
" apa ada sesuatu yang ibu tidak tau?" tanya eyang.
***
didalam kamar itu nita sedang duduk di ranjang. ia melamunkan sesuatu yang berkaitan dengan pertanyaan eyang tadi. walau dia tidak memasukkanya kedalam hati namun tetap saja ia terus kepikiran, apa semuanya karena dirinya yang tidak pernah mau terbuka dan mencoba mengerti ayahnya ? atau karena dia keras kepala sama seperti ayahnya? tidakkah semuanya terlalu merumitkan hidupnya.
" sayang" ucap ricko lembut dari depan pintu lalu melihat nita yang sedang menunduk dan melamun itu.
ia segera menghampiri nita dan duduk didekat ranjang.
" jangan dengarkan ucapan eyang, maaf karena eyang berbicara seperti itu. aku janji akan bicara nanti pada eyang" jelas ricko.
" tidak... eyang tidak salah. karena eyang benar. karena mungkin rasa marah ku lebih besar hingga aku tidak bisa melihat semua yang ada pada ayah. aku tidak pernah bertanya apa alasan ayah aku terus marah padanya. jadi itu bukan salah eyang" gumam nita .
" tapi ini juga bukan salahmu. jangan menyalahkan diri sendiri untuk kesalahan orang lain. kau sudah berjuang keras selama ini tolong jangan menyalahkan dirimu sendiri " ricko segera menarik tubuh nita lalu memeluknya .
nita memejamkan matanya dipelukan ricko " aku tidak akan membiarkanmu menderita selama ada diriku " ucap ricko.
setetes demi setetes air mata nita keluar namun tidak ada suara tangisan hanya tetesan air mata yang jatuh di pakaian ricko.
keesokan paginya nita sudah bangun terlebih dahulu, setelah mandi dia pun turun ke bawah untuk membantu eyang dan emily memasak.
sesampainya di dapur dia sudah melihat berbagai macam makanan sudah tersaji rapi disana. lalu ia menghampiri emily yang sedang membuat teh.
" emily apa ada pekerjaan yang harus kubantu?" tanya nita.
" maaf nona tapi tidak ada, nenek menyuruhku memasak lebih pagi agar nona tidak perlu bangun pagi. oh ya nona nenek sudah memasak semua kesukaan nona pagi ini" ujar emily ia bisa berbahasa indonesia karena memang dari dulu keluarga ini selalu menggunakan bahasa indonesia didalam rumah .
" benarkah? dimana eyang?" tanya nita.
" biasanya eyang akan keliling perumahan untuk berjalan-jalan" jawab emily.
" oh baiklah terima kasih emily" ucap nita.
" sama-sama nona" jawab emily.
nita pun segera naik lagi kekamarnya , ia tidak menyangkan eyang akan berbuat seperti itu dia pikir eyang tidak suka padanya. dia membuka pintu kamar disana ricko sudah bangun sedang membereskan kamar.
" sudah bangun?" tanya nita.
" hmm sayang dari mana ? " tanya ricko sambil membereskan bantal.
" dari dapur, tadinya aku ingin membantu eyang memasak tapi kata emily eyang sudah memasak dan juga hari ini eyang memasak makanan kesukaan ku" jawab nita.
" benarkah? kalau begitu baguslah " kata ricko.
" tadinya aku pikir eyang akan tidak suka padaku setelah aku bersikap seperti tadi malam. tapi aku salah besar, aku jadi merasa tidak enak pada eyang" ujar nita.
" sayang... tidak perlu merasa seperti itu... eyang memang seperti itu tapi eyang tidak akan membencimu" kata ricko.
" sini biar aku saja , sebaiknya kau mandilah" ujar nita.
" sudah selesai " kata ricko lalu tersenyum.
" sayang apa tidak mau memberi sesuatu yang indah di pagi hari ini?" tanya ricko.
__ADS_1
" hadiah?" pikir nita.
" morning kisss" kata ricko.
nita pun tersenyum ia terkekeh mendengar suami manjanya itu , lalu ia berjinjit dan mencium sekilas bibir ricko.
" sudah sana mandilah" kata nita.
" cup " kini giliran ricko yang mengecup bibir nita , lalu ia masuk kedalam kamar mandi.
dimeja makan semuanya sudah duduk dan sarapan pagi dengan hikmat. nita sekilas melirik ke arah eyang ia ingin meminta maaf atas sikapnya. dia menarii nafas dan memberanikan diri.
" eyang " panggil nita.
" iya nak ada apa?" jawab eyang.
