Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
curhat malam


__ADS_3

shenzhen


xiaoqi sedang duduk dibawah pohon rindang di depannya terdapat sungai yang mengalir deras, ia hanya melamun disana hanya didampingi sekaleng bir.


" kenapa kau menipukuuuuuuuuu" teriaknya sekuat tenaga.


" aku benci.....aku benci...aku benciiiiii" teriaknya sekali lagi


" aku tidak ingin pulang, aku hanya ingin menemui sahabatku" rengeknya sendirian.


" nita aku merindukanmuuuu" teriaknya lagi.


" hiks....hiks...hikss retoranku ditutup, uangku dibawa lari dan sekrang aku tidak punya uang lagi hiks...hikss..hikss" isaknya .


" oh tuhannn jatuhkan lah makanan untukkuuuu" teriaknya.


bugg


sebuah roti jatuh tepat dihadapannya dirinya pun terkejut lalu mengambil roti itu , ia bolak balik roti itu.


" terima kasih tuhan secepat inikah kau menjawabku?" teriaknya.


" sama sama" jawab orang yang disebelahnya.


ha? xiaoqi mencari sumber arah orang itu.


....................


dibelakang rumah yang sejuk itu nita sedang duduk memegang laptopnya sendirian di depan kolam renang, karena ricko sedang kekantor nya mengambil berkas akhirnya ia pun hanya sendirian dirumah.


ini adalah hari minggu ia sudah sangat bosan karena tidak punya handphone juga uangnya yang sudah menipis .


ia hanya menggunakan laptopnya untuk berkomunikasi dengan temannya xiaoqi juga yang lainnya.


drrrtt panggilan video masuk dari xiaoqi ia segera menerimanya.


" xixi" ujar nita dengan lesu.


" hei kenapa wajahmu kusut begitu?" tanya xiaoqi.


" lupakan, tumben sekali xixiku ini menelponku" ujar nita.


" nini (ujarnya sambil membentuk raut wajahnya sedih) aku bangkrut" ujarnya dengan pelan.


" kenapa ? " tanya nita.


" aku ditipu, uangku habis juga restoran ku ditutup karena biaya sewa yang aku bayar dibawa kabur oleh agen nya " jelas xixi dengan sedih.


" benarkah ? kalau begitu aku ikut sedih " jawab nita yang ikut sedih mendengarnya.


" nini? bisakah aku meminjam uangmu? aku tidak mau kembali kerumah atau orang tuaku akan menghinaku. aku hanya berharap padamu sayang" xixi begitu sedih menjelaskannya pada nita sebenarnya ia tidak pernah sebelumnya meminjam uang pada sahabatnya itu tapi kali ini berbeda ia tidak punya uang lagi.


" berapa? " tanya nita.


" terserah aku butuh biaya untuk makan selama 1 minggu juga biaya air dan listrik di apartemenmu" jelas xiaoqi.


" baiklah aku akan mengirimnya" jawab nita.


" terima kasih nini, sebenarnya aku tidak enak meminjam uangmu tapi aku akan mengembalikannya nanti" ujar xiaoqi.


" tidak masalah pakailah , lagipula apa kau ingat saat aku ingin membeli pakaian dingin waktu itu? aku tidak punya uang karena belum ada uang dan kau membelikanku itu anggap saja aku membayarnya" ucap nita.


" aku ikhlas kok aku akan mengembalikannya nanti" ujar xiaoqi.


" hmm baiklah terserah kau saja aku tutup dulu ya aku akan mengirimnya sekarang" ujar nita.

__ADS_1


" hmm dah" ucap xioaqi.


nita pun segera mengakhiri panggikan video itu , lalu ia membawa laptop juga minumnya ke kamar. saat dikamar ia mencari buku tabungannya hanya 5 juta, sedangkan kebutuhan makan 1 minggu juga biaya air dan listrik untuk apartemen di china bahkan sangat besar.


" jika aku memberi 5 juta ku, maka aku tidak punya uang lagi. tapi jika aku memberinya 3 juta itu akan kurang. sedangkan aku membutuhkan handphone" ucapnya.


