
ricko dan nita sudah berada di dalam pesawat , mereka akan berbulan madu ke paris, perancis. tidak banyak barang yang mereka bawa hanya 2 koper saja berisi pakaian dan perlengkapan masing-masing.
membutuhkan waktu berjam-jam lamanya agar mereka sampai, belum juga pesawat jalan nita sudah merasa mengantuk sekali.
ia kadang-kadang memejamkan matanya namun ia buka kembali untuk menahan kantuknya. ricko yang berada disebelahnya ia paham kenapa nita sangat mengantuk. setelah kemarin malam acara resepsi lalu malam pertama juga bangun pagi, nita belum merasa tidur dengan benar.
kemudian ia mengambil kepala nita untuk tidur di bahunya, nita menurut lalu ia memejamkan matanya.
" terima kasih" gumam nita.
" tidurlah aku kau kau lelah " ujar ricko sambil tangannya mengelus rambut nita.
diperlakukan sangat lembut seperti itu membuat nita semakin memgantuk hingga tak terasa ia pun tertidur.
setelah kurang lebih 17 jam penerbangan akhirnya mereka sampai di bandara, nita dan ricko sudah berada di dalam taksi. pemandangan yang indah di kota paris juga bangunan yang klasik itu membuatnya nampak indah.
" aku ingin berjalan-jalan nanti malam boleh kan?" tanya nita tanpa menatap ricko ia masih kagum akan keindahan kota paris.
" besok saja sayang, istirahat dulu setelah itu baru boleh pergi kemanapun" ujar ricko.
" baiklah" ujar nita dengan malas.
setelah beberapa saat kemudian keduanya sudah berada di dalam hotel, nita membuka gorden dan terpampanglah pemandangan menara eiffel dari kamarnya itu.
ricko sengaja memilih hotel yang dekat dengan menara eiffel karena istrinya sangat menyukai itu, walaupun ia harus membayar mahal ia tidak mempermasalahkannya.
" indah sekali" gumam nita matanya berbinar-binar.
" sayang" daribelakang ricko memeluknya tiba-tiba.
" ada apa?" tanya nita.
" coba tebak" gumam ricko , yang kemudian ia mengendus ngendus leher istrinya.
" ricko geli jangan seperti itu" gumam nita dengan pelan.
" aku masih lelah sekarang nanti saja ya" ujar nita.
" eh siapa bilang aku mau itu , tidak ada kan?" goda ricko ia pura-pura tak mengerti dihadapan istrinya padahal sebenarnya ia sangat paham betul.
" ricko...ricko aku itu sudah tau pikiranmu" ujar nita seraya tersenyum.
" kalau begitu nanti malam ya " ujarnya di ceruk leher nita, itu seperti tempat favoritnya sekarang karena ia berpikir tubuh istrinya selalu wangi.
" ahh sakit ricko" ricko tibatiba saja menggigit leher nita membuat tanda merah lagi seperti semalam.
" maaf sayang aku tidak sengaja ... karena ini sangat wangi " gumam ricko sambil mengelus leher istrinya.
" aku mau mandi sudah gerah, ini juga sudah jam 6" ujar nita.
" lepaskan "sambung nita.
" kalau aku lepaskan aku dapat hadiah kan?" tanya ricko.
" ck kau ini iya iya lepaskan dulu aku mau mandi " rengeknya.
" cup" ricko mencium pipi nita.
" mandilah yang wangi dan juga bersiaplah " ujar ricko.
" bersiap? kita mau kemana bukannya kau tidak mengizinkan aku berjalan jalan" tanya nita.
" bersiaplah untuk seperti malam kemarin" jawab ricko.
" kalau aku tidak lelah " jawab nita dengan santai lalu ia bergontai masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
didalam sana ia menatap dirinya dicermin lalu ia membuka kemejanya perlahan lahan. sebelum semua kancing terbuka pintu kamar mandinya digedor yang sudah pasti ricko yang melakukannya.
ia membuka pintu itu dan benar ricko sudah berdiri disana .
