Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
ricko membohongi nita ?


__ADS_3

dia tidak punya siapa-siapa lagi kecuali celine , celine juga tidak bisa berbuat banyak. kita harus mengurus pemakamannya" jelas nita.


ricko mengangukkan kepalanya , mereka berdua pun akhrinya mendatangi kantor polisi untuk mengurus masalah karina itu.


dia sudah menghubungi bundanya , yang juga akan datang ke kantor polisi. sesampainya di kantor polisi mereka berdua menunggu kedatangan letnan amri.


dalam diri nita bayang-bayang karina selalu saja hadir dalam pikirannya dia tidak menyangka senekat itu karina menghabisi dirinya sendiri. dia juga memikirkan celine bagaimana jika celine tau dia akan tambah sedih nanti hanya itu saja yang ada didalam benaknya sekarang.


" sayang " ricko menggenggam tangan nita.


nita tersenyum kecil pada ricko hingga letnan amri datang dan duduk di kursinya.


" selamat sore" ucap letnan.


" selamat sore letnan, bagaimana dengan tahanan karina ? apa yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian?" tanya ricko.


" apa kalian berdua keluarganya ? kalian kan korban terhadap karina ?" tanya letnan.


" iya tetapi dia juga istri ayahku " jawab nita.


" oh begitu, tadinya kami akan memakamkanya oleh pihak kepolisian " kata letnan amri.


" tetapi jika kalian ingin membawanya dan mengurusnya kami akan mengizinkan " sambung letnan.


" tidak ! kami tidak mau mengurusnya" tegas nathan dia baru saja tiba bersama bunda.


" kakak" gumam nita.


" polisi bisa mengurus wanita itu" kata nathan.


" kak , aku tau kesalahannya sangat besar , tetapi dia sudah tiada kenapa kita tidak memaafkannya saja" ujar nita.


" kenapa kau sangat baik , kau yang sudah terluka dek dia apa kau tidak ingat dia sudah merusak hubungan ayah dan bunda kakak tidak mau kau jangan membantah " tegas nathan yang sudah marah itu.


" kakak tolong jangan marah pada nita , dia hanya merasa kalau kita harus membantunya, aku juga setuju dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi " ricko membela nita dihadapan nathan itu dia tidak suka istrinya dimarahi dihadapannya.


" nathan ! nita dan ricko benar , sekali ini saja kita harus mengurusnya ini juga amal untuk kita semua. bunda juga sudah memaafkan semua kesahalannya lupakan saja nak kita juga sudah bahagia sekarang" ujar bunda yang menengahi perdebatan kakak adik itu.


dan akhirnya telah diputuskan bahwa jenazah karina akan diurus oleh keluarga nita, dan pagi ini sekarang mereka telah berada di pemakaman untuk menguburkan karina.


" aku memaafkan segala nya karina , pergilah dengan tenang aku akan menjaga celine untukmu" gumam bunda dalam hati saat ia melihat tubuh karina yang akan dimasukkan keliang lahat.


" maafkan aku jika selama ini ucapan ku sudah menyakitimu , aku memang membencimu tapi aku sudah melupakan itu. walau pun dulu kau membuatku pergi dari keluargaku tapi kini aku akan membantu celine anakmu agar dia sembuh , pergilah dengan tenang " ucap nita dalam hati.


hingga penguburan itu selesai adi pun datang memakai kemeja berwarna hitam, dia melihat seluruh anak-anaknya sedang berdiri mengitari liang itu.


" kalian semua orang-orang baik , setelah apa yang karina lakukan pada kalian. aku bangga padamu hani sudah membesarkan anak-anak kita dengan sangat baik" ucapnya.


saat nita menoleh ia melihat adi yang berdiri menatap mereka " ayah" gumamnya.


ricko mendengar itu karena berada di samping nita dan menoleh ke samping.

__ADS_1


" adi" ucap hani.


adi memberanikan diri mendekat kekeluarganya . aidan , nathan , iren dan yang lainnya hanya memandanginya saja.


" maaf aku baru datang " ucapnya.


" hmm tidak apa " kata hani.


setelah selesai pemakaman semua orang perlahan pulang , begitu juga dengan keluarganya nita mereka pergi meninggalkan adi sendirian di makam itu.


sesekali nita menengok kebelakang melihat ayahnya yang masih duduk di sebelah makam itu.


" kau tidak bertanya kabarku hari ini apa aku memang tidak berarti untukmu" ucapnya dalam hati.


" kenapa ayah berubah menjadi orang yang sedang menghindar " pikir ricko.


sesampainya mereka diparkiran , bunda dan yang lainnya pamit pada nita dan ricko untuk pergi duluan karena masih akan mengurus hal hal lainnya dirumah.


nita dan ricko juga langsung pulang kerumah mereka , diperjalanan nita masih diam. mungkin dia lelah semalaman tidak tidur , ricko juga hari ini akan ada jadwal operasi dia harus mengantar pulang istrinya dulu baru nanti kerumah sakit.


