
" selamat pagi kak , paman edward " ucap nita dengan senyuman.
" selamat pagi" ucap kedua orang itu.
" lihatlah bayi kembar ini sangat imut dan lucu " edward menyenggol-nyenggol pipi anak nita yang sedang tertidur itu .
" semuanya aku pamit dulu ya " ucap nathan.
" iya " jawab ricko dan edward.
" ayo masuk , sini paman mau menggendong cucu paman si jagoan ini "
ricko membantu edward mengambil baby Re dalam gendongannya.
***
didalam rumah semuanya sudah selesai sarapan , sebelum nita pergi dia ingin memberikan asi dulu untuk kedua anaknya. di dalam kamarnya dia menidurkan si revano.
" nak berangkat lah ini sudah siang" ujar bunda yang masuk kedalam kamar.
" sebentar bunda dia sedang menyusu" kata nita.
" pergilah ricko sedang menunggu dibawah "
" baiklah "
dengan berat hati nita mendurkan revano di ranjangnya bersebelahan dengan rivani yang masih tertidur.
bunda merasa aneh dengan sikap nita , dia ingin bertanya tapi bunda berpikir mungkin itu masalah rumah tangga masalah pribadi anaknya.
" bunda aku pamit ya , aku sudah memberikan ASI cadangan di bi inah "
" iya sayang hati-hati "
didalam perjalanan itu , nita tak bicara sedikitpun dia hanya menatap kedepan menikmati pemandangan perkotaan itu.
sesampainya di rumah sakit ,ricko dan nita berjalan bersama di koridor rumah sakit , dari ujung sudah ada fahri yang berdiri tegak seperti sedang menunggu kedatangan mereka.
ricko menghentikan langkahnya begitu juga dengan nita , dia langsung menggenggam erat tangan ricko tanpa melihat wajah fahri.
" nita maafkan aku" ucap fahri.
" aku sudah bilang jangan bicara dengannya , bahkan menatapnya" tegas ricko.
" aku tidak bicara denganmu " ucap fahri.
" ricko aku pergi duluan , aku harus mengecek kondiri pasien" ujar nita.
yang segera dijawab anggukan oleh ricko, sebelum nita pergi dia mengecup puncak kepala nita dengan dalam.
fahri mengepalkan kedua tangannya merasa sangat sakit hati melihatnya.
" jangan terlalu lelah ya " ucap ricko.
tanpa menjawab ricko nita segera berlalu meningalkan kedua insan yang masih sedang berselisih itu.
" dokter ricko anda dipanggil dokter alex" ucap salah satu seorang perawat.
" ya baiklah" jawab ricko.
" jauhi istriku , jarakmu dan jaraknya harus 10 meter jika melebihi batas aku akan melakukan hal yang lebih dari semalam" ancam ricko.
" kau tidak akan bisa melakukan itu " gumam fahri.
***
" maaf dimana ruangan presdir nya ? makanan yang sudah dipesana sudah datang" kata tiara di perusahaan aidan.
" sebentar saya telpon dulu ya " jawab resepsionis dengan ramah.
" wendy bisakah kau antarkan nona ini keruangan pak presdir , dia sudah menunggu?" tanya resepsionis pada orang yang berdiri di dekat pintu.
__ADS_1
" ya baiklah " jawab orang itu.
" terima kasih nona " ucap tiara.
" sama-sama" balas nya.
memang aidan menyuruh setiap karyawannya untuk ramah terhadap tamu siapapun yang datang termasuk pelayan sedikitpun dia tidak mau ada ketidaksetaraan antara orang dalam dan luar.
ting
tiara sudah sampai di lift dekat ruangan presdir, dia tidak tau sebenarnya itu ruangan milik aidan.
dia menyelonong masuk kedalam " maaf pak makanannya sedikit telat" ucapnya membungkukkan badan.
aidan yang sedang fokua menulis itu pun mengangkat kepalanya untuk melihat orang itu , ketika dia sudah lihat dan ternyata tiara dia membalikkan wajah lagi tapi langsung ditengoknya lagi ketika dia melihat ada goresan di tangan tiara .
" apa yang terjadi dengan tanganmu ?" tanya aidan.
" oh itu ... tidak apa , saya permisi pak " ucap tiara.
" tunggu "
tiara pun berhenti lalu balik menatap aidan , aidan berjalan mendekati tiara dan melihat-lihat keseluruh tubuh tiara.
" kenapa bajumu ada kotoran dan tanganmu kenapa lecet semua ?" tanya aidan.
" aku terjatuh "
" sini " aidan menarik tiara dan mendudukkannya di kursinya.
dia mengambil kotak p3k lalu berjongkok di hadapan tiara dan membersihkan lukanya dengan hati-hati.
dalam diri tiara dia merasa sangat bersalah kepada aidan , dia menatap kepala yang sedang tertunduk membersihkan lukanya.
" apa aku terlalu jahat padanya ? tapi aku tidak mau membuatnya terluka karena diriku" ucap nya dalam hati.
" maaf" gumam tiara dia sungguh memberanikan diri.
" aku yang salah ... aku egois tolong maafkan aku " sambung tiara.
aidan menatap wajah tiara yang hampir menangis itu " sudahlah aku juga paham aku sudah memaafkanmu" ungkap aidan.
