Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Kau Sudah Kalah


__ADS_3

gelang cople " dia sangat tertarik melihat tulisan itu , banyak sekali gelang cuople yang sangat bagus untuk pasangan. dia tertarik ingin membeli itu untuk dia dan ricko namun dia tertuju pada sebuah gelang couple yang bisa menulis nama disana.


dia pun memilih gelang tali berwarna hitam dan ada kotak silver untuk menulis nama pasangan , tidak terlalu berlebihan dan mencolok itu sangat elegan menurutnya.


lalu memilih gelang untuk membelikan fahri , lalu dia memilih gelang berwarna cokelat dan ada perekat bandul tersenyum , dia membeli itu saja.


dia pun membayarnya dan kembali kerumah sakit. sore harinya tepat pukul 6 semua dokter berkumpul di ruang aula rumah sakit , ricko sudah ada didalam terlebih dahulu menengok terus kearah pintu menunggu kedatangan nita.


sudah banyak dokter dan suster yang berkumpul diruangan aula tersebut namun hingga kini ricko belum melihat tanda-tanda nita akan datang.


begitu juga dengan fahri yang dari tadi matanya mencari sosok nita .


" dokter kau menunggu seseorang?" tanya dokter sabrina disebelahnya.


" oh tidak " jawab fahri.


acarapun dimulai , dimulai dengan pembukaaan pidato oleh ketua rumah sakit Prof. Dr. Alex Setiawan.


nita akhirnya datang dia membuka pintu pelan-pelan lalu duduk dibelakang seorang diri. dia sulit mencari ricko karena banyaknya dokter.


ricko menoleh kesemua sisi dan akhirnya melihat nita duduk di bangku paling belakang. dia ingin keluar tapi tidak mungkin karena berada ditengah tengah dihimpit oleh kursi lainnya.


" untuk mempersingkat waktu, marilah kita panggilkan Dokter Fahri Wiratama untuk segera naik ke podium yang disediakan " ujar salah seorang suster .


fahri pun berdiri dan berjalan menuju ke podium yang telah disediakan, matanya mengelilingi dan tertuju pada arah depan dia melihat nita yang duduk paling belakang. ricko melihat pandangan fahri yang terus tertuju pada salah satu titik yang dia tau itu arah nita.


dokter idham berjalan mendekati fahri dan membawa sebuah surat disana dia berjalan dan berdiri disebelah fahri.


" dengan hormat saya sebagai wakil ketua rumah sakit memberikan surat ini untuk dokter fahri wiratama yang akan bertugas di kanada dalam kurun waktu 3 tahun , dan akan kembali sebagai dokter spesialis terbaik diantara dokter yang sudah lebih dahulu menerima surat ini" jelas dokter idham.


dokter idham pun memberikan surat itu dan diterima fahri dengan senyuman dan saling berjabat tangan.


" dokter fahri kami persilahkan untuk mengucapkan beberapa kata didepan para hadirin hari ini"


fahri menerima buket bunga dari dokter idham lalu menatap lagi kearah depan.


" terima kasih telah mempercayakan saya memakili rumah sakit ini , beberapa tahun yang lalu saya datang kerumah sakit ini sebagai dokter magang dan menjadi dokter sungguhan disini. banyak sekali pelajaran baru dan pengalaman yang saya terima "


" hingga beberapa waktu dokter alex mempercayakan saya untuk mengasuh anak didik magang dari keluaran universitas di salah satu negeri china , yang tak lain ialah dokter keyla anitha nugraha "


ricko memgeramkan kedua tangannya ketika memdengar fahri menyebutkan nama nita didalam pidatonya. nita melirik ke arah ricko yang dia tau ricko saat ini sedang mengeram marah.


" aku menemukan pengalaman baru lagi setelah itu , bekerja bersama , memikirkan laporan bersama mungkin itu waktu waktu yang sangat berkesan untukku saat itu. aku menyadari dia calon dokter yang baik , untuk itulah aku mengaguminya "


tak ada yang meragukan pidato itu karena fahri merujuk pada kata anak murid , padahal sudah jelas kalau didalamnya dia menyelipkan pribhasa lain.

__ADS_1


chandra paham akan yang dikatakan fahri dia menepuk pelan paha ricko.


" jika saja waktu itu kami memiliki kesempatan waktu untuk bekerja bersama, maka aku akan mengatakan kepadanya hari itu kalau aku .... aku mencintaimu dokter nita "


" ha ? ada apa ini ?"


" bagaimana dengan dokter ricko waktu itu ?" semua orang saling bertanya-tanya atas keberanian fahri dalam mengatakan itu padahal sekarang ada dokter ricko sang suami.


fahri tersenyum ketika sudah mendengar itu. " tapi sangat disayangkan , dia sudah menikah dan ternyata dengan Dokter Terbaik dan Populer dirumah sakit ini yaitu dokter ricko , aku iri dan juga patah hati mungkin sampai sekarang aku masih mencintainya "


ricko sudah tidak tahan lagi mendengarnya dia ingin berdiri untuk menghentikan fahri berbicara tapi chandra menahannya.


" sabar kau dengarkan dulu, lihat nita terus memandangimu dari tadi dia memikirkanmu " gumam chandra.


