
" turunlah ... ini rumah bunda ku" kata nita yang baru sampai dari halaman rumah yang luas milik bundanya itu.
" wah rumahnya besar sekali. ini 10 kali lipat dari rumah ayah" takjub alia.
" sama saja ayo " nita pun turun keluar dari kursi mengemudi begitu juga dengan alia , nita membawanya masuk kedalam.
dia menekan bel kemudian terbukalah pintu itu , bi inah yang membukanya.
" eh nona selamat datang " ucap bi inah.
" terima kasih bi , ayo alia "
mereka berdua pun masuk dibelakangnya bi inah menutup pintu.
" duduklah "
alia memandangi rumah itu dengan takjub , rumah mewah yang bernuansa putih itu sangatlah menyejukkan matanya.
" kakak masuk sebentar ya tunggu disini"
" iya kak"
beberapa saat kemudian alia belum juga mendapati nita untuk turun dia sudah merasa tidak enak ditinggal sendirian, dia pun berdiri lalu memandangi ke luar jendela.
" alia" panggil nita
dia segera menoleh namun tak ia sangka nita membawakannya keik dan dibelakangnya ada bunda yang membawa paper bag dan iren yang membawa balon.
" selamat untuk kelulusan mu" ucap semua orang
" kakak" gumamnya.
" ayo tiup lilinnya"
alia segera meniup lilin itu lalu nita menaruhnya di atas meja.
" lihat nak ini semua untukmu " ujar bunda.
" eh apa ini tante... ini tidak perlu " tolak alia.
" jangan menolak ambil saja ini hadiah untuk kelulusanmu " timpal iren.
" terima kasih kak dan juga tante" ucap alia pelan.
" apa ini kau menangis? " ujar bunda.
" hiks..hiks.. aku tidak pernah seperti ini aku sangat bahagia" isaknya.
bunda pun segera memeluk alia, dia mengelus rambut itu dan kemudian memegang bahu alia.
" jangan menangis sekarang kami adalah keluargamu. maukan kau anggap kami ini keluarga?" tanya bunda dengan lembut.
" hmm aku mau " alia pun memeluk bunda.
nita dan iren tersenyum melihatnya, sebelumnya nita memang sudah mengabari bunda dan kakak ipar untuk membeli sesuatu dia ingin membuat alia bahagia.
sore harinya ricko telah sampai di rumah mertuanya untuk menjemput istrinya, namun dia melihat istrinya dan yang lain berada di halaman dekat air mancur sedang menggendong arga baby nya nathan.
dia tersenyum menatap nya bagaimana tidak istrinya terlihat sangat bahagia, mengendong dan membuat baby itu tersenyum.
tinn...tinn
dari belakang mobil aidan juga baru sampai , dia menengok kebelakang.
" hay ricko"
" hay"
" sedang apa disini ?" tanya aidan.
" menjemput nita " jawab ricko.
aidan pun menoleh ke mana arah mata ricko tertuju.
" kau terlihat jelas ingin punya bayi" ujar aidan.
" apalagi yang seorang suami inginkan selain pelengkap hubungan dengan istrinya" balas ricko.
" sabar saja kalian juga belum lama menikah , lihatlah nathan setelah 4 tahun menikah mereka baru dikarunia kan seorang anak" ungkap aidan.
" ayo kesana" ajak aidan.
" bundaa aidan pulangg" teriak aidan dari jauh.
semuanya menoleh tak terkecuali nita dia juga menoleh dan tersenyum ketika ada ricko disamping aidan.
__ADS_1
" kalian sudah pulang" ujar bunda.
" bunda kedalam dulu ya bunda mau bilang untuk menambahkan porsi makanan" sambung bunda.
" iya bunda" jawab mereka semua.
" dek dia terlihat senang sekali lihatlah arga terus tersenyum" kata iren.
" bayi tampan senyummu manis sekali" puji nita.
" alia " panggil nita yang sedang duduk seorang diri di kursi.
" iya kak" alia berdiri dan mendekati nita.
" ini kakakku yang nomor 2 namanya aidan"
" oh ya perkenalkan aku alia " alia menjulurkan tangannya.
aidan mengelus rambut alia.
" kau anak yang baik" puji aidan.
" kakak ... ini sudah sore aku mau pulang" ujar alia.
" eh pulang kakak tolong arga sebentar" nita memberikan arga pada iren.
" alia dirumah kau sendirian apa kau berani?" tanya nita.
" iya alia tinggal disini saja" timpal iren.
" tidak kak hanya akan merepotkan saja nanti" ujar alia.
" hey siapa bilang merepotkan kau perempuan , tinggal sendirian di dalam rumah itu tidak baik. " saut aidan.
" iya kakakku benar. alia tinggal disini saja ya, disini kan banyak kamar yang kosong " kata nita.
" iya alia sayang , tinggallah disini bersama kami. anggap kami seperti keluargamu " bunda baru datang dan langsung memegang bahu alia.
" terima kasih" ucap alia.
....
didalam kamarnya nita sedang membuka lemarinya , dari tadi ricko terus memperhatikannya entah apa yang akan dilakukan istrinya dengan pakaian itu.
" sayang itu sudah rapi kenapa dibongkar?" tanya ricko.
" sayang" lirih ricko .
" hmm"
" kita tidak menginap disini kan?" tanyaya.
" kenapa memangnya, apa kau tidak betah?" tanya balik nita. dia sudah menemukan pakaian tidur yang cocok untuk alia dan menutup pintu lemari itu.
