
setelah selesai acara ulang tahun itu , ricko dan nita langsung pulang bersama anak - anak yang sepertinya sedang tertidur lelap di kursi belakang.
ricko melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang , membuat nita terus menguap karena merasa sangat nyaman dalam posisi duduk dan perjalanan tanpa gangguan itu.
" tidurlah nanti aku bangunkan kalau sudah sampai " ricko paham betapa nita sangat mengantuk hanya tidur 3 jam saja , dan setelah pulang ini dipastikan nita akan langsung tertidur sampai besok pagi tidak akan terbangun.
" hmm "
"sayang kita harus kesesuatu tempat dulu aku lupa ada janji dengan seseorang "
" ha ? baiklah " kata nita yang tidak mau banyak bertanya lagi itu , 5 menit kemudian ricko telah memberhentikan mobilnya di sebuah apartemen yang menjulang tinggi itu , nita menengok kesana kemari dia belum pernah ketempat ini sebelumnya.
" kenapa datang ke apartemen ini ?" tanya nita.
" kau akan tau setelah kita masuk " jawab ricko.
" bagaimana dengan anak - anak ?" tanya nita lagi.
tok...tok..tok
mereka menoleh saat seseorang mengetuk jendela mobil ricko , wendy sudah berdiri di samping kaca dekat nita duduk.
" wendy " ucap nita.
" ayo turun " kata ricko.
nitapun menurut dan dia akhirnya turun , ricko berdiri di sebelah nita dan matanya terus menatap wendy.
" bukannya kau bilang akan pulang ?" tanya nita.
" iya aku akan pulang hari ini , tapi jadwal penerbanganku nanti malam " jawab wendy.
nita mangut - mangut mendengarnya lalu menatap ricko " berhati- hatilah saat dijalan , sampaikan salamku pada eyang " kata ricko.
nita seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat barusan , ricko baru saja mengatakan hal yang tidak pernah dia dengan ketika ricko berbicara dengan wendy, suara berubah menjadi lembut.
" kau bingung ya " kekeh wendy.
" ha "
" hmm ricko sudah memaafkan aku , kami akhirnya jadi sepupu lagi "
" benarkah ?" tatap nita pada ricko seolah mencari jawaban di mata ricko , ricko pun menganggukkan kepalanya.
" terima kasih nita , kau akhirnya membuat kami bersatu seperti dulu lagi. kau mungkin tidak ingat saat kita bertiga bermain di taman kita berlarian mengejar bola dan sampai kau terjatuh karena aku. semoga setelah hari ini kita bisa menjadi teman kecil dan sepupu yang sepertu dulu lagi " ucap wendy.
" ya , aku sudah mengingatnya itu. kalian saudara sepupu harus saling menjaga dan membantu , aku senang akhirnya kalian berbaikan seperti ini " timpal nita.
" ini sudah hampir jam 6 sebaiknya bersiap ke bandara atau kau akan ketinggalan pesawat " ujar ricko.
" astaga kau benar , baiklah kalau begitu aku pamit dulu ya sebentar lagi aku akan ke bandara" kata wendy.
" hmm " ricko berdehem seraya mengangukkan kepalanya , sedangkan nita hanya mengeluarkan senyuman tercantik dan termanisnya saja.
saat wendy sudah berjalan beberapa langkah , dia menengok kebelakang lalu dia menghampiri ricko dan memeluknya.
" semoga kita bisa bertemu lagi " ucap wendy.
" kita pasti akan bertemu " sambil tangan ricko menepuk bahu wendy.
