
keesokan nya nita sedang makan siang sendirian di kantin rumah sakit, tanpa sengaja saat ia menoleh ke arah samping kanan ia melihat wanita yang kemarin ia lihat itu.
ia memastikan wajah itu benar benar wajah yang ia temui kemarin. wanita itu tersenyum kepada seorang suster lalu pamit mengundurkan diri.
nita pun segera menyelesaikan makanannya lalu secepat kilat ia berlari mengejar wanita itu yang entah kemana tujuannya.
sementara itu wanita muda itu terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit tanpa tahu dibelakangnya ada orang yang mengikutinya.
nita menghentikan langkahnya saat wanita itu masuk ke ruangan dr. reza dia merupakan dokter spesialis jantung.
" kenapa dia masuk kesana?" pikir nita dibalik tembok ujung rumah sakit.
wanita itupun keluar bersama seorang wanita.
" ibu , apakah kita harus menemui ayah?" tanya wanita muda itu.
" hmm nanti sore ayah akan menemui kita di cafe biasa nak" jawab wanita paruh baya itu.
nita shok mendengarnya ia menahan mulutnya agar tidak mengeluarkan suara " anak?" gumamnya.
" jadi selama ini ada anak lain selain diriku dan kakak" pikirnya.
" ayo bu aku akan mengantar ibu pulang " ucap anak itu .
nita tidak mengikutinya kali ini ia begitu shok tak habis pikir selama ini ayahnya menjelma menjadi seorang lakilaki bajingan.
segera ia berlari menuju ke atap rumah sakit , ia berdiri di dekat pagar pembatas. ia menatap pemandangan kota jakarta di atasnya.
" apa salah bunda hingga membuatnya mengkhianati pernikahan ini" pikirnya.
" aku tidak akan diam saja, aku akan mencari tahu lebih banyak. sudah cukup pengorbanan ku selama bertahun-tahun kau menjauhkan ku dari keluarga ku dan sekarang tidak lagi" ucapnya dengan nada yang penuh obsesi akan pembalasan dendam.
sore harinya ia langsung pulang tepat waktu begitu saja tanpa memberitahu ricko ia pulanh terlebih dahulu. ia memanggil taksi.
" resto golden" ucap nita pada sopir itu.
dia ingat saat ricko bilang melihat ayah bersama seorang wanita di resto golden. itu restoran yang dikenal amat bagus untuk perkumpulan keluarga.
tak berselang lama ia pun sampai ternyata tidak ada siapapun disana lalu ia masuk dan mengambil kursi kosong di pojok.
drrttt.....drrrtttt
ponselnya berdering ricko menelponnya dia langsung mengangkatnya.
📱 " sayang kau dimana? aku mencarimu keseluruh rumah sakit tapi tidak ada?" tanya ricko.
" ricko maaf. aku... aku ada urusan sebentar , aku janji tidak lama " jawab nita.
📱 " *katakan sayang kau dimana atau aku akan....."
tut ...tutt*
nita langsung memutuskan telponnya saat ia lihat kedua wanita itu datang. ia segera memakai kacamata dan topi agar tidak terlihat jelas nantinya.
" ayah akan senang kan bu melihatku cantik hari ini?" tanya anak perempuan itu.
" tentu saja sayang, ayah sangat bangga memiliki putri yang sangat cantik seperti ini" jawab wanita itu.
" eh itu ayah datang" tunjuk anak perempuan itu .
nita segera melihat orang itu yang ternyata benar adalah ayahnya.
" ayahhhh" anak perempuan itu langsung memeluknya dengan hangat yang kemudian dibalas oleh adi dengan pelukan hangat.
__ADS_1
" ayah aku merindukanmu" gumam anak itu.
" ayah juga merindukanmu sayang" ujar adi lalu mencium rambut anaknya.
hati nita begitu sesak saat melihat kedekatan ayahnya dengan anak itu, hatinya merasa iri orang lain diberikan pelukan dan ciuman. sedangkan ia selalu dibentak dan juga dipukul beberapa kali.
" bagaimana kabarmu apa kau baik-baik saja?" tanya wanita itu.
" iya aku baik-baik saja" jawab adi.
" ayah tadi aku mengantar ibu , katanya penyakit ibu sudah sembuh. bagaimana kalau kita liburan bersama?" tanya anak perempuan itu.
" maaf nak tapi akhir-akhir ini ayah memiliki pekerjaan yang begitu banyak jadi tidak mungkin ayah menundanya " tolak adi.
" ayah selalu menolak ajakanku, apakah keluarga ayah disana lebih penting daripada aku juga ibu?" tanya anak itu.
" apa? jadi dia tau kalau ayah punya keluarga. memang dasar perempuan tidak tahu malu" pikirnya.
" kalau begitu menginaplah malam ini dirumah kami sangat merindukanmu sayang" ucap wanita itu.
" tapi karina , istriku akan tau. aku tidak mau membuatnya mencemaskan ku. dia sangat mengkhawatirkan aku jika tidak pulang " ucap adi.
" jadi wanita itu bernama karina" gumam nita yang masih terus memantau.
" kenapa selalu istrimu. aku juga istrimu tapi kau tidak pernah memiliki waktu dengan kami" ungkap wanita itu.
" diakan punya 3 anak dan menantu , kenapa harus mencari dirimu" sambung wanita itu.
" iya ayah. ibu sudah sembuh aku butuh ayah " ujar anak itu.
" celine " panggil ayahnya.