" bukan begitu, malam ini aku ingin ..."
" ingin aapa?" tanya nita yang telah duduk disebelah ricko.
" ingin memakanmu" bisik ricko ditelinga nita.
nita tersenyum melihat tingkah ricko itu bagaimana tidak setiap ricko ingin mengajaknya berhubungan dia selalu membuat muka sedih.
" ricko apa aku ini istri yang suka marah?" goda nita.
" hmm tidak" jawab ricko.
" lalu kenapa ketika kau ingin mengajak hal itu kau selalu membuat raut muka sedih " kekeh nita.
" wajahku memang seperti ini saat bersamamu.. aku memiliki banyak ekspresi " lirih ricko yang kemudian dia menempelkan kepalanya di bahu nita.
" sayang apa yang akan kita lakukan pada alia?" tanya ricko.
" entahlah aku kasihan dengannya, dia masih berusia 17 tahun meninggalkannya hidup sendirian aku khawatir akan terjadi sesuatu. hidupnya masih panjang dia harus kuliah" jawab nita.
" menurutku kita harus mendengarkan dulu apa yang dia inginkan. kita memang kasihan melihatnya seperti itu namun dia sudah bisa mengambil keputusan sendiri. bukannya aku tidak suka namun dia berhak menentukan hidupnya sendiri " jelas ricko yang tangannya itu mempermainkan jari istrinya.
" kau benar itu tidak salah. aku akan bertanya apa dia suka tinggal disini atau tidak nanti " jawab nita.
sedikit demi sedikit ricko mendekatkan wajahnya ke wajah nita, nita pun memejamkan matanya perlahan-lahan bibir ricko mendekati bibir istrinya.
" dek makanana suu.... astaga maafkan kakak"
mendengar teriakan iren itu keduanya langsung berlari masing-masing , nita merasa malu sekali dia lupa menutup pintu.
namun ricko dia tidak bergeming apa dia tidak malu? pikir nita.
__ADS_1
" kakak tidak lihat kok" gumam iren.
" kakak turun dulu ya" sambung iren dia salah tingkah karena adiknya dia juga malu sebenarnya memergoki adiknya.
ricko dan nita berjalan berdampingan untuk makan malam, namun tidak ada perbincangan sama sekali diantara keduanya.
" kenapa kau tidak tutup pintu" ujar nita.
" lupa " jawab santai ricko.
" yatuhan aku ingin menghilang saja " rengek nita.
" toh kita sudah menikah kenapa harus malu" timpal ricko.
" kau tidak punya malu aku masih punya " rengek nita lagi.
sesampainya di meja makan semua orang telah menunggunya, namun tidak ada yang mengolok-ngoloknya selertinya iren tidak mengatakan kejadian tadi.
" huft syukurlah" gumam nita.
" apa sudah selesai poponya?" ujar nathan.
" popo apa ? ah ya ampun ada brokoli ini pasti enak hmm aku sudah lama sekali tidak makan ini , ini pasti bunda yang buat hmm enak sekali" dia menyendok brokoli tumis kesukaanya itu untuk menghindari olok-olokan kakaknya.
" itu kakak yang buat" ujar iren.
" ha? "
" pfft aku tau nita jangan menipu kami " ledek aidan.
" memangnya kenapa tidak suka ya? mangkanya cari pasangan sana dasar DUDA TUA !" Tekan nita pada kata terakhir itu membuat aidan membelakkan matanya.
" apa kau bilang duda tua ? aku belum 30 tahun aku masih tampan kulitku mulus tidak sepertimu dasar kecil pendek" balas aidan.
" pendek ? dasar duda tua keriput lapuk tidak laku" umpat nita.
" nita "
" kak aidan"
desis mereka bersamaan yang masing-masing menodongkan sendok.
" hentikannn" teriak iren.
keduanya menoleh melihat iren yang tangannya masih berdiri tegak menodongkan sendok.
" jangan pakai sendok , ini pakai garpu" timpal iren.
" sayang " ujar ricko.
" iren " guman nathan dengan raut muka lucu
" tidak ricko! aku lupa kakak semenjak aku pergi dari sini kita belum pernah baku hantam lagi "
" sayang sudah sudah ... lihat apa itu malu dengan alia ? ingat umur aidan, nita duduk" kata bunda.
" duda tua" desis nita.
" pendek" desis aidan.
keduanya pun duduk keduanya saling menatap tajam " masih belum selesai bertengkarnya?" ujar bunda.
" sekarang sini , nak alia tolong pindah ke kursi sebelahnya, aidan duduk sini dekat nita" perintah bunda.
" tidak mau nanti ketularan pendek" ejek aidan.
" aidan " tekan bunda.
dengan berat hati aidan pun mengikuti bunda lalu duduk disebelahnya.
" kalian tau kan apa yang harus dilakukan?" ujar bunda.
keduanya saling menyendokkan makanan kesukaan lalu saling menyuapi " enak?" tanya nita dengan senyuman paksanya.
" hmm enak sekali " jawab aidan yang juga tersenyum paksa itu.
alia tertawa melihat adik kakak yang sedang bertengkar itu.
" alia mereka berdua memang seperti itu seperti tom dan jerry" ujar iren.
" tapi lucu " timpal alia.
" lucu apanya" desis aidan.
" aaaa" aidan membuka mulutnya dan kemudian di suapi nita.
__ADS_1
setelah drama saling menyuapi itu selesai kini semua orang duduk di kursi tamu, mereka akan memutuskan bagaimana dengan alia.