***
beberapa bulan kemudian , dua pernikahan ada diadakan sekaligus , siapa lagi kalau bukan pernikahan bunda dan paman edward juga aidan dan tiara.
malam yang indah dan gemerlap diatas bintang - bintang. desain outdour dipadukan warna putih yang melambangkan kesucian dan penuh kemewahan , pernikahan mereka berdua sudah usai dan kini akan diadakan pesta resepsi pernikahan di sebuah restoran ternama di jakarta bernama "Foodes Resto Jakarta "
aidan dan tiara tidak pernah berhenti tersenyum kepada tamu undangan , sedangkan edward dan hani sedang berkumpul dengan tamu undangan sepertinya membicarakan hal - hal jenaka sehingga mereka semua tertawa.
nita dan ricko kompak memakai setelan berwarna putih dengan kedua anak mereka yang terlihat tampak tampan dan cantik. berjalan menuju keacara bergandengan tangan bersama kedua anak mereka.
" ricko bagaimana penampilanku ?" bisik nita.
" sayang kenapa kau memilih pakaian yang agak terbuka di belakangnya , punggungmu terlihat mempesona " jawab ricko.
" ricko ini modelnya , aku merasa sangat cantik hari ini "
" ck awas saja ya ada mata pria yang memandangimu kau harus dekat dekat terus denganku dan anak - anak agar mereka tau kau sudah menikah dan punya dua orang anak "
__ADS_1
" eh mana mungkin bisa begitu aku juga ingin menikmati pestanya, aku sudah lama tidak datang ke pesta pernikahan punya keluargaku "
" pokoknya harus bersamaku titik " tekan ricko.
" hay dokter nita apa kabarmu ? kau terlihat sangat cantik malam ini " puji teman - teman nya aidan yang datang menghampirinya.
" hmm terima kasih kak kalian juga sangat tampan dengan pakaian itu " balas nita.
" ehem ... ehem , sayang ayo kita duduk disana kasihan anak anak pasti capek kan sayang ?" tanya ricko melihat wajah vano.
" vano capek mama "
" nita kami kesana dulu ya , dah anak - anak tampan dan cantik " ucap mereka pada vano dan vani.
" sayang capek ya " tanya nita.
" iya mama " jawab mereka berdua cepat.
" ayo duduk disana " tunjuknya pada kursi yang paling depan , lalu mereka berempat pun duduk disana.
mereka bisa melihat banyak teman aidan dan kolega bisnisnya yang mengajak berfoto , tapi nita heran dari tadi tidak melihat bunda dan paman edward dia menoleh ke segala arah mencari sosok bundanya.
hingga matanya tertuju pada sebuah meja , dia tersenyum sekilas betapa bahagianya bunda malam ini. bunda terlihat masih sangat cantik dengan gaun putih itu.
" mama vano lapel " kata vano merengek itu.
" vano mau apa sayang ?" tanya nita.
" vano mau kue " jawabnya.
" vani sayang kau mau makan apa ?" tanya nita.
" vani haus mama "
" baiklah tunggu disini ya , mama ambilkan susu di dalam nanti kuenya diantar sama seseorang ya "
" iya mama " jawab mereka.
" ricko aku kedalam dulu , aku akan membuat susu untuk vani "
" hmm cepatlah kembali " ujar ricko.
" papa kenapa meleka telus melihat mama ?" tanya vanny.
" siapa sayang ?" tanya ricko.
" itu " tunjuk vany pada sekumpulan pria.
huft ricko merasa sangat kesal , karena miliknya dilirik oleh semua orang. dari jauh irene dan nathan melihat ricko yang duduk tanpa nita disana.
" mas ayo kesana kita duduk saja " ajak irene.
" baiklah , arga sayang ayo temui adik adikmu " kata nathan.
" iya papa " jawabnya.
tak butuh waktu lama mereka pun duduk dikursi itu bersama ricko , ricko tidak menyadari kedatangan irene dan nathan karena dia sangat kesal hingga melupakan semuanya.
" vano , vani sayang kenapa muka papamu ?" bisik irene.
vano pun membisikkan sesuatu di telinga irene hingga irene tertawa mendengarnya " kenapa ?" tanya nathan.
" biasa kecemburuan " kekeh irene.
