
" nama yang cantik sama seperti orangnya " puji irene.
" kakak juga sangat cantik" puji balik tiara.
" maaf bunda , semua makanan sudah disajikan mau makan langsung apa nanti ?" tanya bi inah yang menundukkan kepalanya.
" sekarang saja bi " jawab bunda.
" baik bunda "
bi inah segera kembali kebelakang untuk mengatur makan malam dikeluarga ini.
" ayo tiara kita makan " ajak bunda.
" iya tante " jawab tiara.
semua orang sudah duduk rapi di meja makan, hanya tinggal ricko dan nita saja yang belum turun. mereka menunggu sampai keduanya turun dulu baru makan.
" bunda dimana nita apa dia sudah tidur ?" tanya aidan.
" tidak mungkin nak , tadi vani menangis jadi dia mengajaknya kekamar " jawab bunda.
" sebentar aku panggil" ujar irene.
irene naik ke lantai 2 , saat akan mengetuk pintu ricko sudah terlebih dahulu membuka pintu kamar.
" ricko "
" iya kak"
" semuanya sudah menunggu dibawah turunlah dimana nita ?" tanya irene.
" lagi berganti baju , sebentar lagi kami turun " jawab ricko.
" baiklah kami akan menunggu dibawah" balas irene.
setelah irene turun kebawah, ricko mengecek anak - anak yang sudah berhasil mereka tidurkan. sedangkan nita masih mengganti pakaian sehabis mandi.
" sudah ?" tanya ricko
nita keluar dari walk in closet karena tadi bi inah bilang ada tamu jadi dia memakai pakaian rapi.
" hmm "
mereka pun turun bersama , namun dari atas mereka berdua bisa melihat paman edward datang seorang diri dan langsung disambut oleh keluarga dibawah.
" tunggu apa lagi sayang " ujar ricko.
nita kembali berjalan beriringan dengan ricko, semuanya melihat nita dan ricko yang baru datang itu.
" nak ayo duduk semuanya sudah menunggu" kata bunda.
setelah duduk nita tidak banyak bicara begitu juga dengan ricko hanya ada suara dentingan piring karena bi inah sedang mengatur piring untuk semua orang.
" oh ya tiara kenalkan dia adikku satu satunya namanya Nita dan disebelahnya suaminya Ricko " kata aidan.
" hay aku tiara " ucap tiara.
nita tersenyum ramah pada tiara dan ricko hanya tersenyum biasa saja.
" mereka berdua seorang dokter pasangan super sibuk" timpal aidan.
" benarkah ? "
" ya pasangan populer iyakan ricko" goda irene.
ricko dan nita hanya tersenyum menanggapinya , paman edward dari tadi memandangi bagaimana wajah nita , dia harus bisa mengambil hatinya karena ini langkah terakhirnya dalam mewujudkan kisah cintanya.
" Nita apa dirumah sakit sedang banyak pasien " tanya edward yang hanya berbasa-basi.
nita melirik kedepannya tepat berhadapan dengan edwad " tidak terlalu paman " jawabnya.
__ADS_1
" hmm begitu , baguslah jangan lupa untuk beristirahat jangan terlalu lelah " balas edward.
aidan dan nathan melihat bagaimana interaksi keduanya itu , dia tau nita tidak membenci paman edward hanya saja masih belum membuka hatinya.
" iya paman terima kasih " ucap nita.
" sehabis makan bisa kita bicara berdua ?" tanya edward.
nita sedikit berpikir lalu mengangukkan kepalanya " bisa paman "
bunda tersenyum mendapati nita yang mengiyakan ajakan edward , dia tau edward akan berusaha mendekatkan diri pada putrinya itu.
setelah selesai makan semuanya berkumpul di ruang tamu sedangkan edward dan nita kini berada di halaman rumah dekat air mancur.
" apa yang ingin paman katakan ?" tanya nita.
" paman ingin jujur padamu , paman sudah melamar bunda mu tapi hani belum menjawabnya dia bilang tidak akan menikah jika salah satu anaknya tidak menyetujuinya "
" sebenarnya aku sudah tau bunda sudah mengatakannya " ucap nita.
" Nita boleh paman bertanya apa alasannya kau masih belum menyetujuinya ?" tanya edward dengan hati-hati.
" paman " nita berdiri dari duduknya dan menghadap ke edward.
" bolehkah aku meragukan mu ? "
" maksudnya ? "
" paman aku tau kau mencintai bunda, mungkin bunda juga sudah mencintai paman tapi aku tidak ingin jika nanti bunda sakit hati lagi karena pernikahannya. cukuplah dulu saja aku anaknya aku tidak ingin melihatnya bersedih "
" setiap pria akan datang pada wanita dan mengatakan cinta tetapi apa dia bisa menjanjikan kalau dia tidak akan menyakiti wanita nya ? "
" paman tidak akan pernah berjanji seperti itu karena paman tau baik disengaja atau tidak pasti akan ada suatu saat nanti apa yang paman perbuat menyakiti bundamu. tapi paman bisa menjanjikan untuk selalu membuat bundamu bahagia, merasa aman , melindunginya dan mencintai nya juga anak - anaknya termasuk dirimu nita " jelas nya dengan tenang tanpa tergesa-gesa.
" tolong beri paman kesempatan sekali saja. paman tidak akan pernah meninggalkan bundamu , berikan paman ruang dihatimu dan jadikan paman ayahmu karena menyayangimu juga nathan dan aidan "
nita mendengarkannya dengan seksama , matanya berkaca-kaca ketika mendengarkannya dia bisa merasakan betapa tulusnya ucapan pria yang ada dihadapannya ini.