" maaf atas sikapku semalam " ucap nita.
eyang menatap nita begitupun dengan ricko dan ayahnya yang menatap keduanya.
" jangan meminta maaf nak, seharusnya eyang yang berkata maaf karena eyang tidak seharusnya bicara seperti itu"
" hmm tidak nek aku tidak apa - apa " ujar nita.
....
setelah beberapa hari di amerika hari ini nita dan ricko akan pulang karena ricko dipanggil untuk segera menangani pasien dirumah sakit sedang kekurangan dokter jadi terpaksa mereka pun kembali.
setelah berpamitan pada ayah dan eyang mereka kini kebandara setelah menunggu satu jam akhirnya pesawat pun lepas landas.
beberapa jam kemudian mereka telah sampai di indonesia. disana aidan sudah menunggu mereka di parkiran , nita melihat aidan segera menghampirinya.
" kalian sampai juga " ujar aidan.
" apa kabar kak?" tanya ricko.
" aku baik, seharusnya aku bertanya bagaimana kabar anak ini ha? " aidan menaruh tangannya di bahu nita.
" apa kakak tidak lihat , aku baik dan juga rindu pada bunda aku tidak sabar ingin bertemu bunda" kata nita.
" kau tidak rindu pada kakak? adik macam apa ini" sindir aidan.
" ohho kakak... aku juga merindukan kakak bahkan sangat rindu" nita memeluk aidan.
" baiklah...baiklah ayo kita pulang semua orang sudah menantikan kalian" kata aidan.
***
sesampainya dirumah , mereka disambut dengan hangat di rumah bunda. bunda memeluk nita sebagai tanda rindunya pada putri bungsungnya.
" apa kabar sayang? " tanya bunda.
" nita baik bun, oh iya dimana kakak nathan? " tanya nita yang celingak-celingukan itu.
" kakakmu masih dikantor dek katanya masih harus menandatangani kontrak" jawab iren.
__ADS_1
" oh ya ... kalau begitu bagaimana kabar keponakan ku apa masih betah didalam perut bundamu ?" ujar nita yang mengelus perut besar iren.
" tidak bibi, beberapa hari lagi aku akan menemui kalian" jawab iren.
" ricko duduklah nak , bi inah akan bawa minuman nanti" ujar bunda.
" iya bunda" jawab ricko.
" bagaimana bulan madunya apa menyenangkan " bisik iren pada nita.
" kakak" gumam nita malu-malu.
" jangan malu, kakak juga pernah merasakannya " ucap iren.
" rasakan apa sayang?" ujar nathan dari pintu utama , dia baru pulang dari kantor.
" kakak" ujar nita.
" hey adikku sudah pulang bagaimana bulan madunya menyenangkan? " tanyanya.
" sudah pasti dong sayang pengantin baru kan harus senang" timpal iren.
" kakak kalian berdua sama saja" ujar nita.
" bagaimana ricko ? dia tidak kabur kan disana?" goda aidan.
" tidak kak dia sangat menurut " jawab ricko.
" ricko diamlah" desis nita.
" aku rasa ibu akan punya cucu lagi nanti" ujar nathan.
" iya kak kembar " timpal ricko.
" ish ricko percaya diri sekali aku bahkan tidak merasakan apapun" ujar nita.
" kalau begitu lakukan sampai kau berhasil ricko semangat kalau perlu tiap malam " ujar nathan, ia memang sangat suka mengolok-olok nita , karena kalau sudah adiknya cemberut dia akan mengeluarkan kata-kata cerewetnya dari mulut kecilnya itu.
" jangan dengan orang tua itu ricko, dia mengajari yang tidak-tidak dasar tua bangka" ejek nita.
" aku tampan loh masih bugar juga " ujar nathan.
" sudahlah kakak kau mau terus mendengar ocehannya? aku pusing nanti diam kan saja" saut aidan.
" nah itu lihat kakak aku menyukai kakak aidan hari ini" ujar nita.
" dimana xiaoqi?" tanya nita karena dari tadi ia tidak melihat xiaoqi dan ibunya.
" dia dan ibunya sedang ke gereja nak katanya mau berdoa" jawab bundanya.
" oh iya setiap hari kamis dia akan selalu kegereja dengan ibunya" kata nita.
" kau sering ikut kesana ?" tanya aidan.
" iya... tapi aku melihatnya saja dari jauh" jawab nita.
__ADS_1
" kenapa kakak ? kakak suka ya sama xiaoqi?" ucap nita asal.
" suka ?" ujar aidan