" ada apa?" tanya nita.
" mau mandi juga aku masuk ya " ujar ricko tanpa mendengar jawaban nita.
" eh tapi kan...."
ricko menarik tubuh nita kedalam pelukannya , ia menendang pintu kamar mandi hingga tertutup rapat.
" kau mau apa lagi?" tanya nita.
ricko telah memajukan wajahnya untuk mencium nita tapi nita langsung menghentikannya menggunakan tanganya.
" kenapa sayang ?" tanya ricko suara sudah sangat parau.
" mandi saja ya, aku sangat lapar " gumam nita.
" huft iya iya ayo sini aku buka " ujar ricko lagi.
selanjutnya mereka hanya mandi bersama tanpa sesuatu terjadi, karena nita sudah sangat lapar ricko tidak ingin nantinya nita sakit karena dirinya.
ricko sudah berganti pakaian dan memesan makanan , sambil menunggu pesanana makanan datang , ia terus memandangi nita yang berada di hadapan meja rias itu yang akan mengeringkan rambut panjangnya.
ricko berdiri lalu merebut pengering rambut itu dari nita.
" biar aku saja" ucap nita.
" tidak aku mau melakukannya , diamlah " ujar ricko.
ia melakukannya dengan senang hati, rambut nita yang berwarna hitam juga panjang itu terlihat sangat cantik dan juga lembut.
setelah selesai mengeringkan rambutnya , nita mencium bibir ricko sekilas dan tersenyum padanya. ricko terpana atas kelakuan istrinya itu. baru pertama kali nita sangat agresif seperti ini.
" aku hanya mencium." balas nita.
nita segera menuju ke kasur dan mengambil handphonenya. ia ingin membuka pesan dan memberitahu bunda kalau mereka sudah sampai.
setelah itu dia taruh lagi handphone dan ternyata makanan sudah tiba, ricko segera keluar mengambilnya , mereka berdua pun makan bersama , terkadang ricko menyuapinya juga nita yang menyuapi ricko.
" aaa buka lagi mulutnyaa" ujar ricko
" tidak ! aku tidak kuat lagi aku sudah kenyang" ujar nita.
" ini tanggung hanya sesendok lagi ... ayo buka" paksa ricko.
akhirnya nita pun menuruti ricko ia membuka mututnya , setelah selesai makan ricko membereskan makanan itu dan menaruhnya lagi dinampan.
ia tersenyum menatap nita yang sedang memainkan handphonenya itu.
" sayang" panggil ricko.
"hmm" tanpa memperdulikan ricko.
ricko segera duduk disamping nita dan mengambil handphone yang dimainkannya itu.
" pelit sekali aku sudah mau menang tapi direb...."
belum sempat selesai nita bergerutu ricko langsung mencium bibir nita, keduanya saling berciuman satu sama lain , ricko semakin menekan kepala nita agar memperdalam ciumannya.
" nghh" nita memukul dada ricko karena ia sudah sesak. hingg ricko menghentikannya dan menatapnya
" pelan-pelan" ricko kembali mencium bibir nita dengan lembut , nita memjamkan matanya menikmati ciuman itu..ricko berdiri dan mengajak nita berdiri tanpa melepaskan ciuman mereka.
__ADS_1
ricko merebahkan tubuh nita di kasur dan ia menindihnya lalu menatapnya, ia tersenyum manis dihadapan nita.
" cup" ciuman di dahi
" cup...cup" ciuman dikedua mata nita.
" cup ...cup" ciuaman di pipi kanan dan kiri nita ,
" cup" ciuman singkat di bibir nita.
" jika saja wajahku ini seperti es krim maka dari tadi sudah memeleh dan habis karena terus kau ciumi" ujar nita.
" biar saja... istriku ini sangat cantik " balas ricko sambil tangannya terus berusaha membuka baju nita.
