Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
mobil goyang ?


__ADS_3

" apa ? nita apa yang kau katakan tadi " ujar nathan yang pura - pura tidak mendengar itu.


" aku... eh tidak bicara apa - apa " nita menggelengkan kepalanya.


" kau bilang sesuatu tadi cepat katakan " timpal Nathan lagi.


" bunda aku sudah lapar " ucapnya mengalihkan perkataan.


" kau jangan mengalihkan pembicaraan ya " tutur nathan.


" sudah .. sudah nathan , sekarang ayo kita makan malam nita kasihan dia sudah lapar " lerai paman edward.


dimeja makan semuanya sudah makan dengan tenang , tanpa ada pembicaraan sedikitpun. Ricko sesekali memperhatikan nita yang makannya akhir - akhir ini tidak beraturan selalu menyisakan makannya.


" makan sampai habis jangan disisakan " ucap ricko pada nita.


" aku mengambil daging kecil " jawab nita.


" sayang makanlah agak banyak kenapa akhir - akhir ini selalu makan dikit" timpal bunda yang juga memperhatikan keadaan putri nya.


" bunda aku makan di luar jadi dirumah hanya sedikit saja " jawabnya.


" Nita besok ayah akan ke surabaya mau nitip apa ?" tanya edward.


" tidak usah paman , terima kasih " jawabnya seraya tersenyum tipis.


Ricko dan semuanya meliriknya bagaimana nita bisa memanggilnya seperti itu , sebelumnya berucap ayah dan sekarang paman.


" ni.."


saat nathan akan mengatakan sesuatu edward menggelengkan kepalanya memberi kode supaya nathan tidak mengeluarkan suara.


setelah daging steak di piringnya habis dia segera berdiri " aku sudah selesai " diapun segera pergi naik ke kamarnya.


" ricko apa kalian bertengkar ?" tanya edward.


" tidak ayah , katanya dia masih harus membuat rangkuman seminar tadi siang jadi harus makan cepat " jawab ricko.


edward pun menganguk-angukkan kepalanya , kembali mereka semua makan dengan tenang. setelah itu ricko pun menyusul ke kamar nita.


ceklek


" sayang " panggilnya melirik kesana kemari tapi tidak ada orang .


" sayang kau dimana " teriak ricko lagi dia membuka kamar mandi tapi juga tidak ada .


sesaat dia melihat pintu kaca agak terbuka , itu berarti nita sedang ada di balkon kamar. dia pun mendekatinya dari kejauhan dia bisa melihanya nita sedang fokus bekerja di kursi dan meja yang ada di sana.


angin malam yang tak terlalu dingin hari ini , membuatnya sangat betah disana. 10 jarinya mengetik dengan cepat menuangkan segala hasil dan rangkuman dari acara seminarnya tadi siang.


" sayang kau disini " ujar ricko sambil duduk di kursi depannya.


" hmm " ujarnya seraya tersenyum.


" besok aku libur apa kau ingin libur juga ?" tanya ricko yang terus menatap nita.


" kenapa kau memandangiku seperti itu , aku harus mengimplementasikannya besok jadi tidak bisa libur "


" sayang "


" hmm "


" lihat aku "


" kenapa "


" lihat dulu sayang "

__ADS_1


nita pun mengangkat wajahnya , kedua boleh matanya pun bertemu dengan kedua bola mata ricko lantas ricko tersenyum melihatnya.


" apa ini kau tersenyum aku tidak mengerti apa yang sedang kau lakukan "


" aku sudah tau jawabannya sekarang " gumam ricko.


" ricko kau tau apa ?" tanya nita lembut.


" jangan menyimpannya sendiri , atau kak nathan akan terus menyalahkanmu "


mengengar itu nita hanya bisa menatap ricko dengan mata yang berair dan senyuman paksanya. " aku tidak punya masalah sungguh " gumam nita.


" sayang apa kau akan mendengarkan aku jika aku memintamu melakukan sesuatu ?"


" aku pikir selain hal ini aku tidak pernah memintamu melakukan sesuatu untukku " sambung ricko lagi.


nita pun berdiri dari duduknya lalu perlahan menghampiri ricko , lantas kedua tangan ricko menggemggam tangan kecil nita itu.


" apa ?" tanyanya.


" aku tidak ingin kau terus diintimidasi hanya karena kau belum ingin melakukan nya sesuai keinginanmu. maka cara terbaik yaitu menurutinya , apa kau mau sayang ?" tannya ricko yang matanya tak pernah berhenti menatap nita.


" Ricko "


ricko segera menarik tangan nita sehingga kini nita berada di pangkuannya lalu dia memeluknya " kau tau ... aku menerima segala sesuatu yang datang menghampiriku , hanya saja kadang aku butuh penyesuaian. "


" dulu aku berpikir menjadi keras kepala agar tak ada orang lain yang mau menindasku. tapi lama kelamaan pikiranku berubah , terkadang menjadi keras kepala membuatku membuatku lupa kalau ada orang lain yang akan menerima akibatnya dari keegoisanku "


" kini kakak menganggapku keras kepala karena tidak mau menerima ayah edward ... aku sudah menganggapnya ayahku, tapi aku takut jika nanti aku mendapatkan rasa cintanya yang begitu besar yang justru berbanding terbalik dengan ayahku dulu aku malah melupakan ayahku "


" aku ingin memanggilnya ayah ... kau tau. tapi nanti setelah aku benar - benar siap "


" baiklah , aku tidak akan memaksamu. aku tidak ingin kau merasa tidak bahagia" balas ricko dan tangannya pun yang tadinya memeluk kini mulai menghapus air mata yang jatuh itu dari wajah istrinya.


ternyata dari dalam kamar dua orang menyaksikan pembicaraan itu , siapa lagi kalau bukan bunda dan edward. kini semuanya sudah terjawab jelas, tidak ada hal yang harus dikhawatirkan hanya menunggu kapan sampai waktu itu tiba.


