
“apa kau mecintaiku”
Jleb
Aidan terdiam Ketika tiara mengatakan itu, wajah nya dan wajah tiara bertemu hingga seperti waktu berhenti.
Tin….tin….
Suara klakson dari mobil belakang membuyarkan lamunan mereke berdua lalu dengan cepat aidan menutup pintu mobil dan segera meninggalkan tempat itu.
Waktu sudah malam aidan sudah membeli obat di apotik kemudian membawa Tiara ke sebuah taman di pinggir sungai dia mendudukkan tiara disana lalu berjongkok akan melepaskan sepatu tiara.
“ aidan” gumam tiara kecil.
“ jangan bicara … aku sedang mengobati lukamu”
Aidan menaikkan baggy pants tiara hingga ke dengkul, dengkul nya merah keunguan akibat perlakuan aini tadi. Perlahan-lahan aidan mengoleskan alcohol di dengkul tiara hngga tiara sedikit meringis menahan rasa sakitnya.
“ shhh “
“ maaf aku tidak sengaja menekannya” ucap aidan
Tiara menatap wajah aidan yang sedang membersihkan lukannya itu dengan wajah yang sayu.
Aidan sudah hampir selesai dia tinggal memberi perban diluka itu agar dapat terlindungi.
“ selesai” ucap aidan lalu dia menurunkan baggy pants itu dan memasangkan hills Tiara.
“ kau belum menjawab pertanyaanku tadi “ cerca tiara yang mendongkan wajahnya untuk menatap aidan yang berdiri di hadapannya.
“ aku.. tiara aku..”
“ aku mencintaimu” ungkap Tiara sambal menutup matanya
“ aku tidak tau kau akan menjawab nya apa, tapi sungguh aku mencintaimu dan aku tidak mengharapkan kau untuk membalas nya , hanya saja… aku ingin kau mengetahuinya” ungkap tiara lagi masih menutup matanya.
“ maaf jika aku sudah lancing , aku akan pergi sekarang “ tiara membuka matanya dan dia akan pergi meninggalkan aidan untuk mengurangi rasa malunya.
Dia memberanikan diri mengatakan isi hatinya sekarang untuk masalah diterima atau tidak dia tidak akan mengharapkan aidan untuk membalas rasa cintanya.
Aidan masih diam membiatkan tiara berjalan sendirian, tetapi dia masih menatap Langkah tiara yang akan pergi meninggalkannya.
“ tunggu” teriak aidan
Tiara terkejut Ketika aidan memanggilnya, wajahnya berubah jadi pucat dan menggigit bibirnya.
“ tiara kau harus menahan malu karena ditolak sekarang” gumamnya.
“ apa kau tidak mau mendengarkan jawabanku ?” teriak aidan.
Tiara masih berdiri di tempatnya dan tak berbalik untuk menatap aidan, tetapi aidan lah yang berjalan pelan kearahnya , lalu dia menggapai tangan kiri tiara dan membalikkan tubuh tiara.
“ sejujurnya , aku juga mencintaimu “ ungkap aidan.
Tiara melongo mendengar ungkapan aidan itu.
“ hmm aku tau kau tidak percaya , tapi aku juga mencintaimu , mungkin … semenjak pertama kali aku menolongmu”
Tiara meneteskan air matanya lalu aidan memberanikan diri untuk memeluknya dan mengelus rambut tiara. “ aidan, ini tidak mimpi kan” ucap tiara yang mengeram menahan suara tangisnya.
“ tidak , ini nyata “
__ADS_1
****
“ Ricko apa kau yakin akan menjaga mereka seorang diri? Aku takut kau akan kelelahan nantinya” kata nita
Mereka berada di ampang pintu utama , nita sudah rapi dengan pakaiannya sedangkan ricko hanya memakai jeans berwarna hitam dan kaos polos biasa berwarna abu-abu.
“ tidak masalah , aku yakin akan menjaganya “ balas ricko.
“ baiklah tapi jika mereka rewel telpon rumah saja nanti bi inah akan datang kemari”
“ astaga aku hampir telat ricko ! aku pergi dulu ya “ pamit nita.
“ eehh tunggu “ ricko menarik pinggang nita dan memeluknya.
“ ingat harus periksa , aku akan menelpon dokter Andika nanti “ gumam ricko yang berbicara dengan nada yang menggoda.
“ iya suamiku, aku tidak lupa” balas nita seraya tersenyum mendongakkan wajahnya.
Cupp
Ricko mengecup singkat bibir nita dan kemudian mengelus pipinya.
“ jika kau terus seperti ini maka aku tidak bekerja , sana …jaga anak-anak aku akan berangkat sekarang” nita melepaskan pelukan ricko lalu dia menekan kunci mobil dan mengeluarkan suara.
“ dah “ nita berbalik untuk melambaikan tangannya dan langsung dibalas oleh ricko dengan senyuman dan lambaian tangan.
Sebelum nita meninggalkan rumah ricko masih tetap berdiri untuk mengawasi nita dan setelah nita pergi dia masuk kedalam untuk mengurus anak-anak . hari ini dia libur dan besoknya nita lah yang libur . nita sudah menyuruhnya untuk kerumah bunda tapi ricko tetap ingin menjaga anak-anak sendirian.
Karena anak-anak masih tidur lelap , ricko memutuskan untuk bekerja di kamar anak-anak membawa laptop, buku dan laporannya.
Sesampainya dirumah sakit nita segera berganti pakaian menggunakan pakaian operasi bersiap untuk mengoperasi pasien. 3 jam kemudian dia sudah selesai dan membersihkan diri , dia membuka masker dan membuangnya di sampah rumah sakit untuk dokter.
“ bagaimana ricko ya , apa dia baik-baik saja mengurus anak-anak” gumamnya saat mencuci tangan dan mengingat ricko.
