
pintu kamar hotel yang didalamnya sudah didekorasi dengan indah khas seperti kamar pengantin bunga mawar dan merah dan lilin yang telah ditata di kamar.
ricko mencium bibir nita terus sambil berjalan hingga memojokkannya di dinding kamar, mereka saling ******* satu sama lain .
" kau membohongiku tadi" ujar nita saat ricko melepaskan ciumannya.
" aku tidak bohong , hanya kejutan kecil toh kita juga sudah menikah aku tidak sabar lagi " ujar ricko dengan parau.
kemudian ricko membuka jasnya tanpa melepaskan ciumannya.
ia mengangkat tubuh nita lalu ditidurkannya di ranjang itu, lagi-lagi ia mencium bibir nita, ia merasa sudah gerah dan ia lepaskan sebentar ciumannya ia membuka bajunya , sekarang nita sudah terbiasa dengan hal itu. tubuh seksi dan kotak-kotak itu sangat bagus.
nita tersenyum melihatnya.
" apa benar kau akan melakukannya sekarang?" tanya nita.
" tentu saja aku tidak mau menunda lagi seharusnya aku sudah melakukan ini dari dulu" jawab ricko , setelah semua bajunya tetbuka ricko kembali mencium nita lalu ia memegang tangan nita , tangan mereka saling berpautan.
sambil mencium ricko melepaskan baju yang nita pakai,nita juga tidak menggubrisnya ini adalah hadiah untuk ricko dia rela melakukan ini untuknya, walau sebenarnya dia takut tapi tidak mungkin hanya karena rasa takutnya dia melalaikan hak ricko.
" nghhh" nita bersuara saat ricko memberinya sebuah tanda kepemilikan dilehernya.
ricko pun tersenyum dan ia kembali melanjutkan keinginannya itu , hingga akhirnya mereka melakukannya , malam itu adalah malam kebahagiaan untuk ricko dan juga nita.
keesokan paginya
sinar matahari sudah menerangi bumi sekarang sudah jam 8 tetapi nita belum juga bangun, ia masih tertidur lelap dikasur itu, sedangkan ricko sudah bangun ia habis mandi memakai mantel mandi berwarna putih dan menatap jendela lebar yang menunjukkan keadaan kota jakarta itu.
ia selalu tersenyum dan bersemangat sekali pagi ini, karena semalam ia telah mendapatkan impiannya ia memiliki wanita nya seutuhnya. dia mengingat kejadian semalam dimana ia terus melakukannya hingga jam 3 Malam.
hingga nita sedikit demi sedikit mengerjapkan matanya karena ia tidak suka tidur diruangan yang terang. ia melihat ricko berdiri membelakanginya.
dia tersenyum melihat ricko yang tinggi dan juga rambut yang basah itu.
" suamiku" panggil nita seraya tersenyum.
ricko segera membalikkan badannya saat nita memanggilnya, ia tersenyum lebar dan mendekati ranjang istrinya.
" selamat pagi" ucap ricko.
" selamat pagi " balss nita dengan lembut.
" mau sarapan apa?" tanya ricko.
" aku mau...bubur ayam" jawab nita.
ricko segera mengambil sesuatu dari pemanas makanan, semangkuk bubur sudah tersedia.
" wah kenapa kau tau aku ingin makan ini" tanya nita dengan antusias.
" karena aku tau istriku ini kalau lelah akan meminta bubur ayam" jawab ricko.
nita pun tersenyum lalu ia mengecup bibir ricko.
" aku mencintaimu" ujar nita.
" aku juga mencintai istriku yang cantik ini (tangan ricko mengelus wajah nita yang cantik natural walaupun baru bangun tidur wajahnya tetap putih dan bibir nya tetap berwarna pink) , terima kasih untuk yang semalam dan juga maaf karena terus melakukannya walau kau lelah" ujar ricko dengan penuh cinta.
" eh itu... hmm sudahlah lupakan aku mau makan" ujar nita ia salah tingkah ia ingat semalam ia terus berdesah dibawah ricko itu sangat membuatnya malu.
ricko hanya tersenyum lalu mengecup kening nita.
__ADS_1
" mau aku suapi?" tawar ricko.
" tidak usah ... kau pakailah pakaian nanti sakit kalau hanya memakai ini" ujar nita.
" hmm" ricko mengangukkan kepalanya , ia membuka lemari tanpa malu lagi ia membuka mantelnya yang hanya memakai celana pendek saja , ia memakai pakaian dihadapan nita.
nita sedikit risih karena baru kali ini melihat ricko berani berganti pakaian didepannya, tapi dia tidak mempermasalahkannya hanya terus memakan bubur ayan kesukaannya.
setelah selesai makan nita letakkan mangkuk itu di nakas pinggir ranjangnya. rasanya semua tubuhnya itu remuk dan juga pegal-pegal ia ingin melajutkan tidur.
tapi dia sangat gerah karena memakai gaun tidur yang tebal. dia membuka selimutnya dan nampaklah gaun tidur berwarna biru yang hanya sampai lutuh saja.
dia akan menurunkan kakinya lalu ia berdiri hingga ia kembali duduk.
" kenapa?" tanya ricko saat melihat nita seperti.
" kenapa sakit sekali, saat aku mengerakkan kaki" ucap nita dalam hati.
" heheh aku hanya ingin duduk lagi kasurnya sangat empuk" kekeh nita karena jika ia jujur dia akan malu pikirnya.
ricko tersenyum mendengar ucapan nita padahal dia mengerti kenapa nita bertingkah seperti itu, setelah menyemprotkan minyak wangi ia menghampiri nita dan berjongkok dihadapannya.
