Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Bakal Liburan


__ADS_3

 Keesokan harinya


Pagi hari ini ricko sudah bangun terlebih dahulu dia sedang membuat sandwich untuk nita, vano dan vani. Dia masih belum mandi karena ini baru pukul 6 pagi , dia menata dengan rapi isian dari roti sandwich itu apalagi vano dan vani suka membawa bekal di sekolahnya.


Sedangkan nita didalam kamar itu dia baru terbangun melirik ke sebelah yang sudah tak ada lagi ricko disebelahnya . dia mengambil sandal karena rambutnya yang tak terlalu Panjang sekarang dia tidak perlu menguncir nya lagi.



dia pun beralih ke kamar sebelah dimana anak-anaknya tidur .


Kringggg


Suara jam weker itu berbunyi keras di samping vano, dia terbangun dan mengerjapkan kedua matanya, melirik ke vani yang masih tertidur pulas , dia mematikan jam itu dan membangunkan vani.


“ vani … vani bangun , kita harus mandi “ vano mengguncangkan tubuh vani.


“ sebentar lagi “ lirih vani .


“ sayang kalian sudah bangun ?” tanya nita yang sudah masuk kedalam kamar , dia membuka seluruh jendela agar cahaya Mentari pagi ini masuk kedalam kamar.


“ sudah ma , tapi vani tidak mau bangun “ jawab vano.


Nita tesenyum melihatnya lalu menghampiri vani yang tertidur sambil memeluk boneka minion kesukaannya, nita mengelus poni vani yang sangat indah itu.


“ sayang ayo bangun , papa sudah membuatkan sandwich kesukaanmu “ ucap nita lembut.


“ masih mengantuk ma “ gumamnya dia melepaskan boneka minion itu tetapi sekarang beralih memeluk nita , dia memang sangat manja dengan nita.


“ yasudah 5 menit lagi , vano mandilah dulu nanti mama siapkan bajunya “ kata nita.


“ iya ma “ dia mengucek matanya seraya menguap dan masuk kedalam kamar mandi sedangkan vani masih berkutik dipelukan nita, nita mengelus lembut rambut vani itu.


“ sayang ini sudah 5 menit , nanti terlambat bagaimana ? “ tanya nita.


Vani mengulet dan membuka matanya “ maaf ma ,vani sangat mengantuk “ jawab vani.


“ tidak masalah, sekarang ayo bangun dan mandi. Mama akan menyiapkan perlengkapan kalian “ balas nita .


“ baiklah terima kasih ma “ ucap vani .


Dia pun bangun dari tidur dan menunggu vano selesai Mandi. Sambil menunggu vano dan vani selesai , nita membereskan tempat tidur anak-anak kemudian menyiapkan pakaian sekolah ,sepatu dan buku-bukunya.


“hari ini papa saja yang jemput ya , mama ada jadwal operasi nanti “ ucap nita.


“ yah .. berarti tidak jadi dong makan di restoran minion itu “ ucap vani dengan kecewa.


“ hari minggu nanti mama janji akan membawa kalian kesana dengan papa “ kata nita.


 


....


Nita , vano dan vani turun ke bawah untuk sarapan, nita masih belum mandi begitu juga dengan ricko mereka akan menyiapkan keperluan anak-anak terlebih dahulu setelah selesai barulah mereka yang bersiap-siap.



“ papa “ ucap mereka bersamaan.


Ricko berbalik dari depan kompor dan menghadap ke tiga orang itu , dia tersenyum kepadanya


“ selamat pagi sayang , vano , vani selamat pagi “ ucapnya dengan lembut.


“ selamat pagi  mas “ balas nita


“ selamat pagi va “ balas vano dan vani.


“ ayo duduk sarapanlah , papa juga sudah memasukkan sandwich nya di dalam bekal “ suruh ricko


Mereka berdua duduk di meja makan dan nita membantu ricko membawa makanan untuk anak-anak.


“ mandilah aku yang akan menjaga mereka” ucap nita.

__ADS_1


“ baiklah , terima kasih “ sebelum ricko pergi dia mengecup kening nita terlebih dahulu lalu kedua puncak kepala aanaknya.


 ****


Shitt


Mobil ricko berhenti tepat di depan Sekolah Dasar Internasional School , mereka berempat turun dari mobil bersamaan.


“ mama .. papa kami sekolah dulu “ kata vano.


“ mama papa vani juga “ timpal vani


Mereka berdua mencium tangan ricko dan Nita , setelah itu melambaikan tangan nya .


“ dah ma ,,. Dah pa “ teriak mereka berdua semberi berjalan.


“ dah ..” jawab Nita dan Ricko serentak sembari melambaikan tangan.


Mereka berdua masuk Kembali kemobil untuk kerumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit semua orang banyak menyapa mereka berdua, pasangan dokter terpopuler dirumah sakit saat ini.


“ selamat pagi dokter Nita .. dokter Ricko “ sapa para suster maupun dokter yang lewat didepan mereka.


“ selamat pagi “ jawab mereka serempak.


“ wah Couple Dokter sudah datang hari ini “ goda dokter chanda.


“ Mas aku keruangku duluan ya, permisi dokter chanda “ pamitnya.


“ iya sayang “ jawab ricko.


“ dah …” kata Chandra


 


****


 


Tok … tok..


“ dokter nita ….” Panggil suster dian yang tersenyum padanya.


