
setelah selesai makan keduanya kembali menjalankan aktivitasnya masing-masing. ricko berada di ruanganya dan menyusun materi untuk seminarnya.
dan tak terasa ini sudah pukul 6 sore , dia meliirik ke jam tangannya lalu mematikan laptopnya. dan melepaskan jasnya.
drtt ....drrtt dia langsung mengangkatnya
" halo bunda "
📱 " nak apa kalian sudah pulang kerumah ? bunda mau mampir sebentar ingin melihat nita " tanya bunda.
" masih dirumah sakit bunda , aku mau pulang tapi tidak tau apa nita sudah selesai "
📱" yasudah nanti kabari bunda kalau sudah pulang ya "
" iya bunda"
telpon pun terputus , ricko memasukkan ponselnya di saku celananya. dia mengambil tas dan keluae dari ruangan. dia berjalan menyusuri lorong menjemput nita yang berada di lantai 1.
" dokter ricko" sapa karyawan lain.
ricko tersenyum menangapinya dia turun menggunakan lift, tak butuh waktu lama dia sampai dan masih melihat nita memeriksa pasiennya.
dia menunggu di depan resepsionis sambil duduk. dari kejauhan nita melihat ricko yang menunggunya.
" dian aku pulang dulu ya , dokter obi sudah datang dia yang akan ganti shif "
" iya dokter hati-hati" ucap dian.
nita menghampiri ricko berjalan pelan karena kesulitan membawa perutnya , dia memegangi perutnya. " sayang " ricko berdiri ketika melihat nita.
" sudah selesai ? lelah ya ?" ricko mengelus pipi nita.
" hmm sedikit tapi tidak apa, ini hari terakhir karena besok sudah cuti ayo pulang aku ingin berendam air panas " ajak nita.
" hmm baiklah , sini lepaskan ini dan tunggu disini aku yang akan menaruhnya " ujar ricko sambil melepaskan jas itu.
" terima kasih" ucap nita.
" iya... tunggu sebentar ya " ricko bergegas menuju keruangan nita, lalu dia masuk dan menggantung jas itu juga mengambil tas nita.
" ayo " ajak ricko yang menggandeng tangan nita.
" sini tasnya nanti berat kau sudah bawa tas " kata nita.
" biarkan saja ayo jalan "
***
sesampainya dirumah nita terduduk di sofa dia memejamkan matanya untuk mengompres rasa lelahnya. ricko datang membawakannya air putih.
" sayang minumlah dulu " kata ricko yang menjulurkan air itu , nita segera mengambilnya dan meminumnya.
" ricko mandilah dulu, aku sudah memesan makanan kau tidak perlu memasak "
" baiklah aku keatas dulu ya "
" hmm "
tak lama setelah ricko keatas suara bel rumah berbunyi dengan malas dia membuka pintu rasanya dia sudah lelah.
" tunggu sebentar "
" apa secepat ini makanan datang " gumamnya.
__ADS_1
" bunda " katanya yang sedikit terkejut karena bundanya sayang.
" sayang apa kabar?" bunda langsung memeluk nita .
" baik bunda , ayo masuk " ajak nita.
" kenapa bunda tidak memberitahu kalau begitu aku akan menyiapkan makanan "
" tidak perlu repot sayang , ini bunda bawakan salad dan seefood kesukaanmu"
" wah terima kasih bunda, tadi aku sudah memesan KFC nanti kita makan bareng ya "
" iya sudah, ayo duduklah dulu. oh ya dimana ricko?" tanya bunda.
" dia sedang mandi bunda "
bunda tersenyum menatap putrinya , dia mengelus perut itu lalu menyibakkan rambut yang sedikit menutupi wajah putrinya.
" pasti sulit ya mengandung anak kembar " kata bunda.
" entahlah bunda aku tidak pernah merasakannya. apa mungkin ini kehamilan pertamaku jadi aku pikir ini memang hal yang wajar tapi aku memang merasa sangat berat ketika sedang berjalan "
" iya sayang bunda tau, bunda dulu setiap hamil tidak pernah sebesar ini karena memang bunda kan tidak hamil anak kembar tapi rata-rata ketika bunda hamil berat nya hanya 3 kg , mungkin ini 4 lebih "
" tapi kau beruntung saya , tidak banyak orang diluar sana ketika hamil anak pertama langsung diberikan anak kembar. kau orang pilihan mungkin ... tuhan lebih mempercayai mu "
" tapi menurutku tuhan sangat mempercayai ricko... hingga dia memberikan kami buah hati ini. karena dulu aku tidak pernah berpikir untuk mengandung di usia semuda ini. tapi karena rasa dia orang yang penuh rasa cinta yang besar tuhan memilihnya untuk menjadi seorang ayah si kembar" ucap nita dengan penuh penghayatan dan mata yang berkaca-kaca.
" kenapa sayang apa kau menyesal ?" tanya bunda yang memperhatikan anaknya itu.