" sudahlah aku kirimkan saja semuanya dia sudah banyak membantuku saat disana. sekarang giliran ku, aku akan pinjam di kakak saja nanti" pikirnya.


lalu ia pun segera mengirimkan seluruh uangnya untuk sahabatnya itu, baginya uang senilai itu tidaklah lebih nesar dari harga persahabatannya itu.


" selesai " ucapnya.


" oh ya ampun kalau begitu sisa di dompetku hanya 50 ribu" ucapnya.


" sayang" ujar ricko yang masuk begitu saja.


" astaga kau mengagetkanku" ujar nita .


ricko tersenyum lalu menaruh file nya di meja samping tempat tidur.


" ayo kita makan aku membeli makanna kesukaanmu" ajak ricko.


" benarkah? apa aku pernah memberi tahumu?" tanya nita yang penasaran.


" tentu bunda yang memberitahunya karena jika aku bertanya dengan istriku pasti dia akan menjawab kau tidak perlu tau begitulah kira-kira" ejek ricko pada nita.


" ish sudahlah ayo kita makan" nita pun turun kebawah terlebih dahulu.


saat di meja makan nita terus makan sambil otaknya terus berpikir bagaimana dia harus mencari uang.


" ada apa sayang? apa ada sesuatu?" tanya ricko karena ia sedari tadi terus melihat istrinya yang sedang lesu itu.


" tidak kok hanya ingin diam saja" jawab nita.


ricko mengambil sesuatu dari bawah meja sebuah paper bag dab menaruhnya di atas meja.


nita hanya diam dan masih mencerna apa yang sedang ricko lakukan.


" apa ini?" tanya nita.


" bukalah" ujar ricko


nita pun membuka paper bag itu lalu mengeluarkam isinya yang ternyata sebuah handphone keluaran terbaru yang harganya sangat mahal itu.


" ini handphone" ucap nita.


" iya itu untukmu" ujar ricko.


" untukku? " ucap nita yang terkejut


" ini tidak perlu, aku tidak mau membuatmu mengeluarkan uang begitu banyak untukku hanya karena sebuah ponsel. aku akan membeli sendiri nanti" nita memasukkan kembali ponsel itu.


" tidak ada penolakan" tegas ricko.


" tapi ricko...."


" aku tau kau sudah tidak punya uang lagi sekarang, aku mendengar semua ucapanmu saat dikamar tadi" ucap ricko.


" kau mendengarnya?" tanya nita dengan tidak enak pada ricko.


" kenapa kau tidak meminta uang padaku? aku suamimu aku wajib memberimu nafkah sayang. jangan gunakan uangmu lagi, apapun yang kau inginkan dan kau butuhkan itu adalah urusanku. mintalah kepadaku saat kau membutuhkannya, aku tidak akan merasa terbebani untuk itu karena aku suamimu kita suami istri " jelas ricko dengan lembut sedangkan nita ia hanya menundukkan kepalanya.


ricko pun berdiri lalu berjongkok dihadapan istrinya dan menggenggam tangannya.


" kenapa sayang? aku ingin kau menjelaskannya pada suami mu anggap aku suamimu sekarang. kau bilang kau memilih pernikahan ini kan ? oke baiklah kalau kau belum siap untuk kita melakukan hubungan itu. tapi mulai lah belajar menganggapku suami mu dan jadilah istriku yang baik " tanya ricko dan jelasnya karena ia merasa istrinya masih saja menganggapnya sama seperti dulu seperti orang lain yang tidak saling berhubungan.

__ADS_1


" maaf karena membuatmu merasa seperti itu, hanya saja aku.... aku tidak terbiasa meminta dan menerima sesuatu dengan ucapan saja. bukan denganmu saja tapi juga orang tuaku. karena aku tidak mau dianggap sebagai anak dan juga wanita yang selalu suka meminta minta " jawab nita.


" aku mengerti sayang , tapi diriku bukanlah orang lain melainkan suamimu. mulai sekarang belajarlah untuk meminta sesuatu dan gunakaan aku semaumu " jelas ricko.


