
drrrrttt.....drrrttt.
handphonenya nita berdering dia sedera mengangkatnyanya.
" halo "
" ......"
" benarkah ? baiklah terima kasih " ucapnya.
" hmm dokter maaf sekali tiba-tiba ada pekerjaan mendadak. begini saja aku pesankan taksi saja " kata nita .
" iya tidak apa "
" apa ada sesuatu?" tanya seseorang dari belakang.
keduanya pun menoleh " kapten dirga " gumam nita.
" kapten dirga apa kau punya pekerjaan sekarang ?" tanya nita.
" hmm tidak " jawab nya.
" apa kapten bisa mengantarkankan dokter fahri kerumahnya dia sedang sakit , tadinya aku yang akan mengantar tapi ada pekerjaan mendadak lagi"
" iya tidak apa "
" terima kasih kapten dirga , dokter fahri... aku pergi dulu ya" ujar nita.
dirga dan fahri menganggukkan kepalanya , nita segera berjalan menuju kedalam rumah sakit.
dia menyusuri lorong rumah sakit hingga ke sampai di dalam ruanganya, karena jam prakteknya telah selesai di melepas jas nya dan mengambil tasnya.
hari ini ricko tidak ada dirumah sakit dia sedang dikantornya, nita mengambil handphonenya dan mengetik pesan untuk ricko.
"***Ricko ❤ "
" ricko aku sudah pulang dari rumah sakit, aku mau ke cafe menemui pembeli apartemen*** "
setelah mengirim pesan itu dia bergegas keluar rumah sakit. di luar halaman dia mancari taksi dan akhirnya ketemu.
tak butuh waktu lama dia sampai di CafeLo , sebuah cafe yang tidak terlalu besar namun sangat klasik.
" maaf membuatmu menunggu" kata nita pada seorang wanita yang kira-kira berusia 30 tahun itu.
" dokter nita ? tidak masalah saya juga baru tiba " jawab ramah orang itu.
" jadi bagaimana apa anda sudah melihat kondisi apartemennya?" tanya nita.
" sudah dan saya merasa sangat nyaman. karena itulah saya memanggil dokter kesini" jawab orang itu.
" kalau boleh tau siapa yang akan tinggal disana?" tanya nita.
" untukku, aku akan melanjutkan studi ku dan membutuhkan tempat tinggal yang dekat dengan kampus. untungnya aku melihat apartemen itu di situs online " jawab orang.
" oh begitu " kata nita.
" jadi bagaimana pembayarannya ?" tanya orang itu.
" aku sudah menyiapkan nya sekarang, apa semua berkas telah dibawa ?" sambungnya.
" oh iya ini adalah surat kepemilikan apartemen, dan ini jual belinya hanya tinggal menandatangani dan semua selesai" nita mengeluarkan map berwarna merah itu dan membukanya di hadapan wanita itu
" baiklah saya akan menandatanginya...selesai, ini cek nya silahkan ada lihat "
nita melihat cek itu dan ia tersenyum kepada wanita itu " terima kasih... semoga anda betah tinggal disana " kata nita dengan ramah.
" tapi ngomong-ngomong kenapa anda menjual apartemen itu?" tanya orang itu.
" saya sudah menikah disini dan sudah ada pekerjaan jadi tidak mungkin kembali kesana "
" oh saya mengerti" ujar orang itu.
***
ricko terus menghubungi nomor nita tapi tidak aktif, dia khawatir istrinya pergi sendirian namun ketika melihat pesan itu dia jadi tidak bisa tenang.
" ada apa dengan wajahmu itu ?" tanya handi.
__ADS_1
" aku menghubunginya tapi tidak diangkat " jawab ricko yang masih terus menghubungi istrinya.
" jujur saja kau takut kan dia bertemu dengan seorang pria bukannya wanita " goda handi.
" diamlah dan kerjakan tugasmu" tegas ricko.
" kemana dia ini sudah 2 jam yang lalu " pikir ricko.
" sudahlah biarkan saja dulu mungkin handphonenya mati atau baterai nya habis" ujar handi.
***
didepan cafe nita dan perempuan itu saling pamit , dia mengantarkan wanita itu sampai mendapatkan taksi. setelah wanita itu pergi dia masih memegang amplop berisi cek itu.
" aku tidak mau menjualnya tapi aku ingin melupakan semua kenangan yang membuat aku membenci ayah" ucapnya dalam.
suara handpone lagi-lagi berbunyi namun itu bukan suara handphonenya , dia mengambil handphone itu dari jaketnya.
" ini kan punya nya adik dokter fahri" gumammya.
dia pun mengangkat telpon itu.
" halo"
"....."
" oh iya dokter handphonennya ada bersamaku , aku lupa saat bermain di rumah sakit ivan menitipkan handphonenya "
"...."
" sekarang ya ?"
"...."
" baiklah aku akan datang"
nita pun menutup telpon itu , dia mengambil handphonenya sendiri , berniat untuk mengecek pesan dari ricko. " kenapa mati apa beterainya habis " pikir nita.
" astaga aku juga tidak mengingat nomor handphone ricko"
" sudahlah hanya mengantar handphone dan langsung pulang"
" nona mau ditunggu atau tidak?" tanya sopir itu
" iya pak saya tidak lama "
dia masuk kedalam halamam itu dia menekan tombol bel dan seseorang langsung membukanya.
