
nita dan para suster sedang mengecek keadaan pasien di kamar-kamar. dengan senyuman lebar dan ucapan yang ramah setiap pagi bertanya apa kabar anda hari ini? apa ada keluhan lain? atau adakah yang sakit?.
itulah mengapa banyak sekali orang yang berkata kalau dokter sebagai pekerjaan yang mulia. dan kini nita dan para suster telah berada di ruangan nenek minah dia menderita penyakit asam lambung setiap hari harus di cek.
" nenek apa kabarmu?" tanya nita dengan ramah.
" nenek sudah sangat baik dok, apa dokter cantik mau memeriksa nenek lagi?" tanya nenek itu.
" tentu saja , ini hari terakhir nenek dirumah sakit , semoga setelah ini nenek bisa sembuh total dan beraktifitas seperti biasa. dan ya harus menjaga kesehatan tentunya" kata nita sambil dirinya memeriksa denyut nadi nenek.
" terima kasih dokter , setiap pagi kau selalu ramah menjengukku" ujar nenek.
" itu sudah jadi tugas ku nek " jawab nita.
" maukah dokter berfoto dengan nenek? nenek ingin membuat kenangan bersama dokter sebaik dirimu" pinta nenek.
" haruskah? kalau begitu kenapa tidak" jawab nita.
" suster tolong fotokan kami berdua " nita memberikan handphonya lalu memeluk nenek itu dan tersenyum lebar.
" nenek terlihat sangat cantik " puji nita yang melihat hasil foto itu.
" dokter sekarang sudah waktunya untuk praktek " kata suster rina.
" oh baiklah, nenek aku pamit dulu ya" kata nita.
" hmm iya " ujar nenek itu.
nita pun kembali melanjutkan aktivitasnya diruangan IGD, menolong pasien kecelakaan dan musibah lainnya sudah bukan hal yang tabu lagi untuknya. namun saat dirinya sedang bekerja sering kali dia teringat akan ricko yang sudah satu minggu tidak masuk rumah sakit karena kasus yang menimpanya. dia rindu makan siang bersama di kantin dan godaan ricko dikala sedang berdua.
" dokter pasien mengalami patah tulang dileher, dan darah beku yang ada diperut " kata suster.
" berikan aku jarum" kata nita.
suster itu memberikan jarum yang berukuran panjang dan sedikit lebar, lalu dia menusuknya di bagian perut itu , hingga darahnya mengalir ke kantong.
" ambilkan collar kita akan pasang di leher " perintah nita.
" baik dok" dokter dian segera berlari untuk mengambil collar benda berbentuk bulat yang sering dipasang untuk orang yang mengalami patah tulang leher.
" ini dokter " dian memberikan collar itu pada nita.
dengan telaten nita memakaikan collar itu di tubuh pasien.
***
dikantin rumah sakit dokter chandra , dokter fahri dan dokter Edisa sedang menikmati makan siangnya. karena dokter bagian bedah bisa terbilang aktvitasnya santai namun kalau sedang diruangan operasi bisa berjam-jam lamanya.
" aku ingin tahu kabar ricko setelah dia di hiatus beberapa saat" kata edisa.
" dia baik-baik saja karena ada istrinya" ujar chandra.
" istri " edisa menaruh kembali sendok itu dipiring.
" ya dia punya istri kau kan diundang , oh iya kau tidak datang kau juga mungkin belum tau istrinya kan" kata chandra.
" siapa istrinya dan dari golongan mana ?" tanya edisa.
__ADS_1
" dokter juga dirumah sakit ini, namun masih baru dia lulusan universitas di china. juga sangat cantik lagi " jelas chandra.
" dan kau jangan berharap lagi karena ricko sangat bucin pada istrinya , iya kan fahri" chandra menyenggol lengan fahri yang akan menyendokkan nasi itu kedalam mulut.
" hmm" kata fahri.
" bagian apa ?" tanya edisa.
" bagian IGD " jawab chandra.
setelah selesai makan mereka kembali melakukan pekerjaannya , edisa berjalan sendirian di lorong rumah sakit , dan tanpa disadari nita juga sedang berjalan di lorong rumah sakit membawa sebuah map dilaporannya.
edisa terus berjalan lurus tanpa mengabaikan orang-orang disekitarnya.
brukk
edisa menyenggol nita yang sedang lewat itu hingga map yang ia bawa terjatuh dan berkas nya berhamburan. " maaf " ucap nita.
edisa beralih dan menengok nita yang terjatuh itu sedang membereskan map nya. edisa pun membantu membereskan berkas-berkas itu lalu memberikannya kepada nita.