" tapi tidak apa .... mungkin kami memang hanya ditakdirkan sebagai rekan kerja saja. aku menerima itu sekarang , hari ini aku hanya ingin mengatakan padanya untuk berbahagia selalu bersama dengan dokter ricko dan kedua bayi kembar mereka. semoga kita akan bertemu nanti setelah aku kembali " sambungnya.


lalu dia memundurkan badannya dari podium tanda jika dia sudah usai bicara. suasana menjadi sangat canggung didalam tapi suster yang memimpin itu tampak bisa memimpin acara dan menyuruh semua orang untuk berdiri dan langsung memberikan ucapan selamat dan cinderamata perpisahan.


ketika semua orang berdiri untuk bergantian memberikan ucapan selamat dan perpisahan , nita masih duduk diam di kursinya. entah apa yang dia pikirkan, rikco pun berdiri lalu menatap nita yang hanya menatap kosong arah depannya.


" temui dia " gumam dokter chandra.


ricko pun berjalan mendekati nita , dia melihat sebuah kotak kecil yang nita pegang di tangannya.


nita mendongakkan wajahnya lalu mengangukkan kepalanya.


" berdirilah dan berikanlah itu " ungkap ricko.


" hmm " nita berdiri dan mengikuti barisan dibelakang dokter chandra dan ricko berdiri dibelakang nita.


" selamat ya , jaga dirimu disana " ucap dokter chandra pada fahri dan memberikan paper bag kecil.


" terima kasih dokter chandra" balas nya.


kini giliran nita yang harus memberikan ucapan , dia sedikit menoleh kearah ricko untuk berjalan beberapa langkah lagi mendekat ke fahri " jalanlah" ucap ricko.


dengan persetujuan ricko akhirnya nita memberanikan diri dan dia segera memberikan kotak berisi gelang itu.


" selamat bekerja disana " ucap nita yang matanya tidak mau menatap kefahri.


" hmm terima kasih , kau juga terima kasih untuk hadiahnya ini sangat indah " balas fahri.


nita segera berjalan untuk turun dan kini giliran ricko. fahri tersenyum pada ricko seperti dia sangat puas membuat hubungan nita dan ricko sedikit merenggang karena ucapannya tadi.


" dokter ricko ... terima kasih kau memberikan aku kesempatan berdiri di sini dan mengungkapkan perasaanku dihadapan semua orang. kau tidak perlu memberikan aku ucapan selamat aku sudah menerima banyak dari rekan yang lain" jelas dokter fahri seraya tersenyum manis.

__ADS_1


" kau memang mengatakannya pada dunia. tapi kau kalah! kau kalah fahri ... pada akhirnya dia tetap bersamaku. apa kau paham apa arti dari wajahnya tadi ? dia risih berdekatan denganmu , kau membuatnya malu dan aku pastikan setelah ini tidak akan ada lagi yang dia sukai darimu " bisik ricko tepat disamping telinga fahri dia tersenyum miring dan fahri hanya bisa tersenyum.


....


diluar aula ricko mencari nita dia pikir masih didalam hingga dia menunggu diluar namun dari dalam ada suster dian yang keluar bersamaan dengan suster loli.


" apa kalian melihat istriku?" tanya ricko.


" oh dokter nita tadi sudah keluar duluan, katanya mau ketoilet " jawab suster dian.


" oke terima kasih" ucap ricko.


ricko segera pergi untuk ketoilet mencari nita.


" Dokter fahri benar-benar tidak tau diri , dokter nita dari tadi diam dia pasti marah dan juga malu " ujar suster loli.


" iya aku tidak tega melihatnya , dari tadi juga sepertinya dokter nita dan dokter ricko tidak saling bicara" timpal dian.


" kita doakan saja semoga mereka baik-baik saja , mereka pasangan yang serasi" ujar loli.


" iya kau benar " timpal dian.


***


didalam toilet nita mencuci wajahnya berkali-kali , lalu dia mengelapnya dengan tisu. menatap kaca toilet yang lebar itu dan memandangi wajahnya.


" coba pikir apa sih lebihnya dokter nita , dia memang cantik tapi aku rasa tidak ada yang istimewa darinya tapi sepertinya semua dokter nampak menyukainya " bisik dokter yang berada di dalam toilet.


dia dengan jelas bisa mendengar itu .


" ck dia itu hanya bermodalkan paras , dokter ricko dan fahri tergila-gila padanya pasti dia senang sekarang berpikir banyak pria yang mengidolakannya " timpal temannya.


" lagian ya aku dengar keluarganya juga sangat kaya jadi dia bisa melakukan apapun"


" ya kau benar aku tidak menyangkan zaman sekarang masih ada perempuan murahan seperti itu "


deg


betapa sakit nya dia mendengar itu, seseorang mengatakannya murahan . lalu kedua dokter itu keluar dan tidak sengaja melihat nita yang kebetulan nita juga menatap mereka.


" ups aku tidak tau jika dokter ada disini" ujar dokter itu.


" hey ayo ayo kita pergi dari sini" ajak temannya.


nita berusaha menenangkan diri untuk tidak menangis , dia menghirup udara panjang dan menghembuskannya perlahan-lahan.

__ADS_1


__ADS_2