" mau mandi?" tanya ricko.
" iya tapi nanti saja " jawab nita.
" sakit ya?" tanya ricko lagi.
" eh apa ? tidak ada kau tenang saja " jawab nita sambil menggelengkan kepalanya.
" wanita dirumah sakit itu benar sekali, bahkan dia mungkin tidak bisa menahan ini, untunglah walau pun tubuhku kecil tapi energi ku sangat besar " ucap nita dalam hati ia mengingat wanita dirumah sakit yang merasa sangat kesakitan saat habis malam pertama.
" ayo aku bantu " ujar ricko.
ricko yang duduk disofa tersenyum lagi melihatnya, lalu ia melihat bekas ciuman yang tersisa dileher nita dan kembali tersenyum. nita merasa aneh kenapa ricko terus tersenyum melihatnya.
" kenapa? apa ada yang salah?" tanya nita yang masih belum menyadari itu.
" sayang apa kau menunjukkan hasil karyaku pada dunia?" goda ricko.
nita baru ingat lalu ia segera berlari menuju kaca dan ia terkejut melihat di leher nya yang ada tanda kemerahan ia mengelus kasar lehernya dia pikir itu akan hilang jika dia terus melakukannya
" sayang jangan diteruskan itu hanya akan menambah saja" ujar ricko.
" tapi bagaimana ini? kita mau pulang aku tidak mungkin turun seperti ini" ujar nita.
" kita pulang kerumah bunda sebentar lalu lanjut kebandara, sini pakai apa itu yang sering perempuan gunakan untuk berhias itu? tanya ricko.
" dempul? " ujar nita.
" nah iya itu saja , aku akan mengoleskanya katakan dimana perlengkapan make up nya ?" tanya ricko.
" itu di tas ku sepertinya kak iren meninggalkan make up nya " tunjuk nita di sebuah meja dekat lemari.
ricko segera berdiri dan mengambil tas itu , dia membongkarnya lalu mengeluarkan dempul itu. setelah ketemu ia kembali lagi menghampiri istrinya dan ia mulai menutupi itu di leher nita.
" kita mau bulan madu kemana?" tanya nita
" hmm aku pikir kita akan ke paris bukannya kau ingin melihat menara eiffel?" tanya ricko.
" hmm aku belum pernah kesana " angguk nita.
__ADS_1
....
mereka berdua sudah sampai dirumah bunda untuk berpamitan pada semua orang, ricko memakai jeans berwarna hitam dan jaket kulit berwarna cokelat. sedangkan nita dia memakai dress berwarna hijau tadi namun ia juga memakai jaket ricko.
mereka berdua sudah duduk di sofa , semua orang melihatnya.
" apa aku melakukan sesuatu yang salah?" tanya nita.
" ricko berapa lama semalam?" tanya nathan.
" lama kak " jawab ricko.
semua orang menahan tawa mendengarnya tetapi nita nampaknya belum juga ngeh
nita melirik wajah nathan dan juga ricko.
" apa maksud mu kak?" tanya nita.
" nita kenapa kau memakai jaket cuaca hari ini sangat panas" goda xiaoqi.
" hmm itu aku .... xiaoqi apa kau pernah melihatku memakai pakaian satu lapis? " ujar nita.
" iya juga tapi biasanya memakai sweeter bukannya jaket "balas xiaoqi lagi.
" astaga aku baru mengerti kemana arah mereka " pikir nita.
" bunda aku haus " ujar nita yang mengalihkan arah pembiacaraan itu.
" eh iya bunda lupa, sebentar bunda ambilkan minum ya atau mau jus ? " tawar bunda.
" hmm air putih saja bun" jawab nita.
bunda segera berdiri dan mengambil minum untuk putrinya karena hari ini bi inah dan pembantu lainnya sedang berbelanja kebutuhan memasak jadi tidak ada lagi pembantu yang dirumah.
" bagaimana semalam?" bisik xiaoqi yang dapat ricko dengar itu.
" mau tahu? " tanya nita
xiaoqi langsung mengangukkan kepalanya.
" menikahlah kau akan tau nanti" jawab nita.
" kak iren tanggal berapa keponakanku lahir?" tanya nita.
" tanggal 1 bulan depan dek, oh ya nanti kakak melahirkan di rumah sakit tempat mu magang. nanti bantu kakak ya" ujar iren.
" kakak tinggal menelponku aku akan datang , dan ya kakak jangan terus bekerja saja. kau harus selalu menemani kakak iparku yang cantik ini , agar kondisinya baik dan nanti saat melahirkan memiliki banyak tenaga " jelas nita.
" sayang kau tau darimana ? " tanya ricko.
" dari youtube tidak sengaja lewat lalu aku menontonya" jawab nita.
" ricko itu artinya kau harus memiliki tenaga banyak agar membuatnya hamil.dia itu sedang memberi kode" ujar nathan.
" ish kakak mulutmu itu " ujar nita.
" kenapa aku benar lagi pula aku sudah mengajarkan beberapa teknik ampuh untuk suamimu" ujar nathan dengan bangga.
" tenang saja kak, kami akan terus berusaha setiap haari" jawab ricko santai lalu memluk bahu nita, nita menatapnya dan mengerutkan kedua alisnya.
" jangan marah ... cup" ricko kemudian mengecup kening nita .
__ADS_1
" ricko" gumam nita yang kesal padanya .
" astaga kalau mau romantis romantis itu sana dikamar dasar pengantin baru" ujar aidan ia baru tiba dari arah luar.