Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
aku cemburu, aku akan memberi peraturan


__ADS_3

akhirnya ricko pun mengalah pada istrinya itu, ayahnya tersebut ketika melihat putra tunggalnya itu, dia tidak pernah putranya sebahagia ini.


" apa istrimu sudah menerimamu ?" tanya ayahnya.


" lihatlah diwajahku ayah" jawab ricko.


" oke oke ayah sudah tau sekarang, maka dari itu kau harus menjaga menantuku" ujar sang ayah.


" oh iya rencananya ayah akan datang kerumah orang tua istrimu ayah ingin silahturahmi sudah lama juga tidak mengobrol dengan adi" sambung ayah.


" orang tua istriku sudah berpisah mereka tidak serumah" ujar ricko.


" apa?" ayahnya tidak meminum teh yang ingin dia minum itu ia bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi.


" jelaskan pada ayah " ujar ayah.


ricko pun menjelaskan semuanya tentang apa yang terjadi, mendengar itu ayah nya ricko seakan masih tak percaya atas kelakuan kolega bisnis nya itu .


" tapi istrimu baik-baik saja kan?" tanya sang ayah.


" dia baik ayah secara fisik, tapi tidak tau hatinya. mungkin ia sangat hancur" jawab ricko.


" dengar nak ayah hanya berpesan untuk menjaga istrimu dan lindungi dia , sekarang dia tanggung jawab mu " nasihat ayahnya.


" iya ayah" gumam ricko.


sudah satu jam lebih nita memasak di dapur akhirnya ia berhasil memasak rendang, kari ayam dan juga sayur lodeh kesukaan ayah mertuanya dan ricko. ia tersenyum melihat hasil masakannya, tetapi ia khawatir bagaimana rasanya. ia sudah lama tidak memasal makanan seperti ini.


" sebaiknya aku mandi " gumamnya.


ia pun menuju kekamarnya di atas lalu segera mandi disana, setelah selesai ia turun menghampiri ricko dan ayah mertuanya.


" eh sayang sudah selesai?" tanya ricko.


nita tersenyum seraya menganggukkan kepalanya lalu duduk di samping ricko.


" oh iya apa kamar untuk ayah sudah rapi?" tanya nita menatap ricko.


" sudah sayang tenang saja jangan terlalu lelah aku masih khawatir " jawab ricko.


" iya nak , lebih baik perbanyak istirahat jangan terlalu lelah. agar kalian cepat mendapatkan anak salah satunya istri tidak boleh lelah" ujar ayah.


ricko dan nita saling memandang mendengarnya , ricko pun tersenyum lalu merangkul bahu istrinya itu, nita hanya tersenyum kikuk dibuatnya.


" ayah sangat ingin punya cucu ya ?" tanya ricko.


" tentu saja, ayah ini sudah lama tidak menggendong bayi jadi ayah ingin punya cucu " jawab ayah.


" tenang saja ayah , disini kami akan menumbuhkan seorang bayi nanti" ucap ricko sambil mengelue perut nita , seketika nita merasa sangat salah tingkah dibuatnya .


" bagaimana nak apa kalian ingin menunda atau lansung?" tanya ayah.


" tentu saja langsung ayah " jawab ricko.


" bukan kamu ricko! tapi istrimu , jangan mengambil keputusan sendiri istrimu yang berhak menentukannya karena itu tubuhnya " ucap ayahnya lagi.


" iya kan sayang?" tanya ricko.


" eh itu ayah, ka....kami. kami akan terus berusaha" jawab nita seadanya.


ricko pun tersenyum begitu pun ayahnya yang merasa lega jika akhirnya putranya itu mendapatkan cinta istrinya , bagaimana pun juga ia tahu saat pertama kali melihat menantunya yang tidak pernah tersenyum di hari pernikahan , waktu itu ia pikir anaknya akan tersakiti tetapi tidak akhirnya nita dapat meluluhkan dirinya dan menerima putranya sebagai seorang suami.


" ayo kita makan ini sudah malam aku sangat lapar" ajak ricko .


......


setelah makan malam ricko dan nita segera masuk ke dalam kamar mereka begitu juga dengan ayah mertuanya yang tidur di kamar tamu.

__ADS_1


nita menguap didepan meja riasnya itu , dirinya sangat lelah seharian bekerja lalu memasak makanan yang menurutnya agak sulit itu.


" sayang" tibatiba dari belakang ricko memeluk tubuhnya dan mencium pipinya.


" ricko " ucapnya.


" sayang kenapa wangi sekali?" tanya ricko yang masih merangkul nita.


" aku memakai body lotion" jawab nita.


" kalau begini, aku jadi ingin" ujar ricko sambil tangannya meraba ke perut istrinya.


" ricko " ucap nita lagi.


" aku ingin punya anak darimu " gumam ricko yang tangannya masih meraba perut istrinya dari luar bajunya.


mendengar hal itu nita seakan membisu, ia tahu bagaimanapun juga sekarang kehidupannya berbeda , ia sudah menjadi seorang istri. bukan lah yang tabu saat seorang suami meminta hak nya. namun ia masih belum siap karena rasa takutnya itu sangatlah besar apalagi dalam sebuah pernikahan ia harus benar-benar memikirkan segalanya. ia takut jika suatu saat nanti ricko menghianatinya sama seperti ayahnya yang menghianati bundanya.


ricko pun mencium leher istrinya itu " ricko geli" ucap nita.


" mau bagaimana lagi kau tidak mau melakukan itu , jadi aku main disini saja" gumam ricko.


entah kenapa ia merasakan sesuatu yang berbeda yang sebelumnya ia tidak pernah merasakannya, ricko terus mengecup leher istrinya itu.