“ Dian “


“ saatnya pemeriksaan rutin pagi …” kata dian


“ baiklah ayo kita turun “ nita berdiri dan keluar Bersama suster dian,di depan sudah ada para dokter magang yang mengikuti mereka dari belakang. Dian memberikan beberapa lembaran kertas padanya nita memperhatikan dengan seksama setiap lembaran kertas itu.


“ pasien diruangan 065 kita lakukan X-ray lagi , kita lihat apa gips nya masih harus dipasang atau tidak “


“ lalu untuk pasien yang datang tiga hari lalu apa kemarin sudah mendapatkan tanda tangan keluarganya untuk menyetujui operasi ? … kita harus segera mengoperasinya dengan segera “


“ iya dokter untuk X-Ray kebetulan dokter magang yusuf sudah melakukannya , hari ini tinggal melepas gips nya “ jawab dokter magang pria itu.


“ kerja bagus “ puji nita


“ dan untuk pasien itu kemarin juga sudah disetuji tinggal menentukan jadwal nya saja dokter “ timpal dian.


“ baiklah terima kasih sudah membantu pekerjaan saya “ ucap nita.


“ sama – sama dokter “ jawab mereka ddengan kecil dan serempak karena ini rumah sakit tidak diperbolehkan untuk berkata dengan kasar dan meninggikan suara.


Mereka masuk ke satu per satu kamar melakukan pekerjaan seperti biasanya dan akan dilanjutkan dengaan konsultasi khusus di lantai dasar.


 ****


Ricko sedang menuju ke parkiran rumah sakit dia akan keluar untuk menjemput anak-anak sekolah, saat dijalan tiba-tiba ponselnya berdering dia pun segera mengangkatnya.


“ halo “

__ADS_1


“ ……….”


“ oke terima kasih “


Dia segera menutup ponselnya , lalu membuka mobil dan melajukan mobilnya menuju ke sekolah. Tak butuh waktu lama karena jarak dari Rumah Sakit ke Sekolah hanya 15 menit saja, seprtinya masih terlalu cepat dia datang. Dia pun memutuskan untuk keluar dari mobil dan berdiri di depan kap mobil sambil tanganya bersedekap.


Tak lama banyak anak-anak yang sudah keluar dari pintu utama dengan menuruni anak tangga, dia mencari sosok vano dan vani. Tapi belum terlihat karena memang kebiasaan vano yaitu pulang yang terakhir agar tidak ikut gerombolan dia sangat menjaga vani jika disekolah.


“ kakak cepatlah, papa mungkin menunggu kita dibawah” rajuknya.


“ sebentar lagi , bagaimana jika kau terjatuh saat ikut berlari seperti mereka. Kau akan kesakitan dan mama pasti akan menangis lagi seperti waktu itu ingatkan “ jelas vano.


“ iya … iya “ balas vani.


Setelah dirasa sepi vano pun menarik tangan vani dan menggandengnya untuk keluar dari dalam kelas. Vani  sangat senang Ketika melihat papanya yang sudah menunggunya.


“ papa …” ucap vano , vano dan vani mencium tangan ricko.


“ kita makan dulu pasti kalian belum makan kan “ ujar ricko.


“ pa .. mama ada jadwal operasi ya ?” tanya vani.


“ iya sayang jangan sedih, hari minggu nanti mama sudah janji kan, dan nanti malam papa akan berikan kejutan untuk kalian berdua juga mama “


“ kejutan ? … wah pasti menyenangkan “ sorak vani.


“ pa vano sudah lapar “ kata vano .


“ baiklah …baiklah ayo masuk kemobil “ ricko membukakan pintu mobil belakang untuk vano dan vani.


****


Malam harinya


Mereka berempat sudah duduk di depan televisi Ricko dan Nita mengawasi anak-anak yang sedang mengejarkan PR itu, dan tontonan televisi itu bergambar kartun minion kesukaan vani. Dengan nita yang memegang keripik di tangannya.


“ mama , papa bilang akan memberi kejutan pada kita “ kata vano yang melihat nita.


“ benarkah ? kenapa mama tidak tau” katanya yang beralih menatap ricko.


Ricko tersenyum sekarang dia menarik nita untuk lebih dekat dan merangkulnya  “ baiklah Sekarang papa katakana. Sebenarnya … papa sudah membeli tiket liburan ke California , kita akan mengunjungi Disneyland apa kalian senang ?”


“ papa serius ?” tanya vani semangat.


“ tentu saja ! apa diwajah papa tertulis sedang bohong Sekarang ?”


“ kapan pa ? “ tanya vano.


“ setelah kalian selesai ujian, dan papa sudah meminta izin cuti dari rumah sakit juga studio nanti , mereka memberikan cuti selama 2 minggu “ jelas ricko.


“ papa … aku menyayangimu “ vani berdiri dengan girang seraya memeluk ricko.


“ papa juga menyayangimu sayang “ balas ricko.


“ hmm jika begini sangat menyayangi papa , mama dilupakan” ucap nita pura-pura merajuk.


“ mama , ada vano disini. Jangan khawatir vano akan selalu mengingat mama dan selalu menyayangi mama” ucapnya yang seperti orang dewasa.


“ kemarilah ..” nita membuka tangannya seperti akan memeluk vano, vano pun berdiri dan memeluk nita.


“ tidak ma, vani juga sangat menyayangi mama , iyakan pa ..” ujarnya.


“ tentu saja … kita bertiga sangat mencintai mama dan selalu menyayangi nya “


Malam itu , mereka menghabiskan waktu dengan bercanda Bersama, saling meledek dan saling tertawa.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2