, maaf kami segera pulang saja" ujar celine lalu karina ikut berdiri.


" tapi kami sudah menyiapkan makan malam " ujar bunda.


" tidak perlu , terima kasih kami sudah kenyang" ucap celine.


lalu nita pun ikut mengantar mereka kedepan halaman.


" tunggu" panggil nita pada keduanya.


" kenapa? masih ingin menunjukkan semuanya? apa aku bodoh? kau hanya menyombongkan kasih sayang bundamu juga untuk kedua kakak mu , kau mengerti?'tanya celine.


" apa maksudmu?" tanya nita.


" ayah tidak menyayangimu, ayah tidak suka padamu. juga kehadiranmu hanya sebagai kesalahan. aku tidak bodoh , kau tau selama ini aku tau tentang mu, ayah memukulmu, mengirimu keluar negri hanya demi diriku. kau tau?" jelas celine.


" kau" nita menunjuk kan tangannya kearah celine.


" nita " panggil ayahnya.


ia tidak menoleh sedikit pun.


" aku tidak peduli semua itu, aku tidak ingin kasih sayang nya. bagiku, bundaku sudah cukup. aku tidak perlu laki-laki seperti itu menjadi ayahku. " tegas nita .


" aku juga tidak menginginkannya menjadi ayahku. jikalau pun aku meminta kalian pergi, itu bukan untuk diriku. tapi untuk keluarga ini kau mengerti?" sambung nita lagi.


" ayah " ucap celine yang sudah kesal.


" masuklah sekarang" ayah menarik pergelangan tangan nita.


" lepaskan aku" nita menghempaskan tangan ayahnya.


" jangan pernah sekali-kali menyentuhku, aku tidak akan membiarkan kalian menyentuhku. kalian manusia munafik. dan kau , kau tidak lihat bagaimana bundaku? wanita baik -baik yang hanya mendengar pertanyaanku dia langsung melarangku karena itu perbuatan tidak sopan. dan kau masih ingin merebut laki laki ini dari bundaku? " tanya nita.


" sayang" panggil ricko pada istrinya.


" masuklah , ricko memanggilmu" ujar ayah.


nita segera menghampiri ricko lalu menggenggam tangannya.


" kenapa lama sekali ? " tanya ricko .


" hanya membicarakan sesuatu, ayo masuk" ajak nita.


di lain sisi , ayahnya menatap kedua wanita itu tanpa tau apa yang ia pikirkan, celine memeluk ayahnya tiba-tiba. adi terkejut dan berusaha melepaskan pelukan putrinya itu, tapi tidak bisa celine memeluk nya dengan kuat.


" celine lepaskan" ujar ayahnya.


" ayah ayo ikut dengan kami , aku ingin hidup seperti itu ayah " gumam celine dipelukan ayahnya.


" sayang lepaskan atau nanti ada yang lihat" ujar ayahnya.


dibalik itu ada seseorang yang melihat semua itu, tak lain adalah iren, istri nathan . betapa terkejutnya ia melihat ayah mertua nya dipeluk oleh tamu tadi.


" sayang kemari , ayo makan " panggil nathan.


" i..ya " jawab iren.


" ayah " gumam celine.


ia menuju ke meja makan duduk disamping kursi nathan.


" dimana ayah ? kenapa lama sekali keluar? " tanya aidan.


nita dan iren saling menatap aidan.


" biarkan saja ayo kita makan aku sudah lapar" jawab nita.

__ADS_1


" sayang jangan makan ini, atau alergi mu akan kembali" bunda menjauhkan kacang panjang itu dari nita.


" bunda hanya sedikit saja" rengek nita.


" bunda apa istriku punya alergi?" tanya ricko.


" tentu saja, istrimu ini mempunyai alergi pada kacang panjang, bulu kucing juga kecambah " jawab bunda.


" kenapa aku baru tahu? sayang jangan makan itu dan nanti katakan semua yang membuatmu alergi atau appaun itu ya" ujar ricko.


keesokan harinya


nita sedang berkeliling rumah sakit, karena tidak ada lagi pasien ia ingin mencari angin segar di taman rumah sakit, dari kejauhan ia melihat kakak iparnya datang sendirian. ia pun segera menghampiri kakak iparnya.


" kak iren?" panggil nita.


" nita kau disini? " tanya iren.


" iya kak, kenapa kakak disini ? siapa yang sakit? " tanya nita.


" tidak kakak hanya ingin memeriksa kehamilan kakak saja " jawab iren.


" dimana kak nathan . kenapa tidak mengantar kakak ? aku akan memarahinya nanti tenang saja kak" ujar nita.


iren tertawa mendengar ucapan adik iparnya itu , lalu menggandeng tangan nya.


" kakakmu tadi ingin menemani kakak , tapi dia ada rapat jadi kakak menyuruhnya rapat saja. bulan depan kan periksa lagi jadi kakak masih banyak waktu" jawab iren.


" apa kakak sudah membuat janji?" tanya nita.


" iya sudah , dr. adrian sudah menunggu, maukah kau mengantar kakak , tapi jika tidak ada pekerjaaan saja" tanya iren.


" ayo aku akan antar , aku sedang kosong siang ini" merekapun berjalan masuk kedalam rumah sakit.


dr. fahri melihat nita berjalan bersama seseorang lalu menghampirinya.


