
keesokan paginya
ricko dan nita sudah sampai di parkiran rumah sakit, keduanya turun bersama , saat itu ricko melihat aidan dan juga para suster yang mau masuk kedalam.
ia segera menghampiri nita lalu menggenggam tangannya, nita menatap ricko karena tidak biasanya dia seperti ini.
" kenapa ? tanganku di genggam?" tanya nita.
" ingat janjimu sayang" ujar ricko.
" astaga aku ingat aku harus mengatakan semuanya hari ini" ucapnya dalam hati.
" ayo" ricko menarik tangan nita hingga mereka berjalan bergandengan bersama.
para karyawan , suster dan dokter lain melihat ricko dan nita bergandengan tangan itu membuat mereka bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
" hey bukankah itu dr. ricko ! kenapa dokter magang itu bersamannya?" tanya para suster.
" ricko semua orang melihatnya" gumam nita.
ricko merasa ini kesempatan yang tepat saat para suster berkumpul didepannya , ia pun menarik tangan nita ke arah suster itu.
" apa kalian terkejut?" tanya dokter ricko.
" dokter magang bukannya kau berpacaran sama dokter fahri?" tanya suster itu.
" eh aku...sebenarnya itu tidak benar " ujar nita dengan terbata-bata.
" ayo sayang beritahu mereka " ucap ricko.
" ha?" nita sedikit melongo mendengarnya.
" sayang ? " ucap suster itu secara serempak.
" hmm kalian harus tau jika kami sepasang suami dan istri " jelas ricko.
" apa? benarkah itu dokter magang?" tanya suster .
" hmm ya , kami....sudah menikah" jawab nita.
semua suster itu pun terkejut hingga diujung sana fahri melihat semuanya , hati nya benar benar sakit melihat wanita kecintaanya itu telah dimiliki oleh pria lainnya.
" ayo sayang " ajak ricko yang kembali menggenggam tangan nita sedangkan nita hanya pasrah saja .
akhirnya berita itupun tersebar di penjuru rumah sakit, beberapa suster sangat kecewa karena dokter idolanya yang tampan sudah menikah tetapi banyak juga yang mendukung pernikahan mereka.
.....
hari ini adalah hari terakhir nita magang di rumah sakit jakarta , dia sudah melakukan segala upaya untuk bekerja dengan baik. tidak terasa waktu magang nya sudah hampir berakhir dan setelah itu ia akan menjadi seorang dokter sungguhan.
dan pernikahan keduanya sudah berjalan hampir 4 bulan lamanya, nita masih terus mendekatkan diri dan berusaha untuk mencintai ricko, tetapi untuk lebih ke hubungan intim dia belum siap . dan semenjak keduanya mengumumkan pernikahan keduanya , dokter fahri juga tetap bertingkah seperti bisanya pada nita.
ia masih memiliki rasa cinta untuk nya tetapi ia selalu menahannya saja. saat ini ia sedang melihat hasil laporan magang nita yang sudah ada di tangannya.
" setelah ini aku masih akan tetap mencintamu" gumamnya.
.....
nita dan ricko pulang bersama sore ini, mereka sudah ada di dalam mobil , ricko pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
" sayang apa yang akan kau lakukan nanti?' tanya ricko.
" apa lagi aku hanya menunggu intruksi dari guru lin yi , jadi aku akan dirumah saja " jawab nita.
" baguslah jadi kau bisa istirahat lebih baik" ujar ricko.
" apa aku boleh menginap di rumah bunda?" tanya nita.
__ADS_1
" kenapa ? tidak betah ya dirumah?" tanya ricko.
" tidak ... hanya saja, aku ingin tidur disana." jawab nita
" baiklah kita menginap disana " ucap ricko .
" terima kasih" ucap nita yang melirik ricko lalu tersenyum dan menatap ke arah depan.
akhirnya setelah 1 jam lebih mereka pun sampai dirumah bunda , nita segera turun begitu saja tanpa memperdulikan ricko. ricko paham betul tingkah istrinya itu yang sangat antusias jika bertemu dengan bundanya.
dia hanya tersenyum melihatnya lalu ikut masuk kedalam.
" bundaaa" teriak nita.
" bundaaaaa" teriak nya lagi.
" sayang" ujar bunda yang baru keluar dari kamar.
" bunda" panggil nita seraya tersenyum.
bunda pun menuruni tangga dan segera memeluk putrinya.
" sayang apa kabarmu?" tanya bunda.
" aku baik bun, bagaimama kabar bunda?" tanya nita.
" bunda sangat baik " jawab nita.
" eh ricko , ayo masok nak " ucap bunda saat melihat ricko datang.
ricko pun menghampiri bunda dan mencium tangannya .
" ayo duduk" ajak bunda.
merekapun akhirnya duduk di sofa
" dimana semua orang bunda?" tanya nita
" tumben sekali putri bunda datang kemari " ucap bunda.