" ricko aku mengantuk" ujar nita dengan lemah.


mendengar istrinya yang sudah mengantuk itu pun akhirnya ia menghentikan aksinya itu , lalu ia mencium sekilas bibir nita.


" maaf ya aku tidak memikirkanmu " gumam ricko.


" tidak apa apa , ayo kita tidur" ajak nita.


ricko pun menggendong nita lalu membaringkannya ke tempat tidur lalu ia menyelimuti istrinya itu.


" selamat malam sayang" ucap ricko.


" selama malam " ucap nita.


......


ia memasak nasi goreng biasa saja karena bahan masakan yang sudah habis lalu ia menggoreng beberapa telur.


lalu setelah masak iapun kembali kekamar dan ternyata ricko sudah rapi dengan kemejanya, ia menyemprotkan minyak wangi ke arah tubuhnya.


setelah itu ia mengambil blezernya lalu merapikan rambutnya itu.


" sayang jangan terlalu cantik aku tidak suka" ucap ricko.


" aku memang seperti ini setiap hari " ujar nita sambil melihat tubuhnya di kaca.


ia memakai jeans berwarna hitam, baju putih dan blezer abu-abu laku rambutnya yang panjang ia biarkan terurai.


" tapi menurutku kau sangat cantik, aku tidak suka dr. fahri melihatmu yang selalu cantik" gerutu ricko.


" aish kau ini terlalu berlebihan , diluar sana banyak orang yang lebih cantik. lagi pula dr. fahri sangat tampan aku pikir dia punya seorang kekasih tidak mungkinkan jika orang setampan dia masih single" jelas nita.


ricko hanya diam mendengarkan ocehan istrinya itu , ia menatap nita dengan kesal lalu ia turun kebawah. nita hanya memandanginya saja, apa yang salah dari ucapannya itu pikirnya.


" entahlah" gumamnya.


iapun ikut turun lalu menuju ke arah meja makan , ayah mertunya dan ricko sudah duduk disana menikmat makanan buatannya itu.


" selamat pagi ayah" ucap nita.


" hmm selamat pagi nak" ujar ayah mertunya .


nita pun tersenyum pada ayh mertuanya lalu ia sedikit melirik ke arah ricko yang sedari tadi mukanya sangat masam menururtnya.

__ADS_1


" nak bagaimana kau bisa memasak makanan se enak ini" puji ayah mertuanya.


" benarkah ? tapi aku pikir masakanku masih sangat kurang" ujar nita.


" jangan selalu merendah nak, tapi ini sangat enak ayah sangat menyukainya " ucap ayahnya.


" hmm terima kasih ayah" ucap nita.


.....


" ayo cepat kita akan terlambat nanti " ujar ricko dengan datar.


" eh iya " ucap nita.


ayah memperhatikan putranya yang sedari tadi sangat diam itu, tidak biasanya putranya masam seperti itu.


" ayah kami pamit dulu" ujar ricko.


" baiklah ayah , kami pergi dulu" pamit nita pada ayah mertuanya.


" iya nak hati hati dijalan" ujar ayah.


di perjalanan itu tidak ada sama sekali yang berbicara hanya ada keheningan saja. ricko yang fokus menyetir dan nita yang fokus memainkan handphonenya.


sekilas ricko melirik nita yang kadang kadnag tersenyum di ponselnya itu, ia merasa sangat kesal karena istrinya memuji pria lain dihadapannya.


ia sangat cemburu, istrinya saja tidak perneh mengatakan dirinya tampan pikirnya.


" ehem...ehemmm" ricko berdehem agar istrinya itu memperhatikannya.


" eh apa kau haus?" tanya nita.


" ini minumlah" nita memberikan botol air pada ricko lalu ia kembali memainkan handphone nya itu.


" tidak peka sekali, aku ini sedang marah padanya tapi dia sangat santai sekali" pikir ricko.


" awas saja aku akan mengawsimu hari ini" gumamnya.


" he" nita tersenyum saat melihat gambar di handphone nya itu.


" apa yang dia senyumin?" tanya ricko dalam hati.


drttt.....drttt....rrtttt


handphone nita berdering lalu ia mengangkatnya.


" halo dokter fahri " ujar nita


......


" aku sedang dijalan dok sebentar lagi sampai, jadi dokter sudah menyiapkan semuanya ? baiklah aku akan sampai sebengar lagi " jawab nita di telpon.


.....


" jadi nanti perginya dengan dokter ya ? oke terima kasih dok sampai jumpa" jawab nita lalu ia mematikan ponselnya.


" mau kemana?" tanya ricko yang masih fokus menyetir.


" dr. fahri ada seminar sekaligus disana ada beberapa dokter magang yang ikut untuk jadi peserta, jadi dokter fahri mengajakku" jawab nita.


" apa tidak bisa digantikan yang lain?" tanya ricko.


" entahlah , tapi aku ingin juga kesana. aku ingin melihat bagaimana seminar disini dan juga cara mereka melakukannya , aku hanya tau yang ada di china saja " jawab ricko.


ricko tidak lagi berbicara ia hanya fokus untuk menyetir hingga 5 menit kemudian akhirnya mereka sampai di parkiran rumah sakit.


nita pun melepaskan selt belt nya lalu mamakai tasnya saat ia akan membuka pintu mobil, ricko langsung menekan tombol kunci di mobilnya hingga nita tidak bisa membuka pintu mobilnya.

__ADS_1


" ricko apa yang kau lakukan ? aku akan terlambat nanti " tanya nita.


" aku ingin memberikan beberapa peraturan!" tegas ricko.


__ADS_2