“ baik” jawabnya.
Di kantor nya Ketika bekerja aidan kadang melirik kearah tiara yang sedang focus mengetik sesuatu di komputernya . dia memainkan pena ditangannya dan tersenyum manis menatap tiara.
“ pak kenapa kau senyum seperti itu ?” tanya Delisa sekretarinya.
“ benarkah ? apa aku tersenyum ?” kata aidan yang membuyarkan lamunanya.
Delisa tersenyum melihat betapa lucunya sang presdir dihadapannya ini , lalu dia segera mendekat dan memberikan sebuah kertas , aidan langsung menanda tangani keertas itu.
“ saya permisi dulu pak “ pamit delisa.
“ tunggu…tunggu “
“ ada apa pak ?”
“ ini tolong berikan kertas ini pada Tiara yang duduk disana “ aidan memberikan surat itu yang dia lipat menjadi kecil.
“ ah ? hmm baik pak” delisa merasa sedikit aneh dia tidak biasanya melihat aidan yang berperilaku seperti itu.
Demi presdirnya dia pun langsung menuntaskan pekerjaan itu dia memberikan langsuung pada tiara.
“ tiara “
“ iya bu.. ada apa ?” tanyanya.
“ ini dari presdir” ujar nya dengan ramah.
__ADS_1
“ terima kasih bu” tiara menerimanya kemudian membuka surat itu tetapi setelah delisa pergi meninggalkannya,
“ mari makan siang di café depan”
Tulisnya di surat itu, dia pun tersenyum lalu dia melihat kearah ruangan aidan, dan ternyata aidan terus melihatnya seperti mengharapkan jawaban “ya” dari tiara.
Tiara tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, aidan pun tersenyum senang lalu Kembali melanjutkan pekerjaannya.
Begitu juga dengan tiara , hingga tak terasa jam makan siang telah tiba , dia mematikan komputernya lalu melihat aidan yang masih focus bekerja dia puun mengerti lalu memutuskan untuk menunggunya di depan perusahaan.
10 menit dia menunggu dibawah berjalan kekanan dan kekiri , dari belakang aidan tersenyum melihatnya lalu segera melangkahkan kakinya kesana .
“ maaf aku tadi harus menyelesaikan proposal ku “ kata aidan yang berjalan berdampingan dan tangan kanannya digandeng oleh aidan.
“ aidan semua orang akan melihatnya nanti” tiara melirik kearah sekitarnya karena takut ada banyak orang yang akan memperhatikannya. Tapi aidan seakan tak peduli dan malah membawa tiara menyebrangi jalan sambal bergandengan tangan.
“ apa kau takut semuanya tahu?” tanya aidan santai.
“ tidak … tapi semuanya akan mengatakan hal yang tidak tidak nanti tentangmu”
“ jangan khawatir tidak akan terjadi’
Seharian ini nita sudah pusing dan khawatir memikirkan ricko, tapi dia lega setelah ricko mengirimkan gambar kalau dia baik-baik saja dan sedang bermain Bersama vano dan vani.
Dia ingin pulang cepat tapi dia harus menyelesaikan Laporan Pasiennya, setiap ada pasien dia harus membuat tentang Kesehatan dan pengobatan yang harus dilakukan olehnya.
Tok..tok…tok
“ dokter apa kau tidak pulang ?” tanya rekannya siapa lagi kalau bukan dokter Obi.
“ aku ingin tapi sayang sekali aku harus membuat laporan”
“ baiklah. Selamat menikmati pekerjaanmu aku pamit dulu “
Hingga jam 7 malam barulah dia selesai dan segera pulang untuk menemui anak-anak. Diperjalanan sangat macet jadi dia harus bersabar melihat jam sudah jam 8 lebih.
“ ya ampun ricko pasti khawatir, ponselku juga mati” risaunya .
Ricko menunggu kepulangan nita di depan rumah sambil melihat jam tangannya , dia ingin menjemput tapi takut nita sudah dijalan malah makin memboroskan waktu. Anak-anak sudah berhasil dia tidurkan hanya menunggu istrinya saja.
Penantian pun tak sia-sia mobil nita sudah memasuki rumah , lalu nita turun dan mendekati ricko.
“ sayang kenapa lama sekali aku takut terjadi sesuatu , apa kau tidak mau mengabariku ?” cerca ricko.
“ maaf ponselku habis baterai dan dijalan sangat macet”
macet hingga 4 jam ? “
“ bukan begitu aku masih ada laporan yang harus kubuat jadi aku selesaikan dulu. Ricko… jangan marah aku sangat Lelah aku lapar” rengek nita.
“ baiklah…baiklah aku sudah memasak tadi ayo masuk”
ricko mengambil tas nita dan membawakannya , sedangkan nita menuju kekamar atas untuk dan ricko di dapur akan menyajikan makanan untuk nita.
15 menit kemudian nita sudah turun mengenakan pakaian tidur dan rambut yang basah, melihat makanan yang tertata rapi di meja matanya tertuju pada ricko yang seedang membuka kulkas itu.
“ ricko duduklah biar aku saja, kau Lelah menjaga anak-anak kan “ kata nita.
“ duduk saja , kau yang lebih Lelah “ balas ricko.
“ tapi aku tidak enak , aku seperti istri yang membiarkan suaminya melakukan semua pekerjaan rumah “
__ADS_1
“ tidak masalah sayang, ini bukan kewajibanmu saja,aku harus memantu jadi makanlah “
Ricko mengambil buah semangkan dan menaruh dihadapan nita yang sedang makan itu lalu dia menarik kursi agar duduk dekat dengan nita, dia memandangi nita yang sedang makan sambil mengelus nita yang masih basah itu.