" bunda aku ingin tidur disini" ujar nita.
" nak bagaimana ricko , jika ricko tidur disini tidak apa-apa tapi kalau ricko pulang dia sendirian nanti" ucap bundanya.
" tidak bunda aku juga akan tidur disini , istriku sangat merindukan bunda dan kakak kakaknya" ucap ricko sambil tangannya mengelus kepala nita.
" hmm baiklah bunda senang sekali kalian menginap disini" ujar bundanya.
" ini nona tuan minumannya" ucap bi inah yang datang menjamukan minuman.
" terima kasih bi" ucap nita.
" iya non" ujar bibi seraya tersenyum.
" oh iya bi nanti siapkan makan malam yang lebih banyak ya karena putri dan menantuku mau menginap disini" ujar bunda.
" siap nyonya" balas bi inah.
" bunda aku pulang " teriak aidan saat masuk kedalam.
" nah itu kakakmu" ucap bunda.
" wah ada adikku yang sangat cantik disini" ujar aidan lalu menghampiri nya.
" oh lihatlah bunda sepertinya kakak menemukan calon istri yang baru " ucap nita.
bunda hanya tersenyum mendengarnya begitupun dengan ricko.
__ADS_1
" kau ini selalu saja menyuruh kakak menikah lagi , kakak memenangkan proyek nya jadi keuntungan perusahaan semakin banyak. bagaimana kakak pintar kan?" ucap aidan sambil alisnya dinaik naikkan.
" oh kakak kau sedang kaya rupanya " goda nita.
" iya dong apa kita harus liburan?" usul aidan.
" bagaimana bunda? ricko? ayo kita liburan . semenjak nita pulang kita belum pernah liburan kan " ujar aidan.
" aku pikir itu bagus " jawab ricko.
" bunda juga setuju, tapi kakak mu bagaimana? kakak ipar kalian kan sedang mengandung jadi tidak mungkin kita pergi jauh jauh" ucap bunda.
" kita ke pantai saja bagaimana?" usul aidan.
" kami berdua setuju " ucap ricko.
" nah kalian kan belum pernah bulan madu , jadi kapan kalian mau pergi?" tanya aidan.
" bulan madu?" ucap nita.
" secepatnya kami akan pergi kak heheh" ucap ricko.
" iya sayang bulan madulah siapa tau nanti setelah pulang kalian dianugerahi bayi" ucap bunda.
ricko pun tersenyum mendengarnya begitupun nita ia hanya tersenyum saja.
" apa kalian sudah ?" tanya aidan sambil tangannya menggerakkan sesuatu.
" sesuatu apa?" tanya nita yang tidak mengerti itu.
ricko yang sama sama lakilaki itu langsung mengerti ke arah mana pembicaraan aidan ingin rasanya ia menggoda istrinya yang tidak tau apapun itu.
" itu seperti " something" " jelas aidan yang lagi lagi menggerakkan tangannya.
" aidan jangan menggoda adikmu terus" ujar bundanya.
" eheheh aku hanya mau tau bunda apa dia masih polos atau tidak " ucap aidan.
malam harinya nita sudah bersiap siap untuk tidur, hari ini ia kembali tidur di kamar nya ia merasa sangat merindukan kamar nya ini walaupun ia sudah lama tidak tidur disini tetapi baginya kamar ini adalah kamar yang ternyaman.
ia memutarkan bola matanya ke seluruh ruangan kamar , tibatiba matanya terhenti saat dilemari yang terbuka itu ia lihat gaun yang ia pakai saat hari pernikahannya.
" gaun itu" gumamnya.
ia kembali mengingat awal awal dimana ia tidak menginginkan sama sekali pernikahan nya hingga ia merasa nyaman dan juga mengetahui semua kebenarannya jika ricko adalah teman masa kecilnya.
ceklek
pintu kamar terbuka, ricko baru kembali dari bawah dan segera menyusul istrinya yang sedang duduk di atas ranjang.
" kenapa belum tidur?" tanya ricko.
nita melirik ke arahnya dan tersenyum padanya , ah ricko benar benar tidak tahan saat melihat nita tersenyum manis begitu , ingin rasanya dia menerkamnya saat itu juga tetapi ia masih harus menunggu lagi.
" sayang jangan tersenyum begitu padaku, aku tidak tahan melihatnya" ujar ricko.
" kenapa?" tanya nita.
" aku akan menerkam mu saat ini juga " ujar ricko.
" terkam saja" ujar nita dengan santai.
" benarkah boleh?" tanya ricko dengan antusias.
" iya kau mau menerkamku kan ? artinya memeluk kan?" tanya nita.
shut
__ADS_1
ricko melepas nafas kasarnya " sabar ricko ... sabar " gumamnya.
" sudahlah ayo kita tidur" ucap ricko dengen pelan .