" terima kasih" ucap nita seraya tersenyum.
" kau dokter disini?" tanya edisa.
" ya aku orang baru" jawab nita.
" kau harus tau , dokter itu harus fokus jangan terjatuh karena kena sedikit dorongan , jika kau tidak berniat menjadi seorang dokter maka lebih baik kau undurkan diri saja" kata edisa dengan tenang namun wajahnya terus menatap nita.
setelah mengucapkan itu edisa meninggalkan nita sendirian, mungkin hatinya sedang sakit karena mendengar kalau ricko sudah menikah , sedangkan nita dia menggelengkan kepalanya melihat tingkah seorang dokter yang begitu dingin itu .
" dia yang salah malah memarahiku" gumamnya.
***
sore harinya ricko memakai pakaian casual menjemput nita di rumah sakit , seperti biasanya dia selalu menunggu diparkiran. dari jauh edisa melihat ricko dia juga akan pulang dia tersenyum lalu mendekati kearah ricko.
" ricko" panggil edisa.
ricko menoleh dan melihat edisa.
" kenapa kau ada disini ?" tanya edisa.
" menjemput istriku" jawab ricko .
" oh " kata edisa yang sedikit tersenyum namun raut mukanya dapat terlihat jelas kalau dia menahan senyumannya.
" bagaimana tawaranku kemarin apa kau ada waktu untuk makan malam berdua?" tanya edisa.
" hmm aku lupa , aku juga belum bertanya padanya " kata ricko.
" rickooo" panggil nita.
ricko dan edisa pun menoleh " kenapa dia memanggil namamu begitu saja?" tanya edisa.
" oh ya aku lupa memperkenalkannya dia istriku" kata ricko seraya tersenyum menatap nita yang juga sedang tersenyum kearahnya.
" sayang " panggil ricko.
__ADS_1
" kau menunggu lama?" tanya nita.
" tidak baru saja datang" jawab ricko.
nita melihat wajah edisa yang tidak asing karena dia ingat kejadian tadi siang.
" dokter " kata nita.
" eh oh iya , jadi kau istrinya ricko?" kata edisa.
" iya perkenalkan aku nita istrinya ricko" nita menjulurkan tangannya yang dibalas oleh edisa.
" sayang dokter edisa ingin mengajak makan malam apa mau ikut?" tanya ricko.
edisa membelakakan matanya dirinya tidak mengajak istrinya ricko.namun kenapa ricko malah mengajaknya
" hmm ayo" kata nita.
***
sekarang mereka sudah berada di restoran china milik ibunya xiaoqi, dengan senang hati xiaoqi membawakan pesanan punya sahabatnya itu seorang diri.
" silahkan dinikmati" kata xiaoqi.
" hmm terima kasih" ucap nita seraya tersenyum.
" ayo dokter makanlah " kata nita pada edisa.
" hmm"
" ricko kau juga " kata nita.
" iya sayang. sini biar aku yang memotong dagingnya untukmu" ujar ricko.
melihat kemesraan itu edisa jadi malu sendiri pada dirinya, dirinya hanya melihat itu tanpa bisa berkutik sedikitpun. dia benar-benar sakit hati setelah menunggu ricko selama beberapa tahun masih tidak bisa digapai.
ricko dan edisa dulunya teman sewaktu kuliah, begitu juga dengan chandra. namun bagi ricko teman adalah teman hanya ada nita seorang yang selalu mengisi hatinya.
" cukup ricko kau juga makanlah jangan terus mengurusku" kata nita .
" benarkah ? kalau begitu habiskan saja aku bisa pesan yang baru" ujar ricko.
" xiaoqi tambah satu porsi daging hotpot" ujar ricko.
" pesanan akan datang" kata xiaoqi.
" mudahkah?" ricko menaik turunkan alisnya.
nita tertawa kecil melihat lalu menerima suapan dari ricko.
" hmm maaf aku harus pergi, aku lupa kalau ada janji dengan teman lainnya maaf sekali ya" edisa yang tak tahan lagi itu pun langsung pergi tanpa ricko dan nita mengucapkan selamat tinggal.
" ricko kenapa dokter edisa tiba-tiba pergi aku jadi tidak enak apa aku mengganggu kalian?" tanya nita.
" mengganggu apa? itulah konsekuensinya kalau mengajak orang yang sudah punya istri harus melihat ini kalau tidak suka ya pergi saja" jawab ricko.
" tapi kan dia temanmu tidak baik" ujar nita.
__ADS_1
" husst ayo makan lagi biarkan saja dia" balas ricko.