" ricko aku ikut denganmu ya kerumah sakit" katanya.


" ada apa ? takut hmm?" tanya ricko.


" tidak , aku hanya sedang tidak mau sendirian. disana aku akan diruang mu saja ya " jawab nita.


" yasudah , tapi diruanganku juga sendirian nanti kita beli makanan dulu " ujar ricko


sesampainya diruangan ricko nita menidurkan diri di sofa nya ricko , sedangkan ricko sudah bekerja diruangan operasi.


dia terus menatap langit-langit ruangan ricko itu entah apa yang ia pikirkan disana.


***


beberapa hari kemudian mereka sudah menjalani kehidupan yang normal seperti semula , nita juga sudah kembali bekerja di rumah sakit. dia sedang menangani pasien anak-anak yang terluka karena jatuh dari sepeda. ke pasien berikutnya ternyata edward yang berobat kepadanya namun tetap saja dia tidak mengenal edward.


" apa yang bapak keluhkan?" tanyanya.


" sebenarnya bukan aku yang sakit , tapi aku ingin konsultasi mengenai penyakit tumor apa cara penyembuhannya hanya bisa melalui lewar operasi? " tanya edward.


" itu kita harus melakukan CT scan terlebih dahulu setelah hasil nya keluar baru kami dapat melihat bentuk tumor itu dan kami barulah akan mengambil keputusan. namun jika memang diperlukan operasi maka kami akan mengindahkannya kepada departemen bedah saraf " jelas nita


saat nita menjelaskan itu edward terus saja menatap nita tidak hentinya dia seperti mengenal wajah itu kenapa sangat mirip dengan seseorang pikirnya.


" maaf pak ? apa ada yang ditanya kan lagi?" tanya nita.


" oh tidak maaf , aku akan membawa temanku kemari , tapi dokter aku seperti mengenalmu wajahmu tidak asing bolehkah aku tau siapa nama mu?" tanya edward.


" namaku keyla anitta nugraha bapak bisa memanggilku nita " jawab nita dengan ramahnya.


" nugraha ? " pikir edward.

__ADS_1


" maaf dok kalau aku banyak bertanya , kalau boleh aku tau siapa nama ayahmu mungkin saja aku kenal " tanya edward.


" adi nugraha" jawab nita.


jleb


edward tersentak mendengarnya , dia menatap nita dengan dalam wajar saja wajah nita sangat dominan dengan wajah hani.


" apa kau putri hani priyanto?" tanya edward lagi.


" iya kau benar kenapa bapak bisa tau ?" tanya nita.


" karena aku teman bundamu , mungkin kau tidak kenal karena dulu aku sering bermain dengan kedua kakakmu" kata edward.


" oh iya , maaf pak tapi saya sedang praktek sekarang saya masih banyak pasien yang sedang menunggu" ujar nita.


" oh iya maafkan saya , saya permisi dulu" kata edward.


" terima kasih" ucapnya.


" hmm sama-sama" jawab nita seraya tersenyum.


edward sangat memikirkan nita sekarang , entah kenapa dia tersenyum saat melihat wajah nita.


" anakmu sangat mirip dengan mu hani, sangat cantik. aku akan berjuang mendapatkan cintamu lagi " ujarnya dalam hati.


setelah diparkiran sopir edward membukakanya pintu mobil dia pun masuk kedalam , dia terus tersenyum mengingat hal itu.


" bapak sudah kembali seperti dulu kelihatannya dia sudah bertemu dengan nona itu lagi" pikir sopir itu.


dia memang kenal dengan edward karena telah bekerja dengannya selama puluhan tahun.


" kemana kita pak?" tanyanya.


" ke pameran lukisan elizabeth" jawab edward.


" bahkan kau masih mengingat tempat itu" ucap sopir dalam hati.


***


ricko sudah selesai operasi , dirinya hanya melepas masker masih memakai baju operasi berwarna biru itu dan duduk di sofanya. wajahnya dapat terlihat jelas kalau dia sedang kelelahan , dia pun memejamkan matanya di sana.


ceklek


nita membuka ruangan suaminya itu setelah ia dapat waktu istirahat ia ingin melihat wajah ricko namun saat ia masuk dia melihat ricko yang tidur di sofa itu.


dia mengelus wajah ricko yang terlihat sangat kelelahan itu , " kau terlihat sangat lelah namun masih saja terlihat sangat tampan" ucapnya.


nita merasa sangat haus dia berdiri untuk mengambil air minum di dispenser yang tersedia itu , saat dia minum dia melihat surat yang tergeletak di meja ricko.


diapun mengambil itu lalu membacanya.

__ADS_1


" ricko... kau menyembunyikan ini dariku" ucapnya.


__ADS_2