" ayah janji nanti akan membawamu liburan, jangan sedih ya anak cantik ayah" adi mengusap rambut anak nya lalu memeluknya.
hatinya benar-benar sakit melihat semuanya, rasa sayangnya harus dibagi untuk anak lain. tidakkah ia merasa bersalah padanya.
nita memutuskan untuk pergi dari sana karena hari juga mulai malam, ia tidak mau melihat kemesraan keluarga lain ayahnya itu.
hatinya hancur tetapi ia harus memikirkan bundanya. jika bundanya tau maka hatinya lebih hancur darinya.
.........
" sayang dari mana saja?" tanya ricko.
nita langsung duduk di sofa melepaskan sepatunya.
" aku dari rumah bunda saat kau menelpon aku ditaksi" jawab nita secara asal.
" bohong" tegas ricko.
" aku... aku berkata jujur" jawab nita terbata-bata.
" kak aidan kesini tadi, dia bilang kau tidak kesana" jelas ricko.
" sebenarnya kau kemana? " tanya ricko yang mulai kesal.
" iya itu, aku... sebenarnya aku ke panti bunda. salah satu anak itu sakit. jadi aku menemuinya , pengurus panti bilang anak anak itu ingin bertemu denganku" jawab nita.
" apa kau berkata jujur?" tanya ricko lagi ia masih tidak mempercayai istrinya.
" iya ricko aku jujur" jawab nita.
" baiklah , mandilah aku sudah memasak" ujar ricko.
__ADS_1
keesokan harinya
nita melihar ricko sedang membawa pasien yang baru saja tiba dirumah sakit. pasien itu mengalami kecelakaan yang sangat parah. ia berlari mendorong brankar secepat mungkin .
melihat ricko seperti itu, ia paham betapa ricko sangat peduli pada pasiennya. tidak peduli seberapa lelahnya ia bekerja seharian ini . sudah seharunya ia pulang tapi ia masih harus melakukan operasi.
ia berniat untuk menunggu ricko di depan ruangan operasi.
berjam -jam didalam ruangan itu, dan nita terus menunggu ricko keluar dari ruangan operasi. sampai ia merasa mengantuk ia tertidur di kursi tunggu.
selang beberapa saat seseorang menyenggol kursinya hingga ia terbangun, ia lihat jam di depan ruangan dan waktu yang sudah dihabiskan di dalam ruangan operasi itu. sudah 7 jam di ruangan operasi.
ia terus menunggu ricko di luar ruangan. 15 menit kemudian pasien itu keluar dari ruangan operasi menuju ruang perawatan.
ia mencari cari ricko yang keluar dari sana. ricko keluar dari ruangan itu menggunakan pakaian berwarna hijau, ia terlihat sangat lelah dan juga letih. matanya terlihat mengantuk.
ricko yang habis menguap itu melihat sesosok wanita yang ia cintai di hadapannya.
ia bingung mengapa istrinya disini menunggunya didepan ruangan.
" sayang?" panggil ricko.
nita hanya tersenyum disana.
" kenapa masih disini? bukankah ini...." belum sempat ricko menyelesaikan ucapannya nita memotongnya begitu saja.
" aku menunggumu, aku lihat saat akan pulang kau membawa pasien terluka jadi aku ingin menunggumu" ucap nita.
" aku tidak ingin membuat mu lelah , aku yang salah karena tidak memberitahumu untuk pulang terlebih dahulu" ucap ricko yang merasa sangat bersalah pada istrinya.
" sudahlah aku yang ingin. jangan menyalahkan diri sendiri.oh ya gantilah pakaian hari ini aku yang akan membawa mobil nya kau sangat lelah kan?" tanya nita .
" aku ganti baju dulu ya , tunggu disini" ujar ricko.
" aku akan tunggu diparkiran ya" nita segera berjalan menuju parkiran.
diaana ia menatap malam walaupun sudah malam tapi dirumah sakit masih banyak dokter yang berkeliaran.
5 menit kemudian ricko datang, menggunakan baju biasa.
" sayang ayo kita pulang" ujar ricko yang akan membukakan pintu untuk istrinya.
" eh aku saja yang menyetir kau lelah kan sini berikan kunci mobilnya" nita langsung menarik kunci mobil begitu saja.
" tapi sayang ini sudah malam , kau akan mengantuk nanti aku saja ya" ujar ricko.
" ayo masuk percayakan padaku" nita mendorong ricko untuk masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobil.
didalam ricko hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya itu.
" apa kau yakin sayang? " tanya ricko lagi.
" diam saja. aku tidak punya mobil bukan berarti aku tidak bisa menyetir sudah tidur saja" ucap nita sambil memasang selt belt nya.
ricko hanya tersenyum melihat apa yang akan dilakukan nita. nita pun menyetir mobil dan menjalankannya dengan kecepatan sedang.
" sangat lambat" ejek ricko.
" benarkah? oke baik lah aku akan menujukkannya padamu bersiaplah" nita mengegas mobil itu hingga membuatnya berjalan dengan ngebut.
ricko tersenyum begitu pun dengan nita , hingga ricko merasa sangat lelah dan ketiduran disana.
30 menit kemudian mereka sampai di depan rumah, nita mematikan mesin mobil dan melepaskan selt beltnya.
__ADS_1
ia terus tersenyum memandangi wajah ricko yang terlihat sangat tampan walaupun sedang tidur. hidungnya yang mancung , bibirnya rambutnya yang klimis juga kulit nya yang putih.
" ricko" nita menepuk bahu suaminya agar terbangun.