
" berjanjilah kau hanya akan menikah denganku saja, suatu saat nanti aku akan menikahi mu apa kau menikah denganku?" tanya anak laki-laki kurus dan pendek itu.
" hahahh" anak perempuan cantik dan rambutnya dikepang dua itu hanya tertawa mendengarnya.
" menikah itu hanya untuk orang yang sudah besar, dan juga saling mencintai " jawab anak perempuan itu.
" kalau begitu cintai aku , aku juga mencintaimu sekarang" ujar anak laki-laki.
" baiklah aku akan menikah denganmu dan bertemu denganmu lagi" ucap anak perempuan itu.
" janji" tanya anak laki-laki lalu menjulurkan jari kelingkingnya.
" janji" jawab anak perempuan itu dan ikut menjulurkan jari kelingkingan.
" hahahah" mereka berdua pun tertawa bersama.
" hentikan ricko" ucap nita dengan pelan.
tapi ricko tidak mendengarkannya justru ia terus menciumi wajah istrinya itu.
" ricko " panggil nita dengan pelan.
" hmmm" ujar ricko yang masih mencium bibir istrinya itu.
" aku tidak bisa" ujarnya lalu ia melepaskan diri dari ricko dan masuk kedalam kamar.
ricko yang hasrat nya sudah naik itu hanya bisa memejamkan matannya menahan semua hasrat nya itu.
disisi lain di dalam kamar nita terduduk di lantai dan tanpa ia sadari air matanya jatuh.
" aku tidak bisa membuatnya jatuh lebih dalam, aku membenci nya tapi kenapa bayang-bayangnya selalu saja berada di hadapanku" pikirnya.
" maaf ricko aku tau kau sangat mencintai ku dan menginginkanku. tapi aku tidak mau menyatiki dirimu" pikirnya lagi.
tok...tok...tok
dengan cepat nita bangun lalu menghapus air matanya, ricko tau istrinya sedang menangis ia pun memegang tangan istrinya .
" maaf jika aku membuatmu menangis" ujar ricko.
nita hanya menggelengkan kepalanya menahan semua rasa sakit hati juga tangisnya.
" aku benar-benar minta maaf sayang" ungkapnya lagi lalu memeluk nita dari belakang.
nita tidak kuasa menahan semua air matanya lagi ia menangis dipelukan ricko.
__ADS_1
" kenapa? apa ada yang menyakiti mu? " tanya ricko dengan pelan.
tapi nita hanya menggelengkan kepalanya.
" maafkan aku ricko, aku bukan istri yang baik untukmu" rintih nita.
" tidak sayang jangan berbicara seperti itu" ricko semakin mengeratkan pelukannya pada nita.
" aku tidak pernah merasa keberatan dengan sikapmu aku mengerti tentang pernikahan ini , aku hanya ingin kau merasakan betapa besarnya cinta ku ini padamu hanya untuk dirimu , sekarang ataupun selamanya" jelas ricko.
" aku ingin mengatakan sejujurnya padamu" kata nita.
ricko dan nita pun akhirnya duduk di lantai samping ranjang.
" kau boleh mengatakan apapun padaku semuanya" ujar ricko sambil mengelus rambut lurus istrinya itu.
" bertahun-tahun yang lalu aku punya seorang teman kecil waktu itu usiaku 6 tahun lalu aku melihat seorang anak laki-laki yang terjatuh dari sepeda anak itu menangis dan banyak temannya terus mengolok-oloknya, aku melindungi anak itu hingga kami berteman begitu dekat. dia berjanji akan menikahi suatu hari nanti kami pun akhirnya berjanji. " jelas nita.
" ternyata kau masih ingat waktu itu" pikir ricko dan terus menatap wajah istrinya.
" lalu aku tau rencana ayah untuk menyekolahkanku di luar negeri, dan keesokan harinya aku menemui anak itu dan mengatakan jika aku akan pergi aku bilang aku tidak mau pergi, anak itu menangis saat mendengar bahwa aku akan pergi. lalu ia berjanji sebelum aku pergi dia akan membawa ku pergi bersamanya sebelum aku pergi keluar negeri. diam-diam aku pergi dengan harapan anak itu akan menyelamatkan ku dan membawa ku pergi aku menunggu nya berjam-jam dibawah pohon besar dibelakang sekolah"
" tetapi hingga akhirnya ayahku menemukanku dan membawaku pergi dan anak itu mengingkari janjinya padaku, aku sangat membencinya dia sudah berjanji untuk menikahi ku tapi dia tidak bisa membawa ku pergi" ungkapnya dengan air mata yang masih terus keluar.
" andai kau tau jika hari itu aku datang" pikir ricko.
mendengar semua kebenaran tentangnya ricko pun memeluk istrinya dan air matanya menetes , segera ia hapus air matanya itu.