" tiara " ucap aidan pelan.
" ya "
" kau sudah berganti pekerjaan puluhan kali dalam 3 bulan ini , apa kau tidak mau bekerja tetap ?" tanya aidan.
" aku mau... tapi tidak ada yang mau menerimaku , aku tidak lulus kuliah hanya berhenti ditengah jalan " jawab tiara
" kau bisa bekerja denganku , kau bisa memulainya dari bawah . ini tawaranku sebagai seorang teman"
" apa boleh ?" tanya tiara yang seperti ingin meyakinkan itu.
" tentu saja . besok datanglah kekantor jam 8 pagi aku akan menunjukkannya besok" jelas aidan.
" terima kasih... terima kasih aidan " tiara reflek memeluk aidan sesaat mereka merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam pelukan itu.
deg...deg...deg
" kenapa jantungku berpacu cepat seperti ini" pikir tiara.
deg..deg..deg
" ada apa dengan diriku" pikir aidan.
" maaf ...maaf aku reflek " ucap tiara salah tingkah.
" hmm tidak masalah " jawab aidan.
***
__ADS_1
saat makan siang nita makan sendirian di dalam kantin karena ricko sedang ada operasi terpaksalah dia makan sendirian.
suster dian sedang mengambil cuti sedang sister loli masih ada pekerjaan.
dia makan dengan tenang disana , namun ketenangan itu berubah ketika dihadapannya ada fahri yang juga sedang mencari kursi ada hadapannya.
" boleh aku duduk ?" tanya fahri.
" maaf itu untuk ricko" jawab nita tanpa melihat fahri.
" tapi diakan tidak ada " fahri mengedarkan pandangannya kesekitar.
nita berdiri lalu pergi membawa piringnya dan menaruhnya di tempat bak kotor yang telah disiapkan. padahal dia masih lapar tapi dia tidak suka dan sangat marah dengan fahri.
" maaf aku sudah melewati batasku" guman fahri.
nita memutuskan untuk pergi keluar mencari angin segar di halaman rumah sakit ,karena cuaca sedang tidak panas membuatnya ingin berjalan-jalan.
ada sebuah kursi kosong pada jarak 5 meter dihadapannya dia segera duduk disana " aw sakit sekali" desisnya yang merasa sakit pada ***********.
dari lantai atas ricko yang baru keluar dari ruang opeerasi itu bisa melihat nita yang sedang duduk melamun seorang diri disana.
dia tidak pernah melihat wajah itu lagi, wajah kurung dan sedih. hatinya juga ikut sedih melihatnya. nita orang yang sangat menjaga harga diri baginya harga dirinya sangat utama.
namun seketika itu seseorang ingin melecehkannya dia merasa sangat tidak berdaya dan lemah. menyalahkan dirinya sendiri yang mungkin sebenarnya bukan salahnya.
dia menuju keruangannya untuk mengganti pakaian dokter lalu mengambil handphonenya.
dia menekan nama "kak irene"
"***halo kak"
"......."
" kami akan menjemput anak-anak sedikit terlambat, kakak tidak keberatan kan ? aku ingin mengajak nita keluar sebentar "
"......"
" terima kasih kak***"
ricko segera menutup telpon dan menyusul nita kebawah.
" sayang sedang apa sendirian disini?" tanya ricko yang ikut duduk disebelah nita.
" sudah selesai operasinya ?" tanya nita.
" hmm "
" aku sedang tidak ada pasien jadi ingin mencari angin segar " ujar nita.
" sayang kenapa seperti sedang menahan sakit ? apa ada sesuatu katakan?" ricko merasa aneh karena melihat nita seperti itu.
" oh tidak kok , hanya sedikit sakit disini " nita menundukkan wajahnya, ricko paham apa yang nita maksud .
" bawa pompa ASI tidak? kalau tidak aku beli saja ya " ujar ricko.
" eh tidak perlu sebentar lagi kita pulang dan aku akan menyusui anak-anak " tolak nita.
ricko tersenyum menatap nita " sayang kau sangat mencintaiku kan " ujar ricko.
" tentu saja " balas nita.
" apa kau ingin pindah ke luar kota atau keluar negeri kemanapun yang kau mau "
" kenapa? apa disini tidak bagus ?" tanya balik nita.
" bukan begitu, aku tidak suka melihatmu takut dan tidak nyaman seperti ini karena perlakuan orang lain. jika kita mencari tempat baru suasananya akan berbeda "
" tidak perlu ricko. aku sudah bahagia tinggal di sini , aku tidak mau pergi lagi dari negara ini. apapun masalahnya aku akan menghadapinya sendiri dan ... bersamamu juga "
" apa pun yang sudah menjadi hak milikku aku akan mempertahannkannya , seperti dirimu. kau milikku dan kau berhak atas diriku. aku selalu mencintaimu aku tidak akan pernah takut pada orang luar karena ada dirimu"
__ADS_1
" ricko ... jika boleh aku meminta sesuatu padamu maka aku hanya ingin satu , teruslah percaya padaku jika hanya ada dirimu didalam hidupku. dokter fahri dan laki-laki yang lainnya hanya orang luar bagiku. "