Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Liburan ke bali


__ADS_3

hari ini semua orang sedang berada di dalam mobil pariwisata, mereka semua memutuskan untuk liburan ke bali. sebelum itu mereka akan naik pesawat dan akan landing di bandar udara Ngurah Rai Bali.


mereka semua tampak bahagia dan tenang duduk didalam bis, nita duduk bersama ricko, nathan dan istrinya , bunda dan aidan juga pelayan yang ikut dengan mereka.


" kita sudah lama tidak liburan seperti ini, apa kau senang dek?" tanya nathan.


" tentu saja... sejak aku kecil mana pernah aku pergi bersama kalian" jawab nita.


" oh jangan sedih waktu itu kan kau sendiri tidak mau pulang hehehh" kekek nathan.


" disana setiap minggu aku liburan wlekk" nita menjulurkan lidahnya berniat mengejek kakaknya.


" oh ya dek disana dekat tidak dengan tembok china kakak ingin sekali pergi kesana tapi belum bisa" tanya iren.


" hmm kalau disana lumayan jauh kak, karena aku tinggal di shenzhen dan juga dhongzhu sekitar 2 setengah sampai 3 jam " jawab nita.


" sayang minum dulu" ricko memberikan air mineral pada istrinya yang sedang memakan kripik itu.


" oh begitu , nanti kakak ingin kesana . sayang bolehkan?" tanya iren.


" sayang apapun itu untukmu tapi setelah melahirkan ya " jawab nathan.


" iya aku juga sekalian ingin melihat rumah yang ditempati adik disana " ujar iren.


" iya bunda juga ingin tahu bagaimana keadaannya setiap bunda telpon tidak mau diangkat juga video call tidak diangkat" sambung bunda.


" maaf bunda" ujar nita.


" oh ya ricko bagaimana menurutmu kau kan pernah menyusul nya ?" tanya nathan.


" hanya apartemen tetapi cukup luas, bersih dan juga rapi aku berpikir mungkin dia sangat menyukai disana karena bisa terus melihat pemandangan kota lewat jendela kamar " jawab ricko.


" tentu saja... aku memilih apartemen yang bagus dan juga kalian tau harganya sangat murah sekali biasanya harga sewa perbulan itu 5000 yuan sampai 8000 , tapi aku hanya 3500 yuan, aku bisa jalan jalan dan liburan terus setiap hari jika aku mau " jelas nita dengan aktifnya ia berbicara.


" kenapa begitu?" tanya aidan yang dari tadi diam saja mendengar ocehan.


" tidak tau kenapa tetapi dia itu sangat kaya jadi mungkin tidak butuh uang, dia itu kakaknya temanku waktu magang disana" jawab nita.


" bukankah biasanya ada sesuatu ?" tanya nathan.


" dia menyukaiku" jawab nita


ricko langsung melirik nita saat ia memandang kedepan, ia seolah menatap nya tajam dengan beribu pertanyaan dikepalanya.


" apa ...aku salah bicara?" gumam nita.


" kau ini mengertilah perasaan ricko sedikit " timpal nathan.


" ya ampun kakak... hehe tapi aku tidak menyukainya walaupun dia tampan tapi dia bukan tipeku, aku tidak pernah memberinya kesempatan " ujar nita.


" sayang tapi tetap saja apa dia pernah mengajakmu kencan ?" tanya ricko.


" pernah ... tapi aku selalu menolak... ah sudahlah itukan dulu dia juga sudah menikah sekarang " jawab nita.


" kalau begitu sekarang giliran kamu yang punya anak" kata nathan.


" iya dek bukankah usia mu ini sedang masa suburnya , pasti lebih cepat jika ikut program hamil" timpal iren.

__ADS_1


" uhukk...uhukk " nita tersedak saat sedang minum itu lalu ricko menepuk pelan bahu.


" pelan-pelan" ujar ricko.


semua orang tersenyum melihat nita yang salah tingkah itu, tetapi mereka semua tahu nita sudah menerima ricko sebagai suaminya hal itu lebih penting daripada yang lainnya.


dan tak terasa mereka sudah sampai di bandara lalu setelah menunggu satu jam akhirnya mereka naik pesawat hampir 2 jam di pesawat merekapun sampai di kota bali.


mobil jemputan pun sudah datang mereka menuju ke sebuah villa yang dibelakangnya adalah sebuah pantai. setelah sampai mereka istirahat di kamar masing-masing begitu pun dengan nita yang sudah kelelahan itu dia langsung tertidur di ranjang.


ricko pun melihat nya dan ia tidak berniat untuk membangunkannya karena ia tau istrinya sedang kelelahan , ia pun mandi lalu memakai pakaian biasa. karena hari mulai gelap ia membangunkan nita yang masih pulas itu.


" sayang bangun" ujar ricko.


" sayang " panggilnya lagi.


nitapun membuka matanya perlahan-lahan " kenapa?" tanyanya khas suara orang bangun tidur.


