
tidak terasa perta pernikahan pun akan tiba 2 hari lagi, semua undangan sudah disebar dan persiapan pun sudah hampir rampung, didalam rumah mereka semua orang sibuk membungkus aksesoris.
aidan, xiaoqi, nathan sedang mengemasi aksesoris souvenir untuk para tamu undangan yang akan datang nanti.
nita hanya melihatnya saja sambil duduk disebelah aidan yang sibuk memakan permen itu ketimbang membantu membungkuskan souvenir. ia tidak boleh bekerja sedikitpun oleh ricko dan juga kakak kakaknya.
" kakak biar aku bantu, kau hanya akan menghabiskan permen saja. ini permen yang enak juga susah dicari " ujar nita.
" hei" teriak semua orang
nita terkejut semua orang bertariak padanya.
" kenapa?"tanya nita dengan raut wajah lucu.
" pengangin tidak boleh menyentuh pekerjaan sana...sana pergilah kau temui saja siapa ricko coba kau lihat dia ada di ruang kerjanya" usir nathan.
" aku sangat bosan , biarkan saja mungkin dia lagi bekerja" balas nita.
" yo pergilah biarkan kami yang mengurusnya tugasmu hanya duduk oke " ujar xiaoqi.
" " sudah sana pergilah , hey xioxio kau antarkan dia keruang kerja ricko " ujar aidan.
dia memang selalu memanggil xiaoqi sesuka hatinya, seperti musuh saja. mereka selalu bertengkar saat bertemu juga saling mengejek.
" iya ayo ayo" xiaoqi menggandeng tangan nita hingga ia membawa nita ke dalam ruang kerja ricko lalu dia buka pintu itu dan langsung mendorong nita kedalam.
" ceklek" xiaoqi segera menutup kembali pintu itu.
" sayang " ujar ricko saat melihat nita , ia berhenti membaca bukunya.
nita hanya menyengir kuda melihatnya lalu berjalan menuju ke tempat meja ricko.
" kenapa?" tanya ricko saat ia lihat nita hanya menunduk saja.
" aku bosan tidak boleh ini...tidak boleh itu, aku menyentuh sedikit saja semuanya berteriak padaku" jawab nita dengan raut muka cemberut.
ricko tersenyum lalu menarik nita hingga ke pangkuannya, tetapi nita masih menunduk saja.
" kalau begitu temani suami tampanmu disini" ujar ricko lalu memeluk pinggang nita.
" kau cuti berapa hari?" tanya nita.
" 2 minggu" jawab nita.
" ha? lama sekali" ujar nita.
" memangnya kenapa ? aku ingin lebih banyak waktu denganmu nanti , setelah malam pernikahan nanti besoknya kita akan bulan madu hingga 10 hari atau mau lebih?" tawar ricko.
" eh tidak tidak 10 hari saja sudah lama apalagi satu bulan" tolak nita dengan cepat.
" oh ya aku boleh kan nanti bekerja ?" tanya nita.
" memangnya mau bekerja dimana?" tanya ricko.
__ADS_1
" tentu saja jadi seorang dokter ... aku akan melamar pekerjaan itu dirumah sakit yang ada dijakarta" jelas nita.
" aku tidak melarangmu tetapi aku ingin kau tetap bekerja di rumah sakit bersamaku " tegas ricko.
" orang dalam ya?" sindir nita kemudian tersenyum.
" tadinya aku ingin melamar pekerjaan sesuai kemampuanku tapi jika ada kau ya sudah tidak masalah daripada kau tidak mengizinkan aku " kata nita sambil memainkan tali sweeter ricko.
" tidak sayang bukan karena itu juga , sebagian memang karena aku ingin mengawasimu dan lainnya kemampuanmu memang sangat kompeten, selama aku melihat dokter magang aku tidak pernah melihat orang itu sebekerja kerasnya kau. kau sudah melakukan yang terbaik " puji ricko sedari tadi matanya tidak pernah beralih ke arah yang lain hanya wajah istrinya saja.
" jangan terlalu memuj...."
ricko menempelkan bibirnya ke bibir istrinya, nita memberontak tetapi tenaga ricko lebih kuat dan dia pun diam saja membiarkan ricko melakukannya. ia memejamkan matanya lalu ricko semakin memperdalam ciumannya , ia menekan tengkuk leher istrinya .
beberapa menit mereka berciuman , nita seperti kehilangan nafas , ricko tidak memikirkan itu ia kemudian memegang leher istrinya lalu mencium leher nya " nghhh" suàra nita pun mulai keluar.
tok...tok...tok
" nita ...ricko keluarlah kalian lihat hasil kami" teriak xiaoqi dari luar.
" ricko lepaskan" gumam nita.
huft ricko menghembuskan nafas kasar lagi-lagi ada penganggu pikirnya. matanya sudah berbinar karena gairah tetapi kali ini juga ia belum berhasil.
sedangkan nita ia membenarkan sweeter nya yang terlihat sedikit kusut itu.