" kakak kalian dari mana saja ?" tanya nita yang baru datang membawa botol susu dan kotak kue.
" dari sana , lihatlah wajah suamimu kau harus melihatnya " ledek nathan.
" memangnya ada apa ? " nita beralih mencoba melihat wajah ricko.
" ricko ada apa ?" tanya nita.
" jangan membuat muka seperti itu , kau tidak mau cepat tua kan atau keriput akan cepat datang kewajahmu nanti " sambung nita.
" mama kata mama ilene , papa cembulu " kata vano.
" ha ? cemburu kenapa "
__ADS_1
" kak ?" tanya nita
nathan dan irene hanya menggelengkan kepala bersamaan , hingga dia menyadari beberapa mata tertuju padanya dia pun sekarang mengerti dan ingin tertawa rasanya.
" kau cemburu ya " goda nita yang duduk disamping ricko.
" baju kak irene juga sama , kak nathan tidak cemburu kan ?" tanya nita.
" tidak " jawab nathan.
" untuk apa kakak cemburu , usia irene sudah 33 tahun tidak ada yang akan meliriknya " timpal nathan.
" jadi kau bilang istrimu tua begitu ? dasar pria hidung belang " irene menjewer telinga nathan.
" aduh...aduh sayang sakit , lepaskan enggak enggak kamu tetep cantik dimataku " desis nathan.
" pasti bohong kan " ujar irene lagi.
" arga bantuin papa lihat mama sayang " rengek nathan.
ketiga anak - anak itu tertawa melihat " aduh kenapa tertawa kalian ini dasar anak - anak " ujar nathan.
" awas saja tidak kuberi jatah selama sebulan " kata irene.
" sebulan ? astaga sayang jangan...jangan bagaimana aku bisa hidup " rengek nathan.
" terserah "
" ricko " nita berusaha mencoba menggoda ricko.
" jika kau terus diam aku kesana ya "
" berani ? " tekan ricko.
" heheh tidak "
" lihat sudah tidak bukan ? aku memakai selendang putih " kata nita.
ricko pun melihatnya , ternyata benar nita sudah memberikan selendang putih yang walaupun transparan tapi setidaknya bisa menutupi sedikit agar tidak terlalu terbuka.
" kakak siapa yang mendesainkan gaun kita mereka membuat masalah saja " gerutu nita.
" siapa lagi dek desainer kesukaan kedua kakakmu "
" oh desainer selena pantas saja " nita menganguk-angukkan kepalanya. lalu dia melirik ricko " kau sudah tidak marah lagi kan ?"
" hmm "
" yang benar " kata nita.
" iya sayang " jawab ricko.
" kau terlihat tampan malam ini " bisik nita.
" menggodaku ?"
" tidak hanya memuji itu saja "
" malam ini menginap dirumah saja dek , rumah akan sepi jika hanya ada kakak sendirian " kata irene
" memangnya kenapa kak ?" tanya nita.
" pengantin baru nita apa kau tidak mengerti " ujar nathan.
" iya ya "
" pura - pura lupa apa pura pura tidak tau sih " kata aidan.
" tidak tau kak kan aku tidak diberi tahu " saut nita.
" nita.... ricko.... kakak " panggil aidan dari atas panggung.
" eh kenapa dia memanggil " ujar nathan
" ayo foto bersama " ujar aidan lagi.
mereka semua pun naik keatas panggung, disusun oleh sang photograhfer handal ,nita dan ricko berdiri mendapingi pengantin dan begitu juga dengan irene yang berada disebelah masing - masing pengantin sudah berjejer rapi dan siap untuk di foto.
__ADS_1
" siap ya ... 1.... 2....3 " ujar sang photographer.
hingga beberapa kali gaya mereka melakukan foto , bergantian nita dan ricko lalu nita sendirian dan mereka berempat berempat bergantiang dengan keluarga kecil nathan.