" maaf , maafkan aku yang membuatmu sedih" ungkap ricko.
hingga akhirnya kelamaan menangis nita pun tertidur di pundak ricko, dengan pelan-pelan ricko mengangkat tubuh istrinya dan menidurkannya di ranjang mereka lalu menyelimuti tubuh istrinya itu.
ia pun ikut naik dan tidur disebelah istrinya ia menatap istrinya yang tertidur lelap karena kelelahan menangis.
" kau tahu sayang aku sangat bahagia kau selalu mengingatku, tapi aku juga sedih karena selalu membuatmu sedih" ucapnya dengan pelan sambil membelai wajah istrinya itu.
" hari itu aku datang menemui mu tetapi kau sudah masuk kedalam mobil ayahmu, aku mengejarmu memanggil namamu, tapi dulu tenaga ku sangat kecil hingga aku tidak mampu untuk melindungi. tapi aku berjanji sekarang aku akan membuatmu bahagia, melindungimu dan selalu menepati janji" ucapnya lagi.
keesokan harinya
nita terbangun tetapi ia lihat ricko sudah tidak ada lagi disampingnya. karena akan magang iapun bersiapsiap mandi.
setelah selesai mandi ia memakai pakaiannya dan merias wajahnya dengan make up natural saja. dengan cepat ia turun karena akan membuat sarapan untuknya juga ricko.
ia langsung kedapur dan berencana membuat nasi goreng untuk sarapan pagi hari ini.
__ADS_1
ricko yang baru selesai berolahraga itu datang dan mengambil minum di kulkas dan ia tersenyum melihat istrinya yang sudah cantik sedang menyiapkan sarapan untuk nya.
" sayang kau masak apa?" tanya ricko.
" nasi goreng, karena kita tidak memiliki bahan lagi kau tidak apa-apa kan?" tanya nita.
" apapun yang kau masak aku akan memakannya" jawab ricko.
" aku keatas dulu ya mau siap-siap" ujar ricko.
nita hanya menganggukkan kepalanya lalu melanjutkan memasaknya, setelah selesai ia menatanya di 2 piring dan menyiapkan 2 gelas teh hangat.
lalu ia taruh di meja makan dan menunggu ricko datang, tanpa menunggu lama ricko akhirnya datang ia sangat tampan dengan menggunakan kemeja berwarna abu-abu muda dan celana kerja berwarna hitam juga dasi yang membuatnya sangat gagah.
" aku meminta maaf untuk yang semalam, aku harap kau mau memaafkanku" ucap nita dengan tulus ia tau sudah sangat mengecewakan ricko.
" sudahlah aku sudah melupakannya, oh ya sayang hari ini aku tidak ke rumah sakit karena ada beberapa hal yang harus kuurus di kantor, aku akan mengantarmu ya"
"aku"
" eits jangan menolak ini perintah, lagipula hari ini aku tidak masuk rumah sakit maka tidak ada yang tau jika kau pergi denganku" potong ricko dengan cepat.
" hmm baiklah" jawab nita.
" makanlah atau nanti nasinya jadi dingin" ujar nita , ricko pun dengan cepat memakannya harus ia akui memang masakan nita sangat enak.
" sayang bagaimana mungkin kau bisa memasak seenak ini?" tanya ricko.
" benarkah? aku pikir aku tidak terlalu pandai memasak" jawab nita.
" iya sayang aku jujur ini enak sekali, rasanya setiap hari aku ingin dimasakkan oleh istriku ini" ujar ricko.
" apa bunda yang mengajarinya?" tanya ricko.
" tidak, waktu aku kecil bunda tidak mengizinkanku masuk ke dapur sedikitpun. tetapi saat aku sekolah di luar negeri aku belajar sendiri dari internet" jelas nita.
" bagaimana rasanya waktu itu? pasti sulit kan memasak?" tanya ricko lagi.
" aku pikir sangat sulit karena waktu itu aku sendirian hingga beberapa kali masakanku gosong dan aku hanya memakan mie saja" jawab nita.
" kenapa tidak menggunakan pembantu saja? bagaimana jika terjadi sesuatu padamu sayang" tanya ricko dengan khawatir.
" tidak apa-apa lagipula itu sudah berlalu dan juga aku tidak ingin semua orang tau keadaanku di sana" jawabnya .
" kenapa?" tanya ricko lagi.
__ADS_1
" sekarang sudah jam setengah 8 kita harus cepat atau akan terlambat nanti" ujar nita dengan mengalihkan pembicaraannya pada ricko.
" kenapa setidak aku bertanya tentang kehidupannya disana dia selalu menghindar" pikir ricko.