
" dokter ada apa? " tanya nita
" ada sesuatu , oh maafkan aku" fahri baru menyadari tangannya itu, ia langsung melepaskannya.
" maaf . aku tidak sengaja" ujar fahri.
" hmm tidak apa-apa dokter " ucap nita.
" bisakah kau membantuku? ada beberapa pasien yang harus dioperasi. jumlah dokter kurang, bukankah kau pernah bilang kau juga berada di jurusan dokter umum" tanya fahri.
" eh iya dokter aku bisa" jawab nita .
mereka pun segera bergegas untuk masuk keruang operasi.
melihat kedekatan istri dan dokter fahri, ricko merasa sangat kesal. hatinya terbakar cemburu.ia takut istrinya akan jatuh cinta dan lebih memilih meninggalkannya.
pulul 7 malam barulah operasi itu selesai, nita melepaskan pakaian operasinya dan membuang maskernya.
ia mencuci tangan dengen bersih , lalu berganti pakain untuk pulang.ia lupa memberi tahu ricko, pasti saat ini ricko mencarinya.
iapun segera membuka ponselnya dan menelpon ricko.
" kring...kringgg" nita mencari sumber suara handphone , diujung pintu ternyata ricko sudah berdiri disana.
" ricko" ujar nita.
" ayo pulang" ucap ricko.
" aku akan mengambil tasku di ruangan dr. fahri " nita pun berjalan menuju keruangan dr. fahri diikuti oleh ricko dibelakangnya.
sesampainya di dalam ruangan ada dr. fahri juga yang sedang membereskan mejanya , ia lihat nita masuk mengambil tas nya.
" kau akan pulang?" tanya dr. fahri.
" iya dokter " jawab nita.
" mau ku antar?" tawat fahri.
" dengan berat hati lagi-lagi aku harus menolaknya dokter, temanku sudah menjemputku. mungkin lain kali saja , saya permisi dok" segera nita meninggalkann dr. fahri di ruangan itu.
" sudah?" tanya ricko.
" hmm ayo" jawab nita.
sedangkan dr. fahri ia sedikit merasa kecewa, untuk kesekian kalinya nita menolak untuk pulang bersama.
ia kemudian menatap bangku kosong milik nita itu.
" mau makan dulu?" tawar ricko.
" baik , aku ikut saja" jawab nita.
akhirnya ricko pun mencari restoran , lalu ia berhenti di sebuah restoran sederhana namun sepertinya terlihat sangat nyaman.
mereka pun makan malam disana , setelah nya mereka pulang dan langsung mandi. ricko langsung tertidur begitu saja karena sangat lelah.
sedangkan nita baru keluar kamar mandi , ia menatap sekilas ricko yang sudah tertidur itu lalu ia turun ke bawah.
ia ingin menghabiskan waktu sendirian sekarang, ia membawa beberapa makanan lalu menaruhnya di meja depan televisi.
ia duduk disana menonton televisi, ia membolak-balikan channel itu merasa tidak suka ia mematikan tv itu dan duduk sendirian begitu saja dalam keadaan gelap.
__ADS_1
"ayah tidak menyayangimu, ayah tidak suka padamu. juga kehadiranmu hanya sebagai kesalahan. aku tidak bodoh , kau tau selama ini aku tau tentang mu, ayah memukulmu, mengirimu keluar negri hanya demi diriku. kau tau?"
kata -kata celine itu selalu saja memenuhi otaknya , ia seperti merekam dan mengulang-ulang setiap lirik dari sebuah lagu.
" dia benar, dia tidak salah. akulah yang salah kenapa aku ada " gumamnya.
" jika saja aku tidak melihat semua nya waktu itu, maka hidupku tidak akan seperti ini" gumamnya lagi.
" hanya ada rasa sayang dan disayangi, cinta dan dicintai, walaupun pura-pura. tapi setidaknya aku tidak pernah mengetahuinya. juga aku tidak akan berpisah dengan bunda" sambungnya lagi.
" sayang , kenapa duduk sendirian disini ?" tanya ricko
ia terbangun saat tak ada istrinya dikamar dan segera mencarinya , ia mendengar semua apa yang istrinya itu katakan tapi tidak tahu ditujukan untuk siapa.
" bukankah kau tidur? " tanya nita.
" aku tidak bisa tidur saat tak ada istriku di samping ku" jawab ricko.
nita merasa sangat terharu mendengarnya, apakah laki-laki seperti ini berkata manis diawal dan menjatuhkan di akhir . tapi mengapa ia tidak bisa melihat itu. diwajah ricko hanya ada cinta yang besar untuknya, ia dapat melihat itu dengan jelas di mata ricko.
" aku ingin bertanya sesuatu, apa kau tidak keberatan?" tanya nita.
" hmm tumben sekali , katakan saja ayo aku siap mendengarkannya" ricko pun menyenderkan kepalanya di bahu istrinya.
" bagaimana pandanganmu , jika seseorang menghianati hubungan ?" tanya nita.
" menghianati? tunggu apakah dia ingin membicarakan hubungannya dengan dr. fahri?" pikir ricko.
" apa yang kau tanyakan ? " tanya ricko.
" aku bertanya apa yang akan kau lakukan jika misalkan saja aku menghianati pernikahan ini ? aku ingin mendengar pendapatmu dari pemikiran pria" tanya nita.
" ha? " nita bingung apa yang ricko jawab , dr. fahri ? hubungan ? apa ini dia tidak mengerti.
" apa maksudmu?" tanya nita.