" kita makan dulu, baru nanti lanjut tidur" jawab ricko dengan lembut.


" hmm"


tetapi ia merasa gerah , ia pun membuka kopernya dan mengambil handuk .


" sayang mau mandi dulu?" tanya ricko.


" iya... aku tidak nyaman sekali" jawabnya.


" baiklah aku tunggu disini" ujar ricko.


" tidak apa-apa turun saja aku akan menyusul nanti" tolak nita.


iapun turun ke bawah dan ternyata semua orang berada di depan halaman villa sedang menyiapkan makan malam, aidan dan nathan sedang membakar sate sedangkan bunda dan iren menata piring.


" wah kau datang juga " ujar nathan.


" iya kak tadi aku mandi dulu" balas ricko.


" sini aku bantu" ricko mengambil kipas dan terus mengipasi bara api itu.


" ricko dimana nita apa dia masih tidur?" tanya aidan.


" sedang mandi kak " jawab ricko.


" ricko aku beri tahu adik suka sate rempela dan juga gaji ayam bakar lah itu siapa tau nanti malam kau dapat kejutan spesial " ujar aidan.


nathan pun terkekeh mendengarnya " bunda sepertinya disana bahagia sekali" sindir iren.


" iya nak biasa laki-laki kalau bertemu pasti gibah " timpal bunda.


" aduuh kenapa aku yang bakar sate tapi orang lain yang panas" sindir nathan.


ricko dan aidan tersenyum mendengarnya sepasang suami istri yang sedang sindiran itu.


" kau punya masalah apa dengan kakak ipar?" bisik aidan.


" kau tau? masa diusia kehamilan nya yang ke 7 bulan ngidam jeruk tapi mau dari china sana, aku geleng kepala mendengarnya, ricko saat adikku hamil nanti berikan semua yang dia inginkan di awal kehamilannya kalau tidak lihat aku dia minta macam macam karena aku jarang sekali menuruti nya" ucap nathan dengan pelan agar tidak terdengar istrinya.

__ADS_1


" siap kak" jawab ricko.


" kasihan sekali kamu nak! punya papa tapi pelit" teriak iren.


" kau dengar itu kakak ipar menyindirmu" timpal aidan.


" halo kakak ipar ! hmm keponakan bibi mau jeruk ya punya papa tapi pelit cup cup cup jangan nangis ya nanti setelah kau lahir rampas semua uang ayahmu ya beli semua mainan yang mahal" nita pun ikut menyerang kakaknya itu ia mengelus perut kakak iparnya itu.


dari belakang ia mengeluarkan sesuatu ternyata ia membawa sebuah jeruk" ini kak" ia memberikannya pada iren.


" tapi kakak mau yang dari china itu, kakak lihat di tv sepertinya enak" rengek iren.


" ini dari china kak , aku membawanya dari rumah ini pemberian dari dr. linyi yang kemarin ke indonesia dia memberiku beberapa buah-buahan dari china " ujar nita.


" benarkah?" tanya iren dengan semangat.


"hmm tentu saja " nita menganguukkan kepalanya.


" sayang kemarilah" panggil ricko pada nita


" aku kesana dulu ya kak" ucap nita pada iren.


"hmm"


" ada apa?" tanyanya.


" aku memanggang gaji ayam dan juga rempela ayo cicipi enak tidak?" ricko memberikan beberapa sate yang ia panggang itu, nita melihatnya lalu ia menerimanya dan langsung memakannya.


ricko mengamati nita yang sedang makan itu " bagaimana sayang ?" tanya ricko dengan wajah yang takut karena nanti masakannya tidak enak.


" ricko" gumam nita.


" ada apa? tidak enak? " tanya ricko.


" hargai jerih payah suamimu " ujar nathan.


" ini sangat enak" teriak nita.


" ah.... benarkah?" ricko berbinar saat masakannya dibilang enak oleh istrinya.


" aku mau lagi" ujar nita.


" aku akan memanggang yang banyak tenang saja " ucap ricko.


" kalian pangganglah ini sudah cukup untuk kami" ujar aidan.


" iya ini juga" timpan nathan.


aidan dan nathan menuju meja yang sudah disiapkan untuk makan. bunda , iren , nathan dan aidan mereka makan bersama di meja. tetapi nita ia masih membantu ricko memanggang sate kesukaannya.


dengan semangat ricko terus memanggangkan sate itu untuk istrinya, melihat ricko seperti itu nita merasa sangat bahagia. ia menatap wajah ricko dengan mata yang berkaca-kaca.


" tampan" gumamnya.


" kau mengatakan sesuatu?" tanya ricko yang masih fokus memanggang itu.


" hey kalian tidak makan?" teriak aidan.

__ADS_1


" nanti kak sebentar lagi" jawab ricko.


" sayang ini sudah ma... " belum selesai ia berbicara ia melihat nita yang terus menatap wajahnya sambil tersenyum , dalam hatinya ia merasa bangga karena mendapatkan perhatian dari nita.


__ADS_2