" aku mau bertanya... bagaimana jika aku jelek, namun aku memang anak itu apa kau masih mau denganku?" tanya nita.
" seperti apapun dirimu bagiku kau tetap wanita yang aku cintai. daripada wajah aku lebih melihat perilaku" jawab ricko.
setelah baju nita berhasil ia buka semuanya mereka pun akhirnya kembali melakukan kegiatan panas mereka, hingga mereka melakukannya 4 kali , ricko tidak pernah puas soal itu.
sedangkan nita ia sangat lelah ia lirik jam di kamar itu yang ternyata sudah pukul 12 malam waktu setempat. ricko dari belakang kembali memeluknya dan mencium bahunya.
" sayang lagi ya" ujar ricko.
"ric.."
belum sempat nita menyelesaikan ucapannya ricko sudah mencium nita , tangan ricko sudah menjalar kemana-mana dan membuat nita terus mendesah .
hingga ricko melanjutkannya sampai jam 2 pagi. ia terus memandangi wajah polos istrinya yang sedang tidur terlelap didalam dekapannya. ia menyentuh hidung, mata dan pipi wanitanya seraya tersenyum.
" aku bersumpah akan terus membuatmu bahagia bersamaku" ucap ricko.
lalu ia mendekap nita dan mereka pun tidur sambil berpelukan satu sama lain.
......
...jakarta, indonesia...
" ibu ... setelah kita pindah nanti aku akan mencari pekerjaan untuk biaya kita nanti" ucap xioqi pada ibunya yang baru habis harapan itu.
" iya ibu juga akan bekerja nanti, apa kita bangun usaha saja " pikir ruan xing.
" tidak perlu bu nanti aku yang bekerja tugas ibu hanya duduk didepan tv , makan dan tidur anak cantikmu ini akan bekerja keras tenang saja" ujar xiaoqi ia sangat semangat sekali.
" hei sio ada paket" teriak aidan dari luar dengan kuat lalu ia merasa malu karena melihat ibunya xiaoqi disitu.
" eh maaf bi aku tidak kau kalau bibi disini " ujar aidan.
" dimana paket ku?" tanya xiaoqi.
" ini aku membayar nya tadi ... harganya lima ratus ribu sini mana kembalikan" pinta aidan.
xiaoqi tersenyum lalu ia membuat wajah imut dihadapan aidan.
" kakak aidan aku tidak punya uang sekarang aku akan mengembalikannya nanti ya bolehkan " ujarnya dengan suara yang dibuat buat dan mengedipkan kedua matanya.
" eh mana bisa cepat kembalikan uangku , kau harus tau hutang itu pemutus tali silahturahmi paling kuat " ujar aidan.
" yasudah aku hutang saja dulu sementara ini talinya diputuskan saja dulu setelah aku punya uang aku ikat lagi talinya atau aku lem" jawab xiaoqi ia sungguh polos karena tak mengerti maksud aidan.
aidan memejamkan matanya lalu tersenyum tertahan padanya " xiaoqi awas kau ya bayar dua kali lipat" ucap idan.
" heheh iya kak terima kasih kakak sangat tampan hari ini tapi sayangnya tolong resleting celananya direkatkan ya kak" teriak xiaoqi yang mengejek aidan.
aidan segera menyadarinya ia belum meresleting celananya , ia hanya mengancingnya saja.
__ADS_1
" ish dasar bocah tengik, kau juga kenapa kau tidak memberi tahu tuanmu ha " gerutunya.
hay readers! duh bucin banget gak sih ricko tuh sama nita, jadi pengen deh punya suami seperti ricko 😁, ngomong-ngomong readers , author mau ngucapin terima kasih yang tak terhingga deh buat para readers ku tersayang yang udah stay dan selalu setia sama novel "taruhlah hatimu di hatiku" yuk dukung terus author , jangan lupa komen, like dan juga vote ya man teman bikin author makin semangat ! 😉