" dokter cantik" ucap ivan antusias lalu menarik tangan nita untuk masuk.
" eh tunggu ivan kakak lepas sepatu dulu" ujar nita.
setelah melepas sepatu ivan kembali menarik tangan nita untuk masuk kedalam " kakakkk" teriak ivan.
" siapa?" tanya fahri.
" lihatlah ada dokter cantik" jawab ivan.
nita tersenyum simpul pada dokter fahri " dokter nita duduklah dulu akan kubuatkan minumann"
" eh tidak perlu dokter saya hanya mau mengembalikan handphone milik ivan tidak lama " nita mengeluarkan handphone dari dompetnya .
" ini ivan" dia memberikan handponenya pada ivan.
" terima kasih kakak " ucap ivan.
" sama-sama "
" hmm dokter fahri apa aku boleh pinjam toilet sebentar ?" tanya nita.
" oh iya toiletnya ada di samping lorong sebelah sana "tunjuk fahri.
" iya " nita melepaskan jam tangannya dan menaruhnya di meja dekat mainan mobil-mobilan itu.
dia masuk kedalam kamar mandi , namun diluar ivan tengah mengambil mainan nya dan tidak tau kalau ada jam tangan. " aku mau mandi di kolam berenang denganmu" ujarnya .
ivan berjalan kebelakang lalu dia berendam di kolam renang kecil yang telah disediakan dia membawa mainan itu masuk kedalam air .
__ADS_1
sementara itu nita telah selesai dan dia bingung kemana jam tangannya tadi , dia berniat untuk bertanya dengan fahri " dokter apa kau melihat jam tangan yang kupakai tadi ? aku menaruhnya di dekat mobilan yang dipajang disana?' tanya nita.
" tunggu sebentar "
" ivan...ivannn" teriak fahri.
ivan segera menoleh " apa kau mengambil jam tangan milik dokter nita ?" tanyanya .
" eh itu jam tangan milik dokter ?" tanya ivan.
" iya " jawab nita.
" tapi... tadi ivan membuang banyu ini jam tangannya masuk kedalam selang besar itu, ivan mau ganti air " jelas nya
" apa ? ivan seharusnya kau tidak boleh seperti itu" kata fahri.
" eh tidak apa dokter itu cuma jam tangan biasa , kalau begitu aku pamit pulang ya takutnya ricko menungguku" ucap nita
" ivan kau harus minta maaf " tegas fahri.
" kakak ivan minta maaf ya "
nita tersenyum padanya " iya tidak apa "
" dokter saya pulang " pamit nita.
....
setelah sampai dirumah ini sudah jam 7 malam ricko sudah pulang mobilnya terparkir dihalaman, lampu rumah juga menyala. dia membuka pintu rumah .
dia mencium aroma masakan dia tau ricko pasti didapur. dia melepaskan sepatunya lalu berlari ke arah dapur " ricko " panggil nya.
ricko menghentikan aktivitas masakannya dan menoleh ke arah nita yang sedang mengambil air dingin di kulkas.
" kenapa handphone tidak aktif? aku mencemaskanmu " tanya ricko.
" baterainya habis jadi tidak bisa mengabarimu,hmm aku sudah menjual apartemen" kata nita.
" sudah dipikirkan dengan matang?" tanya ricko.
" ya ... untuk apa juga aku masih memilikinya toh kita sudah menikah tidak mungkin juga aku kesana" jawab nita.
" lain kali harus bawa power bank aku tidak mau sedetikpun tidak ada kabar saat diluar " tegas ricko.
" iya kau masak apa ? biar aku saja kau pasti lelah di kantor"
" tidak sudahlah mandilah dan turun kebawah kita makan" cegah ricko.
" baiklah aku keatas ya "
setelah selesai mandi nita turun dengan kaos berwarna putih celana abu-abu panjang dan cardigan berwarna ungu.
" bagaimana di kantor apa terjadi sesuatu?" tanya nita yang memulai percakapan itu.
" hanya ada sedikit tapi sudah aku tangani, rencananya aku akan melepas perusahaan itu. aku akan fokus menjadi dokter saja, ayah akan mengambil alih keseluruhannya " jelas ricko.
" lalukan apa yang menurutmu baik untukmu, aku akan selalu mendukungmu" kata nita.
" tapi gaji dokter bedah tidak sebanyak bos diperusahaan bagaimana ? "
" memangnya berapa gaji seorang dokter bedah pertahun?" tanya nita.
" ehmm tidak terlalu besar"
" begitu ya ... tidak masalah , jalan keluarnya sangat mudah" kata nita .
" memangnya apa yang akan kau lakukan ?" tanya ricko sambil tersenyum .
" aku cari pacar baru yang lebih kaya darimu mudah kan?" jawab nita.
ricko tersedak ketika mendengar jawaban nita " eh minum...minum kau ini kenapa bisa tersedak" gerutu nita.
" sayang? kau mau selingkuh?" ucap ricko yang matanya melotot itu.
" mau bagaimana lagi kau bilang gajimu kecil jadi aku harus cari pacar untuk biaya hidup " goda nita.
" sayang kau ini ... tidak , tidak mana mungkin aku membiarkanmu hidup sulit aku akan bekerja keras untuk membuatmu bahagia"
__ADS_1
" hey kau terlalu serius sekali mana mungkin aku begitu, aku hanya akan menikah denganmu saja "
" hmm aku tau sayang "