
6 bulan kemudian.
ricko dan nita sedang merayakan ulang tahun pertama untuk anak mereka dirumah. hanya seluruh keluarga saja yang datang , dan beberapa teman dekat dirumah sakit.
kini kedua anak mereka tumbuh menjadi balita yang tampan dan cantik , sedang tersenyum menatap ke arah kamera yang akan memotret mereka berdua dan juga tentunya ricko dan nita.
mereka sudah mulai bisa berjalan , walaupun masih kadang-kadang terjatuh tapi nita dan ricko sangat bahagia karena anaknya tumbuh dengan aktif.
walau hari-hari mereka hanya bertemu ketika malam hari saat anak-anak sedang tertidur dan keesokan harinya saja sekitar 2 jam sebelum berangkat ke rumah sakit.
" sayang ayo lihat kedepan lagi " kata sang photographer.
setelah berfoto semuanya menikmati makan yang telah disediakan , sekarang vano dan vani sedang bermain dengan suster dian dan loli juga anak-anak magang ricko.
" ricko lihat anak-anak terlihat sangat senang" ujar nita.
" iya sayang , mereka mirip denganmu kalau sedang ceria " timpal ricko.
nita tersenyum mendengarnya lalu kembali makan.
" arga mau kemana nak " irene berlari mengejar arga yang ingin mendekati saudaranya.
" biarkan saja dia ingin bermain dengan adiknya " kata nathan.
" anak itu selalu berlai aku takut dia jatuh" saut irene.
" anak-anak diusia begitu memang sedang aktif nak jangan khawatir biarkan dia belajar sendiri dan bermain sendiri agar dia bisa beradaptasi dengan lingkungan" kata bunda.
" kau benar hani , ingat tidak dulu waktu nathan berusia 4 tahun dan aidan 2 tahun mereka sama-sama terjatuh ketika berlari mengejar bola lalu menangis sekuat-kuatnya " timpal edward.
" benarkah paman ? itu pasti nathan yang mengajakku " tanya aidan.
" ya tentu saja " balas edward.
" kau dulu yang suka mengikutiku kemanapun aku bermain " kata nathan yang tidak mau kalah itu.
" paman masih mengingatnya ya " ujar aidan.
" bagaimana paman bisa lupa , kalian seperti anak paman sendiri , paman sangat menyayangi kalian " balas edward.
" kenapa paman tidak menikah bukankah paman sangat tampan waktu itu pasti banyak wanita yang mengejar bukan ?" tanya aidan lagi.
edward melirik ke arah hani , nita ikut melihat kemana arah mata paman edward menuju yang dia tahu kearah bundanya.
" paman ingin menunggu seseorang saat itu "
" menunggu bunda " ujar nathan.
hani merasa salah tingkah ketika sedang makan dia langsung minum , nathan dan aidan tersenyum melihatnya lalu edward memberinya tisu yang segera diterima hani.
" nathan jangan membuat bunda mu canggung , paman hanya merasa tidak ingin menikah waktu itu lagipula pekerjaan sangat banyak " jelas edward.
" dokter Nita dimana susunya sepertinya vano ingin minum susu" teriak suster loli.
" iya sebentar " jawab nita.
dia langsung berdiri dan membuatkan susu untuk vano dan vani di meja dapur. setelah selesai dia menghampiri nya.
" apa mereka menangis?" tanya nita.
" tidak dokter mereka sangat pintar hanya saja dia terus meminta susu " jawab suster dian.
" iya dokter lihat mereka ingin terus bermain cilukbah dengan sandy " kata anak magang perempuan.
nita tersenyum mendengarnya " eh ini sudah jam 1 sebaiknya kalian makan saja , di meja kedua itu aku sudah menyiapkan makan siang untuk kalian . biar aku yang menjaga mereka " kata nita yang melirik ke arah jam tangannya.
" iya dokter benar " kata mereka semua.
" kalau begitu ayo kita makan " ujar loli.
semuanya ada 6 orang dan langsung pergi menuju ke meja makan. sedangkan nita dia menjaga kedua anak mereka.
__ADS_1
" sayang " panggil ricko yang ikut duduk di karpet bulu itu.
" apa sudah selesai makannya ?" tanya nita.
" hmm , sini sayang dekat dengan papa " ujar nya menarik vani itu dan didudukkannya di pangkuannya.
" sayang kalau mau makan lanjutkan saja biar aku yang menjaga anak-anak " ujar ricko.
" tidak usah aku sudah kenyang" ucap nita.
" hoam "
" sayang mengantuk ya ? biasanya tidak pernah memgantuk di jam seperti ini" ujar ricko.
" aku tidak akan mengantuk jika semalam tidur dengan benar " balas nita.
" apa aku terlalu membuatmu lelah hmm " bisik ricko.
"ish jauhkan mulutmu kau membuatku merinding " nita mendorong dada ricko.
" kenapa ? kau mudah sekali merinding " timpal ricko.
" hust diam ricko lihat vano akan tidur " ucap nita pelan.
***
sore harinya sehabis dari rumah nita , aidan ingin bersantai seorang diri. dia memutuskan untuk pergi ke cafe dan memesan jus dan makanan.
namun dari balik kaca cafe dia bisa melihat tiara yang sedang marah dengan seorang laki-laki, dia memicingkan matanya ingin mengingat siapa pria itu apa dia pernah bertemu atau tidak.
" galang" ucapnya ketika ingat kejadian beberapa waktu yang lalu.
dia segera berlari dan mengambil jaketnya , dia melihat galang memegang tangan tiara dan tiara meringis kesakitan.
" lepaskan " teriak aidan dari jauh.
sontak kedua orang itu menoleh kearahnnya " aidan" gumam tiara.
" siapa kau ?" tanya galang yang sepertinya tidak mengingat aidan.