" ayo " ujar nita
didalam ruang tamu semua souvenir yang cantik itu sudah tertata rapi , ada 500 souvenir yang sudah disiapkan.
" sini...sini lihatlah pekerjaan kami" ujar xiaowi dengan semangat.
" bagus bukan? siapa dulu aidan yang membungkus" pujinya sendiri.
" iya iya bagus sekali " ujar nita .
" nita kenapa lehermu merah? " tanya xiaoqi yang masih belum mengerti karena apa itu .
" eh " nita segera menutupi itu dengan tangannya , ia tidak menyadari itu sebelumya.
" ricko dia kenapa?" tanya xiaoqi.
" eh itu aku.. tadi didalam aku makan kacang aku lupaa kalau aku.. alergi... ya alergi" ujar nita dengan terbata-bata.
ricko tidak berkutik sedikitpun , tidak tau harus berkata apa lagi.
aidan dan nathan terkekeh mendengarnya ia tentu saja apa yang tengah dilakukan calon mempelai itu didalam.
" sudah sudah biarkan mereka melanjutkannya kita keluar saja masih banyak pekerjaan" ujar nathan dengan menggoda .
" hmm baiklah aku mau merangkai bunga" ujar xiaoqi.
ia pun mengukuti nathan sedangkan aidan masih berdiri dan menatap keduanya.
__ADS_1
" lain kali... kau harus lebih pintar " ujar aidan menahan tawanya.
" kakak" gumam nita.
" hahahha" aidan segera berlari dari sana dari pada ia kena pukul adiknya.
nita pun menatap ricko dengan tajam " kau seharusnya membantuku" gerutu nita.
" ya maaf aku kan tidak tau harus apa" ujar ricko.
......
malam sebelum acara pernikahan , nita sedang sendirian di balkon kamar nya. ia duduk sendirian sambil membuka laptop karena ini sudah waktunya ia mendapatkan nilai kelulusannya.
hatinya merasa gugup , 1 menit lagi akanterbuka secara otomatis. ia memejamkan matanya sembari berdoa dalam hati semoga dia mendapatkan nilai yang sangat baik.
walaupun ia sangat yakin tetapi dirinya tidak mau pernah berharap tinggi karena jika tidak sesuai dengan harapannya maka dia akan sangat menyakiti dirinya. walaupun dulu saat ia berkuliah di jurusan ekonomi dia lulus dalam waktu 3 tahun saja, dia melakukan kuliah 2 sekaligus agar tidak membuang-buang waktu.
setelah berdoa diapun membuka matanya perlahan-lahan, matanya melotot melihat hasilnya iapun meneteskan air matanya lalu menaruh laptopnya di meja.
ia bersedekap memeluk kakinya dan menangis disana.
" sayang kenapa menangis? apa ada sesuatu? kau sakit? atau apa?" tanys ricko yang cemas karena saat ia baru tiba ia melihat istrinya yang sedang sesegukan menangis itu.
nita kemudian mendongakkan wajahnya dan ia langsung memeluk ricko dan menangis.
" ricko hiks...hiks..hikss" isaknya.
" sayang kenapa? " tanya ricko dengan cemas.
" apa nilai mu sudah keluar?" tanya ricko lagi ia baru ingat kalau hari ini nilai istrinya akan keluar.
nita menganggukkan kepalanya, kemudia ricko mengangkat wajah istrinya untuk menatap wajahnya.
" sayang jangan menangis aku yakin padamu " ujar ricko.
nita pun kembali menatap ricko lalu kemudian ia menjijitkan badannya dan menarik wajah ricko untuk dekat dengannya.
perlahan-lahan wajah mereka bertemu dan kemudia ia mencium bibir ricko.
" sayang kau" gumam ricko.
" aku lulus ricko... aku lulus" ujar nita dengan mata yang berbinar-binar.
" aku sudah bilang aku yakin padamu" ujar ricko seraya tersenyum.
lalu kembali nita mencium bibir ricko, hingga ricko membalas ciuman itu. mereka saling menikmati ciuman dibawah bulan yang sedang bersinar menerangi langit malam itu.
(malam ini aku menemukan cintaku yang sesungguhnya. karena sebelumnya aku menganggap cintaku itu masih buram tapi dibawah bulan yang bercahaya ini aku bersumpah kalau aku sangat mencintaimu) ...KEYLA ANITTHA NUGRAHA.
(aku yakin dengan cintaku , menunggumu hingga bertahun-tahun dan membuatku mengerti arti sabar jika semuanya akan datang memberi kebahagiaan atas apa yang telah aku tunggu dan aku inginkan, aku mencintaimu baik dulu, sekarang hingga masa nanti) ...RICKO SEPTIAN.
Mereka masih berciuman satu sama lain, untuk mengungkapkan rasa cinta mereka juga rasa kebahagiaan satu sama lain sembari menunggu hari esok yang akan datang.
__ADS_1