" kau senang kan ?" tanya bunda lembut.


***


keesokan paginya ricko sudah bersiap untuk mengantar nita ke rumah sakit , tetapi nita masih mandi didalam kamar mandi. karena semalam mereka tidur sangat larut karena mengerjakan resume itu jadilah nita bangun kesiangan.


" sayang aku tunggu dibawah ya " tericko iyo.


" iya " jawab nita dari dalam kamar mandi.


ricko pun turun seorang diri dan dibawah sudah ada kedua anaknya sudah rapi dan wangi sedang bermain bersama, dia tersenyum melihatnya bagaimana tidak sebagai orang tua melihat anaknya tumbuh dengan aktif dan pintar pastilah sangat bangga.


" selamat pagi sayang " ucapnya


cup


cup


dia mencium puncak kepala vano dan vani , lalu menggendong keduanya " bagaimana semalam apa kalian tidur nyenyak ?" tanya nya.


" iya papa " jawab mereka berdua.


" papa , mana mama ?" tanya vano.


" mama sedang mandi ,sebentar lagi turun " jawab nya.


" vano dan vani mau ikut papa tidak mengantar mama bekerja ?"


vano dan vani langsung menggelengkan kepalanya seraya tersenyum " loh ! kenapa ?" tanya ricko.


" Nenek mau mengajak kami kelual dengan kakek " jawab vani dengan lucu dan gemas.

__ADS_1


" baiklah papa tidak akan memaksa "


" papa , mama kelja nya lama ya " tanya vani


" tidak sayang nanti sore pulang " jawab ricko.


vani menunjukkan wajah sedihnya dan murung dia mulai bisa mengekspresikan wajahnya sesuai keinginannya " ada apa sayang ?" tanya ricko lembut.


" sole itu lama papa. vani mau belmain dengan mama "


" hari ini main dengan papa saja ya , mama kan harus bekerja nanti hari minggu mama dirumah sayang jadi bisa main bersama nanti kita pulang kerumah ya " bujuk ricko.


" selamat pagi anak mama " ucap nita dari belakang , vani dan vano menoleh kearahnya , vani meronta ingin turun ricko pun menurutinya dan segera berlari ingin bersama nita.


" eh sayang jangan berlari nanti jatuh "


" mama jangan kelja ya " ucapnya menarik - narik lengan baju nita.


" sayang mama harus bekerja , tidak lama kok hanya sebentar saja "


" vani mama nanti pulang kan ada aku disini " timpal vano dia memang mempunyai sifat yang pengertian juga penuh kasih sayang dengan adik dan keluarganya.


" nanti pulangnya mama janji kita main berdua bagaimana ?"


" baiklah " jawabnya.


" hmm anak mama memang pintar " sambil memeluk vani dengan tulus dan penuh cinta , vano pun tersenyum nita menarik vano dan juga ikut memeluknya.


" selamat pagi nak " ucap edward.


" selamat pagi ayah " balas ricko.


nita pun melepaskan pelukannya dan berdiri " selamat pagi paman " balasnya.


" ayo kita sarapan " ujar edward.


***


didalam mobil itu , ricko fokus menyetir dan nita memainkan handphonenya. ricko merasa tidak suka kalau saat bersamanya nita lebih mementingkan ponselnya jadi dia menepikan mobilnya.


" Ricko kenapa berhenti kan masih jauh ?"


" seharusnya aku yang bertanya kenapa malah terus fokus ke ponsel "


" jadi kau cemburu dengan ponselku begitu ?"


ricko tidak menjawab hanya diam menatap nita , nita pun mengerti lalu menunjukkan ponselnya " aku tidak chatting dengan orang lain aku hanya memesan puding kesukaan vani jadi nanti siang dia bisa memakannya " jelas nita.


" aku juga memesannya untukmu dan vano aku pesankan kue kesukaannya " timpalnya.


" saat aku tidak ada jangan dekat - dekat dengan dokter baru itu ya awas saja " imbuh ricko.


" hahaha astaga dia tau kita sudah menikah dan punya anak , kau juga harus menjaga jarak dari dokter baru di bagian bedah saraf itu " timpal nita.


" sayang dia itu pria mana mungkin " bela ricko.


" ya , bisa saja dia menyukai sesama jenis kan sekarang lagi banyak orang seperti itu " kekehnya .


" mau mempermainkan aku ya " ricko mengelitiki perut nita ,.


" hahah ricko jangan aku geli ....hahaha ricko ampun "


" kau yang duluan sayang " timpal ricko.


" hahha ricko sudah ricko baiklah aku sedang mempermainkanmu "


" apa yang sedang mereka lakukan didalam mobil itu " ujar pengguna mobil lain karena mobil mereka menjadi goyang , banyak pengendara yang melihat mobil ricko sedang bergoyang

__ADS_1


" anak zaman sekarang tidak mengenal waktu " kata seseorang perempun didalam mobil yang sudah lanjut usia.


" kita juga sama dulu hehhe " timpal seorang pria yang menyupir sepertinya itu suaminya.


__ADS_2