" nita " panggil dr. fahri.


" hmm tidak ada , hanya memanggil saja" jawab dr. fahri.


" oh begitu. oh ya dokter ini kakak iparku , aku izin mau mengantarnya ke dr. adrian dulu ya " ucap nita.


" dr. adrian sedang bersama dr. ricko di ruangan kepala rumah sakit. langsung masuk saja aku akan memberitahunya " ucap dr. fahri.


" baiklah dokter terima kasih" jawab nita.


" ayo kak" mereka pun berjalan menuju ke ruangan dr. adrian .


sesampainya disana mereka berdua duduk, iren teringat kejadian kemarin sore ia pun menatap adik nya itu. ia pikir adiknya sudah mengetahui itu , hanya saja ia membuatnya tidak bisa dilihat siapapun.


" nita" panggil iren.


" iya kak?" nita menoleh pada iren.


" kau sudah tahu kan?" tanya iren.


" tahu apa?" tanya nita lagi yang ia tak mengerti maksud dari ucapan kakak iparnya itu.


" kemarin..."


" selamat siang" ujar dr. adrian yang tiba-tiba datang menghentikan pembicaraan iren dan nita.


" dokter ini kakak ipar saya" nita berdiri lalu diikuti oleh iren.


" baiklah silahkan duduk" ucap dr. adrian.


sementara itu di dalam kantor adi merasa bingung juga khawatir berkas yang tertumpuk dihadapannya itu dibiarkan begitu saja.


ia terus memainkan pena ditangannya itu hingga ia menaruh pena itu dengan kuat.


" apa yang akan kulakukan sekarang" pikirnya.

__ADS_1


" aku tidak bisa memilih antara karina dan hani" ucapnya.


" kali ini aku tidak melakukan apapun lagi, seharusnya aku tidak membawa nita pulang dan semua ini tidak akan pernah terjadi" sambungnya lagi.


drrrtt.....drrrttt


ponselnya berdering tanda jika sebuah pesan masuk


celine anakku


📱 " aku ingin bertemu ayah "


dia hanya membaca pesan itu lalu menutup ponselnya , ia menggenggam tangannya dengan keras.


.....


" ayah , kali ini aku tidak akan membiarkanmu bersama keluarga itu lagi" gumam celine.


" sayang apa yang lakukan?" tanya karina.


" ibu , ayo kita ungkapkan diri kita " tegas celine.


" maksudmu? memberitahu semua orang?" tanya karina.


" iya ibu, ibu tidak lihat kemarin , mereka hidup mewah, rumah besar , keluarga yang lengkap. tapi kita ? kita hanya berdua bu, ibu dan ayah harus bersatu. sudah cukup selama ini kita selalu bersembunyi" jawab celine.


" wanita itu merebut ayah dari ibu apa ibu tidak mau merebut ayah lagi? orang yang merebut kebahagian orang lain itu pantas mendapatkan hukuman " tegas celine.


" kakak pulangnya hati-hati ya " ucap nita .


" nita" iren memegang tangan adik iparnya.


" ada apa kak?" tanya nita.


" kakak yakin kau pasti tau semuanya kan" jawab celine.


" tau apa kak?" tanya nita lagi.


" tentang ayah" jawab iren.


nita yang menundukkan kelapalanya itu langsung mengangkat dan menatap celine.


" ya. kemarin kakak melihat semuanya" jelas celine.


" kakak ... aku , aku hanya..." nita terbata-bata ia tidak tau harus menjawab apa kali ini.


" kenapa tidak memberi tahu semua orang? kau memendamnya. sama saja kau menutupi kesalahan ayah dek" ujar iren.


" kakak ... aku mohon jangan beritahu semua orang, termasuk kak nathan" ucap nita.


" tapi kenapa?" tanya iren.


" karena .... karena aku sangat menyayangi bunda , hanya itu. aku mohon jangan memberitahunya sekarang kak. aku hanya ingin melihat apa yang ayah akan lakukan nanti" jelas nita .


iren kembali memegang kedua tangan adiknya , sebagai rasa sedihnya dan untuk menguatkan adiknya.


" kakak tidak akan mengatakannya. tapi berjanjilah katakan pada kakak jika ada sesuatu. maka kakak akan menolong mu" ujar iren dengan penuh kasih sayang.


" terima kasih kak" ucap nita.


" hmm" iren menganggukan kepalanya lalu ia memeluk adiknya, ia memang tidak punya adik atau kakak karena ia anak tunggal. orang tuanya berada di norwegia. ia hanya seorang diri di indonesia. bersama keluarga ini ia merasa kasih sayang orang tuanya bersamanya.


" aku akan masuk kak" iren melepaskan pelukannya lalu tersenyum pada nita dan meninnggalkan nita sendirian di taman rumah sakit.


" aku tidak habis pikir ayah tega " pikirnya.


" nita" dokter fahri memanggil nita yang berdiri sendirian di taman .


nita pun menoleh dan mencari sumber suara itu. ternyata dokter fahri ia tersenyum saat dr. fahri menghampirinya.


" ayo masuk" dr. fahri langsung menggandeng tangan nita , nita terkejut atas kelakuan dr. fahri.

__ADS_1


tanpa ia sadari dari kejauhan ricko melihat mereka berdua.


__ADS_2