" aku melihat dr. fahri menggandeng tanganmu siang tadi, aku tidak akan menceraikan mu dan membiarkan lakilaki itu memiliki mu, " tegas fahri.
" kau berpikir aku berkhianat dengan dr. fahri? " tanya nita
" iya" jawab ricko dengan kesal.
" hahhaha ,kau ... aku tidak menyangka ternyata otakmu sangat primitif sekali" ejek nita .
" masih mengejekku?" gumam ricko.
" apakah kau akan menyelamatkan ku jika suatu saat nanti aku terluka?" tanya nita.
" hey sayang kenapa berbicara seperti itu, aku tidak suka" tegas ricko , ia pun mengubah posisinya menjadi duduk dihadapan nita dan memegang tangan istrinya serta mengelusnya lembut.
" jangan katakan hal yang membuatku marah, aku tidak suka istriku terluka. jika harus terluka maka aku lah orangnya , biarkan aku yang berkorban untukmu , untuk istriku" jelas ricko.
" apakah bunda ada di posisi ricko saat ini , yang sangat mencintai pasangannya. yang rela berkorban untuk kebahagian pasangannya. sebesar itukah rasa cinta kalian ?" pikir nita.
" aku berjanji , setelah semua berakhir. aku akan memperbaikinya dari awal" ucap nita.
( malam ini aku mengerti saat seseorang jatuh cinta , maka ia akan terus jatuh semakin dalam. dikalahkan oleh rasa cinta , maka hidup pun tidak ada artinya. aku beruntung memiliki mu ricko, aku berjanji setelah aku menyelesaikan masalah ini. aku akan memulai hubungan ini dari awal, memperbaiki yang seharusnya diperbaiki)
........
" suamiku apa kau lihat kemeja yang aku belikan kemarin? aku pikir aku taruh disini?" tanya bunda.
__ADS_1
" mungkin ada di lemari gantung" jawab ayah yang sibuk dengan laptop nya.
" suamiku apa kita harus membawa anak-anak berlibur ? kita sudah lama tidak berlibur lagi pula semenjak kepulangan putri kita , kita belum memberinya hadiah?" tanya bunda .
" duduklah bersamaku " ucap ayah.
" hmm baiklah" bunda menghentikan pekerjaannya lalu duduk di samping suaminya itu, suami yang amat sangat ia cintai.
" apa kau ingin sesuatu?" tanya adi.
" suamiku. aku tidak membutuhkan apapun lagi saat ini , anak -anak sudah tumbuh dewasa menjadi anak yang baik. kita beruntung memiliki kedua putra dan putri kita. jika aku bisa meminta sesuatu maka aku hanya ingin meminta satu hal padamu , perbaki hubungan mu dan putri kita" jawab bunda .
adi hanya diam mendengarkannya, permintaan istrinya ini memang tidak pernah menuntutnya, ia selalu mementingkan kebahagiaanya dibandingkan kebahagiaan dirinya sendiri. kenapa ia bisa terjerat kedalam hubungan gelap itu.
saat melihat wajah istrinya , yang diusia 49 tahun masih terlihat muda dan sangat cantik. ia semakin dihantui rasa bersalah.
" maukah kau mengabulkannya?" tanya istrinya lagi.
" dia anakku, walau pun aku begitu keras padanya. tetap saja aku menyayanginya sama seperti anak-anak lainnya" jawab adi.
bunda pun tersenyum lalu memeluk suaminya " terima kasih , aku tahu kau laki-laki yang bertanggung jawab" ujar bunda.
" ayah , tidakkah kau merasa bersalah?" pikir iren , ia mengintip mertuanya itu yang sedang berpelukan.
" aku akan menelpon nita " pikirnya.
ia pun segera bergegas pergi , ia mempunyai sebuah ide ia harus mengumpulkan semua orang. maka dari itu ia meminta nita dan ricko , suaminya juga aidan untuk datang jam 4 sore di cafe . ia akan membantu adiknya untuk membantu bunda dan membuat ayah sadar betapa ia juga mencintai bunda.
.......
" apa kakak sudah datang?" tanya ricko pada nita , ia sedang menyetir menuju ke lokasi yang dikirim iren.
" iya, mereka sudah berkumpul, tapi kenapa kak iren ingin bertemu diluar? " ucapnya .
" mungkin ingin memberi tahu sesuatu" jawab ricko.
" aku lupa, 2 hari lagi anniversari ayah dan juga bunda" ucap nita.
" mungkin kakak ipar ingin menyiapkan pesta" sambung nita.
" mungkin saja begitu" ucap ricko.
sesampainya disana mereka sudah ditunggu oleh semua orang, mereka sedikit terlambat karena jalanan macet. untung saja tidak terlalu lama.
" maaf kak jalanan macet jadi kami tidak bisa cepat" ucap nita.
" iya tidak apa-apa " jawab aidan.
" apa aku bisa memesan sesuatu kak? aku haus " ungkap nita.
" ini, ambillah minum kakak" aidan menyodorkan minumannya.
" tidak ada racunnya kan?" tanya nita.
" aku memberi 3 sendok sianida didalam nya" jawab aidan.
" jangan percaya, dia hanya menambah 2 sendok gula. mana berani dia minum sianida, minum obat saja takut" ucap nathan.
semua orang tertawa mendengarnya , di kejauhan celine melihat semua itu, ia sangat iri pada hidup nita , dikelilingi kakak kakak yang baik.
" aku akan membuatmu pergi, dan mengambil ayahku kembali " ucap celine.
__ADS_1