" lepaskan tangannya atau aku akan mematahkan tanganmu" ancam aidan.
" oh kau yang mengaku menjadi calon suaminya kan? kau pede sekali asal mengakui orang. dia pacarku " tegas galang.
" aku bukan pacarmu , aku tidak pernah menerimamu" imbuh tiara
" kau dengar kan ! dia sendiri yang mengatakannya. bukankah kau dengan kakaknya apa kau suka membuat kedua saudara saling bermusuhan " jelas aidan .
tiara segera melepaskan tangannya dari genggaman galang dan berdiri di sebelah aidan.
" aku tidak mencintainya , kami dijodohkan aku hanya mencintai tiara "
" bugh" satu pukulan mendarat di wajah galang.
" aidan " teriak tiara.
" kau pria macam apa ? sudah menikah ingin menikah dengan kakaknya tapi masih ingin memacari adiknya"
" bugh" galang langsung membalas diperut aidan.
tiara memelotokan matanya dan langsung membantu aidan berdiri " aidan kau tidak apa ?" ujar tiara .
" aku tidak suka kalah , jika kau memukulku maka aku harus memukulmu" ujar galang.
" galang hentikan !" tegas tiara yang sedikit meneriakkan suaranya.
" ini sudah seimbangkan jadi pulanglah dan jangan temui aku lagi. walau sengaja atau tidak jangan pernah berbicara padaku . anggap kita tidak saling mengenal aku mohon" lirih tiara.
" tiara" ujar galang lembut.
" galang "
__ADS_1
" aku mohon menikahlah dengan kakakku , dia sangat mencintaimu. jika kau terus mengejarku itu percuma karena aku tidak akan pernah mencintaimu " lirih tiara lagi.
" cukup sampai disini saja " sambungnya lalu dia memegang tangan aidan dan menggenggamnya lalu membawa aidan berjalan mengikutinya.
galang menatap kepergian tiara dan aidan dengan rasa sedih . dia tidak bisa bersama wanita pilihannya sendiri , menikah dengan aini dan akan membuat hidupnya tertekan dibawah aini.
" kenapa kau memukulnya ? kau lihat hasil perbuatanmu sendiri dia juga membalasmu bahkan di bagian yang lebih rentan " marah tiara .
" apalagi aku hanya membantumu " kata aidan yang membela tiara.
" aku tau aidan kau membantuku. tapi kau tidak harus sampai memukulnya , aku tidak suka ada kekerasan . pulanglah dan istirahat besok kau harus bekerja " ujar tiara.
" kau akan pergi ?" tanya aidan.
" ini sudah malam aku harus pulang " jawab tiara.
" taksi " teriak tiara yang melambaikan tangan memanggil taksi.
" aku pulang dulu , kau bawa mobilkan ?" tanya tiara.
" hmm"
" baiklah aku pulang sekarang " pamit tiara dan masuk kedalam mobil. dari dalam dia dapat melihat aidan yang masih memandanginya dari dalam kaca spion mobil.
***
didalam kamarnya bunda tak sengaja melihat sesuatu kertas berwarnw putih di bawah lemari hias ketika sedang mengambil lipstik yang jatuh.
dia menggapainya dan membalik kertas itu , dan ternyata itu foto dia dan adi zaman muda dulu. dia sangat cantik dan adi yang tampan. ada senyuman diwajahnya tapi wajah adi hanya datar saat itu.
dia mengusap lembut foto itu " dulu aku tidak menyadarinya ketika melihat foto ini yang aku rasakan hanya kebahagiaan. tapi sekarang berbeda aku bisa melihatnya dengan jelas " gumam bunda.
dia buka lagi lipatan di kertas photo itu, ada edward waktu muda yang sangat tampan karena blesteran amerika sedang berdiri di sebelah adi dengan senyuman lebar dan manis.
" aku tidak bisa melihat cintamu yang sudah jelas-jelas ada dihadapanku "
" apa jika aku menerimamu maka semuanya akan bahagia ? "
" diumurku yang tidak muda lagi apa aku masih pantas mendapampingmu ... edward "
" kau sangat baik dan sangat mencintaiku dan anak-anakku. wanita yang akan menjadi istrimu sangat beruntung memiliki pria yang hangat sepertimu " ujarnya sambil menghapus air matanya yang jatuh.
tok...tok...tok
" bunda apa irene boleh masuk ?" teriak irene dari luar.
" masuklah nak" jawab bunda.
***
didalam kamarnya nita baru saja mengganti sarung bantal dan juga sprei yang baru , sedangkan ricko lagi duduk membaca buku di sofa.
anak - anak sudah tertidur pulas karena kelelahan. dia juga sebenarnya lelah tapi mau mengeluhpun tidak ada gunanya karena kewajibannya.
setelah selesai dia masuk kedalam kamar mandi dan mencuci wajah juga menggosok gigi.
" Ricko aku tidur duluan " katanya yang naik keranjang itu.
" sayang ini baru jam 9 tumben sekali" ujar ricko.
" aku lelah dan mengantuk " balas nita.
" baiklah , matikan saja lampunya tidak apa " ujar ricko.
" tidak usah nanti kau kesusahan " gumamnya.
dia pun langsung memejamkan kedua matanya , sambil memeluk gulingnya. sudah 2 jam ricko duduk di sofa dan kantuknya mulai datang dia pun menutup bukunya.
berdiri kearah pintu lalu mematikan lampu , dan naik keatas ranjang dan menjauhkan guling itu lalu memeluk nita.
" sayang " panggil ricko lembut.
__ADS_1
tapi tidak ada jawaban dari nita " sayang" panggilnya lagi.
ricko tersenyum lalu mengecup bibir nita agak lama dan ikut tidur bersama nita.