" jangan bicara seperti itu paman. aku merasa tidak enak jangan membuatku seperti aku terlihat sangat jahat"
" baiklah ! aku akan memberikan paman kesempatan tetapi paman harus berjanji satu hal padaku terlebih dahulu "
" katakan " ujar edward.
" jangan membawa bunda pergi dari rumah ini , tetaplah disini karena aku tidak ingin jauh dari bundaku lagi" pinta nita.
" hanya itu ? paman setuju paman tidak akan membawa pergi dari kalian , pamanlah yang akan datang pada kalian dan menjaga kalian sama seperti bundamu menjaga anak-anaknya "
" hmm " nita hanya menjawabnya sesingkat itu.
" itu artinya kau menyetujuinya bukan ?" tanya edward sekali lagi untuk memastikan.
" ya ! aku menyetujuinya " jawab nita.
edward tersenyum melihat nita dengan tulus " terima kasih nak terima kasih " ucap edward dengan tulus dan mata yang nanar seakan tak percaya sebentar lagi dia akan menikah dengan hani.
didalam rumah semuanya berbincang - bincang hingga tak sadar sekarang sudah lewat dari jam 9 malam. ricko terus melirik kearah pintu, nathan memperhatikannya dari tadi.
" Ricko kau menunggu nita ya ?" tanyanya.
" iya kak, aku takut dia akan kedinginan " jawab ricko.
" ya ampun ricko nita beruntung sekali mendapatkan suami sepertimu sangat perhatian" ucap irene.
" eh sayang aku juga perhatian ya jangan menghilangkan nya " kata nathan.
" hmm perhatian sama pekerjaanmu iyakan bunda " ujar irene.
" iya nathan kau sesekali libur lah dan bawa keluargamu berlibur " timpal bunda.
" itu Adik Nita" ujar tiara.
__ADS_1
semua nya menujukan mata mereka kearah pintu utama dimana nita berjalan beriringan dengan edward. ricko segera berdiri untuk menghampiri nita.
" sayang apa kau kedinginan diluar?" tanyanya.
" tidak ricko aku baik-baik saja" nita menggelengkan kepalanya.
" bunda aku akan mengantar tiara pulang dulu, ini sudah malam " kata aidan.
" oh mau pulang sekarang nak ? tidak menginap saja ?" tawar bunda.
" tidak bunda terima kasih. besok masih harus bekerja " jawab tiara.
" baiklah hati - hati dijalan ya , aidan pastikan nak tiara baik-baik saja " tekan bunda.
" siap bunda " jawab aidan cepat.
tiara menghampiri bunda lalu bunda memeluknya " jangan sungkan untuk datang lagi ya , anggap seperti rumah mu sendiri" ucap bunda.
" terima kasih tante , tante sangat baik. dan juga semuanya terima kasih banyak sudah menyambut ku dengan baik disini" ucap tiara.
semuanya tersenyum mendengarnya , lalu tiara dan aidan keluar untuk pulang. sedangkan dirumah itu masih ada paman edward , nathan melihatinya dengan beribu pertanyaan apa yang habis dikatakan paman pada nita.
" kakak ingin tau kan ?" kata nita.
" ha ? eh hheheh cepat sekali kau menangkapnya " kekeh nathan.
lalu nita mendekati bunda nya dan menggenggam tangannya dan matanya menatap wajah bundanya.
" bunda ... "
" maaf jika beberapa saat aku sangat egois. aku tidak memikirkan perasaan bunda"
" sayang apa yang kau katakan bunda tidak pernah merasa seperti itu. bagi bunda kau anak bunda yang sangat baik dan tidak pernah egois tolong jangan katakan itu sayang "
" bunda ingin mendengar jawabannya dari ku bukan ? kalau begitu aku akan menjawabnya sekarang "
" sayang "
" paman edward kemarilah " pintanya.
edward pun segera mendekat lalu nita mengambil tangan kanan edward dan menyatukannya dengan tangan bunda.
" menikahlah dan berbahagialah " ucapnya dengan mata yang akan menangis itu.
" sayang " gumam bunda.
" paman edward ... sekarang kau akan mendapatkan cintamu. dan bunda hiduplah dengan kebahagiaan sekarang dan lupakan segala hal yang telah membuat bunda merasa sakit "
nathan dan irene tersenyum mendengar keputusan adiknya itu. dia tau nita tidak akan membuat semua orang kecewa walaupun butuh beberapa waktu akhirnya akan ada keputusan yang begitu indah.
bunda berhambur memeluk putri kesayangan nya itu , dia menangis memeluk putrinya tidak akan pernah dia bayangkan jika suatu hari nanti hidupnya akan berubah seperti ini.
nathan mendekati paman dan memeluknya " paman selamat ya , setelah ini aku akan memanggilmu ayah " kata nathan.
" terima kasih nathan " ucap paman edward.
" Ricko kemarilah" ujar edward.
ricko pun mendekat " selamat paman " ucapnya.
" terima kasih nak " balas paman edward yang juga memeluk nathan.
" bunda selamat ya " kata irene yang sepertinya akan ikut menangis itu.
" bunda jangan menangis , bunda seharusnya bahagia " lirih nita yang menghapus air mata bundanya.
" ini air mata kebahagiaan sayang , bahagia karena bunda memiliki anak - anak yang baik dan juga menantu yang baik dan sangat menyayangi bunda. "
" aku akan selalu menyayangi bunda "
" aku juga akan selalu menyayangi bunda " timpal nathan.
__ADS_1
" hmm terima kasih sayang " balas bunda.