" pakai handphone ini aku sudah memasukkan nomor ku dan nomor disana jangan diganti tidak ada nomor orang lain selain nomor ku " jelas ricko.


" terima kasih" ucap nita.


" aku sangat senang saat istriku menerima pemberianku lalu mengucapkan terima kasih seperti ini" ricko pun mencium tangan istrinya.


malam harinya mereka berdua tidur bersama tetapi malam ini nampaknya ricko tidak bisa tidur ia akhirnya melihat nita yang sedang tidur membelakanginya.


" sayang apa kau sudah tidur?" tanya ricko dengan pelan


" kenapa ?" tanya nita yang berbalik menghadap ricko.


" aku tidak bisa tidur' jawab ricko.


" aku buatkan teh ?" tawar nita pada ricko.


" tidak aku ingin bercerita saja, apa kau mau mendengarkanku?" tanya ricko .


" hmm baiklah katakan saja " jawab nita.


" ricko pun tersenyum lalu ia mencari tangan istrinya dibawah selimut itu dan menggenggamnya.


" apa kau pernah sangat bahagia?" tanya ricko.


" kenapa?" tanya nita lagi.


" dengar saat pertama kali kita bertemu aku pikir hari itu adalah hari dimana hidupku dimulai aku sangat bahagia dihari itu aku mempunyai harapan agar aku bisa bertemu denganmu lagi tapi ternyata tuhan malah menyatukan kita " ujar ricko lalu mengecup tangan istrinya.


" kita terus bertengkar juga sering berselisih paham, tapi aku sangat suka karena melihatmu marah wajahmu jadi tambah cantik" sambung ricko lagi.


" aku jadi mau mengucapkan terima kasih pada ayah mertua juga bunda karena telah melahirkan bidadari yang cantik untukku" puji ricko pada istrinya.


nita hanya takjub mendengar penjelasan ricko mendengarkan ucapan suaminya seperti itu membuat ia menyadari betapa sangat cintanya ricko pada dirinya.


" aku pikir ayahmu dan ibumu juga sangat beruntung karena memiliki seorang putra yang baik " jawab nita.


" apa kau yakin aku baik?" tanya ricko masih terus mengelus dan menciumi tangan istrinya.


" hmm aku tidak tau bagaimana cara seseorang membentuk karakter orang lain, tapi aku tau saat melihat foto ayahmu dia orang baik sama seperti mu dia sudah berhasil membesarkan seorang putra dengan baik yang bijaksana, bertanggung jawab juga sangat peduli" jelas nita dengan tulus.


" lalu apa karakter mu yang suka marah ini berasal dari ayah mertua yang suka marah-marah?" goda ricko padaa nita.


" beberapa orang sangat beruntung memiliki sebuah keluarga yang utuh. namun ada beberapa orang yang keluarga utuh tapi didalamya banyak retak. dan kau termasuk orang yang beruntung itu" jelas nita.


" sayanng boleh aku bertanya ?" tanya ricko


" katakan" jawab nita.


" kenapa aku tidak pernah melihatmu berbicara dengan baik pada ayah?" tanya ricko dengan hati hati.


" itu ... aku pikir ketidakcocokanku dengan pendapatnyalah yang membuat kami saling bertentangan" jawab nita.


" tapi sayang tidak kah kau ingin berbicara yang lebih baik pada ayah ?" tanya ricko lagi.


" tidak ada satu orang anak pun yang ingin berbicara kasar pada orang tuanya. aku sudah mengantuk apa kau tidak mengantuk?" tanya nita yang sebenarnya ia mengalihkan pembicaraanya.


" hmm baiklah ayo tidur" rickopun menutupi istrinya dengan selimut.


" aku tau kau hanya mengalihkan pembicaraan ini saja" pikirnya.


(apapun kesedihanmu, lukamu juga sakitmu lupakan itu karena saat ini aku sudah bersama mu. akan aku bersihkan,hapuskan juga membuatmu lupa akan segala hal yang membuatmu menderita)

__ADS_1


ricko.....


__ADS_2