" tidak sama sekali bunda , aku akan memberikan kebahagiaan untuk ricko apapun itu. bahkan aku rela menukar hidupku untuk kebahagiannya. hal ini tidak seberapa terhadap rasa cintanya kepadaku. aku mencintai nya dan mencintai anak kami, aku hanya berpikir ketika aku sudah melahirkan nanti apa aku masih bisa bekerja atau tidak "
" kau sangat menyukai pekerjaanmu ya sayang ? apa kau akan berhenti menjadi dokter ketika sudah melahirkan nanti ?"
" kau harus bertanya pada ricko jangan memutuskan hal ini sendirian dia suamimu dia yang paling berhak memutuskan semuanya tentangmu "
" karena bagi seorang anak perempuan , setelah ayah yaitu suaminya. suami yang harus dia taati , hormati dan kasihi. aku yakin putri bunda pasti sudah tau kan "
" hmm bunda tenang saja aku sudah mengerti hal itu "
" kau belum makan kan , bunda siapkan makan malam dulu ya sambil menunggu pesananmu datang " ujar bunda.
" iya bunda maaf merepotkan "
" tidak sayang jangan begitu bunda sangat suka melakukan ini "
bunda pun membawa kantong yang dibawa dan menuju ke dapur , namun rupanya ricko sudah selesai mandi dia turun membawakan pakaian untuk nita .
" sayang mandi di kamar mandi bawah saja aku sudah memilihkan pakaian tidur " ujar ricko.
" hmm baiklah, oh ya di dapur ada bunda . sebentar lagi ada makanan yang datang kau ambil ya aku sudah membayarnya "
" iya hati - hati di kamar mandinya "
***
di meja makan nita, ricko dan bunda tengah berkumpul makanan sudah terjadi mereka mulai makan dengan hikmat.
" bunda mau menginap disini ya ?" tanya nita.
" tidak sayang bunda pulang nanti sebentar lagi sopir menjemput "
" bunda ....besok aku titip istriku ya aku ada seminar di surabaya selama 2 hari "
__ADS_1
" iya nak tidak masalah bunda juga senang rumah akan ramai nanti "
setelah selesai makan , nita dan ricko mengantar bunda sampai ke halaman karena bunda akan pulang. sopir juga sudah datang , nita melambaikan tangannya.
mobilpun berjalan meninggalkan halaman rumah , ricko langsung membawa nita masuk ke dalam kamar.
sesampainya di kamar nita berbaring dan memejamkan matanya, dan seperti biasa kram di perutnya kambuh dia tidak bisa tidur. kesana-kemari mencari posisi yang nyaman namun tidak ketemu.
" hutf" dia mendesah kecil.
" sayang susah tidut lagi ya ?" tanya ricko yang masih mengetik itu.
" iya ... aku tidak nyaman " rengek nita.
ricko pun menutup laptopnya lalu naik ke atas ranjang " sinu aku elus lagi " ujar ricko.
nita mendekati ricko sedikit lalu memeluknya sambil tiduran. tangan ricko tak berhenti mengelus perut nita
" bagaimana jika aku pergi nanti siapa yang akan melakukannya. aku tidak tega melihatnya kesulitan tidur seperti ini " ucap ricko dalam hati.
dia terus memandangi wajah nita yang sedikit mengerutkan dahinya ketika sedang tidur. dia menyentuh wajah dimulai mata , bulu mata , pipi hingga mulut istrinya.
" ketika melihatmu tertidur aku ingin terus memandangi mu , aku takut suatu saat nanti aku tidak bisa melihat wajah ini lagi " ucapnya kecil.
" jangan bicara hal yang tidak aku suka " gumam nita.
" sayang belum tidur ?" tanya ricko.
"hmm jangan katakan itu , kau mau menikah lagi ya " ucap nita dalam posisi mata masih tertutup
ricko terkekeh dan tersenyum mendengarnya " aku tidak bisa menikah dengan wanita lain karena di hatiku hanya ada keyla anitha nuhraga seorang "
" itu apa maksudmu "
" tidak apa jika kau mau menikah lagi, aku juga bisa menikah lagi nanti "
" tidak boleh. hanya aku yang bisa memilikimu aku saja tidak bisa melihatmu ditatap laki-laki lain bagaimana mungkin aku membiarkanmu menikah dan membiarkan orang lain menyentuhmu "
" pokoknya jangan katakan itu aku tidak suka " rengek nita.
" iya...iya tidak sayang " ujar ricko lembut
" ricko kau mau punya anak berapa ?" tanya nita.
" hmm 5 "
" artinya aku harus hamil 3 kali lagi"
" tadinya memang 5 tapi melihat kau seperti ini aku tidak mau lagi, sudah cukup bayi kita ini . aku tidak mau mrlihatmu kesulitan dan kesakitan ini sudah cukup untkku "
" kenapa ? jika aku mau bagaimana ?" tanya nita.
" aku tidak melarangnya "jawab ricko
" yasudah 2 ini saja ya " kata nita
mendengar itu ricko langsung tertawa kecil " tadi bilang kau mau sekarang mau ini saja " kekeh ricko.
" kan seandainya , sudahlah kau tidurlah besok harus pergi pagi bukan "
" hmm "
akhirnya keduanya pun tidur terlelap bersama, larut dalam mimpi masing - masing.
__ADS_1